
Hari yang ditunggu tunggu pun telah tiba rasanya lama sekali menunggu dan setelah waktu itu datang kenapa harus cepat sekali.
Semua berkumpul dirumah kakek Bahar, Arman dan Raina juga berada disana.
" Semua sudah siap nak. " Tanya Samuel sambil memeriksa barang kembali.
" Siap pa. " Jawab Ziyan semangat.
Dan ia kini mendekati empat orang yang sangat ia sayangi.
" Kakek.. "
Grepp.
Langsung saja Pak Bahar memeluk cucunya menangis seakan tak rela melepasnya.
" Cepatlah kembali kami menunggu mu disini bawalah ibu dan adikmu kemarii... " Ucap Pak Bahar lalu melepas pelukannya.
" Pasti kakek. " Ziyan kini beralih mendekati neneknya ingin meminta restu juga.
Cupp...
Satu kecupan mendarat di kening Ziyan pemberian neneknya.
" Aku tidak ingin mendengar kabar buruk darimu, pulang lah dalam keadaan sehat seperti ini nenek selalu menunggumu jaga kesehatanmu disana dan patuh pada papamu. "
" Siap nenek terimakasih. " Setelah itu iapun beralih pada dua orang yang telah berperan penting dalam hidupnya.
Grepp.
Ziyan langsung memeluk keduanya menangis dipelukan mereka.
" Hiks... Aku pasti akan merindukan kalian hiks... Hiks.. "
" Kami juga. " Raina mengelus rambut Ziyan dengan lembut berkali kali menciumnya sambil menangis.
" Selalu lah jadi anak baik bawalah perangai baikmu dimana pun kamu berada. " Nasehat Arman pada Ziyan sambil melepas pelukan mereka.
Cupp...
" Cepatlah kembali. " Ucap Arman setelah mengecup pucuk kepala Ziyan.
Samuel yang melihat hal itu sungguh terharu, Arman dan Raina adalah orang yang sangat tulus.
Sekarang beralih Samuel yang berpamitan ia memeluk satu persatu dari mereka.
" Hati hati doa kami selalu menyertai kalian. " Ucap Pak Bahar.
" Kembalilah dengan sehat tanpa kurang satu apapun. " Imbuh Ibu Yana.
" Semoga kalian diberi kemudahan, bawalah pulang salah satu mantan murid ku itu. " Arman tersenyum sambil menjabat tangan Samuel.
" Itu pasti. " Jawab Samuel juga menyunggingkan senyum.
Dan sekarang waktunya mereka berpisah dan menuju ke taxsi yang sudah ditunggui daritadi.
Mereka melambaikan tangan sambil mengeluarkan airmata.
" Kami akan merindukan mu. " Lirih Raina dan langsung Arman memeluknya menyalurkan semangat.
" Ya Tuhan berilah kemudahan kepada menantu dan cucuku mudahkanlah tujuannya tanpa rintangan apapun semoga mereka semua kembali dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apa pun. " Pak Bahar berdoa.
Didalam mobil yang dinaiki Samuel dan Ziyan.
" Bagaimana kau sudah siap. " Tanya Samuel.
" Huhh siap papa dan kau tau aku pun sudah banyak menguasai bahasa ituuu.. " Semangat Ziyan.
" Owwyaa wahh anak papa memang hebat, oh ya bagaimana dengan sekolah mu apa kau sudah mengatakan alasannya. "
" Beres pa guruku memberi izin tapi beliau berpesan agar aku cepat kembali. "
" Tenang saja kita pasti akan cepat kembali membawa mama dan adikmuu.. "
**************
Ditempatnya zafran.
Dia bersama tiga sahabatnya sedang berada di kantin mencomoti beberapa cemilan. Bukan hanya mereka tapi siswa-siswi lain juga karena ini adalah jam istirahat.
Namun lagi asik asiknya mengobrol dengan sahabatnya, tiba tiba seorang siswi tidak sengaja menumpahkan jus ke baju Zafran alhasil membuat ia marah besar.
" M-maaf maaf aku tidak sengaja. " Ucap gadis itu sambil menunduk takut.
