
Tidak terasa sudah seminggu sejak hari pertama aku bersekolah di Dandelion School. Banyak hal yang tidak terduga dan terjadi hari itu. Kini aku menjalani kehidupan sekolah seperti biasa layaknya seorang pelajar pada umumnya. Belajar dan belajar. Kurang lebih begitu.
Dan tentu saja, aku masih menjabat sebagai ketua kelas dandelion knight. Sebenarnya menjadi ketua itu ada untungnya. Tapi ada juga ruginya. Untungnya, kamu akan dikenal banyak guru dan teman. Di sisi lain, kerugiannya kamu akan capek dengan tugas yang diberikan guru. Apalagi kalau berurusan dengan teman yang tidak bisa diajak kerjasama. Ditambah jika sesuatu terjadi di kelas, pasti ketua kelas yang pertama yang akan diinterogasi. Namun begitu, aku tetap berusaha sebaik mungkin melakukan tugas yang diberikan dan menghindari masalah ke depannya. Seperti contohnya hari ini, aku harus datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya karena ada janji dengan wali kelasku, Ibu Clara.
Sebenarnya, aku suka datang lebih pagi. Selain karena udara pagi yang masih sejuk sehingga membuat otakku lebih segar, suasana di jalannya pun masih sepi. Tapi yang jadi permasalahannya, aku harus bangun lebih pagi lagi karena harus menyiapkan bekal sarapan papa dan Alexa.Tapi, demi tugas yang diamanatkan kepadaku, aku rela mengorbankan diriku.
Untung saja, hari ini Papa mendapat jadwal kerja malam. Jadi, Papa bisa bantu aku bersiap - siap.
Tepat pukul enam kurang lima belas menit, aku pun berangkat pergi ke sekolah.
Baru saja aku berjalan keluar dari pagar rumah, terdengar suara seseorang memanggilku.
"Hai, Alessia! Selamat pagi!"
Ternyata, orang itu adalah Kak Nico. Dia terlihat memakai seragam dan menaiki sepedanya.
"Ohh, ternyata, Kak Nico! Aku kira siapa. Selamat pagi juga Kak!" Jawabku membalas sapaannya dengan ramah.
"Ohh, ini rumahmu, ya! Hmm... sepertinya ini terlalu pagi untukmu berangkat sekolah. Lagipula jaraknya juga tidak terlalu jauh." Tanyanya ingin tahu.
"Sebenarnya aku hari ini ada janji dengan Ibu Clara. Beliau menyuruhku datang lebih pagi untuk menemuinya." Jelasku.
"Ternyata alasan kita juga sama. Aku juga hari ini mau menemui wali kelasku, Pak Klement di ruang guru. Kalau begitu, mari pergi bersama. Ayo, duduk di belakangku, Alessia!" Ucapnya sambil mengajakku pergi bersamanya.
"Ohh, tidak usah, Kak. Aku bisa jalan santai kok. Nanti malah merepotkan Kakak" Ucapku menolak ajakannya.
"Tidak merepotkan, kok. Malah kalau ada kamu, aku punya teman ngobrol. Lagipula kita juga satu tujuan. Ayo, Alessia!" Ucapnya mencoba menyakinkan aku.
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih ya, Kak"
"Santai saja lah! Oke, kita berangkat!"
Aku pun naik dan duduk di belakang Kak Nico. Saat itu, perasaanku campur aduk. Antara canggung dan malu-malu. Tapi, lupakan soal itu. Yang penting aku bisa secepatnya sampai ke sekolah.
Akhirnya, kami pun sampai di sekolah.
Suasananya juga masih sepi. Hanya ada beberapa siswa yang sudah datang.
"Alessia, aku parkir sepeda dulu, ya! Tunggu aku disini saja biar kita perginya sama-sama" Ucap Kak Nico sembari pergi memarkirkan sepedanya.
"Baiklah, Kak" Jawabku.
"Selamat pagi, Bu Clara!" Sapaku.
"Ohh, Alessia. Selamat pagi! Ternyata kamu sudah datang. Maaf Ibu agak sibuk jadi tidak melihatmu datang. Ayo, duduk dulub" Ucap Bu Clara membalas salamku dan mepersilahkan duduk.
