
" Ya untuk ronde pertama silahkan istirahat dulu sekarang kita beralih ke ronde kedua ayo bersiap siap. "
Prrrriiiiiiiiiipppppppppp...........
" Kau hebat Tao akhirnya kita bisa masuk final..." Puji Sihyung pada Tao yang berhasil berlari dengan cepat walaupun mereka di peringkat kedua tapi yang penting mereka bisa bertanding sekali lagi.
" Walaupun kedua setidaknya bisa punya kesempatan untuk berlari sekali lagi. " Bangga Jaemin sambil duduk dipinggir lapangan diikuti oleh Sihyung dan Tao sedangkan Zafran ia terlihat tidak baik baik saja ia terus ngos ngosan daritadi.
" Tapi kau tau kenapa aku berada di peringkat kedua tadi. " Tanya Tao pada Sihyung dan Jaemin.
" Kenapa. " Jawab Jaemin sekaligus bertanya menanggapi.
" Itu karena dia. " Tunjuk Tao pada Zafran melalui lirikan matanya.
Zafran yang berdiri dekat mereka merasa tak terima dengan nafas ngos ngosan ia berusaha membela diri.
" Ap-appa... Apa.. J-jangan menyalahkan ku ss-seenaknya. "
" Tapi lari mu tadi sangat lambat hingga aku tertinggal untung saja kakiku yang panjang dapat melewati mereka kalau tidak kita pasti akan kalah kan. " Bantah Tao yang masih tak terima dengan peringkat mereka yang kedua karena ia berharap dapat satu.
" Ak-aku juga sudah berusaha s-semaksimal mungkin. "
" Tapi tetap sajj.......................... "
" Sudahlah Tao ini telah berakhir yang penting kita kan bisa masuk final. " Lerai Sihyung yang juga sedikit kasihan melihat Zafran yang terlalu ngos ngosan.
" Kau duduklah sini. " Titah Sihyung pada Zafran sambil menepuk tempat kosong disamping nya.
Dikarenakan dirinya yang sudah terlalu lelah Zafran tak membantah lagi dan duduk disamping Sihyung.
Setelah duduk ia berusaha menormalkan nafasnya yang memburu memegang dadanya dan berdoa agar penyakit itu tidak kambuh sekarang, ia menutup matanya dan bibirnya bergetar sedang menetralkan nafasnya yang ngos ngosan.
Memang bagi orang normal lari seperti tadi adalah hal yang biasa tapi tidak bagi Zafran karena ia berbeda.
Melihat gerak gerik Zafran yang patut dicurigai Sihyung pun bertanya pada sosok disampingnya itu.
" Hei bocah kau kenapa, kami juga lari sama seperti mu tapi reaksi kami tidak selebay dirimu. "
Mendengar penuturan Sihyung, Jaemin dan Tao ikut melihat Zafran.
Jaemin yang melihat itu hanya tersenyum sinis " Ck... Dasar lemah. "
" Uuhhukk.. Uhuk... " Zafran terbatuk dan reflek dengan cepat Sihyung menyodorkan air bahkan ia membantu meminumkan nya pada Zafran.
Melihat adegan itu Jaemin dan Tao mengernyitkan dahi bersamaan karena sikap Sihyung yang seperti lupa saja hubungan ia dengan Zafran bagaimana.
Setengah air telah habis diminum Zafran membuat dirinya sedikit lega dan nafasnya mulai normal syukurlah teman hidupnya tidak bertamu saat ini.
Dan Sihyung baru sadar dan merutuki dirinya sendiri atas perhatian yang diberikan pada Zafran tadi.
Sekarang ia tak berani menatap kedua temannya karena pasti mereka juga akan mengejeknya.
" Terima kasih. " Ucap Zafran mendapat perhatian tak terduga dari musuhnya itu.
" Hmm.. " Jawab Sihyung singkat tak ingin memperpanjang lagi.
" Tujuan pertama kita apa hmm. " Bisik Jaemin pada Sihyung.
