Handsome Twins

Handsome Twins
bab 27 Pembalasan dari Namgil



Disinilah Samuel sekarang berada dirumah Pak Bahar sedang bermusyawarah dengan orang tua istrinya.


" Apa kau yakin. " Tanya Pak Bahar setelah mendengar maksud menantunya.


Samuel mengangguk mantap ia sudah yakin dengan keputusan bulatnya.


" Lebih cepat lebih baik ibu ayah. "


" Apa pun itu ibu dan ayah akan mendukung mu disini yang penting tetap berhati-hati. " Ucap Bu Yana menyemangati menantunya.


Samuel tersenyum bahagia mendapat respon baik dari mertuanya.


Tak salah jika ia menikahi putri mereka.


" Kau akan mengajaknya juga??" Tanya Pak Bahar lagi memastikan.


" Iya ayah saya tidak ingin meninggalkannya lagi, lagipula saya jadi punya teman saat berada disana saya janji akan menjaganya saya jamin dia akan baik baik saja. " Jelas Samuel mantap.


Pak Bahar tersenyum dan mengangguk.


" Saya tidak akan meragukanmu lagipula itukan darah daging mu sendiri. "


" Iya ayah, dan maaf aku belum bisa mengajak kalian kar-


" Tidak usah minta maaf, kalian kesana punya tujuan bukan untuk bermain main jadi jangan merasa tidak enak jika tidak membawa kami, lagipula aku dan ibumu sudah bahagia disiniii...." Ujar Pak Bahar memotong perkataan menantunya.


" Tapi ingat setelah menemukan mereka kau harus kembali kesini memperlihatkan pada kami aku rindu sekali pada anak dan cucukuuu. " Lirih Bu Yana.


" Iya ibu itu pasti setelah semua beres kami berempat akan kembali kesini. "


Mereka pun tersenyum saling mempercayai.


                   ****************


Pulang sekolah Zafran langsung merebahkan dirinya disofa, nampaknya hari ini ia sangat lelah apalagi ia sempat kambuh di sekolah tadi.


" Lelah sekali tampaknya. " Suara berat itu sudah pasti milik Pak Kim yang menghampiri kesana menduduki dirinya sambil menyeruput kopi.


Hari ini ia pulang awal karena hendak istirahat cih kenapa tidak seperti kemarin saja yang pulang terlambat kenapa harus awal batin Zafran.


" Cih.... " Suara decihan Zafran yang tak suka dengan keberadaan kakeknya.


" Mulutmu tidak usah seperti itu dengan orang yang lebih tua. "


" Lah itu tau tua. " Ledek Zafran walaupun tubuhnya lemah tapi kalau soal meledek kakeknya ia paling depan.


" Cih...... " Giliran Pak Kim yang berdecih.


" Jangan seperti itu dengan yang lebih mudaaa. " Cibir Zafran.


Sebenarnya kesal namun gemas juga dengan cucunya.


" Ohya nanti malam aku dan kau diundang di perjamuan makan malam temanku. "


Zafran mendengar nya hanya ber hmm saja tanda tak tertarik.


" Kau harus ikut karena temanku ingin melihat mu. " Sambung Pak Kim.


" Orang ganteng mah selalu pengen di lihat. " Sombong Zafran.


" Tapi aku tidak bisa. " Lanjut nya.


" Tidak ada penolakan sebenarnya aku memang sangat keberatan mengajakmu tapi karena merasa tidak enak dengan temanku jadi terpaksa aku harus membawa mu. " Jelas Pak Kim jujur.


" Lalu kau pikir aku mau, hah tentu tidak. " Jawab Zafran enteng.


" Matahari hari ini sangat terik cuacanya juga sangat gerah ditambah lagi aku pulang sangat kelelahan karena tugas kantor... Jangan sampai aku harus memaksamu jadi jawab saja iya kalau tidak ka-


" Ya baiklah terserah sebenarnya aku sangat keberatan ikut dengan mu tapi karena aku orang yang baik tidak mau membuat orang tua naik darah yah jadi dengan terpaksa aku ikut. " Jelas Zafran meniru gaya bicara kakeknya.


