Handsome Twins

Handsome Twins
bab 38 pindah ke Indonesia???



Sudah satu Minggu Zafran dirawat dan akhirnya diperbolehkan pulang.


Dan dalam Minggu itu sahabatnya Zafran juga sempat menjenguk mencurahkan isi hati mereka selama Zafran tidak ada disekolah.


Sahabat Zafran tau dari Lee Mina yang mengatakan kalau Zafran sedang sakit dan dirawat dirumah sakit jadilah mereka menjenguk. Tak hanya itu Sihyung dan gengnya juga ikut datang karena mendengar pembicaraan Lee mina disekolah dan disana mereka semua berbaikan melupakan dendam.


Mereka juga sempat terkejut mengetahui tentang kembaran Zafran terlebih lagi Kay dan Eunseo yang sempat bercekcok dengannya. Sungguh kehidupan Zafran itu sangat misteri.


Lain dengan Ziyan, dirinya sempat sedih karena tak banyak waktu dengan Zafran Disana karena adiknya itu sibuk dengan para teman temannya.


Dan sekarang dirumah ia akan menghabiskan banyak waktu dengan adiknya berusaha untuk seakrab mungkin.


Mereka sedang berada disofa diruang tamu, Lee Mina sudah pergi ke sekolah begitupun dengan Chun Yo yang kembali kerumah sakit untuk bekerja.


Lalu orang tua mereka, Samuel dan Sheliya berniat pergi menjenguk Pak Kim dipenjara bagaimana pun juga orang itu adalah ayahnya Samuel dan mertua Sheliya.


Walaupun sangat benci Sheliya tetap menahan hatinya agar tak emosi saat ketemu beliau.


" Hai..." Sapa Ziyan pada kembarannya.


Zafran menoleh dan tersenyum ia tau remaja disampingnya ini merasa canggung.


" Kita ini kembar kenapa harus canggung gitu sih. " Ucap Zafran sambil tersenyum.


" Eee aku.... agaknya masih canggung aja karena lama tak bertemu. " Jawab Ziyan kikuk.


Dengan segara Zafran merangkul kakaknya membuat Ziyan terkejut.


" Kita ini kembar tapi kenapa banyak berbeda...kau ini malu malu sedangkan aku tak tau malu... " Ucap Zafran sadar diri membuat Ziyan terkekeh.


" Ahaha kau ini...bisa sadar diri juga yaa..."


" Iya dong secara aku inikan anak yang baik. "


" Hmm baru dibilangin udah besar kepala aja kamu. "


" Eh Ziyan-


" Panggil aku kakak.." sergah Ziyan cepat


" Hallah cuma beberapa menit lebih tua jugaaa.. " ujar Zafran.


" Kan aku juga ingin menjadi seorang kakak.." balas Ziyan.


" Tapi panggilan disini bukan Kakak tapi Hyung..."


" Terserah kau saja kalau begitu disini kamu panggil Hyung kalau disana nanti panggil aku Kakak. "


" Dan aku akan tetap memanggilmu Ziyan ahahah. " Ucap Zafran ada sambil tertawa.


" Oww dasar Adik nakal. " Ziyan dengan cepat menggelitik Zafran yang tertawa terpingkal-pingkal karena geli.


Begitu juga dengan dirinya yang ikut tertawa.


Ternyata tidak butuh waktu lama untuk mereka akrab.


                       *************


Ditempatnya Sheliya dan Samuel, mereka kini berada dikantor polisi sedang berbincang dengan Pak Kim yang sudah menjadi tahanan.


" Appa buanglah keegoisan mu dan terima Sheliya menjadi menantumu aku yakin Sheliya juga akan memaafkan semua perilaku mu. "


" Tidak aku tidak akan pernah menerimanya. " Sergah Pak Kim cepat.


" Kami datang kesini baik baik appa bahkan menyempatkan waktu untuk menjengukmu disini tapi kau masih tetap sama keras kepala. " Ucap Samuel frustasi.


" Apa anak itu sudah mati ha...kurasa iya mana mungkin ia bisa bertahan. "


" Dia baik baik saja dia anak yang kuat bahkan sekarang ia sudah kembali sehat. " Jawab Sheliya datar.


" Hah..." Pak Kim membuang muka tak tau harus mengeluarkan Kalimat apa lagi.


" Mungkin ini pertama dan terakhir kami menjenguk appa karena setelah ini kami akan pindah ke Indonesia. " Jelas Samuel.