Mendengar itu Sihyung benar benar lupa ia seperti dibius ketika berhadapan dengan anak ini, awalnya ia ingin mencelakai Zafran tapi setelah melihat kondisi Zafran ia jadi tidak tega.
" Apa kau mendadak amnesia. " Lanjut Jaemin masih mendekatkan mulutnya di telinga Sihyung.
" Ssstt... Diamlah iya aku tau tapi tidak sekarang tunggu saja nanti. " Bisik Sihyung pada Jaemin.
" Kapan. " Tanya Jaemin lagi.
" Pokoknya tenang saja. " Jawab Sihyung santai.
Dan tiba tiba tiga teman Sihyung yang lain menghampiri mereka.
" Hei bagaimana hmm... Kami diperingkat pertama lho.. Bersiap siap di final nanti kami pasti bisa mengalahkan kalian karena yaaa tau sendirikan bagaimana lambatnya bocah itu... " Ucap Lee chan memojokkan Zafran dan memanas manasi teman-teman nya.
Zafran memilih diam tak ingin meladeni mereka saat ini.
" Jangan meremehkan bocah ini yaa walaupun benar sih. " Tambah Junjey sambil duduk disamping Zafran dan merangkul nya.
Zafran yang merasa rangkulan itu sebagai ejekan ia pun melepasnya dengan kasar.
Membuat Junjey hampir memukulnya tapi keburu ditahan oleh Sihyung.
" Lihat saja tim mu akan kalah Sihyung karena dia apa kau tidak takut hmm.. Kau liat sendiri kan tadi bagaimana lambatnya ia berlari. " Kini Jeno yang bersuara.
" Jangan sampai reputasi mu rusak karena dia, masa sih Sihyung kami harus kalah. " Ya ucap si kompor itu lagi.
" Tidak akan kalo sampai tim kami kalah maka semua ini gara gara dia dan dia harus menanggung akibatnya..... " Sambung Jaemin karena memang ini rencana mereka yang ingin memojokkan Zafran.
" Kita lihat saja nanti. " Balas Zafran yang sudah geram mendengar ocehan mereka.
Mereka berenam yang mendengar itu malah menertawakan Zafran.
" Hahahahhh... Yang benar saja. "
" Bukankah lari mu itu seperti siput. "
" Kami melihat mu tadi. "
" Tao berada di peringkat kedua itu karena lari mu yang sangat lambat. "
" Jangan terlalu yakin untuk menang.. Kami kasihan melihatmu. "
Ejekan itu Zafran terima dengan sabar berusaha menulikan pendengarannya.
Prrrriiiiiiiiiipppppppppp.........
Tanda peluit bahwa ronde kedua telah selesai.
Dua regu yang cepat akan di masukkan final dan tiga regu didiskualifikasi alias dianggap kalah.
Dua regu itu adalah regu Eunseo dan Kay juga Jaywoo yang satu regu.
" Baiklah bapak beri waktu 10 menit untuk kalian istirahat dan setelah itu akan dilanjutkan untuk pertandingan yang masuk final tadi. "
Tiga remaja kelas dua itu langsung menghampiri Zafran yang sedang dipojokkan oleh enam kakak kelas itu.
" Hei sobat kau baik baik saja kan. " Tanya Jaywoo khawatir.
" Mereka tidak melukaimu kan. " Tambah Kay
" Kalau mereka macam macam bilang saja pada kami. " Tak tinggal dengan Eunseo juga.
" Terima kasih dan aku baik baik saja mereka tidak melukaiku. " Jawab Zafran senang mendapat perhatian tulus dari teman-teman nya.
" Ck... Haalllahhh... Lebay. " Ejek Tao.
" Syirik aje lo. " Eunseo yng tak terima langsung menyaut.
" Teman lo gak kami lukai upss.. Tapi tidak tau nantinya... Kalau saja ia kalah maka ia harus menanggung akibatnya hmm... " Ancam Sihyung dengan smirk nya.
