Handsome Twins

Handsome Twins
bab 39 Indonesia, aku datang..!!!



Hari telah kembali libur kini mereka semua sedang sarapan, Zafran juga ikut walau niat sebenarnya ia ingin tidur lebih panjang lagi tapi mengingat ini rumah orang jadilah ia bersikap sebaik mungkin.


" Zafran setelah ini papa antar kamu les belajar bahasa Indonesia ya. " Ucap Samuel.


Zafran terkejut ia merasa berat hati karena setelah ini ia punya janji dengan para sahabatnya.


" Loh pa apa gak bisa ditunda belajar les nya soalnya setelah ini aku mau nongkrong sama teman teman. " Sahut Zafran.


" Sayang kurangi kenakalan mu itu kita harus fokus untuk kembali kesana terlebih lagi mempersiapkan dirimu itu nak. " Tutur Sheliya lembut.


" Lagipula apa kamu tidak mau cepat cepat ke Indonesia. " Tanya Ziyan.


Zafran terdiam tak langsung menjawab karena ia memang senang tinggal disini.


" Sudah ya pokoknya setelah ini kamu harus les. " Final Samuel.


Zafran merasa marah namun tiba-tiba jantungnya tidak bisa diajak kompromi.


" Akhh..." Lirih Zafran namun dapat terdengar oleh semua orang.


" Kamu kenapa nak. " Tanya Samuel.


" E-enggak pa tadi eeee ituuuu udah gakpapa ayo makan lagi. " Zafran berusaha sebaik mungkin dan mengode Sheliya untuk bersikap biasa saja.


Sheliya sangat ingin bicara namun ia tak mau mengecewakan anaknya jadilah ia Diam padahal ia meracau dalam hatinya.


Sedangkan yang lainnya tak curiga sedikitpun dan melanjutkan sarapan lagi.


Sarapan telah usai sekarang mereka berada diruang tamu.


Lee Chun Yo juga belum punya panggilan dari rumah sakit jadi ia bisa bersantai sekarang sedangkan Samuel ia tidak bekerja hari ini karena ingin menemani Zafran belajar.


Samuel dan Zafran sudah pergi walau dengan berat hati Zafran mengikuti sang ayah.


Chun Yo juga bosan dirumah jadi ia pun kembali ke rumah sakit.


Sheliya ikut membantu pekerjaan para bibi sedangkan Ziyan dan Lee Mina sekarang mereka sedang jalan jalan di persimpangan rumahnya.


" Sebenarnya berat banget sih ngelepasin kamu eh maksudnya keluarga kamu pulang ke Indonesia tapi bagaimana boleh buat. " Ucap Mina.


" Tenang Lee Sampai disana kami akan tetap memberi kabar kok. " Sahut Ziyan menampilkan senyum.


" Iya....kamu itu beda ya sama Zafran...kamu itu baik, lembut, pokoknya bikin adem lain sama adik kamu yang hobinya gangguin orang suka ngebentak lagi. "


Lagi lagi Ziyan tersenyum karena mereka seperti ini dikarenakan sebuah didikan dari kecil.


" Tapi aku yakin Zafran juga orang yang baik mungkin itu hanya pengaruh didikan kekerasan yang didapat dulu. " Lee Mina mengangguk atas ucapan Ziyan.


" Ziyan dan Zafran memang punya wajah yang sama tapi entah kenapa walaupun Ziyan orangnya baik, lembut dan pengertian tetap saja aku selalu mikirin Zafran yang suka jahil itu....jujur sih Zafran itu lebih keren tapi arrghh kok gue jadi gini sih. " Batin Lee Mina.


" Mina kamu kenapa kok jadi bengong..?? " Tanya Ziyan membuyarkan lamunan Mina.


" Ahh gak kok yaudah lanjut jalan lagi yuk. "


" Ayok. "


                       *************


Les pertama Zafran berjalan lancar beberapa kosa kata telah ia hafal begitu juga dengan hari yang seterusnya sampai Zafran bisa menguasai lebih banyak kata.


Singkat cerita niat mereka pun tersampaikan.


