
Malam yang dinantikan pun tiba.
Jam telah menunjukkan pukul tujuh, Zafran telah bersiap mengenakan setelan yang mampu membuat kaum hawa mimisan.
Celana jeans hitam jaket hitam ditambah lagi sepatu hitam bayangkan seperti apa kelihatan nya.
Ditambah lagi model rambutnya yang berbeda menampakkan jidat paripurna nya.
Sungguh sempurna campuran Samuel dan Sheliya ini, wajah ibu gaya ayah.
Lihatlah putra Kim Samuel ini ia telah tumbuh remaja bahkan Samuel tak pernah tau kalau anaknya setampan ini.
" Waaww kereeeenn.... " Puji nya.
Zafran telah beres tapi mobil Sihyung tak kunjung datang hingga ia kesal sendiri.
Ah tapi Zafran merasa tidak nyaman dengan pakaian seperti ini takutnya ia akan membuat para wanita pingsan nanti, ia pun berubah pikiran dan mengganti pakaian nya ke yang lebih sederhana.
Beginilah Kim Zafran jika ia sudah beres dan orang yang ditunggu belum datang maka ia akan berubah pikiran dalam seketika, seperti merasa belum beres padahal sudah beres.
Jangan ragukan Kim Zafran karena ia juga termasuk orang was was.
Dirinya yang sebelumnya terlihat sangat cool kini berubah menjadi sosok imut lagi.
Bagaimana tidak ia mengganti pakaian dengan memakai setelan baju kemeja kotak-kotak celana panjang sedikit longgar berwarna biru serta sepatu berwarna putih tidak lupa memakai topi.
" Nah beginikan lebih oke hitung hitung gak bikin Sihyung dan teman-temannya insecure nanti. " Ucapnya meng pede.
Dan tiba-tiba terdengar suara mobil diluar, Zafran pun keluar dan ternyata benar mobil itu adalah milik Sihyung.
Sihyung dan teman-temannya turun dari mobil dengan mulut menga nga tak percaya yang ia lihat sekarang adalah rumah atau bukan.
Sangat besar persis seperti istana.
Mereka tak menyangka kalau Zafran sekaya ini, mereka pikir Zafran sama kayanya seperti mereka tapi mereka salah bahkan Zafran lebih kaya dari apa yang mereka bayangkan.
" Hah kupikir kalian mengingkar. " Zafran mengejutkan mereka.
Beralih sekarang mereka menatap Zafran dengan menga nga juga.
Lihatlah Zafran sekaya ini tapi ia memakai pakaian sesederhana ini, namun walaupun begitu Zafran terlihat sangat tampan persis seperti anak kecil dengan pakaian seimut itu.
Mereka seperti menjemput anak SMP untuk diajak bermain padahal mereka hanya selisih satu tahun.
" Kami tidak pengecut. " Cuek Jaemin.
" Benarkah ini rumahmu. " Tanya Tao masih tak bisa percaya.
" Hemm. " Jawab Zafran songong.
" Ternyata kau sangat kaya pasti banyak orang tinggal disini ya dengan rumah sebesar ini. " Lanjut Tao.
" Iya banyak pembantunya. " Jawab Zafran enteng.
" Iyasih tapi maksudku kau pasti banyak keluarga. " Tambah Tao.
" Engga kok ibu dan ayahku tinggal di kuburan dan aku anak tunggal mereka, disini aku tinggal bersama kakekku dan para pembantuu..." Jawabnya seperti orang tak punya beban.
Gila ternyata yatim piatu dia dan dengan santuinya ia ngomong seperti itu, wah wah wah ini anak beneran orang bukan sih. Batin mereka.
" Yaudah yok ah berangkat. " Alih Zafran.
" Lo udah minta izin dulu ama kakek lo takutnya nanti lo dicariin. " Tanya Sihyung.
" Udah gak usah kakek gue juga gak ada dirumah ia lagi nyari nenek janda walau selalu ditolak. " Mau heran tapi ini Zafran.
" Fiks bukan anak orang. " Ucap Lee chan.
" Emang. " Jawabnya enteng.
" Yaudah yok berangkat. " Final Sihyung.