" Bilang saja iya tidak usah berbelit belit. " Geram Pak Kim karena merasa cucunya ini meledek gaya bicaranya tadi.


" Hmmmm. " Tak memperdulikan kakeknya ia justru membenarkan posisi tidurnya di sofa sambil menutup mata.


                    **************


Tampaknya Samuel sedang menunggu Ziyan pulang disekolahnya, rasanya bahagia sekali karena ini adalah pertama kalinya ia menjemput anaknya.


Yang ditunggu pun kunjung datang dengan wajah ceria mendekat ke sang ayah.


" Terima kasih karena telah menjemput ku. " Peluk Ziyan pada ayahnya.


Samuel mengusak rambut putranya gemas.


" Bagaimana sekolahmu apa hari ini mereka yang seperti kemarin padamu. "


Benar Ziyan sudah menceritakan semuanya pada Samuel saat mereka belum saling mengenal, namun Ziyan melarang Samuel untuk membalasnya dan menceritakan juga pada orang lain. Hal ini hanya mereka saja yang tau.


" Mengapa kamu melarang papa membalasnya ha. " Tanya Samuel tangan nya sudah gatal untuk membalas si pembulli.


" Sudahlah papa jangan kotori tanganmu dengan meladeni mereka toh hari ini aku tidak diganggu lagikan..... " Bohong Ziyan tentu tiada hari ia tidak diganggu.


Samuel tersenyum mendapati anak sebaik Ziyan setaunya, dirinya tak sebaik Ziyan saat masih remaja.


" Baik sekali sih hmm siapa yang ngajari. "


" Ayah Arman dan ibu Raina. " Jawab Ziyan senang.


" Mereka baik sekali ya. "


" Iya papa."


" Oh ya papa pengen ngomong sesuatu tapi jangan disini kita ka cafe dekat sini aja yok. "


Mereka pergi darisana menuju cafe yang tak jauh dari sekolah, setelah sampai mereka memesan makanan lalu tak ingin membuang waktu lama lagi Samuel pun menyampaikan maksudnya.


" Nak papa pengen ngasih tau kamu. "


" Hmm katakan papa. "


" Sebenarnya.... Papa mau pergi mencari ibu dan adikmu. " Ucap Samuel menepis rasa gugup.


Ziyan melotot sungguh sangat senang jika ibu dan adiknya dicari karena inilah tujuan Ziyan dari dulu.


" Aku ikut papa. " Tawarnya dengan semangat.


Samuel tersenyum tentu saja ia akan membawa putranya.


" Tentu nak tapi........ Negeri orang itu tidak sama dengan disini dan kau juga harus siap menyesuaikan diri. "


" Maksudnya. " Tanya Ziyan belum mengerti.


" Untuk memudahkan kamu mengetahui hal yang terjadi dan berkomunikasi saat sampai disana, kamu harus belajar bahasa mereka juga. " Jelas Samuel.


" Belajar bahasa Korea maksudnya. " Perjelas Ziyan saat sudah mengerti.


" Hmm iya sayang... Kau tidak keberatan kan. "


Ziyan tak langsung menjawab karena belajar bahasa orang itu kan membutuhkan waktu lama.


" Tenang papa juga akan membantumu, lagi pula papa juga harus belajar lagi karena sedikit sudah lupa bahasa sendiri, kau tau kan 16 tahun lebih papa meninggalkan kota kelahiran sendiri. " Tutur Samuel membuat Ziyan mengangguk pasti.


" Siap kalau begitu mulai hari ini aku akan terus belajar sampai bisa. " Semangat Ziyan.


" Tapi jangan terlalu dipaksakan ya. " Nasehat Samuel pada anaknya.


Mereka pun saling tersenyum dan memakan makanan yang baru disajikan.


