
Singkat cerita mereka berenam telah terbang ke Korea Selatan.
Setelah mempersiapkan semuanya dengan Ziyan yang pamitan pada orangtuanya dan Pak Bahar yang menyerahkan kebunnya, mereka pun berangkat.
Samuel sempat mengabari sahabatnya terlebih dahulu jadi ketika sampai disana Chun yo tidak akan terkejut lagi karena penerbangan pun dia yang mengaturnya.
Baru pertama kali Pak Bahar dan Bu Yana menaiki pesawat, rasanya sangat menyenangkan sekali.
Syukurlah mereka punya menantu sebaik Kim Samuel walau tidak dengan besan mereka.
Singkatnya.
Sama seperti jarak yang dikatakan saat itu mereka pun sampai di Korea pada waktu malam.
Mereka beristirahat disebuah cafe sambil menunggu jemputan dari Chun yo.
Sebenarnya mereka menolak tapi Chun yo memaksa jadilah mereka terima.
" Kota mu indah sekali... " Ucap Bu Yana.
" Kota ibu juga lebih indah... "
Jawab Samuel sambil tersenyum.
" Intinya semua indah... " Sahut Sheliya tersenyum pada mereka.
" Kita akan tinggal dimana pa. " Tanya Ziyan sambil mencomot kue kering di hadapan nya.
" Kita akan tinggal dirumah papa. " Jawab Samuel membuat Zafran tersedak saat minum air.
" Apa??? Tidak pa kenapa harus dirumah itu. " Sheliya mengerti Zafran pasti trauma dengan kenyataan pahit disana tapi mereka mau tinggal dimana lagi.
" Nak tenanglah.. Sekarang rumah itu berbeda.. Tidak ada lagi orang yang akan menyakiti mu. " Tutur Sheliya lembut.
" Tapi......... "
" Percayalah kita akan memulai hidup baru disana. " Zafran mengangguk pelan dan mulai menerima rumah itu.
Samuel tidak tau pasti yang jelas ia yakin anaknya pasti melewati masa masa pahit disana.
Dan Sheliya sebagai saksi atas penderitaan Zafran disana.
Jemputan telah datang mereka pun langsung menaiki mobil Chun yo.
Chun yo mengantar mereka kerumah mewah milik Pak Kim Jongsuk sesuai perintah Samuel.
" Untung kau cepat kembali Kim kalau tidak aku tidak akan tau bagaimana nasib perusahaan mu... Kau tau sendiri kan keahlian ku dibidang kedokteran bukan itu. " Ucap Chun yo sambil menyetir.
" Terimakasih banyak kau selalu membantu......."
" Aku bosan dengan ucapan terimakasih mu.. Sudahlah santai sajaaa.. "
" Ohya apakah bibi Ahn masih berada dirumah itu. "
" Ya sepertinya beliau memang masih tinggal disana sesuai perintah mu.. Makanya rumah itu tidak kelihatan angker.... "
" Haha.. Berani juga ya bibi Ahn tinggal sendirian disana... "
" Dia tidak penakut sepertimu Kim. "
" Ohya Zafran kata Mina anak anak sekolah terus menanyaimu, mereka bilang sekolah sepi juga ya tanpa pembulli sepertimu... Hahaha.. " Goda Chun yo.
" Aiisss paman... Aku itu anak baik disekolah... "
" Hmm tapi kenapa kamu jadi langganan ibu BK... "
" Aiiisss pamaaaaannn.... "
" Ahahahah anak dan ayah sama saja ya sama sama nakal... Untung Ziyan tidak seperti itu.. "
" Tapi rasanya kangen juga ngebully udah lama gak gangguin orang. "
" Zafraaaaann.... " Kata mereka serempak membuat Zafran nyengir tak berdosa.
Lumayan lama akhirnya mereka pun sampai didepan rumah mewah milik Kim Samuel sekarang.
Memang benar rumah ini tidak kelihatan angker, buktinya walau sudah malam banyak lampu yang menghiasi rumah ini, hal ini pasti karena bibi Ahn yang menjaga rumah ini.
