I Am Goblin With System

I Am Goblin With System
The Heir Dungeon | Chapter 48. Menghancurkan Dungeon dan malam bersama Luna.



...Chapter 48. Menghancurkan Dungeon dan malam bersama Luna....


Setelah Luna memutuskan untuk menghancurkan Dungeon Azure, Kay dan Luna pergi ke lantai Zero yang mana disana terlihat ada kristal belah ketupat besar berwarna merah.


"Apa yang akan kak Albert lakukan?" bingung Luna.


Kay yang berwujud manusia tentu tidak bisa menyantap inti Dungeon maka dari itu, dia mau tidak mau harus mengatakan yang jujurnya demi memenuhi keinginan hak waris dari Dungeon ini.


Setelah berpikir itu, Kay pun menghela nafas panjang dan berdiri menghadap Luna.


"Luna, ada sesuatu yang harus kamu tahu?"


Luna yang mendengar nada serius dari Kay, dia pun juga menghadap Kay.


"Ada apa, kak Albert?"


Saat Luna bertanya seperti itu, Kay pun merubah wujud aslinya yang mana dirinya berubah menjadi sosok pria bertanduk empat dengan rambut hijau.


Melihat wujud asli, Luna sontak terkejut hingga dia menutup mulut dengan kedua tangan nya.


"Luna, seperti kamu lihat! Inilah wujud ku yang sebenarnya. Namaku Kay, seorang Raja Goblin," ucap Kay dengan senyuman lebar.


Saat mendengar itu, Luna yang awalnya terkejut. Dia pun menenangkan pikiran dan melepaskan tangan dari mulutnya setelah itu, dia pun tersenyum kepada Kay.


"Terimakasih, Kak Al-. Kak Kay! Kakak sudah mau jujur kepada ku."


Setelah itu, Luna dan Kay pun saling bertukar senyum.


"Sebenarnya, jika pilihan mu tidak menghancurkan Dungeon ini mungkin aku akan bisa tetap terus bersandiwara sebagai manusia. Tapi ..." Kay menoleh kearah Kristal. "Untuk menghancurkan kristal ini. Aku membutuhkan kekuatan yang besar dan tidak bisa dengan mengunakan wujud manusia."


"Jadi, positif. Kak Kay menjadi jujur kepada ku dan tidak menyembunyikan wujud asli kakak," jawab santai Luna.


Jawaban Luna itu membuat Kay dan Luna saling bertukar tawa kecil.


"Luna, aku mulai!"


Luna pun menjawab dengan anggukan kepala. Lalu, Kay dan Luna menghadap kearah kristal merah.


Setelah itu, Kay merapal skill unik nya.


"Gluttony."


Sesaat merapalkan itu, Kay membuka mulutnya dan kristal merah itu pun berlahan hancur serta terhisap ke mulut Kay.


Setelah berhasil mengisap inti Dungeon, tidak lama Dungeon terjadi gempa yang sangat dahsyat hingga meruntuhkan Dungeon tersebut.


Kay yang mengetahui situasi yang dialami nya, dia pun bergegas membuka portal langsung ke penginapan.


"Baik, kak Kay. Berhati-hatilah!"


Kay pun mengangguk kepala dan Luna masuk kedalam portal.


Setelah Luna kembali, Kay tersenyum sendiri. "Waktu nya untuk menjarah!"


Ditengah gempa dan keruntuhan, Kay dengan cepat memasukan semua benda-benda yang ada di dungeon Azure kedalam Dungeon pocket nya selain itu juga Kay memasukkan para Homunculus yang terkapar ditanah.


"Meski boneka, wanita cantik tidak boleh dibiarkan mati ini!" batin Kay.


Setelah semua barang dimasukkan semua, barulah Kay keluar dari Dungeon dengan mengunakan Warp yang mana Luna serta ibu nya sudah menunggu Kay.


"Tuan Albert, selamat datang kembali!" ucap serempak Luna dan Ibunya.


"Iya, aku pulang," jawab Kay.


Setelah bertukar salam, Luna pun melihat kearah Kay dengan senyuman lebar dan Kay juga membalasnya dengan senyuman.


Malam harinya, ibunya Luna mengadakan pesta sebagai ucap syukur keselamatan Luna dan pesta untuk menghormati kepergian dari ayahnya Luna.


Kay yang ikut pesta itu, dia pun turut senang bahkan Kay meminum banyak sake sampai dirinya mabuk dan memutuskan untuk kembali ke kamar.


Setibanya dikamar yang mana ruang kamar Kay masih gelap, dia samar-samar melihat Luna dengan pakaian yang sangat tipis dan tidak mengenakan aksesoris apapun.


"Luna, kenapa kamu disini?" tanya Kay yang sedikit mabuk.


Luna pun melangkah pelan menghampiri Kay dengan senyuman kecil lalu, dia meraih tangan Kay dan berjalan pelan mendekati kasur.


Lalu, Luna berbicara pelan dengan menundukkan kepala serta wajah yang memerah, "Kak Kay, aku ingin mengucapkan terimakasih tapi tidak tahu, aku harus membayar nya dengan cara apa? Maka dari itu, aku serahkan tubuh ini kepada Kak Kay."


Mendengar itu, Kay pun tersenyum dan memegang pipi kanan Luna. "Apakah kamu yakin? Sebenarnya, aku sudah menikah. Tapi, juga aku menyukai mu. Apakah tidak masalah kamu menjadi istri kedua ku?"


Luna yang mendengar itu, dia memegang tangan Kay yang ada di pipinya.


"Tidak masalah untuk ku karena aku sangat mencintai kak Kay."


"Aku juga .."


Kay dan Luna pun saling bertukar pandang mesra sampai akhirnya mereka saling mendekat bibir nya seraya Luna mengalungkan diri pada leher Kay dan mereka pun saling berciuman.


Setelah itu, mereka menjatuhkan badan diatas kasur dan memulai pergulatan nya.


Dengan ini, Kay pun mendapat Harem keduanya.