
DITEMPATNYA ZIYAN DIRUMAH.
Sepulang sekolah Ziyan langsung berganti pakaian dan duduk di meja makan yang telah dihidangkan makanan oleh ibunya.
" Ayo makanlah. " Ucap Raina sambil menarik kursi dan duduk di depan anaknya.
" Apa kita tidak menunggu ayah dulu. "
" Ayahmu tidak ikut makan bersama kita hari ini karena dia diundang ke acara makan temannya. " Jelas Raina yang mendapat telpon dari suaminya sebelum Ziyan pulang.
" Oooo......... "
Setelah itu hanya suara dentingan sendok yang terdengar.
Lumayan lama untuk menghabiskan makanan akhirnya mereka berdua selesai juga, melihat ibunya yang membereskan piring piring kotor Ziyan pun ikut membantu.
Setelah selesai Ziyan pamit pada ibunya untuk pergi ke rumah kakeknya.
Tentu Raina mengizinkan dan pergi lah Ziyan kesana menaiki sepedanya.
Sambil bernyanyi menghirup udara segar dan mengayuh sepeda dengan pelan serasa pikiran nya terasa tidak ada beban.
Ditambah kicauan burung-burung dan pemandangan desa yang menyejukkan mata menambah suasana yang sangat patut dinikmati.
Andai hidupnya senikmat menikmati suasana sekarang sungguh Ziyan tidak akan pernah tau apa itu kerinduan.
Tanpa rindu hidup terasa hampa namun karena rindu juga hidup terasa bukan apa apa.
" Haaahh.... Hidup di desa sangat menyenangkan suasananya adeeemmm sekali... Hufff.. "
" Tapi aku heran kenapa lebih banyak orang yang suka tinggal di kota padahal disini adalah tempat yang sangat indah dan menyenangkan. " Bicaranya sendiri sambil mengayuh sepeda.
" Hah.. Manusia itu beda beda tidak semua pintar seperti aku. " Ucapnya namun setelah itu tertawa menertawai ke pede-an nya sendiri.
" Kalau dikorea suasananya bagaimana ya apakah sama seperti disini juga. "
" Suatu saat nanti aku akan kesana mencari adikku dan melihat juga suasana disana. "
" Pasti orang disana tampan tampan dan cantik cantik, kalo tidak mana mungkin aku setampan ini secara aku ini kan juga keturunan Korea.. Hehee... Haahh beruntungnya ibu karena dinikahi pria Korea yang tampan seperti ayah. " Ocehnya sendiri.
Inilah Kim Ziyan jika sedang sendiri, jiwa anehnya keluar seketika.
Tak jauh juga dari sifat ayahnya yang terlalu meng pede.
Tak terasa jarak yang memang dekat Ziyan pun sampai kerumah kakeknya, memarkir sepedanya lalu masuk ke dalam kebetulan pintu rumah itu terbuka.
Setelah masuk Ziyan melihat neneknya yang sedang membersihkan debu di perabotan rumah menggunakan kemoceng.
Terlihat neneknya sangat telaten apa lagi sambil bersenandung, neneknya memang sudah tua tapi suaranya jangan ditanya.
Meski terdengar melenceng dari lirik asli namun Ziyan berusaha tidak tertawa untuk membahagiakan neneknya.
Semakin lama semakin terdengar horor saja neneknya ini apalagi suara yang halus seperti itu, bukan maksud mengatai nek tapi ini benar.
Hingga jiwa keisengan Ziyan muncul, pelan pelan ia mendekati neneknya. Berusaha agar langkahnya tidak terdengar dan setelah dapat menjangkau bahu neneknya ia pun mengejutkan orang tua ini.
Jangan tanya bagaimana reaksinya, seandainya Ziyan bukan cucunya sudah di jadikan lauk daritadi.
