
Disinilah mereka ditempat yang diinginkan Kim Zafran sebelum melakukan operasi.
Mereka datang ke pantai yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Zafran dirawat.
Mereka sedang menikmati indahnya pantai, Zafran duduk dekat dengan Ziyan sedikit berjauhan dengan orangtuanya. Sedangkan para temannya sedang asyik berlarian seakan dikejar pinggiran laut.
" Indah sekali ya. " Gumam Zafran.
" Hmmm. " Jawab Ziyan datar.
" Kenapa kau datar sekali sih. "
" Habisnya aku belum tenang kalau kamu belum operasi. "
" Aisss tak perlu dikhawatirkan. "
" Mwo!! Yang benar saja kau ini. "
Kini Zafran menjadikan dada Ziyan sebagai senderannya sambil menikmati semilir angin pantai menimpa wajahnya.
" Hidup mati itu sudah menjadi janji kita kepada sang Pencipta, kapan waktunya telah ditentukan dan siapa pun tidak bisa menundanya. "
" Tidak usah ceramah. " Sahut Ziyan yang memang merasa takut akan kehilangan.
" Setiap yang bernyawa pasti akan matii... " Lirih Zafran.
" Tidak usah sedih dan menangisi kepergian seseorang berlebihan, karena itu juga bisa menyakiti orang yang pergi. " Lanjut Zafran sedangkan Ziyan mati matian menahan airmata.
" Aku menyayangimu maka dari itu aku akan sangat terpukul jika melihatmu pergi. " Ucap Ziyan
" Jaga mama dan papa ya. " lirih Zafran.
" Apa maksud mu. " Tungkas Ziyan.
" Tidak apa apa, lihatlah tiga tuyul disana. " Ucap Zafran sembari menunjuk para sahabatnya yang sedang berlarian. Dan Ziyan mengikuti arah tunjuk kembarannya.
" Walaupun sikap mereka terkadang menyebalkan dan otak mereka tidak ada yang benar tapi sejujurnya mereka orang yang baik dan setia, jadi berteman lah dengan mereka. " Lanjut Zafran.
Ziyan tak ada niatan untuk menyahut ucapan adiknya barusan karena ia sedang berkalut dengan pikiran nya sendiri.
30 menit atau sudah setengah jam mereka menghabiskan waktu disana, dan mungkin sekarang waktunya Zafran untuk kembali dan bersiap untuk operasi.
" Sudah setengah jam, bersiaplah kita akan pulang sekarang. " Ucap Ziyan sambil melirik jam tangan nya.
" Tidak. "
" Apa apaan kau ini, kami sudah menurutimu untuk pergi kesini jangan mengulur ngulur waktu lagi, apa kau tidak ingin sembuh eoh. " Ucap Ziyan sedikit membentak membuat atensi semua orang menuju pada mereka.
" Aku ingin sembuh tapi tidak harus dengan kehilangan dirimu. " Zafran menangis sekarang.
" M-maksudmu. " Tanya Ziyan hati hati.
" Tidak usah pura pura. "
" Pura pura apa sih. "
" MAMAAA... PAPA... JAYWOO KAY EUNSEO KEMARILAH KALIAN. " sebelum menjelaskan Zafran memanggil mereka dan yang dipanggil pun segera datang menghampiri.
" Ada apa nak apa kau sudah siap operasi, baiklah sekarang ayo kita pulang. " Ucap Sheliya.
" Tidak. " Semua terkejut dengan jawaban Zafran, apa sih maunya.
" Apa maksud mu nak. " Tanya Samuel.
" Tolong Zafran kau harus dioperasi, kamu sudah mendapatkan donor jantung jadi jangan sia siakan kesempatan itu, mungkin kamu akan hidup lebih lama setelah mendapat jantung itu. " Jelas Ziyan.
" TAPI AKU TIDAK MAU JANTUNG MU.....hiks.. " ucap Zafran meninggikanmu suaranya karena sudah tidak tahan.
Deg.
Semuanya terkejut terlebih lagi Ziyan sendiri.
" M-maksud-
" Iya maaa... Aku tidak mau jantung Ziyan hiks... Aku tidak mau sembuh jika harus kehilangan saudaraku hiks. "
" Zafran apa yang kamu bicarakan. " sergah Ziyan.
