
Dua hari setelah zafran siuman hari ini ia kembali beraktivitas seperti biasanya.
Saat ini ia sedang bersama teman-temannya di taman belakang mumpung jam pelajaran pertama belum dimulai.
" Haahh...akhirnya aku bisa melihat teman-teman setanku lagi.. " Mulai Zafran sambil tidur dirumput bersih itu menatap langit cerah yang masih pagi.
" Yap kemana saja kau tiga hari ini.... Haa... Kenapa tiga hari itu kau tidak ada kabar.. " Ucap Jaywoo protes karena ia khawatir pada temannya.
" Huhh... Aku dirumah... Tapi kenapa kalian tidak menjenguk ku haa.. " Tanya Zafran.
" Aisss... Kalian keterlaluan.. " Lanjutnya yang langsung mendapat tatapan tajam dari tiga temannya.
" Tidak menjenguk pantat mu haa... Hari pertama kau tidak sekolah kami langsung kerumahmu saat jam pulang dan kau tau apa yang terjadi setelah kami sampai disana..." Diam Kay sejenak sebelum melanjutkan protesnya.
" Apa.... " Tanya Zafran polos.
" Aiisss... Lanjutkan Eunseo... " Pinta Kay pada orang disamping nya yang sedang menggali lubang sumurnya.
Merasa namanya terpanggil Eunseo pun menyudahi penggaliannya itu dan menjawab pertanyaan dari Kay.
" Yap peliharaan tua dirumahmu itu mengusir kami dengan suara petirnya. Ditambah lagi dia mengancam akan mengubur kami hidup hidup.. Ahhh. Sungguh mengering bukan. " jelas Eunseo dengan mimik wajah menyedihkan.
" Ahhh... Itu... Soal peliharaan itu... Eee.. Aku lupa mengurungnya kemarin... Kalian tidak digigit olehnya kan.. " Jawab Zafran santai.
" Dasaaarr... Cucu laknat itu kakekmu bodoh..... Tapi kau benar juga aku belum pernah melihat kakek kakek yang power full seperti kakekmu..... Aiisss.... " Ucap Jaywoo.
" Saking power fullnya rasanya manusia itu lama sekali matinya. " Kini wajah Zafran berubah mengerikan.
Melihat perubahan Zafran yang seperti akan menerkam mereka pun mencoba menenangkannya dengan mengalihkan pembicaraan.
" Eeee... Tenanglah sobat sebaiknya kita masuk ke kelas ayo... Hari ini cosplay jadi anak teladan oke... " Ucap Kay sambil menarik Zafran bangun dari tidurnya dan membawanya menuju kelas diikuti Jaywoo dan Eunseo juga.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
DITEMPATNYA ZIYAN.
Sama hal nya dengan Zafran ia juga sudah bisa kembali beraktivitas disekolahnya.
Masalah mimpinya yang bertemu Zafran ia belum menceritakan nya pada siapapun karena menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan hal tersebut, namun pikiran nya tak lepas dari adiknya itu.
Dimana pun dan kapanpun ia terus memikirkan sosok yang ada di mimpinya.
Otaknya sedang mencerna apakah itu hanya bunga mimpi atau pertanda bahwa kembarannya itu sedang tidak baik baik saja seperti yang dikatakan dalam mimpinya.
Hah sudahlah Ziyan sekarang tengah berada dikelas dan soal bulli sepertinya hari ini para pembulli itu tidak mengganggu Ziyan dikarenakan dia baru dikeluarkan dari rumah sakit tapi tidak tau besoknya.
Dia sedang duduk sendirian disaat teman temannya berkumpul bercanda ria karena hari ini para guru ada rapat.
Ziyan hanya bisa memandang keseruan teman temannya karena ia bahkan tidak punya teman bicara ditambah lagi teman sebangku yang baik dengan nya tidak datang hari ini.
" Huuh.. Zafran.. Itukah engkau... " Lirih nya kembali memikirkan mimpi itu.
