Handsome Twins

Handsome Twins
bab 46 Malam yang indah



Sikembar telah sampai dirumah karena sekolah telah berakhir untuk hari ini.


Banyak sekali kejutan hari ini, semua masyarakat sekolah dibuat heboh dengan kedatangan kembarannya Zafran.


Zafran melepas helmnya terlebih dahulu.


" Bagaimana sekolah hari ini. " Tanya Zafran melihat raut wajah Ziyan yang kelelahan namun tetap ceria.


" Sangat hebat... Walaupun tadi sempat bikin pusing sedikit dengan mereka mereka yang heboh. "


" Ahaha... Aku lapar ayo kita masuk. "


" Ohya nanti jangan lupa ya. " Lanjut Zafran diangguki Ziyan.


Mereka lalu masuk dan saling melempar diri ke sofa empuk ruang tamu.


" Hah... Lelah ya tapi seru.. "


" Yo i dong. "


" Eh Zafran kok bisa sih kamu se terkenal itu disekolah. "


Zafran tersenyum memamerkan diri, itulah yang membuat Ziyan menyesal telah bertanya jikalau tau akan melihat wajah songong kembarannya ini.


" Itulah kim Zafran... " Jawabnya pengen ditempeleng.


" Hmm nyesel aku nanya.. "


" Heheh... "


" Eihh... Si kembar mama udah pulang, gimana sekolahnya. " Suara itu adalah milik Sheliya. Mendengar suara riuh kedua putranya ia langsung mendekati mereka.


" Baik maaa seruuu banget.. " Jawab Ziyan semangat.


" Ouuwwuuhh semangat nyaaa... " Ucap Sheliya menatap mereka gemas.


" Kalo Zafran gimana. " Kini Sheliya melirik ke satu anak lagi yang sibuk mengibaskan bajunya.


" Biasa aja maa kecuali kalo Zafran ngebully pasti baru serrr- ehhh... Gak jadi maaa. " Kebiasaan anak itu memang keceplosan sekarang rasakan pipinya dicubit gemas oleh mamanya.


" Hmmm.... Bilang apaaa... " Sheliya mencubit sayang pipi gembul Zafran membuat sang empu meringis dan Ziyan yang tertawa puas.


" Ampuun maa gak lagi dehh janjii.. "


" Gak boleh ganggu orang. "


" Iya maa.. Tadi Zafran gak gangguin lagi kok... Tanya aja Ziyan. " Zafran melirik Ziyan yang masih tertawa membuat dirinya ingin ancang ancang menemplok jidat kembarannya.


" Yasudah kalian mandi sana ganti baju terus makan. "


" Kakek sama nenek dimana ma. " Tanya Ziyan.


" Lagi di dapur bantuin bibi Ahn masak kayaknya. "


" Terus papa udah pulang belum. " Kini Zafran yang bertanya.


" Mungkin sebentar lagi ya udah sana nanya mulu ah.. "


Sikembar pun berhambur ke kamar masing masing membuat Sheliya geleng geleng kepala dan senang bisa merasakan nikmat menjadi seorang ibu dari mereka.


Dan dirinya pun memilih menunggu suaminya pulang disini.


Beberapa menit kemudian.


Samuel pulang dan langsung disambut oleh istri tercintanya.


" Gimana kerjanya sayang. " Tanya Sheliya mengambil alih perlengkapan kerja sang suami.


" Masih banyak yang harus diperbaiki dan aku kesusahan saat mengerjakannya tapi untunglah ada orang baik disana, dan membantuku meskipun sebagian ada yang mundur dari perusahaan. "


Sheliya menghela nafas, ingin memberi usul dirinya pun tak mengerti tentang perusahaan.


" Semangat ya dan maaf aku tidak bisa banyak membantu.. " Lirih Sheliya membuat samuel yang hendak menidurkan diri kembali menatap dekat istrinya.


" Hei kau bilang apa sih.. Ciuman dari mu saja itu sudah sangat sangat membantu.... " Ucapnya membuat Sheliya yang hendak mengeluarkan air mata seketika tertawa.


" Ahahahh.. Apa sih udah tuaa.. "


" Tapi aku masih jago lho.. "


" Heh.... Ssttt.. " Sheliya melotot membuat samuel tertawa.


" Sayang mau ciumm... " Manja Samuel membuat Sheliya geli tapi mau.


" Plisss gak kasian apa liat suami lelah begini... " Lanjut samuel.


" Hmm baiklah sini. " Samuel langsung mendekatkan wajahnya kehadapan istrinya.