Semua pembantu dipecat oleh Chun yo dan ia hanya menyuruh bibi Ahn untuk menjaga rumah ini karena beliau lah yang dapat dipercaya.
Mereka semua turun dari mobil dan pintu gerbang dibuka oleh bibi Ahn karena beliau sudah tau dari Chun yo kalau majikannya akan pulang malam ini.
Mereka menyapa bibi Ahn dengan ramah begitu juga dengan beliau sendiri.
Mereka memasuki rumah itu, entah berapa kali Pak Bahar dan Bu Yana menganga karena melihat rumah semewah ini.
Ziyan juga sama kagum ternyata dia berasal dari keluarga kaya raya.
Lain dengan Zafran setiap melihat sudut rumah itu ia selalu teringat dimana ia terus disiksa dicaci oleh kakeknya.
Sofa ukuran duduk sendiri itu.. Itu adalah tempat yang selalu diduduki kakeknya.
" Benarkah ini rumah mu nak. " Tanya Bu Yana kagum.
Samuel mengangguk lalu tersenyum.
" Sheliya antarkan ayah dan ibu serta Ziyan kekamar.. Tunjukkan kamar mereka masing-masing. "
" Ziyan disini kau akan mendapatkan kamar sendirian dengan puas, kamarmu berdampingan dengan kamar milik Zafran. "
Ziyan mengangguk senang dan tersenyum.
" Ayo Sheliya antar, ayo Ziyan. " Sheliya mengantar mereka untuk menunjukkan kamar.
" Zafran kau sudah tau kan dimana kamarmu..... "
" Iya paa.. Inikan tempat tinggal Zafran duluuu.. "
Samuel tersenyum lalu merangkul putranya.
" Aura dirumah ini sekarang akan berbeda, kita akan membangun kebahagiaan dirumah ini... Lupakan masa lalu mu nak. "
" Iya pa akan Zafran usahakan. "
" Istirahatlah di kamarmu.. "
Zafran lalu beranjak darisana sedangkan bibi Ahn kembali ke dapur untuk menyiapkan beberapa cemilan.
Ohya daritadi Chun yo tidak ikut masuk karena ia harus cepat pulang.
Sheliya kembali setelah menunjukkan kamar orang tua dan anaknya lalu ikut duduk di samping suaminya.
" Terima kasih... " Manja Sheliya menyenderkan kepala dibahu suaminya.
" Akhirnya aku berhasil membawa permaisuri ku ke istana ku.. " Samuel mencubit pelan hidung istrinya.
" Ah... Kau inii... "
" Kau mau lihat kamar kita.. "
" Eumm boleh... "
" Kalau begitu ayo. "
Mereka berjalan bergandengan menaiki tangga menuju ke kamar Samuel namun sebelum itu ia sempat meminta kunci pada bibi Ahn karena terkhusus kamar itu tidak ada yang boleh masuk.
Ceklek........
Pintu kamar terbuka menampilkan ruangan serta perabotan yang tiada berubah.
" Ayo masuk... " Ucap Samuel.
Sheliya mengitari pandangannya ke setiap sudut... Memang kamar ini bukan kamar layaknya suami istri tapi seperti kamar anak muda dulu.
Sheliya mendekat ke sebuah dinding yang tertempel banyak foto dan menangis haru saat melihat siapa di lembaran foto yang banyak itu.
Sungguh tak menyangka ternyata Samuel menyimpan semua foto waktu mereka dekat dulu.
Samuel memeluk istrinya yang sedang menangis bahagia.
" Kau menyimpan semuanya... " Lirih Sheliya.
" Seperti yang kau lihat sayang, aku menyimpan semua kenangan indah kita. "
" Ini adalah kamarku dulu saat menjadi pemuda yang hebat.. Tapi sekarang kita akan sedikit mengubahnya agar terlihat seperti kamar suami istri. " Ucap Samuel mencium kening sang istri.
" Ayo sana bersihkan badanmu dan ganti pakaian... Besok kita akan ke mall membeli semua kebutuhanmu.. " Ucap Samuel.