" Jika benar mimpi itu pertanda, tunggu aku...Walaupun mustahil aku akan berusaha mencari mu entah bagaimana itu caranya. " Lanjutnya.
Ziyan lalu menelengkupkan wajahnya di meja dan lama kelamaan dirinya pun tertidur.
****************
KEMBALI KEPADA ZAFRAN MASIH DISEKOLAH NYA.
Jam pelajaran pertama telah usai kini masuk jam olahraga, setelah semua selesai ganti baju mereka lalu menuju lapangan.
Selain pelajaran matematika inilah pelajaran yang dibenci Zafran, sebenarnya pelajaran inilah yang dicintai namun karena kondisinya ia terpaksa harus membenci pelajaran yang ditunggu tunggu oleh para pelajar lain.
Sebelum guru olahraga datang masing masing murid punya kesempatan untuk bergosip, sama hal nya dengan empat remaja nakal ini.
" Akhirnya pelajaran yang kucintai tibaaa huuh... Bisa melihat dunia dengan indah. " Ya itu adalah Eunseo yang berkata membuat tiga temannya menanggapi dengan wajah julid mereka.
" Eun.... Bisa gak sih sehari aja lo tu gak lebayyy bisaa haa. " Kay yang selalu darah tinggi tidak bisa membohongi diri sendiri.
" Dan lo bisa gak sehari aja gak usah nyautin gue bisa lo.. " Eunseo yang tak terima langsung membantah.
" Ya lagian lo lebayyyyy... "
" Eh daripada lo tiap hari ngurusin orang gak capek lo... "
" Lo.. Jugg................ "
" Aiss sssstt.... Diam......kalian berdua sehari aja gak berantem bisa.... " Kini Jaywoo yang bersuara.
" Gak bisa. " Jawab kay dan Eunseo serentak.
" Eh kok jamaah sih nyautnya... Cieeee.... Cieee... " Ejek Jaywoo memanasi mereka.
" Idih ogah gue.. "
" Gue juga ogah kali yeee... "
Begitulah mereka selalu ribut kalo sudah berkumpul tidak peduli kapan dan dimana tapi hari ini Zafran hanya diam dari tadi disaat teman temannya asyik mengoceh, hati yang terlihat panik membuat ia tak bisa ikut mengoceh.
Menyadari Zafran yang hanya diam saja membuat mereka bertiga bingung dan menegurnya.
" Eh Zaf... Lo kenapa dari tadi bengong aja ada apa sih bestiiii... Kalo ada masalah cerita ama kita.. " Tegur Jaywoo sambil merangkul Zafran
" Ah... Eng-enggak kok gak ada apa apa gue cuma lagi sariawan aja... " Elak Zafran tak mau membuat para temannya khawatir.
" Sariawan, paramex obatnya... " Jangan heran lagi pada Eunseo.
" Aissstt... Gue santet juga lo lama lama. " Kay yang selalu kesal pada omongan konyol Eunseo.
Bohong jika Zafran sedang sariawan ia terdiam bukan karena hal itu tapi ia sedang memikirkan cara supaya bisa memberi alasan apa lagi kepada guru olahraga nya agar dia tak disuruh berolahraga.
Karena sudah sering kali ia meminta izin namun apakah hari ini guru olahraga nya memberi izin padanya lagi.
" Benerrr lo sariawan... " Tanya Jaywoo memastikan.
" Iya bener. " Jawab Zafran dengan pasti.
" Gak ada hal lain yang lo sembunyikan kann.... " Curiga Jaywoo yang merasa ada hal disembunyikan oleh sobatnya ini.
" Benerrr Jaywoo.... " Jawab Zafran meyakinkan salah satu teman yang paling perhatian padanya.
" Haalllahhh Jaywoooo lo kayak istri yang cemburuan amat ama suaminya ampe curiga gitu... Eh tenang aja suami lo gak bakal kegoda ama pelakor model dia nooo..." Nyinyir Eunseo yang menunjuk Kay seperti omongannya tadi.
