Handsome Twins

Handsome Twins
bab 32 pertemuan yang begitu diimpikan.



Dimension nya Zafran.


Kini beralih jam sudah menentukan waktu siang.


Setelah bersiap dengan setelan khas bad boy nya, ia pun keluar menghampiri tiga orang yang telah menunggunya setengah jam.


" Wihh si kampret akhirnya kelar juga lo sampe gosong kita nunggunya. "


" Lo benar-benar lo ya. "


" Sabar bro sabar gimana penampilan gue oke kan. " Ucap Zafran sambil menyisir rambut ke belakang dengan telapak tangannya.


" Serah lo dah yok ah telat nii. " Eunseo yang tak sabaran daritadi.


Mereka mulai menaiki mobil zafran agar dapat berkumpul tidak berjalan terpisah pisah dan mudah untuk mereka mengobrol juga nantinya.


Mobil mewah berwarna hitam itu mulai meluncur ke luar gerbang melaju dengan kecepatan rata-rata.


" Kita kemana ni. " Tanya Jaywoo yang duduk di samping Zafran yang menyetir.


" Kemana aja lah kan janjinya jalan jalan. " Jawab Eunseo.


" Iyasih tapi gak sayang bensinnya kalo mobilnya jalan terus. " Ucap Kay.


" Tenang bro yang namanya orang kaya gak akan takut perihal bensin. " Sombong Zafran sambil menyetir sebelah tangan.


" Iyadeh si paling kaya. " Cibik Jaywoo.


" Hahahah terimakasih. " Balas Zafran sembari mencolek dagu Jaywoo.


" Lo benar-benar ya. " Kesal Jaywoo.


" Eh Zaf lo main kek gini gak minta izin sama kakek lo emang nya lo gak takut nanti kena omel. " Tanya Kay melerai mereka.


" Tenang bro gue sama kakek gue sama sama gak peduli jadi terserah gue mau kemana sama siapa kek. "


" Oww gak perlu diherankan lagi sih kakek looo... " Ucap Eunseo jujur.


" Tapi yang gue heranin dia itu selalu nanya kalo gue pulang terlambat darimana aja padahal dia gak peduli tapi kenapa kepo gituu. " Zafran merasa jengkel saat kembali mengingat perilaku kakeknya.


" Dia itu masih tetap sayang sama lo. " Ucap Jaywoo.


" Hahah gue sih lebih percaya ayam bertelur daripada itu. " Jawab Zafran seadanya.


" Lah ayam kan emang bertelur. " Eunseo sempat ngeleg dengan ucapan Zafran barusan.


" Lah itu......tau ah gue juga bingung. " Zafran tak mau ambil pusing.


" Dasar. "


Ditempatnya Ziyan, kini ia sedang berada ditoko buku menemani Mina seperti janji mereka tadi.


Lama menunggu akhirnya Mina menghampirinya sambil menenteng tas berisi buku pembeliannya tadi.


" Sudah selesai. " Tanya Ziyan.


" Sudah ayo kita jalan jalan. " Ajak Mina.


" Oke tapi kita jalan kaki aja biar mobil kamu ditinggal disini aja gimana. " Usul Ziyan yang tidak terlalu buruk untuk Mina.


" Boleh juga tuh lagipula kalo jalan kaki lebih kerasa udaranya dan bisa melihat sekeliling dengan jelas. " Terima Mina dengan senang hati.


" Tapi gak usah jauh jauh ya. " Ucap Ziyan diangguki Mina.


                    ***************


Beralih ditempatnya Sheliya, sekarang ia juga sedang keluar membeli peralatan masak, sebenarnya ini bukan tugasnya tapi karena melihat bibi Ahn yang sudah tua ia pun dengan senang hati menggantikan nya.


" Bahan bahannya sudah, aku tinggal membeli garamnya. " Ucap Sheliya sambil memeriksa barang belanjaannya.


Sheliya melanjutkan langkahnya namun karena masih melihat bahan belanjaannya, ia pun tidak sengaja menabrak sosok pria yang berjalan kearahnya membuat keranjang berisi belanjaan itu jatuh berserakan.


" Aduh. " Sheliya berjongkok meraih bahannya yang jatuh memungutnya kembali.


" Maaf noona saya tidak sengaja mari saya bantu. " Ucap pria itu membantu memungut bahan nya.


Setelah dirasa beres ia pun berdiri diikuti pria itu dan menatap pria itu hendak berterimakasih, namun seketika jantungnya berdegup kencang, matanya memanas dadanya bergemuruh tangannya kembali menjatuhi barang belanjaannya membuat pria itu melihatnya aneh.


