Handsome Twins

Handsome Twins
bab 51 Mengikhlaskan...!!



Tiga tahun kemudian............


Seiring berjalannya waktu perlahan mereka semua telah mengikhlaskan Kim Zafran pergi dan mereka kembali menjalani kehidupan yang normal.


Perusahaan yang dibangun kembali oleh Samuel yang hampir gulung tikar kini kembali menjadi perusahaan yang besar apalagi dibawah kepemimpinan seorang yang bijaksana. Bertambah makmur lah perusahaan nya itu.


Berkat usahanya bersama sang pegawai setia dan doa sang istri dan juga ridha Tuhan, perusahaan itu telah naik puncak dan berhasil.


Kim Ziyan adalah pewaris tunggal perusahaan itu, diusianya yang muda ia juga sering ikut andil dalam perusahaan.


Mulanya ia tidak mengerti tapi berkat bimbingan orang sekitar ia bisa menjadi remaja yang pintar sekarang.


Meski masih kuliah tapi ia bisa membagi waktu untuk membantu sang papa diperusahaan.


Kim Ziyan benar-benar telah berubah, jika dulu penampilan nya yang tak layak tapi sekarang jauh dari kata itu. Ketika mengenakan jas formal ia semakin terlihat berwibawa, siapapun yang melihatnya pasti akan menghalu jadi istrinya.


Sekarang ia menyandang predikat tuan muda.


Tidak Ziyan tak sepenuhnya bahagia akan apa yang telah ia miliki sekarang karena hidupnya tak akan lengkap tanpa sosok Zafran di sampingnya.


Disinilah ia berada sekarang, sendirian sambil menaburi bunga di pemakaman sang adik.


" Apa kabarmu hmm... Kau bahagia disana... Hah.... Aku merindukanmu.. Meski sudah dua tahun berlalu jangan mengira aku sudah bisa melupakanmu... Sampai kapanpun kau akan selalu ada dihatiku... "


" Cih lihatlah aku sekarang, aku kerepotan harus menjadi tuan muda sendirian, seandainya kau masih ada kita pasti akan lalui bersama.... Hah... Kau memang nakal kau tega meninggalkan ku sendirian dengan semua beban ini... " Matanya sudah mulai berkaca kaca.


" Kenapa aku selalu merasakan sakitnya ditinggal pergi, pertama Rian sahabat pertamaku, dia juga meninggal karena penyakitnya dan sekarang kau juga ikut ikutan meninggalkan ku... Kalian benar-benar jahat... Apa kalian pikir aku sekuat itu ditinggal pergi seperti ini... Aku kesepian tau... Bahkan lebih sakit rasanya ditinggal kalian daripada ditinggal pacar... Kalian tau kenapa.. Ya karena aku belum pernah merasakan ditinggal pacar ahahaha....punya pacar saja belum pernah, Hei jangan biarkan aku tertawa sendirian... Hiks... "


" Semoga kalian bahagia disana hiks... Zafran adikku aku menyayangimu... Begitupun mama papa kakek nenek dan sahabat mu semuanya menyayangimu.... Andaikan satu permintaan mustahil bisa dikabulkan maka bolehkah aku memintamu untuk kembali... Lagi.. Hiks... Hiks... Saat ini mama dan papa memang terlihat baik baik saja, tapi aku sering mendapati mama dan papa menangisimu setiap malam... Sudah bertahun tahun tapi kepergianmu seakan baru kejadian beberapa hari yang lalu. Semuanya masih membekas tidak ada yang bisa melepasmu sepenuhnya hiks... " Ziyan menunduk tangisnya pecah masih mengingat saat saat Zafran merenggut nyawa di depannya.


" Semalam kau datang ke mimpiku dan kau bilang kami harus mengikhlaskan mu sepenuhnya... Hiks... Aku tau kau tidak akan tenang sebelum semua orang mengikhlaskan mu... Baiklah adikku kau akan bahagia disana aku akan menyampaikan pesan mu pada semua orang.. "


" Hyung pamit yaa... Nanti Hyung akan menjenguk mu lagi... Sekarang Hyung harus pulang kkkkk... Rasanya janggal sekali ya memanggil Hyung sendiri... Tapi tidak apa apa aku kan memang lebih tua darimu... Bahagia selalu adikku... " Bersamaan dengan itu Ziyan bangkit berdiri.