" Memangnya apa. " Tanya Jaywoo geram.
" Yaa pokoknya kalau saja Zafran kalah maka jangan salah kan kami jika melakukan sesuatu padanya. " Tambah Jaemin.
" Sial ini pasti siasat kalian kan menjebak teman kami. " Emosi Kay yang tidak terima jika temannya dijebak seperti ini.
" Yaaa terserah... Karena dia telah berada di tim kami jadi dia harus menanggung nya. " Ucap Tao.
" Tapi kalian sendiri yang mengajaknya bergabung dengan kalian. " Eunseo yng konyol juga sedang emosi sekarang.
Mendengar itu mereka berenam hanya tertawa dan meremehkan empat orang yang lebih kecil dari mereka.
" Bagaimana kalo kita taruhan kan pasti lebih seru. " Usul Jaemin yang langsung disetujui oleh pihak mereka.
" Yap ide bagus katakan apa taruhan nya. " Setuju Junjey.
" Eummm.... Bagaimana kalo Zafran kalah dalam pertandingan nantiiii..... Maka ia harus menjadi babu kami selama satu bulan.... " Usul tak manusiawi itu sudah pasti dari Sihyung.
" Hei itu keterlaluan. "
" Ya itu tidak masuk akal tidak tidak kami tidak setuju. "
" Kalian kalo ngasih ide ngotak dikit napa haaaa.... "
" Tidak ada bantahan bagaimana lemah kau setuju kan. " Final Sihyung bertanya pada Zafran.
Zafran yang memang memiliki sedikit sifat kakeknya yang tidak mau kalah malah menyetujui nya dengan mantap membuat tiga sobatnya planga plongo seketika.
Susah payah tiga temannya itu membelanya tapi Zafran malah langsung menyetujui nya, aiiisss dasar cucu Kim Jongsuk.
" Zaf.... Lo gak waras apa jangan mau nerima usul gila itu kalo lo kalah gimana mereka itu licik tau. "
" Plis batalin Oke. "
" Gue gak terima kalo lo jadi babu mereka. "
" Tenang lah belum tentu juga kan aku kalah doakan saja aku menang agar aku bisa membalikkan usul itu pada mereka sendiri. " Santai Zafran.
Bukan meremehkan temannya sendiri tapi mereka sudah melihat sendiri bagaimana susahnya Zafran berlari tadi.
" Zafran...... " Lirih Jaywoo.
" Yakinlah.... " Ucap Zafran menenangkan Jaywoo.
" Kau baru saja pulihkan.. "
" Tolong jangan paksakan dirimu. " Jaywoo nampak menitikkan air mata dan dengan cepat pula ia menepis nya.
" Tolong percayalah padaku aku pasti bisa membungkam mulut mereka. " Yakin Zafran dengan sorot mata tajam.
" Siaaalll... KATAKAN memang nya kalau Zafran menang kalian mau apa. " Kay juga sangat emosi melihat temannya dipertaruhkan.
" Eummm itu gampang... Eummm bagaimana kalau Zafran menang maka kami akan membawa nya makan malam bersama kami kami akan mentraktir dia dengan sepuasnyaaa... " Usul itu Sihyung katakan tanpa ragu karena ia yakin kalo Zafran pasti kalah.
" Bagaimana dil kan. " Lanjutnya.
" Oke kami pegang kata-kata mu. " Final Jaywoo yang malas mendengar suara mereka.
" Yasudah silakan kalian kesana persiapkan diri kalian untuk bertanding.... " Ucap Jaemin terkesan mengusir mereka.
" Dan kau Zafran ikut kami kita satu tim kan. " Niat Sihyung memang ingin memisahkan mereka.
" Siapkan mental mu kawan.... Aku ini juara lomba lari. " Ucap Lee chan membanggakan diri sendiri.
Mendengar itu Zafran tidak akan patah semangat karena ia akan berusaha sesempurna mungkin.
Mereka berenam pun membawa Zafran agar terpisah dari teman-teman nya.