Mereka naik ke mobil dan berangkat menuju tempat tujuan.
Lee chan yang menyetir disamping nya terdapat Junjey, Zafran duduk dikursi kedua diantara Jaemin dan Sihyung dan yang paling belakang terdapat Tao dan Jeno.
Zafran hanya diam disaat yang lainnya mengoceh ia sedikitpun tak berniat bergabung dalam pembicaraan mereka hingga Sihyung sendiri yang berbicara padanya.
" Perasaan kita tadi ngajak orang bukan patung deh. " Pancing Sihyung.
Zafran yang tau dipancing ia berusaha mengabaikan dengan terus mengotak atik benda tipis persegi panjang nya itu.
" Bagus dia diem daripada ngoceh gak jelas. " Tambah Jaemin.
Zafran tetap diam karena ia sedang chatting dengan para sohibnya hingga Jaemin kesal sendiri.
" Eh kita mau kemana ni. " Tanya Junjey mengalihkan suasana.
" Eumm... Kita ke restoran aja kan janjinya mau dinner. " Jawab Lee chan sambil menyetir.
" Iya sih tapi kita ke restoran mana. " Tanya Jeno.
" Eee.. Gimana kalo ditempat langganan kita kan disana emang udah ter the best makanan nya ditambah lagi tempatnya yang mewah. " Usul Jaemin.
" Oke gue setuju berarti kita kesana dan makan sepuasnya. " Ucap Sihyung memberi keputusan.
" Okeee.. " Jawab mereka serentak kecuali Zafran.
Sedikit lama perjalanan mereka pun sampai di tempat tujuan.
Restoran ini memang selalu ramai tidak salah jika ini disebut restoran favorit mereka.
Tidak hanya mereka tapi Zafran memang sudah tidak asing lagi dengan tempat ini karena restoran ini adalah milik teman kakeknya.
Ia tau karena dulu waktu kecil ia sering dibawa kesini saat kakeknya ada pertemuan, itupun ia dibawa kakeknya karena terpaksa.
Tak berlama-lama mereka langsung masuk dan mencari tempat duduk yang sama dengan jumlah mereka.
Hingga salah satu dari mereka menemukan tempat yang cocok yaitu di paling pojok sana di urutan ketiga.
Pas sekali dengan jumlah mereka.
Mereka berhamburan kesana tak tinggal juga dengan Zafran.
Setelah duduk mereka bermusyawarah untuk memesan makanan.
" Makan apa ni kita. " Tanya Tao.
" Terserah lo pada deh. " Jawab Sihyung.
" Wookeeyy.. "
Tanpa menunggu lagi Jaemin mengacungkan tangan memanggil pelayan.
Setelah pelayan itu menghampiri langsung saja mereka menyebutkan pesanannya.
Setelah mereka berenam beres melihat Zafran yang cuek Sihyung lalu menegurnya.
" Hei bocah apa pesanan mu. " Tanya Sihyung.
Zafran menoleh setelah itu tersenyum dan mengatakan pesanannya yang mampu membuat mereka menganga.
" Siapkan makanan paling mahal beberapa macam serta minumannya juga. " Jawab Zafran setelah itu kembali memainkan ponselnya.
Sihyung dan yang lain sedikit merasa panik bagaimana tidak karena janji mereka adalah menaktrir Zafran.
Bukan masalah uangnya tapi mereka kesal kalo harus mengeluarkan uang untuk bocah tengil ini.
" Baiklah kalau begitu mohon ditunggu pesanannya akan segera dihidangkan. " Sopan pelayan itu sambil membungkukkan badan lalu pergi dari sana.
" Lihat dia pasti sengaja mengerjai kita.. Cih....." Bisik Jaemin pada Sihyung yang duduk di sampingnya.
" Memang sudah kuduga. " Balas Sihyung yang juga berbisik.
Setelah menunggu lumayan memakan waktu pesanan mereka pun datang.
Dan tak perlu menunggu lagi untuk segera menyantapnya, Zafran juga tak tinggal diam melihat makanan mewah didepan nya. Apa lagi yang dipesan lumayan banyak.