Sheliya tersenyum lalu beranjak ke kamar mandi yang ada dikamar mereka.
Sedangkan Samuel memilih merebahkan tubuhnya dikasur empuk miliknya sembari menunggu sang istri.
Besok adalah hari dimana Samuel akan memulai hal baru dan ia akan pergi untuk mengurus perusahaan milik ayahnya.
Meski pun ragu Samuel akan tetap mencobanya.
Dikamarnya Zafran.
Ia baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk dibagian bawahnya.
Tok tok tok.
Suara pintu diketuk dan Zafran menyuruh untuk masuk.
Ceklek...
" Haiii.... "
" Kau ternyata ayo sini... "
Ziyan menghampiri kesana dan menduduki dirinya dikasur milik Zafran.
" Kau mandi. " Tanya Ziyan.
" Iya. " Singkat Zafran sambil mengeringkan rambutnya.
" Apa kau tidak mandi. " Tanya Zafran balik.
" Dingin aku tidak kuat mandi malam malam.... "
" Hmmm... "
" Ohya Zafran apa besok kau akan kesekolah... "
" Eumm sepertinya iya apa kamu mau ikut. "
" Tentuuu kan mulai sekarang kita akan tinggal disini... Tapi aku-
" Belum punya perlengkapan..?? Ck.. Kau ini.. Untuk sementara kan kau bisa memakai punya ku nanti papa juga akan membelikan yang baruu.. Pokoknya tenang saja.. Besok kita akan kesekolah ku bersama sama.. " Jelas Zafran.
" Oke baiklah... "
Zafran lalu mengambil beberapa baju sekolah dan baju kaos dari lemari dan menaruh dihadapan Ziyan.
" Apa ini. "
" Pakai saja punya ku dulu sebelum papa membeli semua perlengkapan mu.. Dan tas ambil saja mana yang kau suka begitu juga sepatu. " Tunjuk Zafran kearah lemari sepatu dan tas yang punya berbagai macam merek.
Ziyan menganga melihatnya, dulu satu sepatu saja ia harus berhemat dan sekarang ia melihat sepatu yang jumlahnya tak terhitung.
" Terima kasih banyak Zafran.. "
" Sama sama... "
************
Pagi hari telah tiba.
Bibi Ahn dan Sheliya bangun lebih awal dan sekarang mereka berada di dapur menyiapkan sarapan.
Awalnya bibi Ahn melarang majikannya ikut membantu tapi Sheliya ngotot sendiri.
Dulu ia dan bibi Ahn juga sering masak bersama sebelum bibi Ahn tau kalau wanita ini adalah istri majikannya.
Dulu bibi Ahn begitu banyak bercerita sambil memasak tapi sekarang rasanya agak asing.
Melihat kecanggungan itu Sheliya pun menjelaskan kalau bibi Ahn tidak perlu sekaku itu dan jadilah mereka bercerita akrab seperti dulu lagi.
Dikamar nya Samuel ia juga sudah siap dengan jas kerjanya begitu juga dengan Ziyan yang sudah mempersiapkan diri untuk sekolah.
Pak Bahar dan Bu Yana turun kebawah setelah membersihkan diri disusul oleh Samuel dan Ziyan yang juga turun.
Jadilah mereka berpapasan dimeja makan dan duduk dikursi masing-masing.
" Apa Ziyan akan bersekolah juga untuk hari ini. " Tanya Samuel melihat penampilan anaknya.
" Iya pa... Aku akan kesekolah bersama Zafran dan kau tau pa Zafran juga membagi perlengkapan nya dengan kuu... " Jelas Ziyan bersemangat.
" Nanti papa akan belikan semua kebutuhanmu yaa serta kebutuhan ayah dan ibu dan juga istriku pokoknya semuanya... " Ucap Samuel tersenyum.
" Ohya apa Zafran belum turun. " Tanya Samuel.
" Memang sudah kebiasaan nya bangun terlambat walau bukan hari libur. " Sheliya menjawab pertanyaan suaminya sambil menaruh beberapa piring di hadapan mereka.