Dan tiga temannya tak ingin cari masalah lagi, kini mereka sedang mengkhawatirkan Zafran kalau saja ia akan kalah nanti.
" Bagaimana ini. " Tanya Jaywoo pada Kay dan Eunseo.
" Jangan sampai Zafran kalah bayangkan kalo dia jadi babu mereka selama satu bulan. " Balas Kay tak terima.
" Sungguh mengerikan ini tidak bisa dibiarkan, Zafran harus menang bagaimana pun caranya. " Ucap Eunseo khawatir.
" Ya kau benar, dan kita tidak boleh diam saja..." Tambah Jaywoo.
" Kalau begitu pikirkan sesuatu bagaimana caranya supaya Zafran Menang. " Ucap Kay.
Terlihat mereka bertiga berusaha berpikir mendapatkan cara bagaimana agar Zafran bisa menang, mereka sungguh tak tega jika sahabat nya itu dijadikan budak oleh musuh maka dari itu apapun akan mereka lakukan demi sahabat nya.
" Aahhaaa..... Aku punya ide. " Ucap Jaywoo yang lebih dulu terpikirkan cara itu.
" Apa. " Tanya Kay dan Eunseo serentak.
" Hmm... Dengarkan baik baik.... Bukankah kita juga masuk final. " Ancang ancang Jaywoo sebelum memberitahu rencananya.
" Yaaaa..... " Jawab Eunseo.
" Katakan apa rencana nya cepat waktu tinggal beberapa menit lagi. " Ucap Kay tak sabaran.
" Begini bagaimana kalo di pertandingan nanti... Kita mengalah dan memberi kesempatan zafran untuk melewati kita. "
" YAAAKHHHHH....... JANGAN TANYA LAGI ITU PASTI AKAN AKU LAKUKAN...... " Ucap Eunseo terlampau semangat hingga Kay dan Jaywoo terperanjat di tempat.
" Yaaa.... Semangat boleh saja tapi jangan sampai kau membuat jantung kami loncat. " Kesal Kay.
" Hehe maaf. " Nyegir Eunseo.
" Berarti oke kan usul gue...... Jadi kau eunseo berdiri lah dibaris terakhir penentu saat giliran mu berlari, larilah dengan lambat beri kesempatan Zafran untuk melewati mu dan aku juga akan melakukan hal yang sama. " Jelas Jaywoo yang langsung disanggupi Kay dan Eunseo dengan senang hati.
" Pastiiiiiiiii........... " Balas Eunseo semangat.
" Tapi satu hal lagi yang membuat Zafran tidak bisa menang walaupun kita sudah mengalah. " Ujar Kay menghentikan kesenangan dua temannya.
" Kenapa. " Tanya Jaywoo.
" Satu tim lagi yang pasti akan mengalahkan Zafran yaitu tim Lee chan, kau liat sendiri kan bagaimana cepatnya ia berlari tadi... Akhh.. Dan tidak mungkin Zafran dapat mengalahkan nya. " Jelas Kay khawatir membuat Jaywoo dan Eunseo kembali berpikir.
" Kau benar bagaimana ini. " Sahut Jaywoo.
Mereka kembali berpikir menemukan cara agar dapat membuat Lee chan kalah.
" Eee... Curang sedikit boleh kan. " Tanya Eunseo yang seperti sudah menemukan cara.
" Maksudmu. " Tanya Kay dan Jaywoo serentak.
" Kemari. " Eunseo menarik kedua temannya dan membisikkan sesuatu.
Setelah berkompromi dan mendengar usul Eunseo mereka agak ah tapi ini adalah cara satu satunya toh kakak kelas itu juga lebih jahat dari mereka.
" Yang benar saja, tapi aku setuju sekalian memberi pelajaran pada si songong itu. " Ucap Kay semangat.
Mereka bertiga pun tertawa entah karena apa atau hanya saling memandang saja mengingat usul Eunseo yang sedikit jahat.