" DDOORRRR.. " / " AAAAAAHHH SIAPA KAU UWAAA... "
" hahahaaaaaahhaa.. Haahaa.. M-maaf nenek.. Hahaa. "
" Dasar cucu nakal hampir saja malaikat maut menjemput ku dasar nakaaalll. " Terkejut nenek Yana sambil mengelus dadanya.
" M-maaf neekk hahahaha... Haa. " Ziyan belum bisa menghentikan tawanya mengingat neneknya yang mengeluarkan jurus tadi.
" Ada apa hmm... Kenapa kau keliatan senang sekali, sampai sampai membuat nenekmu kaget. " Tanya nenek Yana melihat cucunya tertawa lepas seperti ini.
" Habisnya nenek lucu hahhahaa..... "
" Lucu kenapa. "
" Kasian nek lagu orang. " Ledeknya sambil tertawa.
" Hei kau jangan kurang ajar. " Bantah nenek Yana yang juga merasa malu dengan senandung asal asalannya tadi.
" Hei cukup hentikan tawamu ada apa kau kesini nakal. " Lanjutnya mengalihkan topik.
Merasa sudah cukup tertawa Ziyan pun berhenti.
" Kangen sama nenek. " Manjanya sambil memeluk neneknya.
" Hei kau tidak usah bermanja padaku tadi kau menertawai ku. " Pura pura nenek Yana.
" Aaa... Nenek aku minta maaf. " Rengek Ziyan sambil mengangkat dua jari telunjuk dan tengahnya.
Nenek Yana tak langsung menanggapi Ziyan karena ia mencoba mengerjai cucunya dulu.
Ziyan yang merasa diabaikan ia semakin merengek hingga nenek Yana tak tahan dengan kegemasan pada cucunya ini.
Tingkahnya tiada beda dengan ibunya.
" Hahaha.... Baiklah baiklah tapi lain kali jangan diulangi lagi, apa kau mau membuat jantung nenek berhenti haa.... " Ucap nenek Yana sambil mencubit sayang pipi tembem Ziyan.
Sang empu hanya dapat meringis ketika anggota kesayangannya diperlakukan seperti itu.
" Kau sudah makan. " Tanya nenek Yana pada Ziyan.
" Heu eum.. Sudah. " Jawab Ziyan.
" Oh ya kakek dimana. " Lanjut Ziyan bertanya.
" Kakekmu sedang dikebun mungkin sebentar lagi pulang. " Jawab nenek Yana sambil membersihkan benda benda pajangan di dinding rumahnya.
" Aiss.. Yasudah aku tunggu kakek dikamar nanti kalo kakek pulang bangunkan aku ya nek. " Ucap Ziyan sambil melangkah menuju ke kamarnya karena sungguh sekarang ia sangat mengantuk.
Ziyan tidur dikamar yang memang sudah disediakan untuknya ketika ia menginap disana, kamar itu adalah milik Sheliya dulu yang sampai sekarang tidak pernah berubah hiasan hiasan di dalamnya.
Ziyan melarang kakek neneknya memindahkan barang barang ibunya karena ketika rindu inilah barang yang selalu di lihatnya.
Kamar sederhana namun menyimpan sejuta kenangan, mulai dari umur Sheliya lima tahun sampai bersuami kamar inilah yang selalu menjadi bukti.
Setelah menikah Sheliya dan suaminya tinggal disini karena mertua Sheliya tidak menyukai Sheliya.
Ditambah lagi Samuel yang disita hartanya oleh ayahnya sendiri membuat ia terpaksa tidak bisa memberikan tempat yang layak untuk istrinya.
Susah senang disinilah Sheliya dan Samuel lalui, Kim Samuel yang terkenal kaya raya rela merelakan hartanya demi istrinya.
Saat mendengar kisah ibu dan ayahnya Ziyan selalu tak bisa mengontrol airmatanya, kisah cinta penuh perjuangan.
****************
DITEMPAT ZAFRAN DIRUMAHNYA.
Matahari telah berganti malam, bulan bersinar dengan terang serta bintang bertaburan.