" Woii disini lo rupanya... "


" Hah.. Hah.. Hah... Anj*** capek gue. "


" Gak usah ngumpat anj*** disini pemakaman. "


" Lah lo sendiri ngomong apa barusan haa... "


" Lha gue nyontohin. "


" Sama aja gak ada bedanya.. "


" Eh el-


" Heh syusssyytttt bisa gak sih tau tempat dikit kalo mau berantem. " Akhirnya Jaywoo yang selalu jadi pelerai.


Ya ketiga sahabat Zafran kini sudah menjadi sahabat Ziyan juga dan kelakuan mereka tetap sama masih menyebalkan.


" Kalian ngapain kesini. " Tanya Ziyan.


" Kita nyariin lo. " Jawab Eunseo.


" Buat apa. " Tanya Ziyan lagi minta ditoyor kepala nya.


" Yeeee ni anak pake nanya lagi, emak lo nyariin, kita disuruh jemput lo buat makan bareng dirumah lo. " Kini Kay yang menjawab.


" Lo lupa apa, hari ini emak lo kan ngadain makan besar dirumah lo, eumm tapi gak besar besar amat sih cuma kita aja yang diundang katanya sesekali biar rame. "


" Ah iya, aku ingat tapi semalam aku rindu sama Zafran dan berniat datang kesinii..... " Ucap Ziyan sambil menatap kuburan Zafran diikuti tiga remaja lainnya.


Seketika suasana jadi mendung ketiga sahabat itu juga ikut sedih dan bahkan menitikkan airmata.


" Kalo itu bukan lo aja yang rindu, kita juga rindu sama dia.. Hiks.. Tukan nangis lagi gue... " Sahut Jaywoo.


" Sama, pasti ada air mata ketika mengingat tentang dirinya. " Tambah Kay yang juga menangis.


" Udah tiga tahun tapi kita masih mengharapkan mu Zafran... " Ujar Eunseo.


Sejenak kemudian suasana terasa hening karena keempat pemuda itu sedang sibuk menyapu air mata menangisi seseorang.


" Aiss kenapa kita kompak menangis, ayo kita pulang mama sudah pasti menunggu. " Ucap Ziyan menyudahi perkara semuanya termasuk menghentikan dirinya yang berlarut dalam kesedihan.


                      *************


Mobil mewah bercat hitam kini memasuki mension Kim Samuel.


Lalu keempat remaja yang punya ciri khas ketampanan masing masing keluar dari sana.


Langkah kaki beriringan itu memasuki mension.


Dan langkah mereka berhenti dimeja makan yang sudah terhidangkan banyak sekali makanan.


Ketiga sahabat itu langsung duduk tanpa dipersilahkan, ah itu sudah biasa bagi mereka.


Sedangkan Ziyan kini mencari sang bunda yang tengah berada di taman belakang menunggu mereka.


Tap tap tap


Langkah kaki itu terdengar menyusuri taman namun langkah nya terhenti saat mendapati sang ibu tengah menangis sembari memeluk foto yang sangat familiar.


" Hiks.... tiga tahun.... Hiks... Tapi serasa baru tiga hari kau pergi sayang.... Aku masih sangat merindukan mu hiks... Mama sayang Zafran nak... " Hati Ziyan ikut teriris berada sedikit jauh dari ibunya namun ia masih dapat mendengar itu.


" Kelahiran kalian menggantikan penderitaan mama sayang, mama punya anak kembar.. Itu adalah berita yang sangat membahagiakan... Kim Ziyan dan kim Zafran.... Kelak kalian akan tumbuh dewasa menjadi pemuda yang pemberani.... Hiks...aku menyayangimu aku menyayangi kalian... Hiks... "


" Mama ingat saat kau selalu membantah perintah kakekmu tanpa rasa takut sedikit pun... Kau itu nakal Kim Zafran..... Kau selalu bikin ulah... Tapi kehadiran mu selalu membawa keramaian nak... Sampai kapanpun mama akan terus merindukan mu... Hiks... Hiks... "


Greepp......