Banyak sekali yang menangis tak rela Zafran pergi dari sekolahnya walaupun ia pembulli tapi akhir akhir ini ia sudah taubat.


Sekarang kediaman Chun Yo ramai dengan tangisan perpisahan, para sahabat Zafran juga ikut berada disana begitu juga dengan Sihyung dan gengnya yang tak mau ketinggalan.


" Hikss jangan lupakan kami ingat itu Kim Zafran. " Ucap Eunseo memperingati.


" Baik baik Lo disana. " Sambung Kay.


" Jangan nakal lagi..." Tambah Jaywoo.


" Iya iya bawel sekali sih sahabatku.. "


Grepp.


Mereka berempat berpelukan meluapkan tangis. orang orang yang melihat mereka juga ikut menangis.


Sekarang Zafran mendekati Sihyung dan para temannya.


" Sempat jadi musuh tapi sekarang kita sahabatan juga ya. " Ucap Zafran menyeka airmata.


Sihyung dan yang lainnya juga ikut menangis sekarang.


" Awal ketemu sama lo, lo itu resek banget tau gak, tapi lama kelamaan kita tau Lo itu gak seresek itu. " Ujar Jaemin.


" Yeee yaiyalah lah. " Jawab Zafran.


" Maaf ya kalo kita pernah mukulin Lo sampai babak belur dan sempat cekcok ngerendahin Lo pula tapi sekarang kita sadar bahwa pertemanan lebih baik daripada permusuhaan. . " Jelas Sihyung diangguki para teman temannya.


" Gue juga minta maaf ni karena sempat ngeremehin Lo waktu lomba lari dan ternyata dilomba itu Lo lah yang jadi pemenang. " Ucap Lee Chan membuat ketiga sahabat Zafran merasa tak enak hingga bersuara.


" Eeee permisi.... sebenarnya dilomba itu ada sedikit kecurangan..." Ucap Kay hati hati.


" Maksudnya. " Tanya Tao.


" Waktu itu kami sengaja naruh ulat dibaju Lee Chan hingga ia kehilangan fokus dan Zafran berhasil melewatinya dengan mulus. " Jelas Jaywoo pasrah mau dapat respon apa dari mereka.


" Waahh benar benar Lo ya." Balas lee Chan.


" Sorry Hyung..." Sahut Eunseo.


" Ahahahaha ternyata kalian biang keroknya pantes aja ni anak bisa menang. " Bukan marah justru Jaemin merasa lucu dengan tingkah mereka.


" Udahlah lagipula sekarang kan kita jadi teman. " Lerai Sihyung.


" Hmm sini kalian...." Lee Chan ancang ancang ambil jurus namun itu hanya sebagai candaan.


" Ampun Hyung.." Mohon ketiga biang kerok itu.


Kini Lee Chan menjewer pelan telinga ketiga biang kerok itu membuat penonton disana tertawa.


Dan Sihyung juga memeluk zafran bergantian dengan para temannya.


Bukan iri namun sedikit cemburu melihat Zafran yang punya teman sebanyak itu pasti disekolah ia adalah anak yang terkenal.


" Baiklah kita rasa perpisahan Zafran dengan para temannya selesai dan sekarang giliran papa dong. " Samuel juga tak mau ketinggalan.


" Terimakasih ya untuk semuanya dari awal sampai akhir kamu tidak pernah lelah membantuku...kamu adalah sahabat yang paling baik diantara para teman temanku yang lain...sekali lagi terimakasih dan maaf aku harus pergi.... " Samuel memeluk Chun Yo.


" Itulah gunanya seorang sahabat ia juga akan ikut merasa sedih jika melihat sahabatnya sedih, tidak perlu terimakasih dan meminta maaf karena aku tulus membantumu seperti kamu yang selalu melindungi ku dari kejahatan disekolah dulu. "


Mereka melepas pelukannya memberikan kesempatan Sheliya untuk berpamitan namun dilarang berpelukan.


Kini Ziyan mendekati Mina berniat mengucapkan salam perpisahan.


