Handsome Twins

Handsome Twins
bab 41 pembalasan dari Zafran



Hari telah berganti.


Tadi malam Ziyan sempat sadar dan setelah itu kembali tidur lagi.


Sheliya pulang sebentar untuk melihat keadaan Zafran.


Pagi ini Zafran telah siap dengan seragam sekolah ia sedang sarapan bersama kakek neneknya juga Sheliya yang baru datang.


Wanita itu terkejut melihat Zafran yang akan berangkat sekolah.


" Zafran apa kau akan pergi kesekolah hari iniii?? " Tanya Sheliya.


Zafran mengangguk dengan mulut penuh berisi makanan.


" Sayang kenapa tidak besok saja mama tidak bisa mengurus surat pindahmu hari ini karena mama-


" Sssttt...."


Zafran menaruh telunjuknya tepat dibibir ibunya membuat pasangan tua itu terkekeh akan interaksi anak dan ibu ini.


" Mama aku sudah remaja aku sudah SMA aku bukan anak SD lagi, jadi mama tidak perlu repot-repot mengurus itu aku bisa sendiri oke. "


" Tap-


" Anakmu sudah dewasa ma. "


Sheliya hanya bisa menghela nafas ia memang sudah paham betul jika sikap Zafran yang seperti ini karena ia sudah terbiasa hidup mandiri disana.


" Lalu apa kau akan masuk dihari pertama mu dengan penampilan berandal seperti ini. "


" Why apa ada yang salah ma. " Tanya Zafran polos.


Memang benar penampilan sekolahnya  sangat berbeda dari Ziyan yang selalu rapi.


Ia membuka kancing baju bagian atas menampakkan kaos hitam didalam serta melipat lengan baju yang sudah pendek itu.


Tak sampai disana ia membuat gaya rambut badboy menampakkan jidatnya dan sengaja sedikit menyisir rambut yang lebih ke depan yang bergelantungan.


Jangan lupa ia memakai jam tangan ditambah beberapa gelang andalannya.


Soal baju jangan ditanya lagi sudah pasti ia tidak memasukkan bajunya layaknya seperti anak yang disiplin.


Sheliya hanya bisa mengusap usap dada melihat hal itu.


" Ini namanya kereen. " Lanjut Zafran.


" Tapi-


" Daa mama ummmaahh.. "


Cupp...


Zafran mengecup kening ibunya lalu beranjak darisana.


" Kau berangkat dengan apa.." teriak Sheliya yang melihat Zafran semakin menjauh.


" Apa yang lewat~~~. "


" Hah...anak yang satu itu memang seperti itu..."


" Sabarlah Sheliya ayo sini makan dulu, biarkan ini adalah masa mudanya. " Ucap Bu Yana.


" Ahahah cucuku itu memang persis seperti dirimu dulu..susah sekali diatur ahaha. " Tawa Pak Bahar.


" Hah mungkin ini karma. " Ucap Sheliya menggeleng geleng kepala.


                         ************


Zafran telah sampai disekolah.


Ia berjalan dengan gaya cool membuat para siswa siswi menatapnya tercengang tak percaya.


Hei setau mereka Ziyan kan baru kecelakaan kemarin dan ia kembali dengan gaya yang sangat waww.


Seketika para siswi mimisan melihat kegantengan yang dikira Ziyan itu sangat sangat memukau.


Zafran berjalan dengan gaya songongnya mengibas ngibaskan bajunya. Tak lupa tersenyum smirk bagi siapa yang melihatnya.


" Hei bukankah Ziyan jatuh dari tangga kemarin. "


" Dan dia hari ini seperti bukan dirinya hah tidak mungkin... "


" Dia sangat tampan...."


" Tidak mungkiiiiiinnnnn......"


Begitulah kira kira yang keluar dari mulut mereka.


Ohya satuhal lagi diakan tidak tau dimana kelasnya jadi mau tak mau ia pun bertanya.


" Permisi kelasku dimana ya. " Tanya Zafran pada segerombolan anak gadis.


" Ee kelasmu kan disana...apa kau mendadak amnesia karena kemarin. " Tunjuk salah satu gadis mengarah ke kelas Ziyan.


" Ah terima kasih.....hei nona air liurmu itu tolong diperhatikan... " Ucap Zafran pada salah satu gadis yang seperti idiot menatapnya lalu Zafran pergi meninggalkan mereka.


" Kenapa kita baru menyadari kalau Ziyan itu tampan. "


" Wajar saja selama ini diakan cupu...tapi kok ahh.."