" Maafkan semua kesalahanku appa mungkin selama menjadi anak mu aku hanya bisa menyusahkan mu. Aku akan pergi tidak akan mengganggu mu lagi setelah ini. "


" Aku juga minta maaf, mungkin aku bukan menantu yang baik untukmu tapi Zafran adalah orang yang salah kau jadikan sasaran, jika saja kau memperlakukannya dengan baik mungkin ia akan lebih menyayangimu..aku minta maaf atas segala kekurangan ku..."


Pak Kim tidak menjawab dan mempertahankan airmata yang hendak meluncur, sebenarnya ia sangat ingin mengatakan iya namun hatinya masih mempertahankan keegoisannya membuat dirinya gengsi untuk berucap.


" Kami permisi ayo sayang Ziyan dan Zafran pasti sudah menunggu. "


Samuel dan Sheliya bangkit darisana meninggalkan Pak Kim.


Sepeninggallan mereka ternyata Pak Kim menangis tak mengerti dengan perasaannya sendiri, apakah beliau akan melunakkan hatinya atau kah tetap mempertahankan keegoisannya.


Sheliya dan Samuel tak langsung pulang ia berhenti disebuah tempat yaitu di pantai.


Sheliya ingin menenangkan hatinya sebentar.


Wajah cantiknya selalu tak pernah luntur walaupun sudah belasan tahun. Mata yang persis seperti kedua putranya terus memandang air laut yang nampak berisik dengan ombaknya.


Setetes airmata lolos dari mata itu hingga Samuel merangkulnya kedada bidangnya.


" Apa lagi yang kau pikirkan hmm kedua anak kita sudah bersama dan kita juga sudah bersatu kembali... tinggal aku membawa kalian ke Indonesia..jangan bersedih lagi..kenapa kau ini hobi sekali menangis sekarang kemana Sheliya yang nakal dulu. "


" Bahkan sampai saat ini ayahmu belum bisa menerima ku...apa aku terlalu buruk...hiks..."


" Sssstt jangan katakan itu...mungkin hatinya belum terbuka dan tidak menyadari betapa berharganya menantu seperti mu.."


" Restu orangtua itu penting dan selama ini kita menderita juga mungkin karena itu penyebabnya..."


" Sheliya tolong berhenti mengatakan hal seperti itu...hei dengarkan suamimu ini, semua ini sudah takdir oke. "


" Tap-


" Mau ku cium seperti waktu itu lagi. " Goda Samuel membuat Sheliya malu malu kucing.


" Aiss jangan disini.. " ucap Sheliya.


" Ooww Jangan disini tapi dirumah yaaaa yaa yay. "


" Sssttt diamlah..." Kini kedua pipinya telah merah merona.


" Hei hmmm apakah kau tidak berencana memberikan Ziyan dan Zafran seorang adik.."


" Haisss Jangan macam macam..." Kini Sheliya memukul pelan dada suaminya membuat Samuel tertawa lepas.


" Aku belum kepikiran kesitu karena kau tau sendirikan selama ini mereka berdua kurang kasih sayang lalu kenapa kita malah memfokuskan pada hal lain. "


" Aku ingin menyayangi mereka sepenuhnya bagiku kehadiran mereka berdua sudah cukup. " Lanjut Sheliya.


" Eumm belum tapi nanti..."


" Hei sudahlah diam...."


" Ahahahah oke oke nyonya...."


" Lagipula aku hanya bercanda karena aku juga ingin menghabiskan waktu bersama mereka menyayangi mereka sepenuhnya daaann istriku. " Jelas Samuel.


Sheliya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya dicekuk leher suaminya.


" Hmm ternyata disini kau mau bermanja eohhh..." Goda Samuel sambil memainkan rambut Sheliya.


" Dirumah ada anak anak lagipula kasian sama sahabat mu itu..." Jawab Sheliya lagi lagi membuat Samuel tertawa.


" Tapi disini banyak orang. "


" Kau suamiku seorang bukan punya banyak orang jadi apa masalah nya dengan banyak orang jika aku bermanja padamu. " Jawab Sheliya masih dengan posisi yang sama.


" Ahahaha dasar istrikuu...inilah yang membuat aku semakin jatuh cinta padamu.....cinta kita itu kuat ya...banyak sekali rintangan tapi walaupun begitu tidak ada dari kita yang merasa lelah.....inilah hasil kesetiaan dan sabar yang kita dapatkan.... semoga kedepannya selalu begini yaa. " Samuel mencium kening istrinya.


" Rasanya baru kemarin kita menikah dan masih jadi pengantin baru. " Lanjut Samuel.


" Walaupun gigimu sudah rontok nantinya dan kau punya banyak uban serta kerutan diwajahmu aku akan tetap mencintaimu.. " ucap Sheliya sambil menyentuh hidung mancung suaminya.


