Handsome Twins

Handsome Twins
bab 25 Sosok ituuu...



Disini lah Ziyan sekarang ditaman yang jauh dari sekolah.


Benar ia melarikan diri dari sekolah.


Dirinya tengah menangis sesekali meringis merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat pukulan Ezza.


Ia tak peduli jika dikira bolos karena kabur dari sekolah yang jelas ia ingin menenangkan diri disini.


" Hiks... Kenapa kau selemah ini.. Hiks.. Bahkan melindungi diri sendiri saja tak mampu.. Hiks... " Kesalnya pada diri sendiri.


" Lihatlah sekarang bajuku dan kondisi ku... Hiks.. Apa yang harus kukatakan pada ibu dan ayah nanti.. Hiks... "


" Dasar bodoh bodoh bodoh. " Racaunya sambil memukuli dadanya sendiri.


" Berhenti menyalahkan diri sendiri. "


Suara itu menghentikan Ziyan sedikit terkejut karena tiba tiba suara itu terdengar di taman yang sepi ini.


Hingga matanya menangkap sosok pria dewasa berpakaian tebal sambil menenteng tas besar seperti ingin pindah.


Yang ditatap menyunggingkan senyum manisnya lalu duduk dekat Ziyan.


" P-paman siapa. " Tanya Ziyan takut pada orang asing di samping nya.


" Tidak usah takut aku ini orang baik. " Ucap orang itu tanpa melunturkan senyumnya.


Tak ingin membuat pria itu tersinggung Ziyan pun menepis rasa takutnya, benar juga memang kelihatan paman ini orang baik.


Buktinya ia menyodorkan sapu tangan untuk Ziyan agar membersihkan darah di samping bibirnya.


" Terima kasih. " Kata Ziyan setelah mengambil hal yang disodorkan.


" Kau kenapa kelihatannya kamu anak sekolah lalu kenapa seperti ini dan berkeliaran di jam sekolah. " Tanya pria itu.


Dengan gugup Ziyan menjawab dan menceritakan kejadian yang dialami di sekolah entah kenapa ia begitu terbuka dengan orang asing di samping nya yang baru ia kenal beberapa menit tadi.


Pria itu mendengar cerita Ziyan ikut bersedih dan kondisi nya juga terbukti kalau ia habis di bulli.


" Sabar lah nak, " Ucap pria itu sambil mengusap punggung Ziyan.


Ziyan tersenyum merasa hangat dan senang diperlakukan seperti itu.


" Iya paman. "


" Tapi aku bingung harus mengatakan apa pada orang tuaku aku tidak ingin membuat mereka bersedih apalagi bajuku yang sudah rusak seperti ini.. Hiks... Ini hasil keringat ayahku... Hiks... " Ziyan mulai menangis hingga pria itu yang tak tega memeluknya seperti menyalurkan semangat.


" Ssstt.. Jangan menangis paman akan membantumu. " Ucap pria itu mantap.


Mendengar itu Ziyan bingung dan menatap pria itu, sangat menggemaskan anak ini pikir pria itu.


" M-maksudmu. " Tanya Ziyan bingung.


Pria seumuran 40 itu tersenyum dan mengangguk pasti.


Terkesan manis walaupun wajahnya sudah hiasi kumis tipis dan rambut yang ditutupi topi.


Andai Ziyan bisa mengingat ia pasti tidak akan asing dengan wajah ini.


" Paman akan membelikan baju yang baru untuk mu dan mengobati lukamu dulu. " Jawab pria itu yang mampu membuat Ziyan senang tak percaya.


" A-apa... "


" Iya nak."


" Tapi aku tidak mau merepotkan paman. "


" Siapa bilang merepotkan, bahkan paman senang bisa membantu... Ayo kita beli baju tapi sebelum itu kita ke klinik dekat sini dulu. "


Ziyan masih diam ditempat tak bisa berkata apa apa karena orang asing yang baru ia kenal tidak segan segan membantu nya.


Hingga pria itu sendiri menariknya membawanya pergi.


Singkat cerita setelah ke klinik mengobati luka Ziyan mereka lalu bergegas pergi ke toko baju membeli baju Sekolah Ziyan yang baru.


Sesampainya disana interaksi mereka bagai anak dan ayah banyak sekali perhatian takjub dari orang orang pada mereka.


Bagaimana tidak sosok ayah yang keren sedang membelikan baju sekolah untuk anaknya yang imut itu walau sudah SMA.