Zafran memasuki kelas dan kembali membuat seisi kelas heboh baik itu laki-laki maupun perempuan.


Roni pun sama terkejutnya mana mungkin Ziyan pulih secepat itu dan berubah keren seperti itu.


Zafran menatap mereka satu persatu hingga netranya bertemu dengan siswa yang ia temui kemarin dirumah sakit lalu ia pun mendekatinya.


" Hai apa kabar. " Sapa Zafran memukul pelan bahu Roni.


" Bbbbb-baik..." Roni gemetar ia masih sangat bingung dengan semua ini.


" Ahahaha santai bro masih ingatkan orang yang bicara dengan mu dirumah sakit kemarin. " Tanya Zafran santai seketika membuat Roni kembali mengingat hal kemarin.


" I-iya..." Jawab Roni.


" Dan inilah jawaban nya. " Ucap Zafran.


" Maksudmu. " Tanya Roni yang masih belum mengerti.


Zafran tersenyum menampilkan gigi kelincinya sedangkan semua yang ada dikelas heran melihat interaksi mereka terlebih lagi Roni yang terlihat gemetar.


" Tenang kita akan menyelesaikan masalah ini bantu aku dan setelah itu aku akan menceritakan semuanya. " Bisik Zafran ketelinga  Roni.


" Ohya Dimana tempat dudukku. " Tanya Zafran.


" Disini disebelah ku. " Jawab Roni yang masih sangat penasaran namun disimpan untuk nanti.


Zafran duduk masih tetap dengan gaya songongnya bahkan menaikkan kaki ke atas meja membuat mereka semakin tak percaya dengan Ziyan yang mereka kenal.


" Huaamm gila baru kali ini gue sekolah sepagi ini. " Ucap Zafran tanpa mempedulikan sekitar.


" Dia amnesiakah..."


" Dia gak mungkin Ziyan, memang wajahnya sama tapi liat kelakuannya fiks.....beda banget..."


" Gila gue yakin ini bukan Ziyan tapi jin qorin nya. "


" Lo kira Ziyan udah mati apa. "


" Ya bisa jadi.."


" Ssstt sembarangan Lo. "


Begitulah semua kebingungan yang mereka pikirkan.


Hingga diambang pintu terlihat kedatangan tiga remaja pembulli Ziyan.


Roni yang melihat itu menyenggol lengan Zafran yang semula menutup mata.


" Ssstt lihat pembulli nya Ziyan datang ituu. " Bisiknya membuat Zafran terbangun dan menatap mereka tajam.


Begitu juga dengan tiga remaja yang balas menatap yang mereka pikir Ziyan terkejut bahkan lebih terkejut melihat perubahan penampilannya.


Ingin mereka dekati namun bel masuk telah berbunyi jadi mengurungkan niat mereka yang hendak memastikan begitupun dengan Zafran yang hendak menghajar mereka.


" Heuh...liat aja waktu istirahat nanti gue bikin bonyok Lo pada. " Batin Zafran.


" Gila itu Ziyan apa bukan..tapi...ini gak bisa dibiarkan mungkin dia kesekolah buat ngadu kejadian kemarin....awas gak akan gue biarinnn. " Batin Ezza.


Tak lama guru pun datang dan sama terkejutnya saat melihat Zafran.


Namun anak itu tetap santai dan bertingkah seolah olah tidak terjadi apa apa dan guru pun mengabaikan walau sebenarnya masih sangat penasaran.


Singkatnya jam istirahat pun tiba. Langsung saja semua murid pergi ke kantin termasuk Zafran yang juga menuju kantin ditemani oleh Roni.


Mereka berdua kembali menjadi pusat perhatian terlebih lagi Zafran.


Mereka duduk dikursi paling ujung dan memesan beberapa makanan.


" Gue masih bingung Lo itu Ziyan apa bukan sih, tapi gue lihat kemarin kondisi Ziyan tidak memungkinkan untuk masuk sekolah hari iniii. "


Zafran tersenyum. " Lo akan tau tapi nanti bukan sekarang oke. "


" Tapi-


" Itu makanan udah dateng. " Ucap Zafran dan benar saja makanan mereka telah dihidangkan.


" Waww ternyata makanan di Indonesia berbeda ya. " Zafran keceplosan.


" Maksud Lo. " Tanya Roni.


" Ahh udah makan aja ayok. "


Baru beberapa suap Zafran menyeruput bakso, tiba tiba ia disiram dengan jus dirambutnya siapa lagi kalau bukan ulah si pembulli itu.


" Ahahah gimana enak kan, jangan kira dengan penampilan Lo ini kita gak akan ngebulli Lo. " Ucap Ezza.