Ssshhccc-


" AAAAAAA KAMI TIDAK LIHAT. "


" YAK dasar bocah nakal.. "


Ya gagal lah ciuman dari sang istri karena sikembar keburu datang kesana dan sekarang berlari ke arah dapur.


" Gara gara kamu.. Udah sana mandi ganti baju baru turun sarapan. " Sheliya juga menuju dapur.


" Yaahh terus ciumannya... "


" Nanti malam~~~~. "


" Yess kalo begitu aku akan mandi sewangi mungkin. " Samuel berlari menuju kamarnya mengalahkan kekanak-kanakan sikembar.


Baru menikah lalu terpisah bertahun-tahun, wajar saja jika mereka terlalu bucin.


                        ************


Malam harinya.


Setelah makan malam Sheliya dan Samuel berencana keluar untuk membeli keperluan mereka.


" Kami mau keluar untuk membeli beberapa kebutuhan apa kalian mau ikut. " Tanya Sheliya pada sikembar.


" Ah tidak ma kami ada janji sama teman teman. " Ucap Zafran.


" Mau kemana??. " Tanya Samuel.


" Mau ngumpul bareng sekalian aku mau ngajak Ziyan main. "


" Boleh ya paa.. Maa.. " Lanjut Zafran meminta izin.


" Hmm tapi ingat jangan pulang kemaleman dan jangan macam macam diluar sana. " Peringat Sheliya.


" Siap maa.. "


" Ziyan jaga adikmu ya kalo dia macam macam laporin ke mama.. " Peringat Sheliya sekali lagi karena tau watak nakal salah satu putranya.


" Pasti maa.. " Jawab Ziyan.


" Yasudah kalo gitu kami berangkat.. Ayah ibu Sheliya berangkat dulu ya. " Pamit Sheliya pada orang tuanya.


" Hati hati ya.. " Ucap Pak Bahar.


" Iya ibu ayah.. Kami pergi dulu. " Pamit Samuel sekali lagi.


" Hati hati naakk.. " Ucap Bu Yana.


Dan berlalu lah pasangan itu ke mobil menuju tempat yang akan didatangi.


" Ayo Yan kita siap siap juga. " Zafran duluan berlari ke kamarnya.


" Kakek nenek kami juga pergi ya gakpapa kan.. "


" Iya nak.. Kalian juga hati hati. "


" Siap kakek.. "


Didalam mobil Samuel.


" Kita mau kemana dulu ni. " Tanya Samuel sambil menyetir.


" Terserah kamu sayang. "


" Eumm belanja dulu ya setelah itu baru kita honeymoon.. "


" Heh kamu kebiasaan.. "


" Hehe... "


" Ohya Kim.. Apa kamu tidak kepikiran untuk menjenguk appa dipenjara.. "


" Untuk apa kalau ujung ujungnya kita diusir juga dari sana. "


" Tapi kasihan di-


" Ssstt.. Itu juga karena perbuatan appa sendiri.. Kamu gak usah mikirin kesana lagi ya aku gak mau ngeliat kamu dihina terus disana. "


" Tapi biar bagaimana pun dia tetap appa kamu.... Jangan pernah sekalipun menaruh dendam padanya. "


" Tapi kamu ingatkan sayang apa yang telah dilakukan pada Zafran, dia hampir membunuh anak kita. " Sama hal nya dengan Sheliya saat mengingat hal itu pasti sakit hati mereka akan kembali, namun tidak baik terus menyimpan dendam.


" Waktu itu aku memang sempat bersumpah tidak akan memaafkan appamu, tapi sekarang keluarga kita sudah bahagia dan appamu juga sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya... Jadi kupikir kejadian pahit itu biarlah berlalu, percuma saja menyimpan dendam. "


Samuel mengelus rambut istrinya dengan satu tangan, sudah berapa kali rasa beruntung ia memiliki istri seperti yang disamping nya sekarang.


" Lain kali kita jenguk ya. " Sheliya mengangguk dan tersenyum.


Ditempatnya sikembar.


Mereka telah sampai disebuah cafe sesuai perjanjian.


Disana tiga remaja telah menunggu kedatangan mereka.


Setelah memarkir mobil Ziyan dan Zafran pun menghampiri mereka.


" Wiihh datang juga ni sikembar. "


" Duduk dulu bro. "


Ziyan dan Zafran duduk dikursi yang telah disediakan.


" Bertambah satu ni sahabat kita. " Ujar Eunseo diangguki semuanya sedangkan Ziyan masih tidak terlalu terbuka dengan mereka.


" Makin rame aja... Hehe.. " Tambah Kay.


" Santai aja Ziyan mulai sekarang kita ini sahabat lo. " Ucap Jaywoo mengurangi sedikit kegugupan Ziyan.