" Hah anak itu. "
Tap tap tap tap......
Derap langkah kaki menuruni tangga dan menampilkan Zafran yang sudah siap dengan seragamnya.
" Huaaamm kalau bukan karena Ziyan aku tidak akan bangun sepagi ini.. " Zafran menarik kursi dan duduk disamping kembarannya.
" Terimakasih.. "
" Hmmm... "
" Papa akan mengurus pendaftaran ziyan nan-
" Tidak usah pa biar aku saja papa kan harus kekantor lagipula kami sudah gede biar aku yang urus. "
" Kamu yakin Zafran.. "
" Seratus persen maa.. " Ucap Zafran meyakinkan semuanya.
" Yasudah kita sarapan dulu. "
Setelah sarapan mereka pun berangkat.
Samuel pergi ke kantor menggunakan mobil sedangkan Zafran menggunakan motornya dan membonceng Ziyan.
Sheliya dan orang tuanya tinggal dirumah itu karena mereka tidak harus pergi kemana mana.
" Aku gugup Zafran... "
" Tenang saja kan ada aku. " Ucap Zafran dibalik helm full face nya.
" Biasanya jam segini aku masih berada dirumah tapi demi saudara ku aku rela berangkat pagi pagi.. "
" Hahah kau memang saudara terbaikkk... "
" Ohya sampai disekolah nanti kamu gak boleh gugup, kamu harus cool dan bilang aja kalau ada yang tanya kamu itu saudara kembar aku. "
" Siaapp... "
" Nanti ada para sahabat ku mereka pasti terkejut melihat kita kembali dan sekolah disana.. Kamu juga harus berteman dengan mereka.. "
" Hmm ya akan kucoba.. "
Mereka pun sampai disekolah.
Zafran memarkirkan motornya, sepertinya masih sepi baru dua atau tiga siswa yang lewat.
" Waaahhhh besar sekali sekolahmuu..... " Sekali lagi Ziyan terpukau melihat kemewahan.
" Dimana kelas kita. " Tanya Ziyan.
" Disit- akhh.. " Zafran memegang perutnya.
" Kamu kenapa. " Panik Ziyan.
" Mules aku ke toilet bentar ya kamu keliling keliling aja dulu daa... "
" Tapi... "
" Aku udah gak tahan bentar yaa.. "
Zafran berlari kearah menuju toilet.
" Aiiss aku mana ngerti disini. "
Ziyan mulai berjalan menyusuri koridor sekolah tak berhenti mengagumi bangunan indah itu sampai tiba tiba ia menabrak seorang siswa.
" Aduuhh... " Siswa itu terjatuh dan dengan cepat Ziyan meminta maaf dan membantu siswa tersebut.
" Maaf aku tidak sengaja. " Siswa itu bingung melihat Ziyan. Baru saja siswa itu ketakutan karena ia menabrak seorang siswa yang terkenal kejam tapi apa siswa yang dikira Zafran itu malah meminta maaf.
" Kamu kenapa bengong.. " Tanya Ziyan.
" Aaaa.. Ee.. Aaee.. "
" Hei kenapa sih.. "
" K-kamuuu.. K-kok gak marah. " Tanya siswa itu agak takut.
" Jelas jelas aku yang salah kenapa harus marah.. " Ziyan tersenyum semakin membuat siswa itu aneh dan kabur seketika.
" Hei hei kok kabur sih.. Aku menyeramkan yaa.. Hah yasudahlah. " Ziyan melanjutkan jalannya.
Beberapa menit kemudian sekolah itu sudah terlihat ramai membuat Ziyan semakin merasa asing tapi ia tidak boleh gugup.
Beberapa siswa menatapnya aneh dikarenakan penampilan yang mereka kira Zafran sangat rapi saat ini dan lagi ia juga menyapa semua orang dengan senyum ramahnya.
Biasanya Zafran akan berjalan dengan gaya songongnya dan menganggu orang yang ia lihat tapi sekarang sungguh berbeda.