                     ***************


Malam telah tiba Zafran telah siap dengan jas formalnya, bukan dengan senang hati ia memakai pakaian seperti ini tapi karena terpaksa.


" Kau sudah siap cepatlah turun kita akan berangkat!!!!. " Teriak Pak Kim membuat Zafran turun dari kamarnya.


Lagi lagi Pak Kim dibuat terpukau dengan cucunya sendiri beliau tak bisa bohong jika mengatakan cucunya ini sangat lah tampan.



Setelah mendekat, bau minyak wangi khas remaja menusuk ke hidung entah Zafran mandi dengan minyak wangi.


" Berapa botol kau habiskan minyak wangi hmm. " Datar Pak Kim saat hidungnya tertusuk bau Zafran.


" Eumm tidak banyak hanya sepuluh saja. " Jawab Zafran dengan wajah khas ngelegnya.


" Ck... Bicara dengan mu tidak pernah ada benarnya.. Ayo cepat. " Pak Kim berlalu darisana dan menuju mobil diikuti oleh Zafran juga.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara, kakek dan cucu itu sibuk dengan urusan masing masing fokus terhadap ponselnya.


Hingga tak terasa mobil yang dikendarai supir nya berhenti di sebuah rumah yang sangat sangat mewah.


Seorang supir turun dan membukakan pintu untuk Pak Kim begitu juga dengan Zafran yang turun tanpa bantuan orang lain.


" Ck... Disini rupanya kupikir di restoran.. Hah kenapa gak di restoran aja sih. " Protes Zafran.


" Jangan banyak protes ikuti aku dan ingat jangan membuat ulah disini jadilah anak pendiam untuk saat ini karena jika kau menjadi dirimu sendiri selalu membuat aku pusing. " Perintah Pak Kim lalu menuju pintu rumah itu yang sudah terbuka diikuti oleh Zafran.


Sampai didalam sudah banyak sekali penghuni berupa orang yang diundang. Ternyata bukan cuma Pak Kim yang diundang.


Zafran nampak risih berada di keramaian yang tak diinginkan ini walau banyak anak seumuran dengan nya juga disini.


Zafran terus mengikuti kakeknya dibelakang hingga kakeknya berhenti saat berpapasan dengan pemilik rumah berupa laki laki paruh baya seumuran dengan Pak Kim.


" Selamat datang sahabat lamaku. " Ucap pria itu yang bernama lengkap Park Heechul merangkul Pak Kim.


" Terima kasih telah mengundang kami... " Pak Kim juga membalas rangkulan sahabatnya.


" Ayo kita duduk disana... Keluarga ku telah menunggunya. " Ajak Pak Heechul diikuti Pak Kim dan Zafran.


Mereka menuju di sofa yang telah diisi oleh anak dan menantu Pak Heechul serta cucunya juga yang seumuran Zafran.


Sampai disana mereka disambut ramah dan tersirat tatapan remeh.


Pak Kim dan Zafran dipersilahkan duduk namun daritadi pasangan suami istri itu memandangi Zafran tidak suka.


" Kenalkan ini putriku dan menantuku serta cucuku. " Ucap Pak Heechul sambil menunjuk satu persatu orang yang dikenal kan.


" Ah iya kenalkan juga ini kim Zafran cucuku. " Berusaha seindah mungkin Pak Kim mengenalkan cucu tak dianggap pada sahabatnya.


" Loh inikan teman sekelas ku. " Ucap cucu Pak Heechul yang bernama Namgil, hmm masih ingatkan dengan Namgil.


Merasa namanya terpanggil ia pun menoleh dan menyadarinya kalau cucu sahabat kakeknya ini adalah orang yang sering dibulli juga, habislah Zafran kalau dia mengadu.


Zafran tersenyum dan mencoba menjadi orang lain untuk saat ini.


" Ohya waahh kebetulan sekali ya lihat lah Kim ternyata cucu kita juga bersahabat. " Sindir Pak Heechul, jangan kira Pak Heechul ini melupakan dendamnya pada Pak Kim karena gara-gara Samuel yang menolak menikah dengan putrinya.