" Bagaimana dengan itu cocok kan. " Tanya pria itu saat melihat Ziyan mengenakan baju sekolah yang baru.


" Sepertinya iya paman, yang ini saja cocok dengan ku. " Setuju Ziyan.


" Baiklah tunggu paman akan membayarnya. " Ucap pria itu lalu menuju kasir.


Setelah membayar mereka pun keluar dari sana. " Terima kasih paman sekali lagi Terima kasih kau telah banyak membantu ku. " Ucap Ziyan penuh permohonan.


" Kau anak baik aku merasa hebat telah membantu mu. " Senyum pria itu.


Ziyan tersenyum malu dan menampakan gigi kelinci nya sungguh menggemaskan.


" Ya Tuhan anak siapa kamu hmm kenapa imut sekali. " Gemas pria itu sambil mencubit pelan pipi gembul itu dan mengusak rambut sang empu.


" Ai paman, aku tampan bukan imut... Aku sudah SMA tau. " Ucap Ziyan mengerucutkan bibirnya.


" Ini lagi bibir. " Gemas pria itu lagi.


" Ohya siapa namamu hmm. " Tanya pria itu.


" Namaku Ziyan umurku 16 tahun. "


" Z-ziyan.??? "


" Heummm. "


Sekelabat ingatan terlintas di kepala pria itu.


" Jika anak kita lelaki aku ingin menamainya Ziyan Kim Ziyan. " Ucap seorang pria.


" Tidak tapi Zafran sepertinya lebih keren. " Bantah seorang wanita.


" Jelas Ziyan lah lebih keren. " Ucap pria itu lagi.


" Tidak pokoknya Zafran Kim Zafran. " Bantah wanita itu lagi.


" Aku yang mengandung nya sekarang. "


" Aku yang membuatnya. "


" Hei... " Ucap wanita itu dengan pipi memerah malu.


" Hahaha apa mau membantah lagi hmmm. " Sok pria itu sambil memeluk istrinya dan mengusap perut istrinya yang berisi itu.


" Terserah kau saja sayang entah Ziyan kah atau Zafran atau yang lahir nanti perempuan aku tidak peduli yang penting anak kita kan. " Jelas pria itu membuat sang istri terharu.


" Hmm iya sayang. "


" Paman ada apa, kenapa kau melamun  apa namaku terdengar aneh. " tanya Ziyan membuyarkan lamunan pria itu.


" Eee tidak tentu saja namamu sangat keren, paman hanya teringat anak paman jika ia selamat maka ia akan seumuran dengan dirimu.. "


" Eee yang sabar ya paman. "


" Ah iya tidak apa apa. " Pria itu berusaha tegar menyeka airmata yang hampir jatuh.


" Oiya ayo kita makan es krim disana. " Lanjut pria itu menunjuk kedai es krim yang tak jauh dari tempat mereka berada.


" Tapi paman kau su-


" Ayolah. " Potong pria itu sambil menarik Ziyan mengikutinya.


Ziyan sangat bahagia hari ini bertemu dengan orang asing tapi seperti keluarga nya sendiri bahkan ia sangat nyaman berada di dekat pria ini.


Sekarang mereka sedang menikmati es krim bersama sesekali mereka tertawa karena omongan paman ini yang lucu dan dengan tingkah Ziyan yang menggemaskan.


Sungguh tak terasa Ziyan menjadi dirinya sendiri saat berada bersama orang asing ini.


" Ohya paman, paman mau kemana dengan barang begini paman mau pindah kesini atau mau pergi. " Tanya Ziyan sambil mencomoti es krim nya.


" Sebenarnya paman mau mencari keluarga paman disini. " Kata pria itu menyelesaikan suapan terakhir es krim nya.


" Benarkah. "


" Heumm keluarga istri paman, lebih tepatnya mertua paman juga istri dan anak paman mungkin. " Ucapnya sendu di akhir kalimat tak yakin kalau istri dan calon anaknya selamat saat insiden itu.


" Ouuwwhh.. Apa paman sudah tau tempatnya. " Tanya Ziyan lagi mengakhiri suapan terakhir es krim nya.


" Iya paman sudah menemukan tempat nya hanya saja belum mendatanginya. " Jelas pria itu.


" Mau ku temani paman. "


" Tidak usah nanti kau kecapean. "


" Aiss tidak paman lagipula kalau aku pulang orang tuaku akan tau kalau aku membolos. " Nyengir nya.


" Aiss dasar anak ini. " Ucap pria itu gemas mengusak rambut Ziyan.