Yang ditunjuk langsung tak terima hingga Kay mengambil jurus lomba lari dan mengejar Eunseo habis habisan.
Eunseo pun tak kalah cepat merasa dikejar oleh Kay.
Mereka berlarian bagai anak kecil hingga Zafran dan Jaywoo tak bisa berhenti tertawa melihat ketidak warasan teman temannya ini.
Disaat tertawa Zafran merasa cemburu pada mereka karena mereka dapat berlari dengan cepat dan bebas tanpa resiko sedangkan Zafran jangan kan lari lelah saja tidak bisa.
" Hahaha... Hei..... Hentikan... Hahahhaa... Kalian seperti anak kecil hei.... Hahahahha dasar konyol... " Jaywoo tak bisa menghentikan tawanya melihat Eunseo yang begitu ketakutan saat dikejar Kay, Ditambah lagi Kay yang tak mau mengalah terus mengejar buronan nya.
Kapan mereka berhenti ya sekarang karena suara peluit dari guru olahraga yang sudah datang, mendengar suara peluit para murid pun berkumpul dan berbaris begitu juga dengan Kay dan Eunseo yang ngos ngosan.
Ya disaat inilah melihat pak guru olahraga hati Zafran tak tenang bingung harus menjelaskan apa lagi, ingin memberi tahu ia juga tak mau membuat semuanya terkejut dan menganggap nya lemah.
Prriiiiiippppppp....... ( suara peluit).
" Semuanya berbaris dengan rapi.... Satu baris lima orang yang lebih sambung ke depan. "
Kay dan Eunseo berada dibaris belakang yang sama mereka pun kembali ribut memperebutkan barisan.
" Eh gue duluan... Annnjjj..... "
" Gue pertama.... " Bantah Eunseo.
" Eh enak aja gue yang duluannn... "
" Gue juga yang pertamaaa.... "
" Gu.................... "
Prrrriiiiiiiiiipppppppppp.........
" Apakah kalian ingin melihat bola ini terbang...Kalian berdua berdiri didepan. " Kini guru olahraga yang bernama Hyianso itu menghentikan keributan mereka berdua.
Guru anak dua itu memang terlihat agak kejam sehingga siapapun yang sudah ditegur beliau para murid tak akan berani membantah lagi.
Entahlah apakah hari ini guru itu masih mau menerima alasan Zafran lagi.
" Jika ada yang mau menggantikan saya didepan untuk berbicara silahkan....Saya izinkan. jika ada yang masih berbicara saya coret nama kalian.... "
Sepertinya suasana hati pak Hyianso saat ini kurang baik, tamatlah riwayat mu Zafran.
" Dengarkan saya absen. " Lanjut pak Hyianso.
Dan setelah habis mengabsen pak Hyianso memulai membuka pembicaraan.
" Hari ini kita akan gabung olahraga dengan kelas tiga karena guru olahraga mereka tidak bisa masuk karena sakit jadi untuk olahraga hari ini kita gabung. "
" Haahhhh.... " Ya yang ber HAH itu adalah Kay Eunseo dan Jaywoo karena kalo soal gabung olahraga mereka sangat malas apalagi dengan kakak kelas pasti mereka sebagai adik kelas akan diremehkan.
" Pak pak kenapa harus gabung sih malas tau ada mereka. " Protes Eunseo yang disetujui semua murid.
" Iya pak gak usah ya gak asyik tau ada mereka apalagi kalo mereka songong songong tuh pak. " Kay yang mendengar komentar Eunseo ikut menyetujui.
" He eumm pak. " Jaywoo juga ikut menyaut.
Zafran juga tidak senang namun dirinya tidak menambah komentar.
" Saya yang guru atau kalian kalo tidak mau diatur silahkan keluar. " Final Pak Hyianso yang membuat semua terdiam.