" Walaupun kau sudah pikun nantinya aku akan tetap terima yang penting jangan pikun terhadap diriku. " Tambah Samuel.


" Kau adalah takdir ku yang paling indah... "


" Kau juga penyembuh luka untukku, terima kasih telah datang dikehidupanku tak bisa kubayangkan bagaimana gilanya diriku saat ditinggal nikah oleh pak Arman, dan syukurlah kau datang kembali mewarnai hidupku..."


" Mendung bukan berarti hujan dan setelah hujan belum tentu ada pelangi karena mungkin itu hujan badai. "


" Tapi yang pasti hujan itu ada. "


Setedik kemudian mereka pun tertawa merasa geli sendiri.


" Tau tu kamu yang duluan."


" Aku tidak akan menjadikan mu sandal yang selalu kubawa dan setelah rusak aku buang tapi aku akan menjadikan mu sebagai kepalaku Karena tanpa kepala aku tidak bisa hidup dan kepalaku tak kan bisa digantikan dengan yang lain. "


" Ahahahaha kenapa gombalanmu ngeri sekali. " Sheliya tertawa juga merasa terharu.


" Aku seriussss..." Ucap Samuel.


" Kamu bukan payung yang kubawa hanya ketika hujan tapi kamu adalah Kim Samuel yang selalu aku cintai...ahaha..aku juga bisa kaaann.. "


" Eumm belum terlalu..." Ucap Samuel.


" Aiiss jawab aja iya. " Tegas Sheliya berpura pura melototi Samuel.


" Hah menakutiku hanya modal melototiku bagaimana kalau ini.."


" Ahhh apa yang kau lakukan.


Samuel menggendong Sheliya sembari berputar putar dan tertawa begitupun dengan Sheliya yang tak kalah senangnya.


Persis seperti pengantin baru padahal anak anak mereka sudah pada remaja dan Samuel masih tetap kuat menggendong sang istri sama seperti dulu ia melakukan hal yang sama seperti ini dan sekarang terulang lagi.


Ini adalah momen membahagiakan setelah melewati banyak rintangan.


Memang benar hanya perlu doa, usaha, dan sabar untuk menghadapinya.


Sekarang lihatlah mereka berdua yang kembali tertawa bersama dengan kebahagiaan yang sederhana.


                    ***************


Malam harinya dikediaman Chun Yo dimeja makan karena ini waktunya makan malam.


Meja itu terisi banyak orang serta candaan dan tawa selalu terdengar.


Zafran juga tidak merasa canggung lagi dan bersikap baik terhadap Lee Mina.


" Ohya secepatnya kita akan kembali ke Indonesia. " Ucap Samuel disela sela tawa mereka dan terhenti seketika.


" Benarkah papa...tak sabarnya aku bertemu dengan kakek dan nenek serta ayah dan ibu disana. " Jawab Ziyan girang sedangkan Zafran tampak memikirkan sesuatu.


Sheliya tersenyum ia juga sangat rindu pada keluarganya disana.


" Kenapa harus secepat itu Paman, padahal Mina senang karena rumah ini selalu ramai. " Lesu Mina.


" Minaa jangan seperti itu mereka juga punya keluarga disana dan mereka harus pulang. " Nasehat Chun Yo pada putrinya walau sebenarnya ia juga merasa kesepian jika tak ada mereka.


" Baiklah appa. " Lirih Mina.


" Tenang saja kami tidak akan melupakan Kalian. " Ucap Ziyan berusaha mengembalikan mood Lee Mina.


" Iya. " Singkat Mina.


" Ohya Zafran khusus untuk kamu sebelum kita pulang kesana kamu harus sedikit belajar bahasa disana, tenang saja kamu akan mendapatkan les nya nanti. " Jelas Samuel.


" Kenapa harus belajar. " Ucap Zafran berat hati.


" Nak agar mempermudah kamu berkomunikasi disana lagipula Ziyan juga melakukan hal yang sama sebelum terbang kesini ayolah sayang kita belajar sama sama oke. " Lembut Sheliya sambil mengelus rambut Zafran.


" Tapi aku tidak yakin bisa menghafal kosa kata secepat itu. "


" Kita bisa menunda penerbangannya dan fokus pada les mu dulu. " Ucap Samuel.


" Kenapa harus ditunda. " Ziyan merasa tak terima karena ia sudah terlalu rindu.


" Sayang kasihan adikmu tidak apa apa kan. " Kini Sheliya yang bersuara.


Dengan berat Ziyan mengangguk pelan walau hatinya sedikit tak terima.


" Aku tidak tau tapi aku merasa kasih sayang mereka tidak adil. " Batin Ziyan sedih.