" Bagaimana bolehkan. " Tanya Ziyan memastikan.


Pria itu mengangguk membuat Ziyan girang karena diizinkan.


_


_


_


_


Disini lah Ziyan sedang menemani pria itu berjalan daritadi pikirannya bingung karena jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang sangat Ziyan sering lewati, apa mungkin keluarga pria ini berdekatan desanya.


Entahlah yang penting ia bisa menemani pria ini yang berjalan dengan wajah sangat ceria seakan tak sabar menemui keluarga nya.


Tapi semakin lama dirinya semakin dibuat bingung saat tepat di depan rumah kakek neneknya pria itu berhenti menghela nafas mempersiapkan diri.


" Ayo. " Ajak pria itu.


Ziyan hanya mengangguk tak ingin menebak dulu karena benar pria itu memang menuju ke rumah kakek neneknya.


Pria itu nampak gugup namun ia tepis jauh jauh dan memberanikan diri.


" P-permisiiiiiii...... " Ucap pria itu.


Sedangkan Ziyan semakin bergelanyut dalam pikiran nya untuk apa pria ini kerumah kakek neneknya.


Apa ini keluarga nya berarti dia............


" Iya ada ap-


Belum selesai pria berumur itu menyahut tubuhnya langsung diterkam oleh pria asing itu, ia menangis memeluk kakeknya Ziyan yang membuat Ziyan mematung di tempat.


Pak Bahar menyadari itu juga memeluk menantunya ya bagaimana mungkin ia tak mengenali suami dari anaknya.


" Kim Samuel. "


" Iya ayah.. Hiks.... "


Deg


Jantungnya berdegup kencang bagaimana mungkin Ziyan tak menyadari dari tadi kalau pria asing itu adalah ayah kandungnya sendiri kim Samuel.


Mungkin juga karena ayahnya mengalami sedikit perubahan karena beliau tak muda lagi.


" Siapa yang dat-


Nenek Ziyan yang menghampiri juga mematung di tempat saat melihat suaminya memeluk seorang pria walaupun rabun ia juga mengerti situasi.


Menyadari kehadiran perempuan tua itu Kim Samuel pun beranjak memeluk ibu mertuanya.


" I-ibu hiks....ini aku samuel. " Ucapnya disela tangis.


Bahagia sekali mendengar nya menantu yang telah lama menghilang akhirnya kembali semoga dengan kembali nya Kim Samuel ini bisa membawa kembali juga Sheliya dan cucu yang satunya lagi.


" Kenapa baru sekarang... Ha... Kenapa hiks..... " Tangis bahagia nenek Yana.


" Maaf ibu.. Hiks... Kejadian itu membuat aku harus kembali sekarang.. Hiks.... "


" Oiya aku hampir lupa mengenalkan pada kalian sebenarnya aku datang kesini ditemani remaja menggemaskan ini. " Lanjut Samuel sambil merangkul Ziyan yang masih shock tak percaya.


" Hei kenalkan inilah ibu dan ayah mertuaku keluarga istriku terima kasih ya telah menemani paman kesini dan sedikit mengurangi rasa gugup paman, oiya ibu ayah ini anak yang kutemukan di taman yang sedang menangis... Lihatlah dia sangat menggemaskan beruntung sekali orang tuanya memiliki anak seimut dia... " Jelas Samuel namun membuat semua diam di tempat karena ia belum menyadari kalau anak yang ia kenalkan adalah orang yang sangat ia inginkan.


" Hei kenapa ibu dan ayah diam lihatlah remaja kelinci ini. " Sambungnya sambil mengusak rambut Ziyan.


Sedangkan Ziyan pipi nya sudah dibasahi airmata.


" Kalau saja anakku seperti dia pasti aku akan sangat bahagia tap-


" Samuel. " Panggil Pak Bahar lembut.


" Iya ayah. " Sahutnya selembut mungkin.


" Dia remaja yang kau kenalkan itu dia... Dia adalah cucuku... Buah hati istri mu dan dirimu dia Kim Ziyan anak dari Kim Samuel dan Sheliya Zafara... Dia putra mu. " Ucap Pak Bahar gemetar menahan tangis.


Sedangkan Kim Samuel shock mendengarnya sungguh ia sangat senang sangat sangat bahagia karena ia pikir anak dan istrinya tidak selamat saat kecelakaan itu.


" Ap-apa k-kau... " Matanya berkaca kaca memandang darah dagingnya sungguh ini anugerah yang luar biasa.