" Ck.. Galak amat sih... " Kesal Eunseo mengumpat dengan suara pelan namun dapat didengar oleh Kay disampingnya.
" Lagi pms kali. " Balas Kay dengan pandangan tetap lurus kedepan.
Eunseo yang mendengar itu hanya menggidik bahu acuh.
" Ya terus mana orang kelas tiga itu katanya gabung. " Tanya Eunseo yang tak melihat siswa kelas tiga dilapangan.
" Tunggu sebentar lagi mereka datang. " Jawab pak Hyianso.
Dan benar saja rombongan kelas tiga menghampiri lapangan.
Saat melihat dari kejauhan hati Zafran ditambah berdegup kencang karena melihat diantara mereka terdapat orang yang sangat dikenal oleh Zafran yaitu geng musuhnya begitu juga dengan Kay, Eunseo, dan Jaywoo yang ikut melihatnya.
Ia benar-benar tidak bisa mengelak sekarang jika meminta izin tidak olahraga ia pasti dianggap remeh oleh musuhnya.
Setelah rombongan itu mendekat mereka pun berbaris seperti barisan adik kelas nya namun gaya mereka benar seperti yang dikatakan Kay.
Terlebih lagi enam orang itu mereka benar-benar membuat Zafran dan tiga temannya itu muak.
" Baiklah karena semua sudah berkumpul maka saya akan memberi tau permainan yang akan kita mainkan untuk hari ini. "
" Yap bagaimana kalo hari ini kita main permainan lari estafet untuk yang laki laki dan untuk yang perempuan bermain bola voli. " lanjut Pak Hyianso
Usul itu langsung disanggupi oleh murid kelas tiga ck... Menyebalkan padahal kan mereka hnya numpang dipelajaran olahraga kami.
" Baiklah untuk yang perempuan silahkan menuju kelapangan volii dan yang laki laki tetap disini kita akan bermain lari estafet. "
Tak butuh waktu lama siswi kelas tiga dan dua itupun menuju ke lapangan voli kini tinggallah para siswa disana.
" Oke bersiaplah kita akan bermain lari estafet, setiap regu terdiri atas empat orang dan regu nya akan saya bagikan menurut absen bagi yang kelas saya. "
" Haaaahhhhhh.... " Ya yang tidak terima itu adalah Kay Eunseo dan Jaywoo karena pasti mereka tidak akan bersama karena nama mereka sangat jauh menurut huruf awal.
Apalagi Zafran namanya pasti diurutan terakhir karena nama mereka tidak diambil dari marga untuk sekarang.
" Pak jangan menurut absen dong. " Bantah Eunseo begitupun yang lainnya.
" Iya Pak kan bisa dipilih menurut masing-masing. " Tambah Kay.
" Iya Pak. " Jaywoo ikut membantah juga.
" Kalo gak menurut absen dan bapak memberi kebebasan pada kalian yang ada kalian malah ribut lagi. " Terang Pak Hyianso.
" Gak akan lagi deh Pak janji. " Eunseo mengangkat dua jari telunjuk dan tengahnya.
" Iya Pak lagian kenapa cuma kami doang yang menurut absen kok mereka enggak sih. " Kay masih tak terima.
" Eh karena kami bukan bocah kayak kalian yang kalo milih suka ribut. " Yang berkata itu adalah Jaemin dengan senyum smirknya.
Zafran sangat geram melihat mereka namun diurungkan.
" Ape lo. " Gaya Eunseo menakuti padahal dirinya sendiri yang gemeteran.
" Apa bocah. " Ledek Jaemin yang langsung dibalas tawa oleh geng nya.
" Eunseo udah gak usah diladenin orang songong. " Kini Zafran yang bersuara.
" Waahh... Liat tu bocah ngatain kita. " Ucap Lee chan sebagai kompor.
" Awas aja tu nanti. " Bisik Jaemin pada geng nya sambil mengepalkan tangannya.