" Dan lo harus sedikit gila kayak kita hahaha..... " Eunseo tertawa sendiri.


" Nah... Gimana Ziyan.. Mereka ini sahabat gue walau tingkat kewarasannya tidak bisa diajak kompromi. "


" Lo juga sama kampret.. " Kay memukul pelan kepala Zafran yang berucap barusan.


" Hehe senang berteman dengan kalian.. " Ucap Ziyan.


" Oohh harus dong. " Jawab Jaywoo tersenyum padanya.


" Pesan lah daritadi kita nungguin sekalian traktir ya. "


" Yeehh elo gratisan mulu. " Cibir Kay.


" Ye lo juga mau kan. " Cibik Eunseo.


" Ohya zaf... Kapan ni mau coba itu kan udah janji nyobain soj-... Akkh..apa sih sakit kaki gue. " Zafran menginjak kaki Eunseo dibawah meja karena hampir saja ketauan Ziyan.


Jaywoo menarik kepala Eunseo dan berbisik padanya.


" Lo kalo ngomong liat liat dulu. "


" Emang kenapa sih... " Tanya Eunseo.


" Zafran gak ngijinin  kasih tau Ziyan dulu bego. " Bisik Jaywoo.


" Kalian kenapa. " Tanya Ziyan yang aneh melihat mereka.


" Eh gakpapa kok. " Jaywoo melepas Eunseo dan bersikap seperti semula.


" Tau tu dia emang demen ama gue. "


" Haiiss udah ribut mulu, udah tenang maaf ya yan persahabatan kita emang gini kagak pernah akur. " Ucap Kay.


Ziyan pun hanya mengangguk ngangguk saja.


" Udah yuk ah pesen. " Ucap Zafran di iyakan semuanya.


" Kan tadi dirumah kita udah makan Zafran. " Kata Ziyan membuat semua melotot.


" Eee.. Disini beda kamu juga mau kan enak enak lho. " Ujar Eunseo.


" Yaudah deh. " Ziyan mengiyakan jadilah mereka makan walau sudah makan.


                        ***************


Kembali ditempatnya orang tua sikembar.


Setelah mengitari Mall dan berbelanja cukup banyak perlengkapan kini mereka sedang berada di pasar malam.


" Gak lagi deh aku gak mau naik itu jadi pusing ah. " Sheliya mengeluh sedangkan Samuel rasanya ingin naik lagi.


Ya mereka barusan menaiki rollercoaster, awalnya Sheliya memang tidak mau tapi Samuel yang memaksa.


" Ahahah seru tau.. "


" Kita kesana yok tu liat banyak boneka nya kamu pasti suka kan. "


" Iihh gak mau ah kita bukan pasangan remaja lagi. "


" Ihhh Sheliya bagi aku kamu tetap masih gadis yang baru aku nikahi kemarin.... Ayo sini. " Samuel menarik Sheliya menuju tempat yang ditunjuk tadi.


Mereka menghabiskan waktu disana dengan memainkan berbagai permainan.


Sebenarnya hanya Samuel yang main lalu hadiahnya diberikan pada sang istri.


" Yeeeyyy aku menang.. " Samuel berhasil merobohkan kaleng didepannya dengan lemparan bola kecil.


Lalu ia dihadiahi satu boneka kelinci ukuran sedang.


" Ini untukmu.. " Samuel menyerahkan boneka itu walau Sheliya telah banyak memegang hadiah lainnya.


" Aiiss kamu seperti anak kecil. "


" Memang anak kecil uwlee.. "


" Ihhh.... "


" Ahaha... "


" Waahh sosweet nya pasangan ini... Pasti baru menikah.. Semoga cepat diberi momongan yaa.. " Samuel dan Sheliya tertegun mendengar ucapan dari pemilik permainan itu, rasanya ingin tertawa saja.


" Iya Buu.. Doakan yaa.. " Samuel mengiyakan saja daripada memperpanjang cerita namun Sheliya mencubit pelan lengannya karena telah berbohong.


" Auuu... " Samuel mengaduh sakit walau pelan namun cubitan seorang wanita itu tidak pernah main main.


" Aduuhh saya jadi ikut terharu melihat kaliaaan. "


Sheliya tersenyum kikuk dan pamit pergi sambil menarik suaminya.


Sekarang beralih mereka ke tempat lain, Samuel membeli satu bando berbentuk telinga kelinci dan dipakaikan pada istrinya dan tertawa saat melihat istrinya yang sangat lucu memakai itu.


Sheliya tidak terima dan dia mengambil bando yang sama dan memakaikan pada suaminya.


Jadilah mereka berdua memakai bando itu dan saling tertawa.