Sheliya tersentak kaget saat merasakan ada yang memeluk nya dari belakang.


Namun sedetik kemudian ia membalas pelukan itu karena tau itu adalah Ziyan yang memeluknya sambil menangis.


" Mamaaaa hiks..... "


" Sayang ada apa kenapa kamu nangis hmm.... " Tanya Sheliya sambil mengecup sang putra.


" Jika mama merindukan nya izinkan aku menjadi Zafran untuk memulihkan rasa rindumu hiks... Aku rindu Zafran.. Dan aku juga rindu mama... Hiks..."


Deg....


Terlalu berharap pada yang mustahil dan mengabaikan realita.


Harusnya ia juga harus menyanyangi Ziyan karena sang anak sepertinya juga masih butuh perhatian lebih apalagi selama ini ia belum sepenuhnya mendapatkan hal itu.


Selama ini Sheliya sibuk menangis dan selalu tidak punya waktu untuk Ziyan.


Bersamaan Zafran pergi bersamaan itu pula Ziyan seakan hidup hampa.


Dan kini Sheliya menyesal untuk yang kesekian kalinya.


Cup


Cup


Cup


" Maafkan mama nak maafkan mama sayang jangan menangis lagi nak mama menyayangimu. " Sheliya mengecup Ziyan beberapa kali dan memeluknya.


" Maafkan mama sayang karena telah mengabaikan mu... Tolong maafkan mama nak... "


" Aku hanya rindu mama... " Lirih Ziyan dan ikut mengiris hati Sheliya untuk yang kesekian kali.


" Hiks...iya sayang...mama janji tidak akan mengabaikanmu lagi.. "


" Maaa... Bukannya aku melarang mama untuk mengingat Zafran tapi tolong ikhlas kan dia, adikku belum tenang karena mama terus menangis mengingat nya hiks....... "


Sejenak Sheliya terdiam dan membenarkan itu karena selama ini ia memang seperti tak ikhlas dengan kepergian Zafran dan tentu hal itu membuat Zafran tidak tenang.


" Kamu benar nak... Maafkan mama Zafran, setelah ini kau bisa pergi dengan tenang.... Mama tidak akan meratapi kepergianmu lagi hiks... Mama ikhlas hiks... Hiks... "


" Maaaa.... " Dengan lembut Ziyan menghapus airmata sang ibu.


Wanita yang memiliki paras cantik diusia nya yang tidak muda lagi itu tersenyum sambil mengusak rambut anaknya.


" Ayoo...teman teman mu pasti sudah menunggu disana... " Ucap sang ibu.


" Iyaa... " kedua nya pun beranjak menuju meja makan yang sudah berpenghuni tiga makhluk itu.


Suasana bertambah ramai ketika kedatangan Kim Samuel serta ibu dan ayah Sheliya.


Mereka yang baru datang langsung menempati tempat duduk masing masing.


" Waaaahhh aku belum terlambat kann.... " Seru Samuel menarik kursi untuk diduduki.


" Hampir papa... Hahah hampir saja kami menghabiskan semua ini.. " Ucap Ziyan bermaksud bercanda.


" Ouuhh... Tega nya.... " Lirih Samuel dihadiahi tertawaan dari yang lain.


Acara makan pun dimulai, masing masing dari mereka mengambil hidangan yang disukai.


Tidak perlu menunggu bantuan orang lain untuk diambilkan kecuali si Kim Samuel yang terus bersikap manja pada sang istri.


Hah membuat para jomblo disana jengah apa lagi ditambah kakek nenek yang ikut ikutan romantis.


Uhhh bagaimana mengatakan nya yaaaa sungguh... Menggelikan!!!


Syukurlah meja makan disana terisi kebahagiaan dan canda tawa tidak lagi dengan mata sembab seperti biasanya.


Mulai sekarang mereka akan berusaha untuk mengikhlaskan benar benar seratus persen mengikhlaskan dari yang sebelumnya.