Sreeeettt...
Zafran bangun dari duduknya diikuti oleh tiga sahabatnya yang juga berdiri menatap gadis itu tajam.
" T-tolong jangan marah aku benar-benar tidak sengaja m-maaf kan aku. " Gadis itu masih menunduk tak berani menatap Zafran di depannya.
" Maaf kau bilang??. " Pelan Zafran namun menyeringai.
" I-iya-
" MAAF MAAF, KAU BUTA YA NGELIAT JALAN AJA GAK BISA BAJU GUE KOTOR NI.. ARRGHH.... " bentak Zafran membuat gadis itu menangis dan mengundang perhatian murid yang ada disana.
" Tenang Zaf jangan emosi.. Eh lo juga jalan disini kan luas kenapa harus berdekatan dengan Zafran pula. " Ucap Kay.
" Lo anak baru ya soalnya baru keliatan. " Tanya Eunseo.
" I-iya... Hiks.. " Jawab gadis yang berparas imut itu.
" Ouwww siapa nama lo. " Tanya Eunseo lagi.
" Lee mina. " Jawab gadis itu masih sesenggukan.
" Gue Eun-
" Heh heh heh malah kenalan lo tanggung jawab baju gue kotor ni. " Sergah Zafran yang geram melihat Eunseo bisa bisanya ngajak kenalan.
" Udah Zaf kasian anak orang diakan cewek bro. " Bela Eunseo.
" Cewek sih cewek tapi gak usah bego juga kali. " Kasar Zafran sedikit pun tak ada rasa iba pada gadis imut itu.
" Udah yok sana ganti baju lo. " Lerai Jaywoo.
BRAAKK..
Zafran menggebrak meja membuat orang orang disana terkejut terlebih lagi Lee mina.
" Awas lo ya andai lo cantik udah gue perkosa lo. " Ucap Zafran dengan tatapan tajam.
Gadis itu nampak terkejut mendengarnya dan sedikit tersinggung karena arti pengucapan itu berarti dia itu jelek.
" Kalo lo cowok udah benyok lo dari tadi. " Lagi lagi Zafran masih geram hingga Kay dan Jaywoo membawanya pergi darisana karena takut juga untuk kesehatan Zafran kalau dia marah.
" Eeee maafkan teman kami ya dia itu emang agak emosional. " Ujar Eunseo berusaha menenangkan hati Lee mina.
" I-iya. " Jawabnya malu malu.
" Ohya-
" WOII EUNSEO MAU KITA CORET DARI KK LO HAA. " Teriak Kay memanggil satu temannya yang agaknya sudah mulai dewasa.
" IYA IYA... eh aku nyusul teman dulu ya bye.. Kalo ada waktu, ngobrol lagi yaa... Daa.. " Ucap Eunseo lalu melenggang pergi darisana.
Ditoilet.
Zafran telah mengganti pakaian ditemani tiga sahabatnya.
" Eh kalo dipikir pikir cewek itu tadi manis juga ya. " Ucap Eunseo membayangkan wajah gadis itu sambil senyum senyum sendiri.
" Yeeee heh bangun lo masih siang ni dasarrrr. " Kay dengan kasih sayang mengusap wajah Eunseo kasar.
" Ck apaan sih lo sirik aja. " Balas Eunseo tak terima.
" Selera lo aneh juga ya Eun, cih gue sih malah enek ngeliatnya. " Jujur Zafran memang tak punya perasaan pada gadis itu lain dengan Eunseo.
" Sabar eh tadi dia bilang dia anak barukan apa dia dikelas sebelah. " Kini Jaywoo yang bersuara.
" Bodo gak peduli gue. " Jawab Zafran asal asalan.
" Ekhemm jangan gitu Zaf... Lama lama lo bisa naksir dia tau. " Goda Eunseo.
" Idih cewek modelan kayak dia itu bukan selera gue. "
" Banyak kasus percintaan yang awalnya benci lalu jadi sayang. "
" Itu kasus orang lain bukan kasus gue udah ah kenapa jadi ngebahas dia yok ah cabut masih laper gue. "
" Okee. " Jawab ketiganya serempak.