" Iya menantuku dia anakmu anak yang telah lama merindukanmu menunggumu untuk kembali. " Perjelas Yana sekali lagi.


Langsung saja Samuel memeluk anaknya menangis deras tak tinggal dengan Ziyan yang juga melakukan hal yang sama.


Pak Bahar dan Bu Yana juga ikut menangis haru atas pertemuan ayah dan anak ini.


16 tahun Ziyan menanti dan penantian nya tak sia sia karena orang yang selama ini di tunggu telah kembali.


" Papa.... " Lirih Ziyan 


Ya Ziyan memilih memanggil papa karena ayah adalah panggilannya untuk Arman.


" Iya sayang ini papa papa kembali untuk mu... " Ucap Samuel sambil melepas pelukan itu beralih menciumi Ziyan beberapa kali.


" Papa bersyukur ternyata kau selamat sayang, oiya karena kau selamat pasti ibumu juga selamat ya kan, dimana ibumu nak ayah ingin menemuinya ayah rindu. " Lanjutnya sambil melirik Pak Bahar.


" Sebaiknya masuk dulu ayo. " Ajak Pak Bahar karena hendak menceritakan hal yang terjadi selama samuel menghilang.


Mereka masuk dan duduk diruang tamu setelah dirasa tenang Pak Bahar pun membuka suara namun ketika hendak berbicara Samuel memotongnya terus menanyai Sheliya.


" Ayah ibu dimana Sheliya cepat panggilkan dia katakan suaminya telah datang. " Ucap Samuel tak sabaran.


" Nak dengar kan kami. " Pak Bahar mencoba setenang mungkin.


" Jangan sekarang tapi panggil istri ku dulu kita akan mendengar nya sama sama nantiiii..." bantah Samuel


Pak Bahar dan nenek Yana hanya dapat saling pandang sedangkan Ziyan telah menangis kembali mengingat ibunya yang belum pulang kesini.


Melihat mertuanya diam dan anaknya yang menangis Samuel bingung dan ketakutan semakin menyelimuti dirinya. Tidak jangan lagi ia tidak mau mendengar berita buruk lagi setelah 16 tahun lalu ia menderita.


Namun mau tidak mau Pak Bahar akan tetap menyampaikan hal yang terjadi walaupun harus membuat Samuel terluka.


" Sebenarnya.... "


" Tidak jangan katakan lagi, kata sebenarnya sudah cukup membuat diriku trauma jika kata sebenarnya menuju ke hal buruk lagi. " Samuel sungguh takut dan belum siap menerima kenyataan pahit ini namun ia harus tetap tau.


" Nak tenang lah. " Usapan lembut Yana berikan di pundak menantunya.


Sebelum membuka suara Pak Bahar berusaha tenang menghela nafas lega walau nantinya ia tidak yakin kalau sanggup untuk bercerita.


" 16 tahun yang lalu saat kecelakaan itu, membuat dirimu hilang bak ditelan bumi karena kau terlempar kejurang dan Sheliya masih berada di dalam mobil dengan kondisi yang mengenaskan, ia pun dibawa kerumah sakit tanpa dirimu karena kau masih dalam pencarian, sampai disana syukurlah dia dan calon bayi kembarnya selamat. Dan saat sadar ia menangis histeris mendengar dirimu yang menghilang tak dapat ditemukan. Berbulan bulan ia hidup dengan air mata mengandung anaknya tanpa dirimu. Dan saat kelahiran mereka tiba awalnya adalah berita yang sangat membahagiakan karena Sheliya melahirkan bayi kembar yang sehat dan sempurna dan dirinya juga dalam kondisi baik baik saja, namun tak lama kebahagiaan itu berlangsung terdengar berita kalau kembarannya Ziyan hilang diculik dan kau tau...???? yang menculiknya siapa dia adalah ayahmu sendiri. " Jelas Pak Bahar panjang lebar.


" Brengsek. " Umpatan kesal Samuel pada ayahnya.


" Walaupun tau siapa yang menculiknya pihak rumah sakit tak mampu menemukan ayahmu yang cerdik itu, hingga kami kembali membawa berita kalau adik kembarnya Ziyan tak bisa ditemukan, awalnya Sheliya terlihat pasrah namun beberapa saat ketika kami meninggalkannya sendirian, saat kami kembali ia menghilang begitu saja hingga saat ini ia tidak pernah kembali dan firasat ku mengatakan ia menghilang karena ingin mencari adik kembarnya Ziyan. " Lanjut Pak Bahar bercerita.