"Jadi begini, Nak. Berdasarkan rapat dewan guru kemarin, sekolah kita akan mengadakan festival seni untuk menyambut musim semi. Rencananya akan digelar sebulan lagi. Nanti akan ada rapat ketua kelas disini. Isi rapatnya pasti seputar teknis acaranya. Jadi, Ibu harap kamu nanti bisa ikut rapat itu kemudian mensosialisasikan ke teman - temanmu. Bisa, kan?" Jelas Bu Clara.
"Iya, tentu saja. Saya pasti akan melaksanakannya dengan baik."
Setelah menghadap Bu Clara, aku langsung menuju tempat para ketua kelas berkumpul untuk mengikuti rapat itu. Ternyata, yang membuka rapat itu adalah Pak Klement, wali kelas Kak Nico.
"Oke, selamat pagi untuk kita semua!"
"Selamat pagi juga, Pak!" Sontak para siswa membalas salam Pak Klement.
"Jadi, para ketua kelas sengaja dikumpulkan hari ini untuk membahas tentang festival musim semi Dandelion School yang rencananya akan dilaksanakan sebulan lagi. Untuk lebih jelasnya mengenai teknis acaranya akan disampaikan oleh panitia pelaksanaan. Sehubungan karena festival ini juga akan dihadiri oleh orang - orang penting di kota Venice, Bapak harap kalian bisa mempersiapkan dengan baik dan juga maksimal. Oleh karena itu, sekarang saya percayakan semua tanggung jawab pelaksanaan kepada Nicholas selaku ketua OSIS Dandelion School. Oke, silakan kalian membahasnya dengan baik! Maaf Bapak tidak bisa menemani kalian karena Bapak harus pergi. Jadi, semangat para dandelion muda!" Jelas Pak Klement sambil memberikan semangat.
Setelah pengarahan dari Pak Klement, waktunya rapat yang sebenarnya dimulai. Aku juga melihat Kak Nico dalam rapat itu. Ternyata, dia juga ketua kelas di kelasnya sekaligus ketua panitia pelaksanaan festival musim semi ini. Oleh karena itu, dialah yang memimpin rapat untuk hari ini. Banyak hal yang aku dengarkan dalam rapat yang berlangsung tiga puluh menit itu. Tidak lupa aku mencatat beberapa informasi penting supaya aku bisa menyampaikan dengan baik ke teman - teman kelas nantinya.
Setelah rapat selesai, kami semua dipersilahkan ke kelas masing - masing. Aku juga pun langsung meninggalkan ruang guru dan pergi menuju ke ruang kelas.
"Alessia, bagaimana tadi? Isi rapatnya sudah jelas? Kalau ada yang belum dimengerti, boleh tanyakan padaku." Ucap Kak Nico sambil menepuk pundakku.
"Ohh, sudah jelas, kok, Kak. Aku juga sudah mencatat hal - hal pentingnya"
"Ngomong - ngomong, aku baru tahu nih kalau kamu jadi ketua kelas. Selamat , ya."
Tiba - tiba dia mengucapkan selamat.
"Terima kasih, Kak. Semoga aku bisa menjalankan tugas ini dengan baik"
"Iya, tentu saja. Aku yakin kamu pasti bisa, Alessia!"
Ini pertama kalinya seseorang memberi selamat kepadaku. Bahkan, dia memberikan semangat untukku. Rasanya kerja kerasku baru terbayar sekarang. Kak Nico memang orang yang ramah dan baik pada siapa saja. Memang pantas dia menjadi seorang pemimpin. Dia menjadi ketua OSIS pasti karena alasan itu.
Kami pun berjalan bersebelahan menuju kelas. Kami juga banyak berbincang mengenai festival musim semi. Jujur, aku benar - benar menantikannya. Mengapa?
Untuk saat ini aku akan merahasiakannya dulu. Tapi nanti pasti aku beritahukan. Yang pasti itu ada sesuatu yang selalu kunanti - nantikan dalam hidupku. Oleh karena itu, kali ini aku akan mempersiapkan dengan baik agar semua terlaksana sesuai yang aku diharapkan.
la mia primavera arriva!