Singkat saja jam pulang sekolah pun tiba semua murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing.
" Bro sampai ketemu besok yee. " Kata Eunseo.
" Besok libur bego. " Jawab Kay.
" Oiye lupa gue kalo libur berarti lusa kita ketemu lagi. "
" Tapi bosan ah dirumah. " Lesu Jaywoo.
" Eh kalo ada waktu besok kita jalan jalan okeee. " Usul Zafran.
" Setuju benar banget tu. " Jawab ketiganya.
" Sip yaudah gue duluan ya sampai ketemu besok. " Ucap Zafran lalu pergi darisana begitupun dengan Eunseo, Kay dan Jaywoo mereka menaiki motor masing masing dan pulang.
Zafran mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi namun tetap terlihat santai, dalam hati, pikiran nya selalu berkecamuk memikirkan tentang hidup nya hingga ia tidak menyadari saat tiba-tiba seorang anak kecil berada di depan nya.
Namun bukan anak kecil itu yang menjadi korban tetapi dirinya yang jatuh karena reflek berbelok dengan tiba tiba menabrak pohon didepannya.
Brughhh..
" Akhh.. Sialan.. " Umpatnya lalu membuka helm untung dirinya tidak tertindih dengan sepeda motor karena terpental.
" WOOII KALO JALAN LIAT LIAT BOCAH. " teriaknya membuat anak kecil itu berlari meninggalkannya.
" Siaalllll kenapa sih gue selalu celaka akhh.. "
Zafran mencoba berdiri namun tak bisa karena encok jadilah ia menunda waktu pulangnya dan memilih bersandar di pohon itu.
Namun baru saja ingin memejamkan mata tiba-tiba sebuah mobil mewah berdiri didepannya menampilkan seorang gadis yang familiar baginya menuruni mobil dan mendekatinya.
" Loh kamu kenapa. " Tanya gadis itu sambil menunduk menyamakan tinggi nya dengan posisi Zafran.
" Ck lo lagi lo lagi ngapain sih lo. " Cuek Zafran.
" Ya aku pulang juga lewat jalan ini dan gak sengaja ngeliat kamu kayak gini, apa perlu bantuan. " Tawar gadis itu tulus yang tak lain adalah Lee mina.
" Gak usah. " Dingin Zafran.
" Dingin sekali sih kamu sama putri saya padahal niatnya baik loh mau nolongin kamuuu. " Suara berat itu berasal dari pria dewasa yang barusan turun dari mobil sudah pastinya dia itu ayah gadis ini.
" Lagian aku gak minta bantuan. " Zafran masih tetap mempertahankan keras kepalanya.
Pria dewasa itu tersenyum mencoba memaklumi sikap remaja sepertinya dan mendekati Zafran menyamakan posisi mereka.
" Anak siapa sih kamu keras kepala sekali. " Ucap pria bernama Lee Chun yo sambil tersenyum.
" Bukan urusan paman. "
" Hmm.. Mina kamu kenapa sih nolongin dia lihat saja sikapnya. " Tanya Lee chun yo pada putrinya.
" Appa menolong itu tidak harus pilih pilih ya kan. " Ujar Lee mina mengulas senyum manis menampilkan gigi gingsulnya.
Lee chun yo tersenyum sebenarnya ia juga orang yang baik makanya menurun pada putrinya.
" Maksud kami hanya menolong jadi tidak usah dingin seperti itu lagipula sepertinya kamu butuh pertolongan, ayo saya bantu mau saya antar kerumah atau mampir kerumah saya biar saya obati kebetulan saya ini dokter lho. " Jelas Lee chun yo tulus.
Zafran terdiam mencoba untuk melembutkan hatinya pada orang lain.
" Bener juga sih kayaknya gue harus nerima pertolongan ini, lagian badan gue encok semua ni dan kalo pulang yang ada si moster itu malah makin ngeledek gue. " Batin Zafran.
" Kenapa diam. " Tanya Lee chun yo
" Y-yaudah deh saya ikut ama paman aja. " Mau tak mau Zafran menerima bantuan ini.