" Yasudah ayo kita cari teman mu pasti di semak semak banyak. " Ajak Kay menarik Eunseo dan Jaywoo.
Hmmm tahukah apa rencana mereka, rencananya adalah mereka berniat menaruh ulat di baju Lee chan agar dia nantinya tidak akan nyaman saat berlari, dan pastinya dia juga akan kalah karena tidak bisa menahan geli saat ulat itu masuk ke dalam bajunya.
Usul konyol itu adalah dari Eunseo, itu memang curang tapi dibanding perlakuan enam setan itu tidak apa apanya dengan hal yng akan dilakukan sekarang.
Jangan tanya bagaimana Eunseo dan dua temannya menaruh ulat itu di baju Lee chan.
Tidak sulit menemukan seekor ulat disini apa lagi banyak sekali pohon pohon rindang dipinggiran lapangan dan pasti juga pohon rindang itu ada ulat nya.
Prrrriiiiiiiiiippppppppp.......
Suara peluit pertanda waktu istirahat mereka telah habis dan sekarang akan memasuki pertandingan final.
Empat regu yang masuk final langsung berbaris di tempat masing masing.
Sesuai rencana Kay Jaywoo dan Eunseo mulai mendekati tim Lee chan drama mereka pun dimulai.
" Haiii. " Eunseo melambai tangan sambil nyengir.
Lee chan beserta tim nya melihat mereka dengan aneh ada apa pada tiga bocah ini pikir mereka.
Dengan pelan Kay berjalan di belakang Lee chan sambil bersiul lalu Jaywoo ia mencoba mengalihkan perhatian tim Lee chan dengan mengoceh membanggakan dirinya.
Dan Lee chan sendiri ia sedang diajak ngobrol oleh Eunseo walaupun obrolan mereka terkesan saling mengumpat.
Dengan pelan dan pasti Kay langsung menaruh ulat yang sudah ditangkap tadi di kerah belakang baju Lee chan.
Setelah berhasil Kay pun kembali berjalan pelan meninggalkan mereka begitupun Jaywoo dan Eunseo juga ikut menghentikan ocehannya meninggalkan mereka menuju barisannya.
" Hah dasar bocah idiot. " Umpat Lee chan kesal.
Prrrriiiiiiiiiippppppppp..........
" Sudah siap semuaaaaaaaa... " Ucap Pak Hyianso setelah meniup peluit.
" Siaaaaapppp... " Balas empat tim itu.
" Oke semua fokuslah ini memang hanya permainan tapiiiii siapa yang berhasil mendapatkan peringkat satu maka tim itu akan saya beri hadiaaaahh.... " Ucap Pak Hyianso semangat.
Mendengar itu, semua merasa tergiur kecuali empat sahabat ini, Kay, Jaywoo, Eunseo tidak butuh hadiah karena tujuan mereka cuma satu yaitu membuat Zafran menang.
Begitu pun dengan Zafran soal hadiah ia tidak peduli ia berharap menang karena ingin membungkam mulut orang orang yang meremehkannya.
Geng Sihyung mereka ingin Zafran kalah karena agar bisa menjadikan Zafran sebagai babu mereka.
Masing masing telah bersiap barisan pertama dari masing masing tim terdapat Jaemin, Jeno, Kay, dan satu siswa kelas dua dari tim Eunseo.
Dan pada Barisan penentu menang atau tidak terdapat Zafran, Lee chan, Jaywoo dan Eunseo.
Zafran memegang tongkat ditangannya dengan kuat seakan sedang menyalurkan kekuatan nya.
" Satu............ Dua................ "
Prrrriiiiiiiiiippppppppp................
Begitu peluit berbunyi berhamburlah para pelari itu dengan sekuat tenaga membawa tongkat kepada temannya.
Kay yang merupakan pelari dari Barisan pertama dengan sekuat tenaga ia berlari memberikan tongkat pada teman satu timnya.
Begitu juga Jeno dari tim Lee chan juga tidak kalah cepat karena niatnya memang mereka harus menang.