Kini Samuel mati matian menahan amarah pada ayahnya sendiri ia tak habis pikir kalau ayahnya sekejam ini.


" Berarti anak kami kembar. " Lirih Samuel.


" Iya anak kalian kembar tapi saya tak bisa menyelamatkan yang satunya lagii.. " Pak Bahar merasa gagal.


" Tidak ayah ini bukan salah ayah tapi ini adalah ulah appa ku. " Samuel tampak emosi saat menyebutkan appa nya.


" Dan kenapa kau menghilang saat itu nak. " Tanya nenek Yana yang daritadi diam hanyut dengan cerita suaminya.


Samuel menghela nafas pelan mulai menceritakan kejadiannya.


" Waktu kecelakaan itu aku terpental ke jurang dan sempat koma beberapa tahun. Saat terbangun aku sudah berada dirumah sakit dan entah siapa yang menolong ku. Tapi waktu itu disaat aku bangun aku tak bisa mengingat apapun aku hilang ingatan, butuh beberapa tahun juga aku amnesia saat itu. Dan saat aku hampir saja melanggar janji dengan Sheliya dan hendak menikahi anak orang yang menolong ku, tiba tiba sekelabat bayangan diriku melakukan pernikahan dengan seorang gadis muncul di kepala ku. Mulai dari saat masa kecilku, kabur dari rumah dan menikahi Sheliya semua tiba tiba muncul begitu saja dan kecelakaan yang menimpa kami. Langsung saja aku membatalkan pernikahan itu satu pihak tak peduli dengan kemarahan orang itu walau aku di katai tak tau diri tak mau balas budi. Tujuan ku saat itu hanya satu menemui Sheliya walau aku tak yakin jika ia selamat saat itu. "


" Itulah penghambat waktu aku kembali, andaikan waktu itu aku tidak hilang ingatan aku pasti bisa lebih cepat kembali dan menyelesaikan permasalahan ini, maafkan diriku karena aku masalah ini terjadi maafkan aku maafkan aku ayah aku tidak bisa membahagiakan putri mu hiks... Maaf... " Samuel merasa gagal menjadi seorang suami dan ayah harusnya ia membahagiakan keluarga nya namun nyatanya hanya penderitaan yang ia berikan.


" Sssttt.... Berhenti menyalahkan dirimu sendiri ini sudah takdir. " Pak Bahar memeluk Samuel menenangkan menantunya ini.


Sungguh mulia hati Pak Bahar disaat putri nya harus menderita beliau sama sekali tak menyalahkan siapa pun dan menuntut apapun beliau percaya yang terjadi adalah ketentuan yang maha Kuasa berbeda dengan Pak Kim yang selalu menyalahkan orang lain saat hidupnya tak baik baik saja.


" Maaf nak kamu harus hidup tanpa orang tuaaa... " Lirih Samuel pada Ziyan dan Ziyan menggeleng kuat karena selama ini ada peran orang tua yang luar biasa menggantikan peran orang tua kandung nya.


" Tidak ayah tidak perlu minta maaf karena selama ini ada sosok orang tua yang sangat baik telah merawat ku dari bayi dan mendidik ku dengan sangat baik. "


Samuel mengerutkan kening nya lalu Pak Bahar menceritakan kejadian itu dimana ia menyerahkan Ziyan untuk dirawat karena sosok itu adalah orang yang dipercaya bisa mendidik cucunya dengan baik.


Mendengar itu Samuel mengangguk paham dan sangat berterimakasih pada pasangan tersebut.


" Bagaimana kalo nanti malam ayah undang mereka untuk makan malam sekaligus aku ingin berterimakasih pada pasangan baik ituuu... " Usul Samuel.


" Dengan senang hati nak. " Jawab Pak Bahar tersenyum.


" Yey bakal seru ni apalagi nanti malam bakal jadi makan malam yang luar biasa karena kehadiran papa. " Ucap Ziyan senang.


Samuel tersenyum lalu mengusak gemas rambut anaknya.


" Tidak sabar menunggu nanti malam hmmm... "


Semua pun tertawa mendengar ketidak sabaran Ziyan.


" Aku senang karena akhirnya aku bisa menemukan keluarga ku kalau saja saat itu aku belum mengingat apapun  hancur sudah pertahanan aku dan Sheliya slama ini, terimakasih ya Tuhan kau telah memberiku kesempatan... Tunggu Sheliya aku akan menemukan mu dan menjemput anak kita yang satu lagi. " Batin Samuel.


                        ****************