" Itu salah meenn.. " tambah Farel.


Dan sekarang mereka semakin menjadi pusat perhatian orang orang dikantin.


" Lo kenapa sih gak ada puas puasnya ngebulli Ziyan. " Kini Roni berdiri menyahut mereka.


" Aduh teman cupunya masih aja sok sok ngebela awas Lo. " Ujar Vero sambil mendorong Roni yang jatuh ke lantai.


Melihat itu Zafran semakin geram dan ia kini ikut bangun juga.


" Wiihh mau apa Lo mau ngelawan?? Emang bisaa....?? " ledek Farel disambut gelak tawa temannya.


Zafran menggigit bibir bawahnya dan mengepal kuat kedua tangannya hingga..


Bugh...


" Awww......" Yang ada Disana Terkejut saat Zafran meninju wajah Farel.


Mereka juga sama terkejut mengapa Ziyan bisa seberani ini.


" Kurang ajar mau mati Lo ha... "


Brugh..


Zafran menendang Ezza yang hendak memukulnya.


" Siaaalll. "


Bugh..


Brukk..


Braakk


Brughh


Zafran menghajar mereka habis habisan mengabaikan suara pekikan dari orang orang disana karena telah merusak sebagian bangku bangku kantin.


" Ini pembalasan karena kalian telah menyakiti saudara ku.."


Zafran tidak berhenti walau mereka sudah babak belur.


Dirinya sudah terlihat sangat berantakan bahkan bajunya sobek memperlihatkan kaos hitamnya.


Praangg...


Brugh...


Dengan cepat Zafran menendang Vero hingga ia jatuh tersungkur.


" Tidak semudah ituuu..ahaha... " Smirk Zafran.


" Kenapa Ziyan sangat mengerikan. "


" Sungguh dia bukan Ziyan yang kita kenal. "


" Ziyan sudah berhentilaahh. " Ucap Roni berusaha menghentikan siapa lah itu yang dia pikir Ziyan walau tak yakin.


Namun Zafran sudah terlalu emosi ia menghantam beberapa meja dan kursi disana membuat semua orang ketakutan.


" KALIAN SEMUA DENGAR...MULAI HARI INI SIAPA PUN YANG MEMBULLI ZIYAN, MAKA DIA AKAN BERNASIB SAMA DENGAN TIGA ORANG INI.....BAHKAN AKU AKAN PATAHKAN SAMPAI KETULANG TULANG NYA.. " bentak Zafran menatap mereka semua dengan tatapan mematikan.


Ketiga orang yang sudah dilumpuhkan Zafran tak berani lagi melawan karena mereka mengakui kalau Ziyan yang sekarang memang mengerikan.


Hingga para guru yang mendengar keributannya datang kesana melerai mereka.


Semua yang terlibat dalam perkelahian dibawa ke ruang BK.


                      **************


Ditempatnya Ziyan dirumah sakit.


Ia mulai siuman dan sudah agak sehat namun dokter tidak mengizinkannya untuk pulang karena ada pemeriksaan lebih lanjut.


" Kau sudah sadar sayang bagaimana hmm..apa ada yang sakit nak.." tanya Sheliya mengelus rambut Ziyan.


Ziyan menggeleng lemah dan menatap sekitar juga satu persatu wajah yang ada Disana.


" Zafran dimana. " Lirih Ziyan tak melihat keberadaan sang kembaran.


" Tadi pagi dia pergi sekolah. " Jawab Sheliya.


Namun mendengar ucapan sang ibu barusan, membuat Ziyan khawatir karena dia pasti akan jadi bahan bullian Ezza dan teman temannya.


Ziyan bangun dari tidurnya hendak turun namun dilarang oleh orang yang ada Disana.


" Kau mau kemana dirimu belum sembuh nak istirahat lah." Ucap Samuel namun tetap saja Ziyan ingin pergi.


" Pa, ma aku mohon tolong izinkan aku menemui Zafran tolong kita harus susul diaa.... " pinta Ziyan bahkan sudah menangis.


" Iya tapi kenapa nak. "


" Perasaan ku tidak enak ayolah pa, ma aku mohon. "


" Tapi kondisi mu-


" Aku baik baik saja tolonglah..."


" Hah...... baiklah..."


                      **************


Kembali disekolah.


Sekarang Zafran beserta orang yang dia bantai sedang berhadapan dengan guru BK.


Braakk...


Guru wanita yang berbadan besar itu menggebrak meja niat menakuti mereka lain dengan Zafran yang menatap remeh sama sekali tidak takut.