Lee chun yo dan putrinya tersenyum karena bisa melembutkan keras kepala remaja ini.
" Mari saya bantu. " Dengan hati hati Chun yo memapah Zafran ke mobil diikuti oleh Mina.
Ceklek.......
Suara pintu utama terbuka.
Dengan hati hati chun yo membawa Zafran ke sofa dan Mina duduk disamping Zafran.
" Akhh.. " Zafran merasa nyeri di kakinya.
" Tunggu sebentar. " Chun yo meninggalkan mereka berdua mengambil beberapa obat untuk Zafran serta alat untuk membersihkan lukanya.
" Pasti sakit ya. " Tanya Lee mina ikut mengernyit melihat bekas sobekan di kakinya Zafran.
" Pakek nanya lagi mana mungkin luka kek gini rasanya manis, gila lo. " Jawab Zafran seperti tak punya rasa balas budi pada orang yang menolongnya.
" Kan aku cuma nanya. " Lirih Mina.
" Mending gak usah nanya. " Jawab Zafran.
" Akhhh.. Arhh... " Berganti suara lirihan sekarang di mulutnya.
" Dingin sekali sih kamu sama anak saya. " Ucap Chun yo menghampiri mereka sambil membawa beberapa keperluan untuk mengobati Zafran.
" Ya lagian udah tau sakit pakek nanya lagi, luka kek gini masa rasanya manis kan e- akhhh... Ahh.. Hati hati paman. " Ringisnya diakhir ketika lukanya diobati oleh Chun yo.
Lee chun yo tersenyum akhirnya bisa mendiamkan ocehan anak ini dengan cara mengobati nya.
Selama pengobatan tak henti hentinya Zafran mengaduh dan meringis membuat Mina menatapnya iba dan tersenyum ketika memandangi paras tampan cowo nakal ini.
Lumayan lama lukanya itupun selesai diobati.
" Selesai. " Ucap Chun yo sambil memberesi kotak p3k nya.
" Kamu jangan pulang dulu tunggu sampai lukanya kering sebentar kalo tidak lukamu akan terbuka lagi. " Chun yo pun berlalu darisana lagi lagi meninggalkan mereka berdua.
" Lo kenapa sih liatin gue mulu. " Zafran merasa tak nyaman daritadi gadis disampingnya selalu menatapnya sambil tersenyum.
Mina tersadar dan jadi salah tingkah.
" Ah eng- enggak kok. "
" Jangan harap gue bakal balas budi ya karena hal ini. "
" Enggak kok aku menolong mu karena tulus tidak mengharap balas budimu. "
" Resek lo. "
" Loh kenapa daritadi aku diam gak gangguin kamu kenp-
" Aisssstttsyuttt... Berisik mending lo buatin gue minum kek. "
" Oke tunggu sebentar ya. " Mina tanpa keberatan memenuhi permintaan Zafran yang padahal cuma basa basi aja tapi yaudah lah kebetulan Zafran juga haus.
Di dapur, Mina dengan antusias membuat minuman untuk Zafran.
Padahal ia bisa saja menyuruh pembantu namun ia tidak mau.
" Kamu suka ya sama dia. " Tanya Chun yo yang tiba-tiba berada di dapur.
Memang daritadi ia sudah melihat interaksi mereka dan ia bisa membaca pikiran putri satu satunya ini.
Mendengar pertanyaan ayahnya ia jadi salah tingkah tak tau harus mengatakan apa.
" Eee appa ak-akkuuu akuu.... "
" Sebaiknya jangan appa lihat dia itu bukan pria yang baik untukmu lihat saja sikapnya. "
" Appa itu hanya karena kita belum terlalu dekat dengan nya aku yakin dia itu pria yang baik. "
" Appa tidak mau kamu tersakiti, appa hanya ingin melihat putri kesayangan appa ini bahagia karena sekarang hanya kamu lah yang appa punya... Pikirkan baik baik. " Jelas Chun yo memegang pundak Mina lalu pergi darisana.
" Lalu bagaimana jika aku benar benar mencintai nya. " Lirih Mina.
****************