Sekarang hanya suara dentingan sendok yang terdengar, sesekali juga terdengar suara candaan dari mereka kecuali Zafran yang tetap fokus dengan makanannya.
" Hei bocah memangnya kau sanggup menghabiskan makanan sebanyak itu haaa. " Ejek Lee chan.
" Kalaupun ia sanggup serakah sekali dirinyaaaa. " Tambah Junjey.
" Kawaupun aghu sanggup kalian mauu uawapaa haa. " Sahut Zafran dengan mulut penuh dengan makanan.
Melihat itu mereka tidak bisa berbohong kalau Zafran memang lah sangat menggemaskan dengan pipi mengembung seperti itu.
Ingin sekali rasanya menggigit pipi gembul itu tapi seketika mereka ingat hubungan mereka seperti apa.
" Jangan berbicara dengan mulut penuh seperti itu. " Cuek Sihyung namun terkesan perhatian.
" Mueemangnya keeuunap......... Uhuk... Uhukkk.... " Belum sempat kalimatnya diselesaikan dirinya keburu tersedak.
Reflek Sihyung yang duduk didekatnya menyodorkan air dan meminumkannya.
" Dan kau akan tersedak itulah yang telah terjadi makanya dengar dulu orang selesai ngomong. " Cibir Jaemin.
Setelah minum rasanya lega sekali sepertinya ia sudah kenyang karena ia sudah menghabiskan dua mangkuk tadi.
" Aahh... Leganya aku sudah kenyang hmmm.... " Ucap Zafran sambil menaruh sendok dipiring yang masih berisi separuh makanan lagi.
" Lalu yang lainnya mau kau kemanakan cepat habiskan makanya jadi orang jangan rakus. " Kesal Jeno sambil melanjutkan makan.
" Huaahhh biarin... "
" Kauuuuuuu............. "
" Sabar Jeno habiskan makanan mu dulu tidak usah meladeninya." Ucap Tao menenangkan Jeno yang hampir meledakkan amarahnya.
" Tidak baik membuang buang makanan seperti itu. " Ucap Sihyung.
" Yah mau bagaimana lagi perutku tidak mampu menampung lagi. " Jawab Zafran yang memang sangat kekenyangan.
" Makanya kalau mesan pikirin dulu goblok. " Kesal Jaemin.
" Ya kan gue tadi gak mikir tolol. " Sahut Zafran dengan mulut lemesnya itu.
" Aiisssssss........... "
" Ssssttt... Sudahlah lanjutkan makan kalian. " Final Sihyung.
Mereka melanjutkan makan dan tak lama kemudian mereka pun selesai.
" Haiiss enaknya. " Selesai Tao.
" Makanan disini emang the best. "
" Semua udah selesai kan. "
" Yo i. " Sahut mereka semua.
" Mbak..... " Panggil Sihyung sambil mengacungkan tangannya.
Mbak yang merasa dipanggil pun menghampiri mereka.
" Ini semua berapa. " Tanya Sihyung hendak mengeluarkan dompetnya namun kegiatannya itu terhenti saat Zafran menyodorkan kartu hitam langka itu.
" Ini untuk semuanya. " Ucap Zafran sambil menyodorkan black card nya.
Dan yang lain seketika kagum dan menganga melihat kartu langka itu berada di tangan bocah tengil ini.
Mbak pelayan itu pun menerima sodoran dari Zafran.
" Ohya sekalian tolong bungkusin makanan yang lebih ini. " Lanjutnya.
" Baik. " Jawab mbak itu sopan dan berlalu darisana.
" Gila i-itu beneran punya lo. " Tanya Tao kagum.
" Ya iyalah. " Jawab Zafran songong.
" Secara gue inikan Sultan. " Lanjutnya.
" Hah Sultan kok minta dibungkusin makanan lebih. " Cibir Jaemin.
" Ya karena gue itu Sultan yang gak sombong yaitu berusaha untuk sederhana saja tidak memamerkan kekayaan. " Entah salah atau benar yang diucapkan Zafran terserah dia.
" Sudahlah percuma berdebat sama dia gak akan ada ujungnya. " Sihyung mencoba melerai perdebatan mereka yang sama sama tidak mau kalah jika dibiarkan.