Pak Kim hanya tersenyum beda sekali dirinya dengan dirumah. Disini ia bahkan tak terlihat menakutkan.


" Diam kau. " Sergah Zafran cepat membuat Pak Kim melotot ke arahnya.


Anak ini benar-benar tunggu saja disekolah berani beraninya ia belagu karena berada dipangkuan orang tuanya.


" Wah wah sepertinya anak imut ini sedang bad mood ada apa sayang. " Ucap wanita cantik yang tak lain adalah ibunya Namgil.


Zafran tau dan bisa menilai mana ucapan tulus dan mana ucapan ledekan sepertinya ibunya Namgil ini sengaja deh.


" Tidak apa apa anak remaja memang seperti itu. " Imbuh Pak Heechul menenangkan.


" Oh ya Jongsuk aku turut prihatin ya harusnya anak dan menantumu juga ikut berada disini. " Lanjut Pak Heechul.


Siapa yang tidak tau tentang perseteruan Pak Kim dan samuel karena Samuel menolak menikah dengan putri Pak Heechul dan memilih menikah dengan wanita yang tidak disukai oleh Pak Kim. Tentu itu membuat Pak Kim juga tak menyukai cucunya.


Itulah dengan sengaja Pak Heechul meniup api kembali guna membalas kan dendamnya yang membuat dirinya dipermalukan karena putrinya ditolak mentah mentah oleh Samuel.


Pak Kim menahan amarah mendengar itu sungguh hatinya kembali sakit mengingat kejadian itu.


Dirinya juga seakan-akan kembali membenci Zafran yang tadinya hampir mereda.


" Tidak apa ini memang hukuman untuk nya yang memilih menikah dengan wanita itu. " Balas Pak Kim tak ingin menutupi apapun.


Pak Heechul tersenyum serta anak dan menantunya juga ikut menampakkan smirk.


" Seperti nya orang orang ini memang sengaja ngomporin deh tapi kalo gue ikut bersuara yang ada malah makin memperkeruh suasana nanti. " Batin Zafran.


" Awas lo gue bikin anak kalian tambah penyot nanti. " Batin Zafran lagi.


" Anaknya Samuel dan wanita itu ternyata imut juga ya hay sayang kenalkan bibi Yerin ibunya Namgil. " Senyum Yerin.


" Saya om Kang chul papanya Namgil. " Tambah pria bertubuh kekar itu.


Zafran tersenyum semanis mungkin walaupun sesak dirinya tak dapat merasakan yang namanya orang tua.


" Ck ellah gua tau kali gak usah pamer..... " Batin Zafran yang memang keliatan banget kalo keluarga itu pamer.


" Saya banyak dengar cerita tentang kamu dari Namgil katanya Zafran itu nakal ya disekolah sering bikin babak belur anak orang juga termasuk Namgil.. " Kini tatapan pria itu berubah seakan membunuh.


Memang benar Namgil selalu mengadu dan mengatakan kalau anak yang bernama Zafran itu suka membulli namun setelah tau dia dari keluarga mana mereka memilih diam dan menunggu saat yang tepat.


Zafran yang tau maksud orang itu kini ia menjadi dirinya sendiri bersikap menjengkelkan.


" Iya paman karena itu yaahh hiburan maaf juga ya kalo pernah bikin anak paman lecet. " Ucap Zafran santai membuat mereka semua geram terlebih lagi lawan bicaranya tadi.


Namun Kang chul menahan diri belum saatnya ia menghajar bocah ini tapi tunggu setelah ini.


" Ssstt.. Sudahlah jangan bahas itu lagipula mereka masih anak anak kok tapi jangan diulangi lagi ya sayang kasian anak bibi yang selalu pulang dalam keadaan terluka. " Ucap Yerin


" Tapi kalo saya ngebulli gak ada tu bikin anak orang luka yah cuman dandanin doang. " Elak Zafran membela diri.


