
...Chapter 28. Goblin Wanita, Rina dan Rapat para Goblin...
Sekembalinya ke desa, aku sontak disambut oleh para Goblin meski penampilan ku berubah namun, mereka masih bisa mengenali ku.
Perubahan itu, aku dapatkan dari hubungan ntim ku dengan Shiro hingga aku berwujud seperti layaknya manusia dengan rambut hijau. Namun, aku masih memiliki tanduk. Walaupun begitu, aku cukup senang karena penampilan ku berubah menjadi tampan.
Melihat itu, aku menjawab rasa hormat mereka dan menyuruh mereka untuk melakukan aktifitas seperti biasa.
Lalu, aku dan Shiro melangkah bersama-sama di desa.
Setibanya di pusat desa. Aku melihat Lilia sedang berlatih dengan sosok Goblin wanita yang sudah berevolusi. Aku menduga, evolusi itu dikarenakan dia sering berlatih dengan Lilia.
Ini terlihat kemampuan Goblin Wanita itu sudah seimbang dengan Lilia.
Aku yang penasaran dengan sosok Goblin wanita itu, maka pun menghampiri nya dan setibanya disana, mereka serempak menghentikan latihan dan memberikan hormat kepada ku.
"Yang mulia, selamat datang kembali!" ucap serempak Goblin Wanita dan Lilia seraya membungkukkan badannya.
"Iya. Bangunlah! Dan, Goblin wanita. Aku kagum kepada keahlian mu!"
"Anda terlalu memuji yang mulia saya masih biasa saja dan harus banyak latihan," jawab rendah hati Goblin wanita.
"Baiklah, sebagai hadiah kerja keras mu. Aku akan memberikan mu nama Rina!"
Sesaat aku mengatakan itu, tubuh wanita Goblin itu bersinar dan dia pun berevolusi menjadi sosok gadis Goblin yang imut.
Melihat perubahan itu, Rina pun memeriksa seluruh tubuh dengan senyuman lebar. Lalu, dia menundukkan kepalanya kembali.
"Terimakasih yang mulia!"
Setelah itu, aku melihat kearah Lilia.
"Dan, kamu ambillah ini sebagai hadiah untukmu!" ucap ku seraya mengambil pedang sihir yang telah kudapatkan dari Dungeon.
Lalu, Lilia pun mengambil pedang pemberian ku dan dia sontak senang menerima nya. "Terimakasih, Yang Mulia!" jawab Lilia.
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
Tidak lama kemudian, Gotua pun datang dengan penampilan yang sangat berubah.
"Selamat datang kembali, Yang Mulia!" sapa Gotua.
"Ini semua berkat, Nona Frena yang membuatkan baju ini," jawab Gotua.
Saat mendengar jawaban itu, aku mencurigai sesuatu. Bagaimana di tahu pakaian jaman perang di daerah China? Mungkin kah Dia seorang Reinkarnator?
Jika memang seperti itu, aku harus mengingatkan nya di desa ini.
Setelah itu, aku mengalihkan ke topik yang itu.
"Gotua, aku ingin mengadakan rapat. Kumpulkan semua petinggi desa!"
"Baik, yang mulia!" jawab Gotua.
Dan, rapat pun dilaksanakan. Dalam rapat itu, ada beberapa hal yang dijelaskan selama 3 bulan aku pergi meninggalkan desa.
Yang pertama, ada sekitar 400 Goblin pria, 200 Goblin wanita, 100 Goblin anak-anak dan 50 Goblin paruh baya. Mereka semua berasal dari Horde kecil yang bergabung dengan Horde Timur ini.
Yang kedua, kurang pasokan makanan karena semakin banyak jumlah penduduk desa.
Kedua topik itu tentu nya hanya ada satu solusi yaitu berpindah tempat dan aku pun terpikir sesuatu.
"Sudah waktunya kita berpindah tempat!"
Semua petinggi Goblin terkejut.
"Berpindah tempat? Tapi, dimana yang mulia?" tanya Gotua.
"Kita akan berpindah tempat ke Dungeon yang baru ku buat!"
Saat aku mengatakan itu, para petinggi Goblin saling berbisik-bisik dan masih ada keraguan di pemikiran mereka.
"Ada apa memang? Apakah kalian keberatan?"
Mereka sontak terdiam dan Gotua mengangkat suara.
"Yang mulia, apakah aman untuk kita tinggal di Dungeon?"
"Tenang saja. Sudah pasti aman karena Dungeon yang akan kalian tempati merupakan bagian dari skill unik ku."
Jawaban ku itu membuat para petinggi Goblin tersenyum senang dan mereka pun serempak menyetujui.
"Baik, kami menerima nya. Kemuliaan anda tidak ada batas nya!" seru serempak petinggi Goblin.
"Terimakasih."
Setelah itu, desa Goblin pun berpindah ke Dungeon lantai tujuh.