" Toh itu tau. " Jawab Zafran lagi membuat Jaemin semakin naik darah namun berusaha tetap sabar.
Sekian telah menunggu pelayan itu pun datang mengembalikan kartu dan satu bungkusan makanan yang lebih tadi.
Setelah itu mereka pun keluar dari restoran menuju mobil.
" Hah masih awal ni. " Ucap Jaemin sambil menutup pintu mobil.
" Iya juga gak asik kalo pulang terlalu cepat. " Tambah Jeno.
" Bagus juga tu gass lah. " Junjey menerima tawaran dengan senang hati begitupun dengan yang lainnya.
" Wookeeyy.... " Ucap Jeno sambil menyalakan mobil dan berangkat.
Karena terlalu semangat Jeno sampai menyetir dengan terburu buru membuat Zafran tak nyaman karena perutnya telah penuh terisi makanan tadi, ia pun menegurnya.
" Heh biasanya aja kali nyetirnya. "
" Napa lo orang lain biasa aja gak kayak elo malah seru tau. " Ucap Sihyung yang disamping nya.
" Mual gue terlalu kenyang udah ah nyetir nya biasa aja. " Balas Zafran sambil menahan muntah.
Melihat raut Zafran yang tak berbohong
Sihyung memerintahkan Jeno untuk menyetir tidak terburu buru, Jeno pun menuruti karena pinta sihyung.
_
_
_
_
_
Dan sampailah mereka di pasar malam yang indah lengkap dengan berbagai wahana permainan.
Mereka bertujuh terpukau melihat pemandangan ramai ini dengan suasana malam yang menyejukkan.
" Wihhh keren *** yok kesana gue pengen naik wahana tinggi itu. " Junjey menunjuk rollercoaster.
" Ih gak ah ngeri. " Jaemin yang takut ketinggian langsung menolak.
" Gue juga gak minat. " Sihyung menambahi.
" Loh loh tapi yang lain mau kan. " Tanya Junjey berharap.
" Eeee gue sih mending naik kuda kudaan. " Jujur Tao.
" Idih anak tk lo. " Cibir Lee chan.
" Biarin. " Tao tak tinggal diam.
" Tenang pren sini gue temenin. " Jeno dengan luas hati menawarkan diri.
" Wiihhh bestai gueee. " Junjey memeluk Jeno walaupun Jeno terlihat risih juga dipeluk sesama cwok lain lagi kalo sama cewek.
" Oke dan lo zaf........... Loh loh tu bocah kemana. " Sihyung baru menyadari kalo Zafran tak ada diantara mereka dari tadi.
" Ck.. Menyusahkan kalo pergi bilang bilang kek bikin ribet aja. " Kesal Jaemin.
" Kita cari dulu yok daripada hilang tuh anak orang. " Sihyung mengajak yang lain. Yang lain pun ikut walau memasang wajah kusut keterpaksaan.
Mereka mencari sambil meneriaki nama Zafran.
Diantara keramaian dengan suasana malam susah juga mencari bocah itu hingga pada akhirnya netra Lee chan menemukan bocah itu sedang mengantri membeli es krim.
" Aisss anak itu bisa bisanya dia menghilang hanya untuk membeli es krim. " Frustasi Lee chan.
" Lihatlah disekolah saja tampangnya seperti preman tapi nyatanya di luar dia seperti bocah. "
Sedangkan bocah itu nampak kegirangan saat giliran nya mendapatkan es krim.
Setelah Zafran selesai dan tengah mencomoti es krim mereka berenam pun mendekati nya.
" Ck... Dasar bocah katanya tadi perutnya gak mampu nampung lagi lah sekarang... Dasaarr... " Ejek Jaemin sambil melipat kedua tangan didadanya.
" Lo yakin ni anak yang tampangnya seperti preman di sekolah... Hahaha.... Dasaaarr bocah. " Tambah Junjey namun orang yang dikatain malah asik dengan es krim nya.
" Kalian mauuuuu...... Beli uwleeee...... " Dengan tanpa berdosa Zafran memperlihatkan wajah menyebalkannya pada mereka.