" Mungkin luka yang anak kalian dapat itu karena ulahnya sendiri atau hiperbola deh melebih lebihkan. " Lanjut Zafran sama sekali tak takut dengan keluarga ini.


" Zafran diamlah dimana sopan santun mu.. " Kini Pak Kim yang bersuara.


" Aisss sudah sudah kenapa jadi bahas itu niat kita kesini kan untuk bersenang-senang. " Ucap Pak Heechul menyudahi perkara itu walaupun dalam hati ia mengumpat.


" Baiklah sudah lupakan aku juga telah memaafkan temanku. " Kata Namgil bohong jika ia tulus.


" Oh ya sambil menunggu makan malam bagaimana kalo aku dan Zafran keliling keliling dulu sekalian aku mau ngenalin temanku ke sepupu sepupu aku. " Tawar Namgil.


Zafran ogah sekali namun karena tatapan tajam Pak Kim ia pun terpaksa mau dan mengikuti Namgil membawanya.


" Ohya nanti kalau makan malam sudah dimulai dan kami belum kembali tidak usah menunggu kami ya karena mungkin nanti kami akan makan ditempat lain. " Ucap Namgil pada semuanya sebelum hilang dari pandangan mereka.


Namgil terus menarik Zafran hingga berhenti pada segerombolan remaja seumuran mereka namun sepertinya mereka lebih tua.


Gerombolan remaja itu tak lain adalah sepupu sepupu nya Namgil yang bertubuh lebih besar dari Zafran.


Nampak sekali Zafran lebih kecil diantara mereka namun tidak dengan nyalinya.


" Ohya Hyung sepupu sepupuku sekalian kenalkan ini temanku. " Ucap Namgil mengalihkan atensi empat remaja itu.


" Dia Kim Zafran. " Lanjut Namgil sambil menaikkan alisnya seperti mengisyaratkan sesuatu.


" Oww anak imut kenalkan aku Jaiyeon.. " Ucap remaja pemilik bibir tebal itu.


" Aku Kanglim. " Sambung remaja berkulit sedikit gelap.


" Chajoon. " Lanjut remaja bermata sipit.


" Park Joonki. " Diakhiri oleh remaja berambut gondrong.


" Nah sudahkan kenalan nya, ayo kita bermain. " Ucap Namgil tersenyum pada mereka semua namun senyuman itu punya arti tertentu.


Disinilah mereka sekarang ditaman dekat rumah Namgil namun tempat itu sepi dan takkan terdengar sampai rumah Namgil jika terjadi sesuatu, karena suasana rumah itu yang ramai makanya mereka memilih kesini.


" Ngapain harus kesini sih disinikan sepi gelap lagi. " Protes Zafran sambil melihat lihat suasana taman itu.


Seketika mereka semua saling senyum terkecuali Zafran yang masih sibuk dengan pandangannya.


Hingga tiba tiba kedua tangan nya diapit ke Belakang oleh Jaiyeon dan Chajoon membuat Zafran terkejut dengan perlakuan mereka yang berubah.


" Ada apa ini kenapa kalian ha. " Kesal Zafran.


" Hahahahahahah..... Bodoh sekali kau Zafran bisa bisanya ditipu oleh ku. " Seringai Namgil.


" Kurang ajar. " Umpat Zafran.


" Kau pikir hanya dirimu yang bisa membulli ha.. Aku juga bisa. " Sambung Namgil.


" Pengecut beraninya main keroyokan lo. " Ucap Zafran berusaha melepas diri dari mereka namun sia sia, pegangan orang yang lebih besar darinya membuat ia kewalahan.


" Langsung aja Hyung. " Smirk Namgil.


Bugh.


" Arrghh..... " Ringis Zafran kala mendapat tonjokan di perutnya.


Bugh.


Lagi mulutnya berdarah mendapat tonjokan.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Dirinya tersungkur ke tanah saat dilepaskan meringkuk kesakitan menekan perutnya.


Saat dirinya terbaring di lantai Namgil pun mengambil kesempatan duduk diperut Zafran dan mencekeknya.