" Sudah sudah disini saya yang guru dan keputusan saya tetap pada hal yang sama, baiklah dengar kan untuk siswa kelas dua saya bagikan regu kalian. "
Pak Hyianso lalu membagi regu menurut nama mereka.
Kay dan Jaywoo satu regu karena huruf awal nama mereka tak jauh berbeda, Eunseo bersama grup dengan yang lain begitupun dengan siswa yang lain telah terbagi.
Kini tinggal nama Zafran yang lebih karena dia diurutan terakhir dan semua murid telah terbagi.
" Wah Zafran kamu kelebihan orang. " Ucap pak Hyianso.
Wah ini kesempatan bagus bagi Zafran karena semua telah terbagi dan menyisakan dia seorang jadi pasti dia bisa tidak ikut berolahraga.
Hari ini ia beruntung pikir Zafran.
Terlihat Sihyung dan Jaemin berbisik dan setelah itu Jaemin mengangkat tangan ingin memberi komentar sepertinya.
" Eee... Pak.... " Panggil Jaemin sambil mengacungkan tangannya.
" Iya ada apa. " Jawab pak Hyianso.
" Bagaimana kalo dia bergabung dengan kami karena kebetulan regu kami kekurangan satu orang. " Usul Jaemin yang memang punya maksud lain.
Yah baru saja Zafran mengira hari ini hari keberuntungan nya namun itu salah karena si sialan itu menggagalkan nya.
Ini pasti rencana nya namun Zafran tidak bisa membantah lagi.
" Wawww itu ide bagus Oke Zafran masuklah kamu ke regu mereka. " Perintah pak Hyianso yang tidak bisa Zafran elak lagi ia pun berjalan menuju Jaemin dan Sihyung.
Kay, Jaywoo, dan Eunseo hanya menatap Zafran iba dan khawatir karena ini pasti siasat dari mereka, ingin mengadu pada pak Hyianso namun itu sama saja pria pms itu pasti tidak akan mendengarkan nya.
Dan regu Zafran terdiri atas Sihyung Jaemin dan Tao.
Sedangkan Jeno, Lee chan dan Junjey tetap bersama hanya ditambah satu orang lagi sebagai pelengkap.
" Baiklah semua bersiap ambil posisi masing-masing ingat ini hanya permainan jangan sampai ada perkelahian dan kecurangan tetaplah kerja sama dan jangan saling menyalahkan ketika kalah. " Arahan pak Hyianso pada semua siswa.
" Ingat bocah jangan sampai kita kalah awas kau. " Pelan Jaemin pada Zafran namun terkesan mengancamnya.
Mendengar itu Zafran hanya menggidikkan bahu acuh.
" Baiklah karena jumlah kalian 40 kemudian dibagi empat regu jadi berapa regu yang ditandingi. " Tanya pak Hyianso pada semuanya.
" Tunggu pak buka kalkulator dulu. " Yang terlalu jujur itu hanyalah Eunseo seorang.
" Sepuluh pak. " Jawab Sihyung yang memang salah satu murid terpandai dikelas.
" Yap berarti sepuluh regu dan lima regu akan ditandingkan berarti ada dua ronde yaitu ronde pertama dan dua. "
" Kelas mana yang mau lari di ronde satu. " Tanya pak Hyianso.
" Kelas kami dulu aja pak. " Tawar Sihyung yng merasa tidak terbebani dengan hal itu.
" Oke untuk kelas tiga bersiap ada lima regu, dan dua regu yang menang akan naik final melawan dua regu dari kelas dua Oke semua siaaaappp... "
" Siaaaappppp.... " Jwab siswa kelas tiga serentak yang sudah berdiri di posisi masing masing.
Sihyung berada di pertama lalu kedua Jaemin dan ketiga Zafran diakhiri oleh Tao dibarisan ke empat sebagai harapan menang atau tidak.
Prrrriiiiiiiiiipppppppppp......... " Begitu suara peluit terdengar pertandingan pun dimulai.
*************