" Tidak usah disembunyikan lagi Ziyan, aku tau aku tau, saat itu aku belum sempurna tertidur dan aku masih sempat mendengar bisikan mu, hiks... Kau bilang... Jagalah jantungmu untukku... Hiks... Aku tidak bodoh Ziyan aku masih mendengar mu... Hiks.. Saat mendengar itu aku hampir menangis tapi tetap aku tahan agar kau tidak curiga... Hiks.. Kenapa dengan mudah sekali kau berkorban untukku hiks.. " Jelas Zafran membuat semua orang mematung seketika.
Mereka tidak pernah tau karena memang Ziyan merahasiakan dirinya sebagai pendonor.
Tiba-tiba Sheliya menarik Ziyan dan menghadap dirinya.
" Katakan... Hiks... Kenapa kau harus melakukan ini.. Apa kau tidak memikirkan perasaan kami.. " Sheliya menangis sekarang.
" Tapi Zafran lebih butuh itu ma.. " lirih Ziyan.
" Lalu kau pikir kami tidak menyayangimu mengizinkan dengan seenaknya. "
" Maaaa...
" Aku menyayangimu hiks.. Aku menyayangi kalian... Mama ingin Zafran sembuh dan mendapatkan pendonor tapi bukan kamu sebagai gantinya hiks... " Sheliya memeluk Ziyan erat sambil menangis.
Semua orang juga ikut menangis terlebih sekarang tiga sahabat Zafran sedang memeluk Zafran.
Samuel jangan katakan lagi dirinya telah terlihat kacau sekarang, kalau saja Zafran tidak tau maka sudah dipastikan ia harus kehilangan salah satu anak walau satu anak lagi sembuh.
" Aku tidak mau kehilangan Zafran maa, adikku harus sembuh.. "
" Tapi bukan kamu yang harus menjadi pendonor nya.. " lirih Sheliya.
" Lagipula apa kau mau membuat ku gila dengan rasa bersalah ku. " Ucap Zafran.
" Tap-
" Huekk huuekk... Uh.. Uhuk.. "
" Zafraaann.... " Pekik semua orang melihat Zafran memuntahkan darah yang lumayan banyak.
Zafran telah tumbang tapi untung saja dengan cepat Samuel menahan anaknya.
" Akhhh.. S-sakit paa.. " Zafran meremas dadanya yang sakitnya lebih luarbiasa dari yang kemarin kemarin.
" Zafran hiks... Sayang. " Sheliya menangis tidak tau lagi harus bagaimana.
" Pa, maa.. Bawa Zafran kerumah sakiiitt... "
" Jangan hah... J-jangan... Hah.. "
" Tapi kamu harus segera ditangani Zafran.. " Ucap Jaywoo yang juga menangis melihat kondisi sahabatnya.
" Waktuku.. T-tidak lama l-lagi hah.. Per-cumma hah.. Arghh... "
" Tidak Zafran kamu harus kuat hiks... Kami masih membutuhkan mu tolong jangan pergi hiks... " Tangis Ziyan.
" Tolong jangan menyerah kawan kami menyayangimu... Hiks... " Ujar Eunseo.
" Tolong hiks... Kami belum sanggup harus kehilangan mu.. Hiks... " Ucap Kay.
" Mama masih ingin memeluk anak nakal mama... Hiks.. Mama masih pengen memanjakan brandal kecil ini hiks... Tolong sayang hiks... " Sheliya beralih menciumi wajah Zafran yang menahan sakit.
" Maaa... T-tolong kuat untuk Z-zafran y-yaa... T-tolong jangan terlalu sedih ketika Z-zafran pergi nanti hah... Z-zafran ikut sedih liat mama t-terus menangis... Hah.. Jika mama rindu Z-zafran, m-mama bisa doakan Z-zafran.. Hah... Akhh.. Mama h-harus ingat kalau masih a-ada Ziyan yang h-harus dijaga... Jangan s-sampai kepergian Z-zafran membuat mama mengabaikan Z-ziyan, walaupun Z-zafran bertahan, jika Tuhan berkehendak l-lain, Zafran bisa apa... Hah... Tolong ikhlas kan... "
" Tidak hiks... Mama sangat menyayangimu nak... Hiks.. " Sheliya memecahkan tangisnya ucapan Zafran seperti berpamitan untuk pergi.