Kim Zafran.... Semoga ia tenang disana.


Nama itu selalu terukir dihati setiap orang yang menyayangi nya.


Tidak akan ada yang pernah lupa tentang sosok nakal yang pembuat onar.


Semasa hidup banyak sekali yang merasa jengkel terhadapnya namun saat kepergian nya entah kenapa banyak sekali yang tidak rela.


Sudahlah yang kita bicarakan sudah tidak lagi sama keberadaan dengan kita ucapkan selamat tinggal padanya.....!!!!


" Anak itu sangat nakal namun aku senang ketika melihat ia melawan kakeknya yang keras kepala itu tapi aku sungguh takut ketika ia membantah dan berakhir dengan hukuman... Kim Zafran anakku.. Dia dekat bersamaku namun aku tak bisa menggenggam nya... " Sheliya.


" Si pembuat onar dan suka sekali membulli orang itulah teman kami... Teman yang sangat keras kepala namun setia dan kami sangat senang memiliki seorang sahabat seperti nya... Akkh... Rindu sekali kapan lagi kita akan membolos bersama dan itu tentu mustahil.. Kim Zafran... " Para sahabatmu.


" Mirip sekali dengan sifat ku... Kenapa sesingkat ini kita bertemu.. Aku memang seorang ayah yang payah....Kim Zafran kau akan tetap dihati kami semua.. " Kim Samuel.


" Setelah sekian lama terpisah akhirnya kita dipertemukan kembali dan itupun sangat singkat untuk kita bersama.. Dia anak yang pemberani beda sekali seperti ku... Hah bagaimana mengatakan nya dan intinya aku sangat menyayanginya... Dan jika ada kehidupan selanjutnya aku ingin dia tetap menjadi kembaranku... Kim Zafran.. " Kim Ziyan.


" Keras kepala pembangkang suka sekali membuat ku naik darah... Dia anak yang sangat kubenci.. Semasa hidupnya... Dan aku sadar sekarang ternyata anak itu tak seburuk yang ku pikirkan... Bagaimana caraku untuk menembus dosa ku pada anak nakal itu... Anak yang tidak tau apa apa mengapa bisa aku melampiaskan semuanya pada dirinya... Aku memang bodoh... Maafkan kakekmu yang jahat ini... " Kim Jongsuk.


Semua telah berakhir, tak ada lagi yang perlu diceritakan karena dia sang tokoh utama telah memilih tempat peristirahatan terakhirnya.


Cerita ini hanya fiktif belaka menceritakan tentang perjuangan sosok ibu yang ingin mencari kebahagiaan dan tak mau kehilangan anaknya.


Si kembar yang tak berdosa juga ikut andil atas penderitaan yang diberikan sang kakek Kim.


Hanya karena keegoisan dan perbedaan kasta, dia sosok itu telah menghancurkan sebuah keluarga yang hanya ingin mencari kebahagiaan.


Kisah cinta yang tak direstui berimbas pada anak anaknya yang baru saja melihat dunia.


Sesingkat ini mereka bertemu, saat kebahagiaan itu datang mereka malah harus merelakan untuk kehilangan.


Kim Zafran dia telah selesai dalam urusannya.


Masa depan tidak akan ada yang tau, awalnya Kim Zafran sudah ditetapkan untuk menjadi pewaris sang kakek Kim, namun sekarang Kim Ziyan yang tak pernah terbayangkan dalam hidupnya akan menjadi pewaris kini dialah orangnya.


Dia sosok pembulli itu benar benar telah tiada, walau singkat setidaknya ia sempat merasakan yang namanya kebahagiaan.


Sekali lagi selamat jalan Kim Zafran.....!!


THE END............!!!!!!


Semoga terhibur dengan cerita karangan abal abal yang Author tulis.


Bersamaan dengan berakhirnya dengan cerita ini Author juga mohon pamit, jika ada penulisan kata yang keliru Author mohon maaf karena setiap kesalahan pasti ada pada Manusia.


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak jika berkenan dengan cerita ini..!!


Dengan ini Author undur diri Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...!! 😌