Seperti flashback beberapa tahun lalu.. Mereka menghabiskan waktu seperti ini dan sekarang terulang kembali.


Banyak sekali hal yang dilewati disana dan sempat mereka masuk kerumah hantu walau beberapa kali Sheliya berteriak dan terus memeluk suaminya karena terkejut.


Samuel sih senang tau saja sheliSheliyaya takut dan ia sengaja mengajak istrinya masuk kerumah hantu.


Sheliya yang ketakutan disana dan Samuel yang terus tertawa.


Dan berakhir sekarang mereka sedang makan es krim sambil menikmati melihat kembang api yang sangat indah bertaburan diatas langit.


Hah... Malam yang indah..


" Terimakasih untuk malam ini.. " Ucap Sheliya menyenderkan kepala didada bidang suaminya.


" Tidak hanya untuk malam ini, aku akan terus membuatmu bahagia seperti malam ini, hal ini belum seberapa dengan penderitaan yang bertahun tahun kuberikan padamu. "


" Sssstt.. Tidak usah bahas lagi, satu malam ini saja kamu telah berhasil menghapus penderitaan itu. "


Samuel tersenyum dan mencomoti es krim yang dipegang Sheliya.


" Hei es krim ku... "


Samuel cuma nyengir lalu menyuapi es krim miliknya ke mulut Sheliya.


" Tetap jadi istrinya Kim ya sampai maut memisahkan.. "


" Itu pastii... Dan kamu tetap jadi suaminya Zafara... "


" Orangtuanya sikembar... Hehe.. "


Mereka saling merangkul menikmati keindahan malam sebelum akhirnya pulang.


                  ***************


Kini Sheliya dan Samuel telah sampai dirumah, bersamaan dengan itu pula sikembar juga telah memasuki halaman mension.


Memarkirkan motornya terlebih dahulu lalu keduanya menghampiri orang tuanya yang berdiri didepan pintu utama.


" waahh barengan ni kita.. " ucap Samuel membuat mereka saling tersenyum.


" itu apa, ouuhhh cieee cieee habis darimana kaliaaann... " goda Zafran saat melihat begitu banyak boneka ditangan sang ibu.


Menyadari itu, Sheliya gelagapan malu malu kucing.


" ciee cieee mama dan papaaa... " tambah Ziyan.


" kalian pikir pasangan muda saja yang bisa romantis, kami juga bisa dong.. " imbuh Samuel membuat sikembar tertawa sedangkan wajah Sheliya sudah memerah malu.


" sudah jangan tertawa lagi sana masuk udah malam ini.. dan ini kalau mau untuk kalian saja.. " ucap Sheliya sambil menyerahkan boneka itu pada kedua anaknya.


" iuuhh mama pikir kami perempuan apa, gak mau ah simpen aja buat mama kan hadiah dari papa... " balas Zafran.


" betul itu, ayo Zafran kita kekamar. " tambah Ziyan.


" kita kekamar dulu ya ma, paaa.. " lanjut Ziyan dan setelah itu mereka menuju kekamar.


" kalau gitu kita juga kekamar ayoo.. " ajak Samuel diangguki Sheliya.


Mereka pun masuk kedalam tak lupa menutup pintu setelah nya.


Didalam kamarnya Zafran.


Dirinya sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur.


Ceklek...


Pintu kamarnya yang memang tidak terkunci dibuka oleh Ziyan yang menampilkan wajah konyolnya.


" haiii.. " sapa Ziyan sembari menghampiri Zafran tak lupa menutup pintu kamar itu kembali.


" ada apa.. " tanya Zafran ikut duduk dekat kembarannya.


" aku kangen.. " balas Ziyan.


" ih kamu bikin geli aja deh baru juga ketemu tadi.. " ujar Zafran yang padahal dirinya juga merasakan hal yang sama.


" nginap dikamar mu dong, boleh yaa. " pinta Ziyan.


" hmm... " singkat Zafran bermakna mengiyakan.


" yeeyy sini peluk... " Ziyan menarik Zafran kedalam pelukannya.


Zafran tersenyum, ia sungguh sangat bahagia diperlakukan seperti ini.


Lama dengan posisi seperti itu, Zafran berdehem menyadarkan Ziyan yang belum melepas pelukannya.


" hehe... " Ziyan menyengir dan melepaskan pelukan itu.


" tidurlah aku mau ngambil minum dulu ya di dapur.. " kata Zafran.


" mau kutemani.. " tanya Ziyan.


" ihhh aku bukan anak kecil, sana tidur aku akan kembali secepatnya.. " setelah mengatakan itu, Zafran melesat pergi kedapur. Sedangkan Ziyan sudah merebahkan tubuhnya diranjang itu.