" Mati saja kamu, ini pembalasan untuk mu karena ayahmu telah berani menolak ibuku dan membuat kakekku malu belum lagi dirimu yang sering membulli ku. " Tangan nya dengan kuat mencekek Zafran.


" Euh.. L-lepp-.... Uhuk... " Zafran sudah tak kuasa lagi.


Semakin lama tangan Namgil semakin kuat mencekek leher Zafran hingga Zafran membelalakkan matanya tak sanggup lagi mengeluarkan suara.


" Jika kau mati aku tidak takut karena aku akan membuang mayatmu lagi pula kakekmu juga tidak peduli kan padamu hahahha. " Seringai Namgil.


" Euh... Hah... "


Dengan sekuat tenaga yang tersisa Zafran mencoba bangkit dan melepaskan genggaman Namgil hingga Namgil terpental.


Kini ia berhasil melepaskan diri dan bangkit.


" Kurang ajar. "


Bugh.


Tendangan dari Zafran mampu membuat Mamgil tersungkur.


Bugh.


Satu tendangan lagi ia berikan saat Kanglim mencoba mendekat.


Mereka pun bertarung satu lawan lima, Zafran dengan susah payah mampu mengalahkan mereka.


Namun pada saat Zafran lengah balok kayu mendarat dikepalanya membuat darah dari dahinya merembes keluar.


Dengungan keras terdengar di telinga nya saat mendapati kepalanya terbentur namun ia tahan.


" Bunuh saja dia malam ini. " Perintah Namgil namun saat akan melakukan penyerangan Zafran mendorong mereka sekuat tenaga dan kabur dari sana mempertahankan tubuhnya yang sebentar lagi ambruk.


" Kejaaaarrrr jangan sampai dia lolos aku ingin dia mati malam ini. "


Mereka semua mengejar Zafran yang mulai menjauh.


Zafran terus berlari sekuat tenaga beruntunglah ia bertemu dengan sekelompok orang namun yang ia temui adalah Sihyung dan teman-temannya akankah ia mendapat pertolongan dari mereka.


Mereka sungguh terkejut melihat Zafran berlari ketakutan dengan kondisi seperti itu apa mungkin ada orang yang mencelakainya.


" T-tolong. " Lirih Zafran pada mereka.


" Hei ada apa kenapa kau sepertinya ini ha. " Tanya Jaemin.


" M-mereka i-ingin membunuhku.. " Tunjuk Zafran pada segerombolan remaja mendekat ke arah mereka.


" Lepaskan dia, dia harus mati malam ini jugaaa. " Bentak Namgil penuh amarah.


" Hei kau kenapa dengan beraninya ingin membunuh anak orang ha. " Sergah Tao.


" Aku punya urusan dengan nya kalian tidak usah ikut campur. " Bentak Namgil lagi.


" Tidakkah kalian kasihan dengan dirinya lihat dia hampir sekarat kalian buat. " Jawab Sihyung yang merangkul Zafran yang sudah tak kuat lagi.


" Aku tidak peduli dia memang harus mati ayo sini kamu. " Berontak Namgil namun ditahan oleh Lee chan dan Junjey serta Jeno.


" Jika kalian tidak akan pergi aku akan menelpon polisi. " Ancam Lee chan membuat Namgil terdiam ia benar benar dendam pada Zafran.


" Ayolah biarkan saja dia lagi pula kita sudah membuatnya sekarat. " Ucap Park Joonki pada Namgil.


" Kita juga harus menyusun rencana menghadapi keluarga mu nanti ayo kita pulang. " Ajak Jaiyeon.


Namgil pun memilih pergi diikuti oleh keempat sepupunya.


" Hah... Hah... " Nafas Zafran terengah engah dan seketika tubuhnya ambruk dipangkuan Sihyung.


" Dia pingsan. " Ucap Jaemin.


" Ayo kita bawa kerumah sakit. "


" Bawa dia ke mobil dulu ayo cepat. "


                    **************