" Paa... J-jaga mama yaa... Tolong h-hapus airmata mama ketika m-menangisi kepergian Z-zafran... T-tolong ingatkan mama makan.. Jagalah kesehatan m-mama j-jangan sampai mama depresi karena m-memikirkan Z-zafran... Papa juga harus kuat... T-tolong tetaplah bahagia... Z-zafran titip mama sama Z-ziyan y-yaaa... "
" Ziyaaaann... K-kamu adalah orang yang a-akan menguatkan m-mama sama papa setelah ak-aku pergi... J-jadi tolong jangan bersedih... M-maaf tidak bisa menemanimu sekolah... Hah... K-kamu harus mandiri... K-kamu harus bisa menghadapi sendiri k-ketika ada yang menyakitimu... L-lawan mereka j-jangan biarkan dirimu sebagai umpan mereka... Arggh.. T-tolong hapus airmata mama... J-jangan pernah tinggalkan m-mama sendiri.. K-kamu juga jangan terlalu menangisi aku... Hah.. Tetaplah kuat Z-ziyan..jika ada yang harus pergi itu aku bukan kamuuu.... "
" Tidak hiks... Aku tidak bisa hiks... Aku tidak sanggup.. Hiks.. " Ziyan seakan merasa hancur sekarang.
Zafran tersenyum lalu beralih menatap ketiga sahabatnya.
" K-kalian... Tetap jaga persahabatan k-kita walau tanpa aku... Hah... Setelah ini jadilah siswa yang baik... Hah... S-sudahi perbuatan buruk kita yang lalu... Tetaplah kuat.... Jagalah Ziyan untukku... Akhh.. T-tolong kuatkan dia ketika melihat dia sedang bersedih... T-tetaplah berada disamping nya... Dan t-tolong jadilah sahabat yang baik untuk dirinya... Hah... Aku titip Z-ziyan yaaa.. K-kalian harus tetap semangat... Jangan bersedih... "
" Tidak hiks... Aku tidak bisa... " Ucap Jaywoo.
" Aku juga hiks... " Sahut Kay.
" Apalagi aku... Hiks... Tidak mudah melupakan kenangan kita hiks... Bagaimana bisa kami kuat hiks.. Telah banyak kenangan yang kita lewati... Bagaimana mungkin kami harus kehilangan mu secepat ini hiks... " Ujar Eunseo.
" Inilah t-takdir... Izinkan aku pergi hah... Akhhh... Tolong tetaplah kuat demi aku... A-aku akan sangat bersedih ketika melihat kalian menangis... Hah... Waktuku telah habis... Seseorang telah menjemput ku akhh... Tolong demi aku.... A-aku p-pamit.... Akkhhhh... " Bersamaan dengan rintihan akhir bersamaan dengan itu pula ia menutup mata.
Tidak ada lagi suara rintihan, tidak ada lagi suara mengumpat, tidak ada lagi suara bermanja dan tidak ada lagi sosok pengacau karakter utama cerita.
Semua telah sirna bersamaan dengan suara teriakan tangisan orang orang yang menyayanginya.
Mata bulat itu telah tertutup sempurna, tubuh itu tak lagi bernyawa. Ruhnya telah kembali pada yang maha kuasa.
Inilah janjinya sekarang ia tak lagi merasakan sakit ia sudah tenang dialam sana walau terasa berat meninggalkan orang orang yang menyayanginya.
Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana perasaan mereka yang menyaksikan Zafran merenggut nyawa.
Sungguh sangat hancur terlebih lagi Sheliya.
Mendengar kelahiran putra kembar sangatlah membahagiakan dirinya walau tidak ada sang suami disampingnya saat itu. Rasa sakitnya tergantikan saat menyaksikan dua bayi merah yang dilahirkannya.
Namun sekarang ia menyaksikan kepedihan teramat sangat saat melihat salah satu putranya menutup mata.
Ia jadi teringat ucapannya beberapa waktu yang lalu.