Seperti yang dikatakan tadi, Zafran menuju dapur karena ingin minum. Tetapi baru saja ingin mengambil gelas, seketika penyakit sialan itu datang bertamu.


Kini Zafran meremas dadanya bertopang pada meja akan agar bisa menyeimbangi tubuhnya.


" akhh... " ringisnya.


Zafran terus meremas dadanya dan dengan tangan yang satunya ia gunakan untuk menopang diri pada meja itu.


Hingga seseorang yang datang kesana melihat hal tersebut, langsung saja ia mendekati Zafran yang sedang kesakitan.


" kamu kenapa.. " tanya seseorang yang berada dibelakang Zafran.


Deg...


Zafran terkejut mendengar suara itu apalagi jika rahasia nya akan terbongkar.


" Zafran jawab papa.. " tanya Samuel yang melihat anaknya sudah mematung.


Kim Samuel menuju dapur karena ingin minum, namun melihat pemandangan seperti ini ia pun jadi penasaran terlebih lagi melihat Zafran yang seperti kesakitan menambah kepanikan pada dirinya.


Zafran menetralkan rasa sakitnya dan beralih menatap sang ayah, berusaha sekuat mungkin agar dirinya tak terlihat sakit.


" eng-engga pa, aku... A-akuu gakpapa.. " jawab Zafran meski terbata bata.


" jangan bohong.. " serdik Samuel bisa melihat raut pucat pada wajah anaknya sekarang.


" beneran paa-


Zafran tak bisa melanjutkan kalimatnya saat sesuatu dari dalam perutnya bergejolak ingin keluar, Zafran menutup mulutnya mengabaikan keberadaan sang ayah dan berlari kekamar mandi disamping dapur.


Melihat hal itu Samuel semakin panik apalagi mendengar suara muntahan Zafran dari dalam kamar mandi. Ingin masuk kesana tapi Zafran telah mengunci pintu itu dari dalam.


Dorr doorr...


" Zafran buka pintunya apa yang terjadi padamuu... buka pintunya.. " teriak Samuel dari luar dan hatinya bertambah panik mendengar suara muntahan milik anaknya.


Sedangkan dari dalam, Zafran telah memuntahkan lumayan banyak darah. Dengan deru nafas memberat, ia memandang darah yang ia muntahkan lalu tersenyum sebelum menghapus jejak itu.


Membasuh wajahnya niat menghilang wajah pucatnya yang begitu kentara.


Setelah dirasa beres, dirinya pun keluar menemui sang ayah diluar yang sedari tadi khawatir padanya.


Beruntung orang rumah yang lain tidak ikut kemari, jika tidak maka Zafran tidak bisa mengelak lagi.


" ada apa dengan mu.. kenapa barusan hm.. apa yang terjadi.. " panik Samuel meminta penjelasan pada anaknya.


" papa tenang lah.. aku baik baik saja, tadi hanya muntah biasa karena aku kebanyakan makan direstoran tadi. " bohong Zafran.


" dan setelah muntah aku merasa lebih baik sekarang.. sudah ya papa jangan panik terlebih lagi jangan bilang pada siapapun tentang diri ku saat ini.. aku baik baik saja okeee... " lanjut Zafran.


" kamu tidak bohong kan.. " selidik Samuel sekali lagi.


" paaa.. perutku hanya kelebihan makanan, makanya muntah.. " lagi lagi Zafran harus berbohong.


" sudah ya paaa, aku kekamar dulu.. dan jangan bilang pada siapa siapa tentang muntahan ku tadi terlebih lagi pada mama, papa tau sendiri kan mama itu berlebihan sekali.. " lanjut Zafran dan Samuel mengangguk pelan menepis semua prasangka buruk tentang kondisi Zafran yang sebenarnya.


" tapi kalau ada apa apa dan kamu merasa sakit dimana pun, langsung ngomong ke papa yaa.. jangan sembunyikan apa pun, ingat itu... " tutur Samuel.


" iyaa paaa... kalau gitu aku kekamar dulu ya Ziyan udah nunggu disana. " ucap Zafran.


" iyaa.. " jawab Samuel.


Zafran pun menuju ke kamar tapi sebelum itu ia menyempatkan diri untuk minum karena sedari tadi merasa haus.


Beruntung penyakit itu sekarang sudah mereda, jadi ia bisa beristirahat dengan tenang.


Dan soal muntahan darahnya, ia tak lagi terkejut karena sudah sering sekali hal itu terjadi padanya. Tentu tanpa sepengetahuan orang orang dirumah.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*