" Noona kenapa dijatuhkan lagi kan harus dipungut lagi. " Ucap pria itu sama sekali tak mengenali sosok didepannya yang terlihat berbeda.


Sheliya mengabaikan ucapan pria itu kini ia menangis bak terasa mimpi apakah yang didepannya ini benar-benar SUAMINYA.


Grepp.....


Tanpa aba aba Sheliya langsung memeluk sosok Kim Samuel didepannya, menangis sejadi jadinya namun malah membuat Samuel semakin bingung dan melepas paksa pelukan itu.


" Noona tolong jangan seperti ini noona saya tau saya tampan tapi tidak usah peluk juga hei noona saya masih punya istri jangan sembarangan peluk peluk hei hei lepaskan." Samuel dengan paksa melepaskan pelukan wanita itu.


Sheliya menangis ia tau suaminya takkan mengenali dirinya dengan rupa seperti ini.


" Suamiku.. " Lirih nya.


" Apa apa, noona jangan sembarangan aku bukan suamimu aku hanya suami Sheliya Zafara seorang, takkan ada yang bisa menggantikan wanita itu dihidupku kau jangan sembarangan noona. " Kesal Samuel.


" Sudahlah aku ingin pergi pungut sendiri itu. " Samuel hendak pergi namun lengannya ditarik Sheliya.


" Apa lagi hei. "


" Lihat aku. " Ucap Sheliya namun Samuel pun melihat dengan terpaksa.


Sheliya dengan pelan membuka kacamata nya, mencopot gigi palsu yang menonjol itu, lalu melepas stompel besar di pipinya dan terakhir melepaskan rambut palsu yang pendek bergelombang itu menampilkan rambut asli panjang yang terurai dengan lembut.


Deg.


Mulut nya terdiam seribu bahasa, matanya kini mengeluarkan air mata sungguh tak percaya kalau wanita aneh ini adalah istrinya yang sedang menyamar.


Jantungnya berdegup kencang tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, matanya terus mengeluarkan cairan bening itu begitupun dengan Sheliya.


" Aku Sheliya Zafara. "


Grepp.....


Sekarang Samuel yang memeluk Sheliya erat seakan tak ingin melepas nya lagi ia sungguh takut jika kehilangan istrinya untuk yang kesekian kali.


" Kenapa tidak bilang daritadi hiks... Aku merindukan mu hiks.... Aku merindukan mu.... Sheliya. " Tangis Samuel sesenggukan.


" Kenapa baru kembali hiks... Hiks... Kenapa.. Hiks.. " Tanya Sheliya.


" Aku dan anakmu.. Membutuhkan mu hiks. " Lanjutnya lagi.


" Aku minta maaf.. " Lirih Samuel.


" K-kau datang kesini dengan siapa. " Sheliya melepas pelukan itu dan menyeka airmatanya.


" Aku datang bersama anak kita anak yang kau tinggalkan pada ayah dan ibumu. " Jawab Samuel.


" S-sekarang dimana dia aku ingin bertemu dengan nya aku ingin melihatnya pasti dia mirip sekali kan dengan Zafran ak-


" Sheliya tenang lah, iya aku pergi dengan nya dan sekarang kami tinggal dirumah temankuuu. "


" Sekarang kau tenangkan dulu dirimu, cerita kan apa saja yang telah terjadi disini setelah itu aku juga akan bercerita tentang diriku yang menghilang saat itu. " Ucap Samuel menenangkan istrinya.


" Tenang oke sekarang ada aku. " Lanjut nya sambil menghapus jejak air mata istrinya.


" Ayo kita duduk dulu dan ceritakan apa saja yang telah terjadi. "


Samuel memungut barang Sheliya yang tadi kembali dijatuhi setelah itu ia membawa istrinya untuk duduk dikursi untuk bertukar cerita.


                    ***************


Ditempatnya Zafran, kini ia sedang mengantri membeli es krim sedangkan tiga sahabatnya menunggu di sebuah cafe dekat sana.


Yang namanya es krim, Zafran tak akan ketinggalan untuk membelinya.


Setelah mendapatkan es krim ia pun mencomoti dengan wajah ceria namun baru beberapa suap es krim nya jatuh karena ia ditabraki seseorang.


Melihat makanan kesukaannya jatuh begitu saja bayangkan bagaimana akan marahnya seorang Kim Zafran.


" Maaf aduh maaf aku benar-benar tidak sengaja tadi ada yang menyenggol ku. " Ucap gadis itu menunduk.