" Cih...guru BK gue disana lebih menakutkan dari pada dirimu Bu..kau tidak ada apa apanya dibandingkan dia...hah jadi kangen sama pak Jung...tiap hari gue ketemu sama dia diruang BK. " Batin Zafran.


" Kenapa kalian sampai berkelahi...ADA MASALAH APA HAA... "  Bentak Bu Amel di akhir.


" Tolong ya Bu aku tidak akan menjelaskan jika liurmu itu meluncur ke wajahku..." Ucap Zafran santai membuat mereka semua melotot bahkan para murid yang berada diluar melihat mereka karena kepo sama terkejutnya.


Sebelum ini tidak ada siapapun yang berani menjawab guru gendut bersuara keras itu.


Tapi sekarang lihatlah siswa yang mereka anggap culun kenapa begitu berani sekali.


" KAUUUUU BERANI KAU MENJAWABKU....." Tunjuk Bu Amel pada Zafran.


" Setau ku kau adalah murid pendiam tapi kenapa sekarang-


" Maaf lanjut saja ke masalah perkelahian kami. " Potong Zafran semakin membuat sang guru itu murka.


" Kenapa kalian berkelahi. " Tanya Bu Amel yang akhirnya tak memperpanjang urusan.


" Bu apakah kau tidak lihat wajah kami yang lembam ini....dia telah menyakiti kami Bu..." Adu Ezza.


" Dia bahkan merusak bangku bangku kantin dan menghajar kami tanpa ampun. " Sambung Farel.


" Dan lagi dia itu sangat mengerikan dia bukan Ziyan yang culun itu. " Tambah Vero.


Prok prok prok..


Zafran bertepuk tangan membuat semua mata melihatnya.


" Ahahaha bagus bagus pengaduan yang sangat lebay eumm, harus diberi nilai berapa ya pecundang seperti kalian....hah..." Zafran menghela nafas dengan gaya songongnya.


" DIAM. " Bentak Bu Amel.


" Bu kau lihat sendirikan dia itu sudah sangat kurang ajar. " Ucap Ezza.


" Ahahah lalu kalian tidak sekurang ajar apa hingga menyebabkan Ziyan terbaring dirumah sakit. " Kini wajah itu terlihat mengerikan menatap bengis ketiga remaja itu.


" M-maksudmu.." tanya Farel yang sudah ketakutan.


Braakk...


Zafran berdiri dan menggebrak meja hingga mengejutkan semua orang.


" Tidak usah pura pura bodoh... kalian kan yang menyebabkan Ziyan celaka. "


" Hei Dimana sopan santun mu. " Ucap Bu Amel.


" ANDA DIAM..."


Bu Amel itu terkejut karena baru saja dirinya dibentak.


" Jangan mengira kalian bisa lari dari perbuatan kalian, karena aku tidak akan membiarkan Ziyan tak dapat keadilan..."


" Dengar semuanya.... mereka lah orang yang menyebabkan Ziyan celaka. " Zafran murka menunjuk kearah mereka.


" Apa maksudnya Ziyan kan dirinya sendiri kenapa tidak langsung sebut 'aku' saja. "


" Dari awal dia datang dia memang sudah sangat aneh. "


Ucap beberapa murid yang berada diluar karena kekepoan.


" K-kau jangan fitnah.. " ucap Ezza yang sudah gemetar.


" Lalu ini apa. " Zafran mengeluarkan gelang yang diberikan Roni dan gelang itu adalah milik Vero.


Sungguh ketiganya tak bisa mengelak lagi.


" Disini tertulis.....eumm Vero.." ucap Zafran setelah melihat nama yang tertera digelang itu.


" Tak hanya itu aku juga punya seorang saksi....hei Roni kemarilah..." Panggil Zafran dan tentu Roni yang sudah berada disana memasuki ruangan itu.


" Benar aku melihatnya....Ziyan dibawa paksa oleh mereka dan saat Ziyan melawan ia terjatuh.." jelas Roni singkat namun memliki makna yang cukup.


" Heuh...mau bilang apa lagi.. " smirk Zafran.


Kini mereka benar-benar tak bisa menjawab seketika mereka bungkam.


" Zafraaaann...." Panggil salah satu orang yang mirip dengannya mendekat kesana diikuti oleh dua orang dewasa.


" Ziyan.."


Grepp...


Mereka saling berpelukkan seakan yang ada Disana semakin dibuat bingung, hei tadi saja mereka dibuat bingung dengan sikap Ziyan yang aneh dan sekarang Ziyan ada dua.