" Aisss anak ini berani beraninya ledekin kita ditinggalin malah tau rasa lo nanti. " Kesal Tao.
Sihyung yang melihat pemandangan ini daritadi hanya diam dan sesekali nyengir melihat preman kecil ini melahap es krim persis anak TK.
" Tau tu. " Sambung Jeno.
Lumayan lama mereka menunggu es krim Zafran pun habis dilahap nya.
Tapi tunggu dulu mengapa mereka malah menunggu Zafran yang menyebalkan itu, entahlah mungkin mereka sedang amnesia.
" Haisss... Slup.. Slup.. Slup... Enaknya aku mau lagi. " Tanpa memperdulikan mereka yang melihatnya kekanak-kanakan dengan santainya Zafran menjilati jari jarinya yang terkena lelehan es krim.
Membuat para kakak kelas itu semakin percaya kalau adik kelasnya ini benar benar bocah hanya saja dia memakai topeng saat di sekolah.
" Aku seperti sedang memerhatikan balita yang sedang makan. " Ucap Lee chan geleng-geleng Kepala.
" Mungkin, lihatlah apa kita salah menjemput orang tadi. " Sambung Tao yang ikut bengong.
" Aaahhh... Aku mau beli lagi. " Baru hendak melangkahkan kaki namun tangannya dengan cepat di tarik Sihyung dan menyeretnya masuk ke area permainan diikuti oleh yang lain.
Zafran sendiri bingung kenapa tanpa aba aba tangannya ditarik begini gak ngomong apa apa pula.
Hingga mereka sampai di depan permainan rollercoaster.
" Ihhh lepas. " Dengan paksa Zafran menarik tangannya kembali hingga lepas.
" Kau ini kenapa haa... Aku mau beli lagi. " Lanjutnya kesal karena tak kesampaian membeli makanan favoritnya.
" Direstoran tadi kau sudah terlalu banyak makan dan sekarang disini kau mau tambah lagi, pikirkan juga perutmu kasihan jika mencerna banyak makanan. " Ujarnya panjang lebar yang terlihat khawatir membuat para sohibnya saling tatap.
Krik
Krik
Krik
Lain dengan Zafran yang mengerucutkan bibirnya menahan kesal.
" Eee.... Sihyung kau sehat. " Tanya Jaemin berbisik.
Seketika Sihyung tersadar dan langsung mengubah suasana.
" Aisss itu eee... Aku hanya tidak ingin nanti kita saling berpencar dan menambah waktu untuk mencari kalian jika ingin pulang ya ya begitu.... Hehe... " Nyengir nya.
Krik
Krik
Krik
" Whyy...... " Tanya Sihyung melihat semuanya terdiam.
" Alasan yang tidak masuk akal. " Jujur Jeno
" Lagi pula kita tidak terlalu kecil dan terlalu tua untuk mengingat jalan kembali. " Tambah Junjey.
" Kau baik baik saja Sihyung. " Tanya Tao.
" Ah sudahlah gak usah dipikirin mendingan kita main. " Ucap Jaemin mengalihkan topik.
" Setuju. " Jawab semua serempak kecuali Zafran.
Aiss terimakasih Jaemin kau telah mengeluarkan Sihyung darisini.
" Nah gimana kalo kita naik rollercoaster ayolah sekali sekali uji nyali. " Usul Junjey yang membuat sebagian meneguk saliva kasar.
" Boleh juga. " Jeno dengan santai menjawab karena ia suka permainan yang sedikit mengerikan.
Lain dengan Jaemin Sihyung dan Tao sedangkan Zafran terlihat tak peduli namun dalam hati merapalkan doa agar ia tak naik wahana itu.
" Sihyung ayolah lo sebagai ketua kita masa gak berani uji nyali. " Pancing Junjey.
" Heh siapa bilang gua gak berani ayok naik. " Sihyung yang merasa ditantang menyanggupi tanpa memperdulikan sedikit ketakutan nya.
" Naaahhh...... Gitu dong emang the best lah Sihyung. " Puji Junjey karena tujuannya telah ia dapati.
Sedangkan Jaemin dan Tao pasrah aja deh kalo Lee chan mah sama seperti Jeno santai aja.