Zafran duduk di balkon sambil menikmati secangkir teh memandangi indahnya malam menyinari kota seoul.
Menghirup udara malam yang menyejukkan.
Ddrrrrrttt ddrrrrrttt.................
Suara telpon menghentikan dirinya yang hampir mau menghayal, Zafran pun mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menelepon malam malam.
Tadinya ingin kesal tapi melihat nama yang tertera di layar handphone ia tersenyum lalu langsung menyentuh tombol hijau.
(Berbicara di telpon)
" Ya hallo sayang. "
" Sayang pantatmu haa, Hei gue masih warasss... " Suara di seberang sana yang tak terima dipanggil menggunakan panggilan yang diinginkan sejuta umat.
" Hahahhahhaa....... Oke Oke. " Zafran tertawa mendengar kekesalan temannya ini.
" Yap ada apa lo menelpon gue beb. " Lanjut nya sambil menyeruput teh.
" geu hanya ingin memastikan apakah lo baik baik saja karena lo kan tadi pingsan karena terlalu kecapean. " Khawatir orang diseberang sana.
" Heemm.... gue baik kok tenang aja makasih ya udah nge khawatirin gue, lo memang sahabat gue yang paling baik begitu juga dengan Eunseo dan Kay, kalian adalah sahabat yang sangat sangat the best. " Ucap Zafran merasa terharu mendapat perhatian dari sahabatnya.
" lo juga lo adalah sahabat kami yang the best jadi kami tak akan membiarkan lo kenapa napa. " Ucap Jaywoo.
" Aaaa...... Terharu niiii.... Gue ikhlas deh gak punya ayank kalo punya sahabat model kalian. "
" Paan si lo. " Ucap Jaywoo juga merasa terharu.
" Eh besok Sekolah ya sekalian elo nagih perjanjian pada Sihyung dan teman-temannya karena lo kan menang tadi. " Lanjut Jaywoo.
" Siiipp.... Pasti. " Jawab Zafran.
" Yaudah cukup disini dulu ya gue mau nge game soalnya. " Ucap Jaywoo ingin mengakhiri obrolan mereka.
" Heu eum iya gua juga mau lanjut menghayal. " Ucap Zafran sambil nyengir.
" Eeehhh dasar manusia hayalan, hati hati lo kebanyakan menghayal entar jadi gak nerima kenyataan. " Arahan Jaywoo sekaligus frustasi dengan temannya ini.
" Dah lah terserah lo udahya pokoknya besok sekolah bye bye sampai ketemu besok... Ummmaacchh... " Ucap Jaywoo tak lupa memonyongkan mulutnya di akhir pembicaraan.
" Jugaaa... Ummaaacchhhh.... " Zafran juga tak kalah monyong.
Setelah itu mereka pun mematikan telpon masing-masing.
" Haaiiss.... Menghayal ahh... Tapi ngehayal jadi apa ya.... Ngehayal jadi supermen udah iron men udah..., eumm bat men udah oh ya sekarang giliran spiderman... Oke selamat datang dunia hayalan... " Ucap nya sambil menutup mata menyenderkan kepalanya sambil tertidur di sofa itu.
Tapi baru beberapa detik ia menutup mata dan baru saja menghayal memakai kostum spiderman, tiba-tiba aura marabahaya itu mengagalkan hayalannya.
Siapa lagi kalau bukan kakeknya.
Pak Kim Jongsuk melihat cucunya sedang santai ia pun menghampiri nya.
Memang sudah tercium aura jahatnya namun Zafran pura pura tidak tau saja saat kakeknya duduk di sofa tepat di depannya.
Yang namanya Kim Jongsuk tak bisa dibohongi ia bisa melihat zafran yang memang sedang berpura pura tidur.
" Tidak usah berpura-pura aku mengetahuinya. "
" Ck, ada apa. " Jawab nya kesal sambil bangkit duduk.