Apa selama ini dia menghilang karena amnesia.
" Haii... Pagi... " Sapa Ziyan pada segerombolan siswa siswi yang berjalan berpapasan dengannya membuat segerombolan itu bergidik ngeri.
" Hai.. Pagi... Hai... "
" Dia kenapa.. "
" Mungkin amnesia.. "
" Lihat saja penampilan nya sangat berbeda dari Zafran yang kita kenal dulu.. Dan dia nyapa kita biasanya dia itu gak peduli Sama skitarnya. "
" Apa selama menghilang itu dia kecelakaan ya dan kepalanya terbenturrr.. "
" Terus amnesia.. "
" Lihat bukan murid saja yang di sapa tapi semut disapa juga. "
" Itu amnesia apa gila. "
" Kasihan ya Zafran mungkin itu karma karena selama ini ia suka ngebully. "
Memang benar karena terlalu senang, Ziyan tidak bisa mengkondisikan dirinya sampai siapa pun yang lewat ia sapa dengan senyum ramah begitu juga para semut yang numpang lewat.
Hingga para sahabat Zafran yang melihat itu merasa aneh dan setelah di telisik lagi itu bukanlah Zafran tapi Ziyan.
" Ciahahaha... Lihat noh tu anak ngapain coba. " Eunseo yang memang receh tidak bisa menyembunyikan tawanya.
" Itu beneran Ziyan, mereka udah kembali kesini.. " Jaywoo sangat senang begitu juga dengan dua temannya.
" Kok Ziyan cuma sendirian Zafran kemana. " Kay tak melihat keberadaan salah satu sahabatnya.
" Ayo kita Kesana. "
Mereka bertiga menghampiri Ziyan dan langsung memeluk saudara sahabatnya itu.
" Akhirnya kalian kembali kesini kita kangen tauuu... "
" Gue pikir kalian bakal tinggal disana selamanya... "
" Kita senang banget tauuu.. "
" Eee l-lepass... "
Ziyan merasa sesak dan mereka pun melepas pelukannya.
" Kalian temannya Zafran ya.. " Tanya Ziyan yang memang sudah pernah melihat mereka sebelumnya.
" Iya lo Ziyan kan. " Kay balik bertanya.
" Kok tau.. "
" Ya secara lo kan culun kita ngenalin kalian lewat penampilan haha.. " Jujur Eunseo yang langsung ulti.
" Heh Eunseo... Maaf ya teman kita ini emang selalu menjunjung kejujuran... Eh Zafran kemana. " Kini Jaywoo yang bersuara.
" Dia mules tadi ke toilet tapi belum kembali sampai sekarang.. "
" Hmm kebiasaan tu anak yaudah kita ke kelas yok. "
Mereka merangkul Ziyan dan menuju ke kelas.
Sampai dikelas, Ziyan disambut dengan tatapan aneh karena penampilannya.
Dan Ziyan malah mengulas senyum membuat seisi kelas semakin merasa aneh.
" Kenapa mereka semua menatapku seperti itu. " Bisik Ziyan pada Jaywoo.
" Itu karena saudaramu adalah orang yang ditakuti dikelas ini, makanya mereka merasa aneh ngeliat kamu yang tiba tiba ramah seperti tadiii.. " Jelas Jaywoo.
" Hahahah... Mereka pikir Zafran itu amnesia.. Hahah.. " Ucap Kay sambil tertawa.
" Haloo... Hah... Hah... Maaf ya tadi aku ketiduran di toilet, ternyata kamu sudah disini toh.. " Zafran masuk ke kelas itu lalu mendekati Ziyan membuat seisi kelas kecuali sahabatnya Zafran tercengang tak percaya.
Melihat tatapan aneh dari mereka Zafran pun mengatakan. " Perkenalkan ini kembaranku Kim Ziyan namanya. "
" APAA... KEMBAAARR.....?????.. " Jawab mereka semua serempak.
Membuat ketiga sahabatnya Zafran tertawa, tentu saja mereka semua akan terkejut seperti itu.
***************