❤# mama lebih tenang jika kamu tertidur..mama lebih suka memandangi wajah tentrammu saat tertidur daripada kamu keluyuran dan bisa saja kamu kenapa napa#❤
Sungguh bukan itu maksudnya.
Ya dia sangat menyesalinya karena secara tidak langsung ia menyumpahi Zafran seperti keadaan sekarang ini.
Tapi bukan sepenuhnya kesalahan dirinya Karena ini sudah takdir.
Apa lagi yang perlu diceritakan sekarang karena cerita ini telah berakhir sekarang karena Zafran telah memilih tempat yang lebih layak.
Selamat jalan Kim Zafran............
**************
Satu minggu kemudian....
Tak ada lagi canda tawa di kelurga ini tanpa kehadiran sosok nakal itu.
Sheliya walau sudah dibujuk berapa kali pun tetap berlarut dalam kesedihannya.
Ziyan berusaha kuat untuk menghapus air mata ibunya, namun semakin ia menghapus air mata sang bunda semakin deras airmatanya turun.
Belum berganti tahun ia bahagia memiliki saudara kini ia harus kembali kesepian.
Kim Samuel melampiaskan kesedihannya pada pekerjaan walau nyatanya ia tak bisa fokus karena memikirkan remaja itu.
Tak sampai disana, sekolah pun terasa redup tanpa kehadiran tukang bulli itu. Berita kematian Zafran sungguh mengagetkan semua orang.
Terlebih pada kakak kelas mantan rivalnya juga ikut sedih karena baru baru ini mereka berbaikan tiba-tiba terdengar berita kematian darinya.
Apa kabar dengan sahabat sahabat Zafran yang semakin hari seperti tak ada gairah untuk hidup lagi.
Tidak mereka tidak bisa berjanji untuk tetap kuat tanpa kehadiran Zafran, sungguh ini menyakitkan.
Kematian Zafran telah membawa pengaruh besar, sejenak Ziyan mengiyakan ucapannya beberapa waktu lalu, yaitu jikalau dirinya yang pergi tak akan sebanyak yang menangisi Zafran pergi.
Dan ya kata katanya terbukti dan ia sungguh menyesal waktu itu, andai tidak terlambat maka Zafran akan selamat, andai Zafran tidak mendengar bisikan itu sungguh maka Zafran bisa hidup sampai sekarang dan biarlah Ziyan saja yang pergi.
Tapi sungguh ia tak menyangka jika sekarang dialah yang harus menghapus airmata ibunya menangisi kepergian saudaranya.
Kalau saja aku yang pergi maka cerita ini tak akan se menyedihkan ini. (Ziyan pov).
Tapi jika Ziyan yang pergi saat itu maka Pak Kim tidak akan pernah sadar akan kesalahannya.
Inilah salah satu alasan Tuhan mengambil Zafran agar bisa melunakkan hati keras pak kim.
#DIPENJARA PAK KIM #
Pria paruh baya itu kini tengah termenung dibalik jerusi besi. Beliau kembali teringat berita yang dibawa anak dan menantunya beberapa hari yang lalu.
Setetes demi setetes airmatanya turun entah apa yang mengakibatkan air yang jarang turun itu terjun seketika.
## FLASHBACK ON ##
" Mau apa lagi kalian datang kemari ha, apa jawabanku beberapa waktu yang lalu belum puas untuk kalian ha. " Tukas Pak Kim.
Suami dan istri itu tak menjawab malah semakin menangis sekarang tapi membuat Pak Kim semakin geram.
" Ck bahkan jika kalian menangis darah pun aku tak akan sudi mengakuinya. "
" Kau wanita pembawa sial tidak usah menangis didepan ku, sana pergilah bukankah semua kekayaan telah kau dapatkan. "
" Appa cukup. "
" Sudah kuduga kalian kesini hanya untuk pamer kebahagiaan, PERGILAH DARI SINI JANGAN MEMBUANG BUANG WAKTU KU JIKA HANYA UNTUK MELIHAT WAJAH KALIAN. " Pak Kim mulai meninggikan suaranya membuat mereka terkejut bahkan polisi yang berada disini juga ikut tersentak.