" Aku pergi ya. "


" Jangan lupakan tentang disini ya. " Jawab Mina menatap mata bulat didepannya


" Itu pasti dan kamu juga gak boleh sedih. "


Lee Mina mengangguk dan saling menyunggingkan senyum.


Melihat itu Zafran mendekati mereka dan berniat meminta maaf juga pada Mina atas perlakuan tidak menyenangkan saat itu.


Lee Mina jadi berdebar saat Zafran menatapnya dan tak mampu bersuara dan hanya mengangguk malu.


" Kok gak ngejawab sih apa perlu aku meminta maaf dengan cara ini. "


Cupp....


Semua terkejut melihat Zafran yang mencium kening Lee Mina secara tiba tiba, membuat para teman Zafran menyoraki kesenangan sedangkan Lee Mina bayangkan bagaimana kondisi hatinya.


" Sebagai bentuk permintaan maaf. " Nyengir Zafran.


" Zafraaaann aku belum mengajari mu tentang hal itu. " Ucap Samuel dengan nada bercanda.


" Ahahah sepertinya aku sudah menemukan jodoh untuk putriku. " Ucap Chun Yo dan semua tertawa.


Ziyan, ia tak ingin menjadi antagonis disini walaupun berat tetap berusaha tenang walau sebenarnya sedikit cemburu melihat hal tadi.


Namun pikiran baiknya dengan cepat muncul, untuk apa hanya karena seorang wanita ia membenci saudara kandungnya terlebih lagi kembarannya. Jika itu kebahagiaan adiknya maka ia akan berusaha ikhlas.


" Lalu bagaimana dengan perusahaan appamu yang terbelengkai itu. "


" Tutup saja dulu dan jika ada waktu mungkin aku akan kembali lagi kesini membawa semua keluarga ku. " Ucap Samuel diangguki oleh Chun Yo.


" Sekalian tolong percayakan rumahku pada bibi Ahn untuk sementara waktu aku yakin dia adalah orang yang tepat untuk menjaga rumahku. " Lanjut Samuel.


Dan singkatnya.


Acara perpisahan itu telah usai kini pasangan dengan dua anak itu telah terbang ke Indonesia meninggalkan orang orang tercinta di Korea Selatan.


Sama seperti menempuh jarak dari Indonesia ke Korea waktu yang ditempuh sekarang juga tak jauh berbeda.


" Apa kita harus mengabari ayah dan ibu duluu?? " Tanya Sheliya.


" Kalau dikabari bukan kejutan namanya. " Jawab Samuel membuat Sheliya mengerti.


Kedua anak mereka telah tidur ditempat duduk masing masing membuat Sheliya menatap wajah sama itu dengan terharu.


" Lihatlah kedua wajah itu apa kau bisa membedakannya. "


Samuel tersenyum lalu ikut memerhatikan wajah kedua kelinci itu.


" Ziyan lebih condong mirip dengan ku sedangkan Zafran ia punya pipi yang lebih berisi membuat ia lebih mirip denganmu."


Sheliya tersenyum dan memang benar Zafran itu sedikit lebih tembem dari Ziyan dan dengan gaya penampilan yang berbeda juga dengan gaya rambut.


Ziyan lebih suka rambut yang menutupi jidatnya sedangkan Zafran ia lebih suka rambut yang berantakan memperlihatkan jidat paripurna nya namun tak meninggalkan kesan ketampanan bagi keduanya.


Jika ingin goodboy pilihlah Ziyan dan jika mau badboy Zafran orangnya.


Singkat nya pesawat yang dinaiki Sheliya mendarat dibandara pada waktu sore setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam lebih beberapa menit.


Mereka lalu turun dari pesawat menenteng tas masing-masing menuju ke sebuah cafe yang dekat guna beristirahat sejenak.


Setelah menghabiskan minuman, mereka pun lanjut berjalan menaiki taxsi menuju ke perumahan orang tua Sheliya.


Zafran dapat membedakan kota ini memang beda dengan kotanya. Disini sedikit lebih adem apalagi saat memasuki persimpangan perumahan orang tua ibunya.


Sheliya sangat tidak menyangka kalau dia bisa berada lagi ditanah kelahirannya ia sungguh tak sabar ingin memeluk ayah dan ibunya.