Sedang kan Jaemin ia memang sengaja memelankan larinya selaku ia satu tim dengan Zafran.
Niatnya agar zafran tertinggal dan kalah.
Jeno dan Kay bersamaan sampai pada pelari kedua memberikan tongkat pada pelari kedua begitu juga dengan tim Eunseo yang tak kalah cepat.
Berbeda dengan Jaemin ia sampai paling akhir dan memberikan tongkat itu pada Tao selaku pelari kedua.
Sama hal nya dengan Jaemin, Tao juga berlari tidak terlalu cepat mengingat rencana mereka.
Sampailah tongkat itu pada pelari terakhir, Eunseo dan Jaywoo memang menerima tongkat paling awal begitu juga dengan Lee chan namun Eunseo dan Jaywoo sesuai rencana tadi mereka dengan sengaja memelankan larinya memberikan kesempatan Zafran yang berada paling belakang karena tertinggal itu juga karena Sihyung yang seperti sengaja berlari dengan lambat.
Zafran dengan sekuat tenaga berlari walaupun berada di paling belakang dan karena Jaywoo dan Eunseo ia dapat melewatinya dan sekarang ia berada di barisan kedua.
Eunseo dan Jaywoo tersenyum karena Zafran telah melewati mereka.
Namun Zafran harus bisa mengalahkan Lee chan yang berada paling depan.
Nafasnya mulai terengah engah namun Zafran tidak memperdulikan hal itu ia terus mengejar Lee chan yang berada di depannya walaupun jarak mereka bisa dibilang jauh.
Terdengar sorakan semangat untuk Zafran dari Kay dan teman-temannya yang lain karena melihat Zafran hampir bisa mendekati Lee chan.
Begitu juga dengan Jaywoo dan Eunseo mereka tidak peduli lagi dengan permainan ini, mereka berdua juga ikut menyemangati Zafran.
Menyoraki namanya dengan sekuat tenaga sampai semua urat leher mereka ikut terlihat.
" AYOOOOO SEDIKIT LAGIIII KALAHKAN DIAAAAA..... "
" ZAFRAN ZAFRAN...... AYO KIM ZAFRAN CUCU KIM JONGSUK.... "
" ANGGAP SAJA DIA ITU KAKEKMU.... AYO KALAH KAN DIAAAA... "
Mendengar itu Zafran semakin semangat sekuat tenaga ia berlari walaupun seperti nya setelah ini ia akan tidak baik baik saja.
Sedikit lagi dan ya sekarang ia sudah sejajar dengan Lee chan.
Melihat itu Lee chan tidak tinggal diam ia menancap gas lagi berlari agar bisa meninggalkan Zafran.
Tapi tiba-tiba ia merasakan sesuatu di bawah belakang lehernya, semakin lama Lee chan semakin geli ingin memaksakan berlari namun sepertinya rasa itu semakin menjadi jadi.
Dan saat hampir sedikit lagi berada di garis finish, reflek Lee chan menghentikan larinya karena kegelian dan inilah kesempatan Zafran dengan percaya diri tak lupa semangat ia pun bersorak sambil mengangkat tongkat itu keatas bersamaan ia memutuskan tali finish itu.
Sorak gembira pun terdengar dari kelas dua bahkan Jaywoo, Kay, dan Eunseo sampai menitikkan airmata melihat keyakinan Zafran dengan kegigihan yang luar biasa.
Sedangkan Lee chan berteriak kesal karena dengan bodohnya ia bisa kalah apalagi saat menemukan ulat di dalam bajunya.
Jangan tanya juga bagaimana kekesalan Sihyung dan para temannya.
Sungguh hal yang tak terduga bagaimana mungkin si lemah itu dapat mengalahkan Lee chan yang terkenal cepat itu.
Gagal sudah misinya menjadikan Zafran sebagai budak mereka dan ya mereka juga harus menanggung kemenangan Zafran yang sudah disepakati sebelumnya.