Entah kenapa Pak Kim Jongsuk merasa senang saat melihat cucunya kesal seperti ini, ia tersenyum membuat Zafran semakin kesal.
" Tidak usah tersenyum jika hatimu masih saja jahat. " Memang tak ada ketakutan lagi pada Zafran terhadap kakeknya.
Pak Kim menunjukkan smirknya.
" Heum... Oh ya... " Ucapnya ngeledek.
Zafran memilih diam dan memalingkan wajahnya ke arah lain sedang kan Pak Kim terus memandangi nya.
Jujur campuran Samuel dan wanita itu ternyata sangat indah buktinya remaja dihadapan Pak Kim Jongsuk ini mampu membuat beliau tak pernah bosan ketika menatapnya.
" Usia mu sudah 16 tahun kan tapi kenapa kau terlihat seperti balita, lihatlah pipi mu itu mengembung sekali. " Ucap Pak Kim tidak bisa menutupi pandangan matanya.
Zafran yang merasa dikatai ia pun meraba pipinya dan benar saja pipinya itu sungguh tembem.
" Apa masalah mu daripada wajahmu sudah dipenuhi banyak kerutan. "
" Cihahaha.... Dasar bocah. " Ledek Pak Kim Jongsuk.
" Ciihh... " Cibir Zafran kesal.
" Ternyata kau lebih mirip dengan wanita itu lihatlah wajahmu persis seperti wanita itu, makanya setiap melihat wajahmu aku selalu teringat pada wanita sial itu. " Batin Pak Kim kecewa dan tak terima.
Memang bisa dikatakan Zafran lebih mirip ke ibunya sedangkan Ziyan sedikit mirip ayahnya walaupun mereka kembar.
" Oh ya kakek aku mau tanya. " Datarnya tiba-tiba.
" Apa. " Jawab Pak Kim cuek.
" Kenapa kau merahasiakan identitas ibuku kenapa kau hanya memberitahu tentang ayahku aku juga perlu tau bagaimana wajah ibuku. " Jelasnya yang memang belum pernah melihat foto ibunya karena Pak Kim hanya memperlihatkan foto Kim Samuel padanya.
Mendengar permintaan cucunya yang tiba-tiba Pak Kim terdiam dan mesti ia sangat benci jika menceritakan tentang wanita sialan itu.
" Kau tidak perlu tau. "
" Kurasa perlu karena dia ibuku. "
" Tidak. "
" Perlu. "
" Tidak. "
" Perlu. "
" Kim Zafran. " Panggil nya pelan namun terasa menakutkan.
" Kenapa, kenapa kau merahasiakan ibuku pada ku apa karena kau membencinya... Ck, sudah kuduga... Haaahh... Lain kali jangan begitu ya, wattepak meeenn..... " Ucapnya sambil pergi meninggalkan kakeknya karena ia tau kakeknya ini tak akan pernah memberitahu nya.
" Dasar bocah sialan berani kau mengataiku. Tidak ada jera jera nya dia dengan ku, harus ku apakan anak ini agar menurut... Hahhh... Aku memang gila mengambil si keras kepala itu. " Ucapnya frustasi lalu meninggalkan balkon dan menuju ke kamarnya.
****************
KEESOKAN HARINYA DISEKOLAH KIM ZAFRAN.
Masih ada waktu beberapa menit lagi sebelum masuk jam pertama jadi ini adalah kesempatan pada empat remaja ini untuk berkeliaran dulu.
Sekarang mereka sedang berada ditaman.
" Husss..... Pagi ini cerah banget ya padahal baru jam tujuh lewat tapi suasananya udah kek siang. " Ucap Eunseo mengibasi kerah bajunya karena kepanasan.
" Kalo boong gak usah keliatan mana ada kek siang buktinya mataharinya kayak pagi kok, iya kan. " Bantah Kay.
Jaywoo dan Zafran cuma bisa nyengir mendengar musyawarah mereka yang selalu saling menentang.