Dan jantungnya bertambah berdegup kencang saat sampai didepan pintu rumahnya.


Airmatanya mengalir begitu cepat mengingat betapa lama ia meninggalkan rumah ini.


Dengan pelan ia mengetuk pintu masih dengan airmatanya.


Ziyan juga tak sabar bertemu dengan kakek neneknya sedangkan Zafran masih belum mengerti dan memang ia juga penasaran dengan kakek neneknya apakah kakek disini sama dengan kakek disana.


Tok tok tok..


Ceklek.....


Pintu terbuka menampilkan wanita paruh baya yang sedang memegang kemoceng.


Sheliya tak kuasa melihat wajah itu langsung saja ia menangis bersujud dikaki ibunya.


" Hiksss....ibuuu ini aku....ini putrimu...ini aku Sheliya..hiks...aku telah kembali...hiks..."


Deg...


Sungguh ini adalah kebahagiaan yang paling dinantikan, putrinya telah kembali langsung saja ia mengangkat tubuh itu dan memeluknya menciumi beberapa kali.


" Putrikuuu hiks..... akhirnya kau kembali....hikks..."


Mereka yang melihat itu juga ikut menangis, sekarang Zafran bisa menilai jika neneknya ini memang orang yang baik.


" Siapa yang datang i-


Seketika Pak Bahar menegang ditempat ia baru saja selesai mandi dan berganti pakaian dan apa yang ia lihat sekarang......!!!!! sungguh ini adalah keajaiban yang luar biasa.


" Sheliyaa...."


Grepp...


" Ayaaahhh hikss...." Kini Sheliya menumbruk ke pelukan ayahnya menangis tersedu-sedu mengadu kerinduan dan bermanja pada sang pahlawannya.


" Samuel berhasil membawamu kembali naaakk...."


" Iya ayaaaah.....hiksss...."


Lagi lagi mereka dibuat terharu dengan pertemuan ini.


Mereka melepas pelukan itu beralih Pak Bahar menatap remaja yang masih berdiri kebingungan ia tau dan bisa membedakan kedua cucunya lewat penampilan.


" Di-dia...." Tunjuk Pak Bahar kearah Zafran.


" Dia Zafran kembarannya Ziyan anak yang kucari waktu itu. " Jelas Sheliya.


" Sini nakk...." Pak Bahar merentangkan tangannya menawarkan pelukan.


Dengan pelan Zafran mendekati dan langsung saja tubuhnya ditarik dalam pelukan sang kakek.


" Cucukuuu kau juga kembali nakk syukurlah...."


Zafran merasa nyaman berada dalam pelukan itu, baru kali ini ia bisa merasakan pelukan dari sang kakek.


Ibu Yana mendekati mereka dan mengelus rambut Zafran lalu mencium keningnya.


" Akhirnya dua cucuku telah bersama.... terimakasih Samuel kau telah menyelesaikan semua ini kau adalah seorang suami yang bertanggung jawab ibu bangga padamu nak.." ucap Bu Yana membuat Samuel merasa senang dan tersenyum.


Samuel merangkul Ziyan dan juga merasa bangga pada anak yang telah menemaninya menyelesaikan masalah ini.


" Ayo masuk lah..."


Mereka semua masuk dan duduk disofa, Zafran terus lengket pada kakeknya sedangkan Ziyan pada neneknya lalu Samuel sudah pasti lengket bersama sang istri.


" Ibu ayah aku ingin bertemu dengan Pak Arman dan istrinya, aku ingin mengucapkan terimakasih Karena telah merawat Ziyan selama ini. " Ucap Sheliya


" Bagaimana kalau nanti malam kita mengundang mereka untuk makan malam sekalian merayakan kepulangan Sheliya dan Zafran. " Usul Samuel.


" Ide yang bagus. " Jawab Pak Bahar.


" Baiklah nanti akan kita kabari dan mengundang mereka. " Lanjut Pak Bahar membuat Ziyan bersorak senang sedangkan Zafran ia tak kenal mereka siapa dan memilih diam saja.


                          ************