Setelah melihat siapa gadis itu, Zafran pun semakin marah ternyata dia adalah orang yang sama yang selalu membuat Zafran sial.


" Lo??? kenapa lo selalu bikin gue emosi haa... " Zafran mencoba menahan emosi sebelum akhirnya meledak juga.


" M-maa-


" MAAF PANTAT LO, LO TU YA SELALU BIKIN GUE SIAL TAU GAK. " bentak Zafran.


Sekarang Lee mina menangis dia paling anti dibentak.


" Ck elllahhh gini ni kalo berurusan sama cewek ujung ujungnya pasti nangiiisss hik hiks. " Ledek Zafran meniru gaya tangis Mina yang sesenggukan.


" Suka cari gara-gara ujung ujungnya nangis siapa tu ya cewek lah. " Cibik Zafran sama sekali tak kasihan melihat airmata perempuan kecuali airmata bibinya.


" Maaf.. Hiks... " Ucap Mina.


Tiba-tiba tiga temannya menghampiri Zafran karena ia terlalu lama.


" Woi kemana aja sih lo. " Tanya Kay.


" Lah kok lo bisa sama dia dan lo bikin dia nangis??. " Tanya Eunseo.


" Ada apa sih. " Tambah Jaywoo.


" Ck dia tadi yang nabrak gue duluan dan bikin kesayangan gue jatuh terus gue bentak, lah nangis ni anak. " Jelas Zafran.


" Aduh Zaf kan bisa beli lain. " Usul Eunseo.


" Kesal gue pokoknya. " Jawab Zafran.


" Yaudah cabut yuk gausah diperpanjang lagi dia itu cewek lain kalo cowo udah pasti kita gebukin. " Kata Jaywoo menenangkan.


" Awas lo ya. " Zafran hendak pergi darisana namun dihentikan oleh Mina karena teringat sesuatu.


" Tunggu. " Ucap Mina membuat keempat remaja itu menunda langkahnya.


" Zafran kamu harus ikut aku kamu harus menemui seseorang. " Lanjutnya.


" Berani lo ya ama gue pake nyuruh nyuruh lo pikir gue mau. " Cibik Zafran.


" Tapi ini penting ka-


" Aisssssttsyuttt.... Gue. Gak. Mau. Ngerti looo... " ucap Zafran penuh penekanan.


Mina tak mempedulikan Zafran ia pun berteriak memanggil Ziyan yang tak jauh darisana karena tadi ia menyuruh Ziyan untuk menunggu disana selagi ia membeli es krim.


" ZIYAN KEMARILAAAHH. " Teriak Mina.


" Heh lo gila ya. " Kesal Zafran.


" ZIYAAAAANNN AYO KESINI. " Mina masih berteriak menghiraukan mereka.


" Benar-benar gila udah yok ah cabut aja. " Usul Zafran pergi darisana diikuti teman-temannya mengabaikan teriakan Mina yang menyuruhnya berhenti.


Namun setelah Zafran menghilang dari hadapannya kini barulah Ziyan menghampiri kesana.


" Ada apa. " Tanya Ziyan terengah engah.


" Aduuuhhh lama banget sih jadinya Zafran keburu pergi. " Ucap Mina sedikit kecewa.


" Udah pergi tau mungkin udah jauh darisini tadi aku liat dia pergi naik mobil bersama tiga temannya. " Lirih Mina.


" Aiss maafkan aku andai saja tadi aku lebih cepat. " Kecewa Ziyan.


" Sudahlah mungkin lain kali kau bisa bertemu dengan nya... Ayo kita pulang.... " Ucap Mina diangguki Ziyan.


_


_


_


_


_


_


Ziyan dan Mina kembali kerumah begitu juga Samuel yang kebetulan sampai dirumah berbarengan bersama mereka.


Ziyan dan Mina terlihat lesu dan sedih lain dengan Samuel yang daritadi senyum senyum sendiri merasa bahagia.


" Eh kalian ayo kita masuk. " Ajak Samuel.


Mereka masuk dan duduk disofa ruang tamu, disana sudah ada Chun yo yang sedang bersantai.


" Wiihh barengan ni pulangnya. " Ucap Chun yo menyadari kedatangan mereka.


" Tadi kita cuma ketemu dipintu. " Ucap Samuel sambil menyeruput kopi milik Chun yo.


Ziyan dan Mina tak berbicara masih dengan wajah sedih mereka hingga membuat para ayah itu merasa bingung.


" Wajah kalian kenapa ditekuk gitu siihh jelek tau. " Kata Chun yo.


" Appa kita ini lagi sedih. " Jawab Mina.