" Iya deehhh si paling beneeerrrr, puaaass looo..." Pasrah Eunseo.
" Hehe. " Nyengir Kay.
Saat mereka sedang mengobrol tak sengaja netra Jaywoo melihat kelompok Sihyung yang berjalan dari arah berlawanan.
Inilah waktu yang tepat untuk menagih janji mereka, Jaywoo pun mengajak Kay Eunseo serta Zafran menghampiri kawanan itu.
Yang biasanya kawanan Sihyung yang menghampiri mereka kini berbalik mereka yang menghampiri kawanan Sihyung.
Melihat kedatangan empat remaja ini mereka pun tau apa maksud mereka.
" Heeyy... Apa kabar tumben gak nyapa kita biasanya Hyung hyung sekalian yang duluan nyapa kita, tapi kenapa hari ini berbeda ada apa yaaaa.... " Pancing Jaywoo.
" Haalllaahhh Jay emang lo gak ingat peristiwa kemarin. " Tambah Kay.
" Ohiya yang Zafran menang itu kan wah wah wah gak nyangka ya ternyata yang diremehin menang dan yang ngeremehin kalaaahh.. Kasihan banget yeeyy. " Eunseo juga tak tinggal kalau masalah mengatai.
Zafran hanya menampilkan smirk nya seolah olah sedang meledeki mereka.
Sihyung dan teman-temannya sudah panas dari tadi ingin membantah, empat curut ini benar juga.
" DIAAMM. " Kesal Lee chan yang tak tahan merasa tersindir.
" Ehh..ANJ*** kaget gue kalo mau ngebentak ngode dulu napa, loncat ni jantung gue. " Eunseo tak bisa mengontrol terkejutnya karena dia itu termasuk orang latah.
" Kita kesini cuman mau ngingetin jangan lupa janji kalian pada Zafran okeeyy. " Ucap Jaywoo terlihat cool.
" Itu urusan kami sama dia jadi kalian gak usah khawatir kami bukan pengecut kok. " Balas Sihyung berusaha tetap cool.
" Baguslah. " Tambah Kay.
" Dan lo Zafran nanti malam jam 7 kita dinner gue jemput kita jalan bersamaan pake mobil gue. " Jelas Sihyung dengan berani.
" Waaawww.. " Eunseo dengan mulut lubang black Hole nya.
" Emang lo tau dimana rumah gue. " Tanya Zafran dengan nada tak bersahabat.
" Punya handphone kan nanti tinggal telpon aja terus soal rumah lo jaman udah canggih tinggal sherlock aja gampang kan. " Jelas Jaemin.
" Waaawww... " Eunseo lagi.
" Mana nomer lo. " Pinta Sihyung pada Zafran.
" Waaaaww... " Lagi lagi Eunseo sebagai penambah suasana.
" Ck apaan sih lo. " Kay yang daritadi geram menegur juga Eunseo.
Tanpa ragu Zafran menuliskan nomer nya di handphone Sihyung setelah selesai ia menyerahkan handphonenya kembali.
" Nanti jam 7 gue jemput. " Ucap Sihyung lalu pergi meninggalkan mereka diikuti
teman-teman nya.
" Ciee ciee diajakin dinnerr. "
" Jaga diri lo baik baik ya jangan sampai mereka mengerjai lo lagi. "
" Atau apa perlu kita ikutin. "
" Gak papa gak usah gue bisa jaga diri kok tenang aja btw makasih ya perhatiannya. "
" No problem ya udah yok masuk nanti keluar lagi hahaha.... " Ucap Eunseo.
Mereka pun masuk ke kelas.
sama hal nya dengan Ziyan yang berada di seberang sana dengan rutinitas yang sama namun suasana sekolah yang berbeda.
Jika adiknya punya banyak teman tapi ia hanya sendirian.
Tidak pernah tau bagaimana rasanya punya banyak teman yang hanya ia tau bagaimana diasingkan disekolahnya sendiri.
************