" Kenapa kau berada diantara mereka ha..kenapa kau pergi sekolah tanpa kuu..."


" Aku sedang mencari keadilan mu bodoh..."


Sheliya dan Samuel terharu melihat hal itu, anak anak mereka memang saling peduli.


Mereka melepas pelukan itu mengabaikan sekeliling.


" Apa yang kau lakukan disini. " tanya Ziyan.


" Aku sudah menemukan orang yang membuatmu celaka. " Ucap Zafran sumringah.


" Tapi-


" Ssssttt orang itu pantas mendapat balasannya. "


" Tunggu tunggu tolong jelaskan ini sebenarnya ini ada apa siapa yang Ziyan disini kenapa ada dua. " Roni yang memang ingin tahu sejak awal tadi kini ia bersuara mewakilkan pertanyaan mereka semua.


Ziyan dan Zafran saling menatap dan tersenyum lalu merangkul keduanya.


" Aku Ziyan ini kembaran ku Zafran si nakal. " Ucap Ziyan membuat semuanya tercengang.


" Kembarrr...." Ucap mereka semua serempak.


" J-jadi yang melawan tadi itu bukan kamu tapi............."


Ezza tak sanggup melanjutkan kalimatnya pantas saja Ziyan terlihat berbeda hari ini.


" Hah perkenalkan aku Zafran mantan pembulii disekolah ku di Korea Selatan.. dan aku kesini ingin membalas perbuatan mereka yang selama ini MEMBULLI kakak kembar ku..." Jelas Zafran.


" Hohooo kalian semua terkejutkan...tapi memang inilah kenyataan. " Lanjut Zafran membuat Sheliya dan Samuel menatapnya tajam. Hanya bercanda tentunya.


" Sungguh ternyata Ziyan kembar. "


" Pantas saja berbeda. "


" Adiknya lebih kereeennn..."


" Dia sangat tampan.. "


" Dan ibu BK tolong urus kasus ini jangan diabaikan begitu saja. " Ucap Zafran.


" Iya anakku harus dapat keadilan memang sudah lama mereka membulli putra ku. " Tambah Samuel.


" Jika kalian diam saja aku tidak akan segan segan membawa kasus ini ke polisi. " Final Sheliya membuat semua orang disana takut.


" Eee...baiklah baiklah saya dan ibu kepala akan mengurus ini...mari kita keruangan ibu kepala." Kata Bu Amel.


Mereka yang bersangkutan ikut keruang ibu kepala untuk menyelesaikan masalah, Roni juga ikut karena dia sebagai saksi mata.


Jangan tanya bagaimana nasib ketiga pembulli itu seakan mereka ingin menghilang dari dunia karena sangat ketakutan.


Suasana diruangan itu sangat menegangkan hingga akhirnya keputusan ditetapkan menjadi ketiga remaja yang membulli Ziyan dikeluarkan membuat Zafran sangat senang sedangkan mereka para pembulli harus menerima ini dengan sedih hati.


Lalu tak cukup sampai disana karena Zafran terlibat melakukan kekerasan, ia pun sama tidak terima disekolah ini dan satu hal lagi ia masuk kesekolah tanpa izin jadilah ia juga sama dikeluarkan walau belum mengurus surat masuk kesini.


Setelah selesai mereka semua keluar dari sana.


Ziyan yang masih sakit digendong oleh Zafran dengan senang hati membuat hati orangtuanya menghangat melupakan sejenak masalah yang menimpa Zafran.


" Sayang sekali Zafran kau jadi tidak bisa sekolah bersama ku.. " lirih Ziyan dibelakang Zafran yang menggendongnya.


" Tidak perlu dipikirkan yang penting pembulli itu tidak mengganggumu lagi iya kan. " Jawab Zafran santai.


" Maaf ya karena aku kau-


" Sssstt sudahlah lagipula aku tidak ingin sekolah heheh.." nyengir Zafran membuat Sheliya geleng geleng kepala.


" Kita akan memikirkan cara lain nanti papa janji Zafran akan tetap lanjut sekolah..." Ucap Samuel.


" Sebaiknya kita kembali kerumah sakit ya. " Ujar Sheliya.


" Oke. " Jawab mereka serempak.


Mereka terus berjalan dan semua mata terharu melihat sikembar itu yang begitu harmonis.


Ternyata orang tua Ziyan bukan Arman dan Raina melainkan Samuel dan Sheliya bahkan ia itu blasteran keturunan Korea pula.


Waww jadi ngerasa bersalah pernah mengejek ngejek Ziyan.


                          *************