Zafran senang karena ia menang namun nafasnya semakin memburu dadanya terasa sesak.
Tunggu dulu jangan berakhir dulu karena ia harus memamerkan hal ini kepada Sihyung dan teman-temannya.
Dengan terengah-engah ia mendekati Sihyung yang sudah berdiri berkelompok disana terlihat raut wajah mereka sangat kesal tapi Zafran senang.
" B-bagaimana ha, benarkan apa yang aku katakan...... " Pamer Zafran.
Sihyung bungkam ia merasa malu karena terlalu yakin kalau Zafran akan kalah.
Begitu juga dengan Lee chan yang merasa lebih malu karena ia terlalu membanggakan diri.
Kay, Jaywoo, dan Eunseo mendekati Zafran dan merangkulnya.
" Kau hebat sobaaaaaattt... Kereeennnnnnnn..... " Puji Eunseo yang memang ingin memanasi Sihyung.
" Larimu tadi seperti kilat bahkan kau melewati kami dan Lee chan si sombong itu wah wah wah daebak sekaliiiiii.... Cucu Kimmm...... " Jaywoo juga ikut memanasi Lee chan.
" Kauuu.. Tidak usah mengataiku bocah.. " Kesal Lee chan sekaligus malu.
" Hebat kau memang hebat Zafran dan sekarang tepati janji kalian. " Tagih Kay yang tak mau Zafran tidak mendapat kesepakatan mereka karena sudah menang.
" Ya tapi hanya dia sendiri kalian tidak usah ikut campur. " Ucap Jaemin.
Karena memang kesepakatan seperti itu ya mau bagaimana lagi.
" Oke. " Singkat Kay.
" Yang penting teman kami mendapatkan hak nya. " Lanjutnya.
" Lihat sendiri kan tadi, a-aku telah mengalahkan mu Lee chan. " Geram Zafran karena mengingat bagaimana ia diremehkan tadi.
Lee chan tak bisa berkutik lagi karena Zafran benar kalau dia sudah dikalahkan.
Dalam hati Kay, Jaywoo, dan Eunseo tersenyum dan sedikit merasa berdosa juga.
" Dan k-kau S-sihyung.... " Ucapnya tersendat sendat sambil mendekati Sihyung menjajarkan tingginya walaupun Zafran harus mendongak ketika menatap Sihyung.
" A-aku telah membuktikannya a-aku sudah membungkam mulutmu bukan....... " Terlihat Zafran semakin susah payah bernafas namun tetap dipaksakan.
Sihyung yang mendengar itu hanya mendengus kesal dan membalas menatap Zafran tajam seakan ingin menerkam.
Tiba-tiba rasa itu menyerang, tamu yang selalu dikhawatirkan ketika datang sekarang telah tiba dan langsung saja tangan Zafran meremas dadanya.
Menundukkan kepalanya pandangannya mengabur seketika.
Brruukk.........
Pertahanan Zafran luruh seketika ia ambruk tepat dibadan Sihyung.
Sihyung yang melihat Zafran oleng ia pun reflek menangkapnya.
Tak hanya Sihyung semuanya terkejut begitu melihat Zafran yang pingsan, kala itu juga semua panik terlebih lagi Kay, Jaywoo, dan Eunseo.
Langsung saja Kay dengan suara toanya memanggil pak Hyianso dan detik itu juga pak Hyianso menghampiri mereka.
Semua siswa pun ikut mengerubungi Zafran yang pingsan di dekapan Sihyung.
Mereka semua penasaran tapi karena rasa khawatir lebih besar mereka menepis rasa penasaran nya.
Pak Hyianso dengan cepat memerintahkan beberapa orang untuk membawa Zafran ke UKS.
Karena Zafran berada ditangan Sihyung ia pun langsung menggendong nya ke UKS diikuti oleh Kay, Jaywoo, dan Eunseo.
Jaemin beserta gengs nya juga ikut mengikuti Sihyung.
*************