" Kenapa hmm ada apa. " Tanya Chun yo menatap mereka satu persatu.


Mina melirik Ziyan sebelum mengatakan dan Ziyan mengangguk pelan tanda mengizinkan.


" Tadi Ziyan hampir aja bisa ketemu sama Zafran. "


" APAAA?????? . " Ucap Chun yo dan Samuel serempak.


" B-benarkahh terus kalian ketemu gakk. " Tanya Samuel tak sabar.


" Tidak paman, Zafran keburu pergi karena kesal sama aku. " Jawab Mina merasa bersalah.


" Dan andai saja aku berlari lebih cepat tadi pasti aku akan bertemu dengan adikku. " Lirih Ziyan.


" Sabar, mungkin belum saatnya kalian bertemu. " Ucap Chun yo menepuk pundak Ziyan.


" Tapi papa punya berita bagus karena papa akhirnya bis-


Tiba-tiba Samuel berhenti tidak jadi melanjutkan kalimatnya.


" Tidak tidak tidak aku tidak boleh memberi tahunya sekarang, yang ada malah membuat Ziyan semakin rindu terhadap ibunya dan bisa bisa ia nekat untuk bertemu, biarlah aku saja yang tau hal ini toh kita juga sudah sepakat tadi. Aku harus menunggu waktu yang tepat aku harus sabar. " Batin Samuel.


" Kok diam. " Tegur Chun yo yang menunggu penjelasan Samuel.


" Eeee ah ituuu berita baiknya adalah, akhirnya papa punya kerjaan menjadi tukang bersih dirumah sakit tempat paman Chun yo bekerja. " Nyengir Samuel membuat ketiganya menatapnya aneh.


" Tidak adakah hal yang lebih bagus lagi Kiimm... " Ucap Chun yo.


" Ya ituuu itu berita bagusnya. " Kata Samuel menampilkan cengiran anehnya.


" Aiss anak anak ayo kita makan siang mungkin papamu kesambet apa tadi diluar ayo Ziyan. " Chun yo pergi menuju meja makan diikuti oleh Mina dan Ziyan meninggalkan Samuel disofa sendirian.


" Maafkan papa Ziyan papa harus merahasiakan ini dari mu papa hanya tidak mau membuat kamu semakin tersiksa dengan rindumu itu. " Batin Samuel setelah itu ia pun ikut ke meja makan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Singkat cerita malam telah tiba dan lagi Mina bersama Ziyan keluar untuk membeli beberapa cemilan.


Chun Yo dan Samuel mengizinkan mengingat jaraknya yang juga tak terlalu jauh.


Mereka berdua lalu memasuki swalayan dan mulai mengambil beberapa cemilan.


" Apa ada lagi." Tanya Ziyan membantu membawa beberapa barang.


" Sepertinya ini sudah cukup kita juga sudah membeli banyak." Jawab Mina .


" Tunggu disini aku akan membayar nya okeee..." lanjut Mina lalu mendekati kasir.


Setelah membayar mereka pun keluar menenteng masing-masing tas belanjaan.


Sejauh ini mereka sudah sangat akrab selebih lagi tinggal serumah.


" Terimakasih ya kamu sudah banyak membantu aku. " Ucap Mina malu malu.


" Kau ini kenapa harus berterimakasih sih malahan aku senang tau bisa membantu kamu." Jawab Ziyan tulus .


Lagi lagi jantung Mina dibuat berdegup kencang saat Ziyan menampilkan senyum manisnya itu.


" Ohya besok kamu kembali sekolah ya??." Tanya Ziyan sambil melanjutkan jalan dengan langkah pelan diikuti oleh Mina.


" Hmm iya." Jawab Mina.


" Besok kamu kabarin aku ya apa aja yang dilakukan Zafran." Pinta Ziyan hati hati.


" Sip oke."


Tiba tiba dari kejauhan doa orang remaja seumuran mereka memandangi mereka keheranan.


" Bro bro bro liat itu, i-ini benaran??." Tanya Kay pada Eunseo ditempat yang agak jauh dari mereka.


Eunseo ikut melihat ke arah yang ditunjuk Kay ia pun sama tercengangnya.


" Gila."


Kembali ke tempat Ziyan.


" Ohya tunggu bentar aku mau beli minum disana gak jauh kok." Ucap Mina.


" Mau ditemenin." Tawar Ziyan.


" Gak usah kamu tunggu disini aja oke..." Kata Mina sambil melangkah pergi darisana.


Jadilah Ziyan menunggu disini sendirian namun saat itulah dua remaja tadi menghampiri mereka.