                        *************


Keesokan harinya, setelah sarapan mereka menuju kegiatan masing-masing. Zafran juga kembali masuk sekolah dan sekarang tinggallah Ziyan dan Sheliya dirumah itu beserta para pembantu.


Disekolah Zafran ia disambut sangat heboh oleh para sahabatnya tak lupa mencurahkan rasa rindu.


Bel masuk pertama telah usai dan singkatnya jam istirahat telah tiba.


Seperti biasa mereka berempat nongkrong di belakang sekolah melewatkan jam makan siang.


" Kita kangen tau sama Lo. " Ucap Kay.


" Untung hari ini Lo masuk sekolah kalo enggak kita bakal jenguk kerumah Lo lagi. " Tambah Eunseo.


" Kelas sepi tau gak ada Lo." Ucap Jaywoo sambil menepuk pundak Zafran.


" Ciahahahaha emang ya gue itu orangnya ngangenin hmm gak bisa kan kalian tanpa gue. "


" Kita udah terbiasa bersama sama jadi agak canggung jika ada yang kurang dari kita berempat. " Jelas Jaywoo.


" Tapi setelah ini kalian harus terbiasa...." Ucap Zafran tiba tiba membuat mereka bertiga heran.


" Maksud Lo apa. " Tanya Kay.


Zafran menghela nafas panjang memerhatikan satu persatu sahabatnya secara bergantian.


" Gue dan keluarga gue berencana pindah ke Indonesia. " Lirih Zafran.


" APAA???..." Sahut mereka bertiga serempak.


" Gak usah ngerjain kita lo pasti bohong kan. " Kata Eunseo merasa tak rela jika yang dikatakan itu benar.


" Gue serius. "


" Ngapain sih Lo pindah kan udah tenang disini ngapain pake pindah lagi sih. " Kesal Jaywoo memalingkan wajah karena tak mau Zafran melihat kalau ia menangis.


" Plis deh Zaf apa Lo tega ninggalin kita haa. " Kay tak kalah sedih mendengar itu.


" Orang tua bilang gue harus ketemu sama kakek dan nenek disana jadi mau gak mau gue akan pindah kesana. " Jujur, Zafran lebih senang tinggal disini.


" Lo tega gitu ninggalin kita hikss....gue gak mau zaf...Lo itu sahabat kita...hikss gak bisa gitu hikss...." Eunseo menangis ia tak bisa menahannya.


" Ck kalian jangan gitu dong gue ikut nangis nih. " Zafran menyeka air matanya yang telah berhasil meluncur.


" Bertahun tahun lho kita sahabatan susah senang sama sama, nakal bareng, dihukum bareng, suka gangguin bareng, apa apa bareng terus kenapa tiba-tiba Lo bilang harus pisah sama kita...Lo pikir kita gak sedih apa...hiksss..." Kay sekarang juga ikut ikutan.


" Pliss kalo gue bisa milih gue akan milih tetap tinggal disini tapi ini sudah keputusan keluarga gue. "


" Kalian Kay, Eunseo jangan gitu, Zafran juga berhak menentukan hidupnya. " Jaywoo masih enggan menatap zafran.


" Jay-


" Pergilah Zafran tapi satu hal yang perlu lo ingat, jangan pernah lupakan kita teruslah anggap kita sahabat lo sampai kapanpun. " Kini Jaywoo berbalik menatap sahabatnya.


Grepp..


Zafran memeluk Jaywoo sambil menangis sungguh ia juga tak rela meninggalkan para sahabatnya.


" Kita sayang sama Lo zaf. "


" Gue jugaa.."


Kay dan Eunseo ikut memeluk dan menangis bersama.


Memang sekarang waktunya mereka melakukan hal ini sebelum Zafran benar benar pergi entah itu hanya pergi ke Indonesia atau pergi ketempat lain.


" Jangan pernah punya sahabat baru disana karena sahabat Lo cuma kita. " Ucap Eunseo disela sela tangis.


" Iya iya tenang aja. " Balas Zafran.


" Jaga diri Lo baik baik jangan sampai jantung Lo sakit lagi... jangan terlalu kecapean selalu jaga kesehatan. " Ujar Jaywoo memperingati.


" Iya iya para sahabat ku. " Sahut Zafran merasa senang akan perhatian mereka.


" Jangan pernah lupa memberi kabar pada kita waktu Lo udah disana. " Tambah Kay.


" Itu pastiiii..."


Mereka pun saling tersenyum dan akan menghabiskan waktu bersama disini sampai melewatkan jam pelajaran setelah bel masuk kembali.


Tidak perlu diherankan lagi karena mereka adalah juaranya membolos pelajaran.


                         *************