" APPAA....... "
" APA HA, TIDAK USAH MEMANGGIL KU ITU AKU BUKAN APPA MU LAGI. "
" Samuel tolong tidak usah mengeraskan suaramu, hiks... Sampai kan saja tujuan kita kesini hiks... Jangan buat keributan... Hiks.. "
" Cih... Menjijikkan.. " Geram Pak Kim mendengar ucapan menantunya barusan.
Samuel menghela nafas mempersiapkan kalimat yang akan disampaikan walau mungkin ia mendapatkan respon tak enak nantinya, tapi setidaknya ayahnya ini juga berhak tau akan cucunya.
" Cucumu Kim Zafran..... D-dia... Dia telah pergi meninggalkan kita semua... Dia meninggal karena tidak bisa bertahan dengan penyakit nya hiks.." Setelah mengatakan itu tangis Samuel pecah bersahutan dengan istrinya.
Berbeda dengan Pak Kim yang sudah mematung ditempat.
" Hiks... Aku tidak tau kau peduli atau tidak, tapi Zafran, bagaimanapun juga Zafran adalah cucumu walau terlahir dari rahimku tapi ingat dia ada didunia karena anakmu juga.... Hiks.. Kau membenciku aku yang menjadi masalahnya. dan Zafran, dia tidak tau apa apa... Hiks... Dia hanya seorang bayi yang dititipkan dikeluarga ini hiks.... Selama ini dia menderita karena kebencianmu terhadapku... Cobalah untuk membuka hatimu, seandainya kau bersikap baik pada cucumu maka bisa kupastikan kalau Zafran juga akan menjadi anak yang baik..... Hiks.. Sedari kecil hanya kekerasan yang didapat, dan aku hanya menatapnya iba dibalik dinding karena tidak mau ketahuan saat itu... Dia sungguh menderita hiks... Dan sekarang ia memilih untuk pergi hiks... Tolong akuilah dia sebagai cucumu, aku tidak masalah jika kau tak mengakuiku tapi dia, dia adalah keturunan mu juga.... Hiks... " Jelas Sheliya panjang lebar.
Melihat istrinya yang rapuh Samuel dengan cepat memeluk istrinya dan menenangkan nya.
" Sssttt... Jangan menangis Zafran sudah bahagia disana dan dia pasti sedih melihatmu seperti ini... "
" Appaa... Tolong bukalah hatimu... Semua ini sudah berakhir... Dia sang tokoh utama telah pergi... Tidak ada lagi remaja nakal itu... Semua telah menjadi kenangan.. Hiks... Putraku... Baru beberapa bulan aku melihatmu tapi kenapa secepat ini kau meninggalkan papa..... Hiks... "
Mereka berdua menangis sedangkan Pak Kim masih mematung tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Hingga pada akhirnya suami istri itu pamit pergi dan beliau kembali kedalam sel penjara.
Dan tak terasa liquid bening telah membasahi kedua pipinya.
# FLASHBACK OFF #
" Kim Zafran cucuku.... Maafkan kakekmu ini nak... Hiks... Kakek tidak pernah memberikan kasih sayang untukmu... Kau selalu menerima perlakuan kasar dariku... Hiks.. Kenapa kau pergi secepat ini... Bahkan aku belum memelukmu dan mengakuimu nak... Kakek menyesal... Benar benar menyesal hiks... Maafkan kakek cucuku sayang.... Hiks... Andai waktu bisa terulang maka yang pertama kali kulakukan adalah memelukmu Kim Zafran... Hiks.... Selama ini aku terus mempertahankan egoku... Aku terlalu dibutakan oleh harta, yang padahal nya keluarga itu lebih berharga daripada harta... Aku adalah orang jahat... Aku adalah orang yang menghancurkan rumah tangga anakku sendiri... Memisahkan bayi merah dari seorang ibu yang baru saja melahirkan nya... Aku benar-benar jahat.... Hiks... Ya Tuhan ampuni aku... Apakah aku yang seorang pendosa kejam seperti ini masih bisa mendapatkan pengampunan mu... Hiks... Aku benar-benar menyesal hiks... " Begitulah pada akhirnya Pak Kim tersadar sendiri akan perbuatannya, bisa dibilang terlambat tapi setidaknya beliau mau bertaubat.
END ....???
**************