" Munafik Lo ya didepan kita menye menye giliran dibelakang kita padahal Lo jalan berduaan sama dia kan dasar setan." Eunseo dengan sayang menjitak kepala Ziyan yang dipikir itu Zafran teman laknatnya.


Ziyan nampak bingung melihat mereka karena tanpa aba-aba dua anak ini menjitak kepalanya.


" K- kalian siapa??.." tanya Ziyan semakin membuat Kay dan Eunseo saling pandang.


" Waahh parah ni anak saking gak mau ketahuan dia ini pura pura amnesia eh setan gak usah sandiwara kita udah kenal Lo lama." Jelas Kay semakin membuat Ziyan menggaruk tengkuknya.


" Serius aku tidak kenal kalian." Ziyan bersi keras memberi tau.


" Terserah Lo nyet gak usah sandiwara deh Lo lama lama gue gorok juga Lo. "


" Ahahahaha didepan kita pura pura benci padahal dibelakang kita Lo embat juga tu cewe."


" Tolong jangan buat aku semakin bingung." Ucap Ziyan.


" Idih ni anak pengen dipanggang kali ya, Kay seret dia."


Kay dengan cepat menarik paksa Ziyan membawanya pergi darisana diikuti oleh Eunseo.


Sekarang mereka ditempat yang sepi tak juga jauh dari tempat tadi.


" Jelasin ke kita apa motif lo membohongi sahabat lo sendiri." Kata Eunseo dengan nada berirama mengintrogasi.


" Sahabat apaan sih aku itu gak kenal kalian lepas ah." Ziyan dengan keras melepas paksa tangannya yang dipegang Kay.


Eunseo menempelkan telapak tangan nya didahi Ziyan.


" Apaan sih." Geram ziyan menepis tangan Eunseo.


" Pantes, suhunya diatas rata rata." Ucap Eunseo bagaikan seorang dokter yang barusaja memeriksa pasien nya.


" Kalian orang gila ya." Cibik Ziyan kesal.


" Wihhh ngatain ni anak." Tak terima Kay.


" Bro tolong jangan seperti ini gue tau lo punya banyak masalah cerita ama kita kalo emang lo suka tu cewe oke fine bilang aja kita gak akan ngetawain Lo kok. " Jelas Eunseo.


" Gak usah malu gak usah pura pura amnesia segala." Sambung Kay.


" Apaan sih orang gila." Kesal Ziyan hendak pergi namun tangannya ditarik oleh Eunseo.


" Mau kemana."


" Lepasin gue mau pulang." Ziyan dengan paksa melepas tangannya.


" Kan rumah Lo kesono." Tunjuk Kay kearah belakang Ziyan.


Ziyan tak menjawab mereka dan hendak berlari tetapi Eunseo dan Kay menghadangnya, namun kali ini ia takkan tinggal diam dengan terpaksa ia melakukan kekerasan menendang perut Kay membuat mereka memberi ruang untuk Ziyan kabur.


" WOI KURANG AJAR SETAN AWAS LO BESOK YE." Teriak Kay dibantu berdiri oleh Eunseo.


" Lo gak papa." Tanya Eunseo.


" Perut gue sakit tau ditendang dia." Ujar Kay sambil memegang perutnya dengan posisi meringkuk.


" Aneh ya kok bisa bisanya Zafran bertindak seperti itu apa ada yang salah ya." Ucap Eunseo bingung.


" Udah ah tolongin gue kita pulang aja biar besok kita kelarin urusan kita sama si kampret itu."


" Oke."


Kembali ke Ziyan ia berhasil melarikan diri dan kembali ketempat tadi.


Disana Mina dengan panik mencari cari Ziyan.


" Mina." Panggil Ziyan sambil mendekati Mina.


" Ziyan kamu kemana aja sih daritadi aku nyariin." Khawatir Mina.


" Gak tau tadi tiba tiba dua orang anak remaja memaksa ku pergi dan mereka bertindak seolah-olah aku ini sahabat mereka." Jelas Ziyan.


" Kok bisa sih emang nya siapa merekaa.." tanya Mina.


" Aku juga gak tau." Jawab Ziyan.


" Yaudah gakpapa yang penting kamu selamat kamu gak ada yang lukakan mereka gak ngapa-ngapain kamu kaaann."


" Sssstt udah gakpapa aku baik baik aja kok." Ziyan menaruh telunjuknya dibibir Mina.


Sekarang ia jadi malu malu.


" Yaudah ayo kita pulang." Ucap Mina.


" Iya. " Balas Ziyan.


                     ***************