" Kau bocah ikut kami juga. " Titah Sihyung sambil melirik orang disamping nya.
" Ogah. " Sahut Zafran tak peduli karena jujur ia emang takut ketinggian apa lagi yang menantang seperti itu.
" Bilang aja gak berani huu.. Mana ni preman disekolah yang katanya gak takut apapun semua bakal dilawan yang kattt-
" Ayok siapa takut. " Tanpa menunggu habis ejekan yang diterima dari Junjey ia langsung menyetujuinya.
" Wookeyyy. "
Tanpa menunggu lagi mereka mulai menaiki wahana mengerikan itu dalam hati tak henti hentinya merapalkan doa.
Zafran yang dari awal mual melihat hal itu terpaksa ia menutup mata merapalkan doa doa.
Hingga teriakan teriakan orang yang naik wahana itu melengking seketika apalagi saat wahana itu berada di ketinggian dan meluncur dengan kecepatan tinggi.
Serasa perutnya diaduk Zafran mual namun ditahan karena ia berada disamping Sihyung.
Bagaimana tidak sebelum naik ini perutnya saja sudah penuh dengan makanan.
Sedangkan Junjey Jeno dan Lee chan berteriak heboh menyukai hal ini.
Saat menaiki wahana ini seketika wajah tampan mereka ternodai karena raut antara suka atau takut entahlah.
Hingga tak lama kemudian mereka semua turun karena telah berakhir.
Tampak raut mereka berbeda beda ada yang senang ada pula yang shock.
" Waaahhhh hebat sekali wuuuu.. " Junjey sangat senang.
" Kau benar ternyata wahana itu seru sekali. " Jeno menambahi.
" Fiks gue suka. " Lee chan ikut menambahi.
Sedangkan selain dari mereka ada juga yang shock dan takut.
" Seru apanya ngeri tau. " Ucap Tao yang diangguki Jaemin.
" Gak lagi dah gue. " Sambung Jaemin.
" Haisss.. Huh capek juga. "
Sedangkan Zafran sudah daritadi mual dan sekarang tidak dapat di tahan lagi.
Ia pun memuntahkan cairan kental bewarna putih sambil berjongkok memegangi perutnya di samping mereka.
" Huekk... Uh.. Huekk... Eukh.. Hah. "
Melihat itu Sihyung tak tinggal diam dirinya mengurut tengkuk leher Zafran agar memudahkannya.
" Hei dia muntah. " Ucap Lee chan.
" Kau tidak apa apa ha. " Tanya Sihyung sambil mengurut tengkuk Zafran.
" Uhh... Ah ya. " Jawab Zafran dengan mata memerah dan berair.
" Itulah sebabnya jangan banyak makan jangan rakus. " Ucap Jaemin terlihat cuek namun tersirat rasa khawatir.
" Aisss kupikir dia yang paling kuat ternyata ah.... " Ucap Jeno meledeki.
" Sudah baikan masih mual. " Tanya Sihyung melihat Zafran yang menyudahi muntah nya.
" I-iya. " Jawab Zafran dengan mata sayu memerah dan berair ditambah lagi nafasnya yang memburu.
Melihat itu mereka merasa kasihan dan mengajaknya istirahat di tempat makan disana dan menyodorkan teh hangat.
" Masih mual kau. " Tanya Jaemin cuek.
" Tidak l-lagi." Jawab Zafran.
" Pusing??." Tanyanya lagi dan dibalas gelengan lemah dari Zafran.
" Sebaiknya kita pulang apalagi malam semakin larut." Usul Sihyung yang diangguki mereka semua.
" Kau kuat berjalan. " Tanya Sihyung dan dibalas anggukan lemah dari Zafran.
Namun ketika hendak bangun tubuhnya terhuyung dan langsung ditangkap oleh Sihyung dan Jaemin.
" Katakan saja kalau kau lemah." Kesal Jaemin namun dibalik itu ia langsung merangkul kan tangan zafran ke pundaknya membantu memapah Zafran.
Dan mereka pun menuju ke mobil dan langsung pulang.
****************
kalau sedang menghilang jangan ditanya, positif aja author lagi sibuk😭😭