
Malam telah tiba dan Sheliya tengah membantu para maid menyiapkan makanan, Zafran duduk di meja makan seorang diri karena Pak Kim masih belum pulang dari kantor. Tapi ia senang bahkan tidak pulang sekali pun Zafran ikhlas 😊
Semua makanan telah tertata rapi oleh Sheliya, Zafran yang melihat itu hanya diam begitu pun Sheliya bersikap secuek mungkin.
" Sheliya..!!!! "
Deg
Sheliya terkejut bukan main saat namanya disebut oleh orang yang tengah duduk dikursi disamping nya.
Wajahnya memucat tangan nya gemetar jantungnya berdegup kencang apakah jati dirinya telah diketahui apakah ini akhir penyamaran nya terbongkar.
" Siapa!! Siapa Sheliya apa kau tau. " Tanya Zafran pada Sheliya sendiri.
Syukur lah Sheliya bernafas lega karena dirinya tak dicurigai.
" Tidak aku tidak tau. " Jawab Sheliya tentu ia berbohong.
" Eum tidak apa apa yang jelas aku sudah tau dia adalah istri ayahku pastinya ibuku. " Ucap Zafran yakin.
" Iya benar bahkan kau sedang bicara dengan ibumu sekarang. " Batin Sheliya.
Zafran tiba tiba menatap Sheliya dengan tatapan yang sulit diartikan membuat Sheliya kembali takut.
" Kalau dipikir pikir kau ada miripnya dengan ibuku. " Ucap Zafran tiba tiba.
" Jangan bicara omong kosong aku punya keluarga sendiri. " Kata Sheliya dan berlalu darisana meninggalkan Zafran sendirian.
Yang namanya Zafran tak ambil pusing karena dengan santainya ia menikmati makanan nya sekarang.
             **************
Ditempatnya Ziyan makan malam yang ditunggu pun tiba.
Diawal pertemuan, Arman dan Raina sangat terkejut karena Kim Samuel telah kembali mereka ikut senang dan ada rasa takut juga karena pasti setelah ini Ziyan akan ikut bersama ayah kandung nya tapi mereka ikhlas tidak boleh egois.
" Ayo selamat makan. " Seru Pak Bahar pada semuanya.
Tak henti hentinya Ziyan tersenyum raut wajah cerianya selalu terpancar, ia sangat senang malam ini begitu juga dengan yang lainnya terlebih lagi Samuel.
" Lihatlah Sheliya cinta pertama mu itulah yang merawat anak kita haha..mereka sangat baik menyayangi anak kita seperti anaknya sendiri. Malam ini aku senang tapi akan lebih senang lagi jika kau berada disini dan anak kita satu lagi. Tenang lah setelah ini aku akan menjemput mu. " Batin Samuel.
Beberapa lama kemudian makan malam yang penuh kesenangan itu pun berakhir, setelah membereskan bekas piring kotor kini mereka semua sedang bersantai diruang tamu atau ruang TV karena rumah Pak Bahar itu sederhana namun sangat nyaman sekali.
Ziyan tak pernah jauh dari ayahnya sedari tadi ia terus menempel pada pria yang menjadi cinta terakhir Sheliya itu.
Membuat pasangan itu sedikit cemburu namun mereka tepis kuat kuat karena mereka bukanlah orang jahat.
Hingga malam semakin larut Arman dan Raina pun pamit untuk pulang.
" Eeu semuanya kami mohon pamit untuk pulang karena malam pun sudah semakin larut. " Mohon diri Arman menghentikan sejenak canda tawa anak dan ayah itu.
" Ah ya kenapa awal sekali ya malamnya padahal kita akan menghabiskan waktu yang lebih lama lagi. " Ucap Pak Bahar sekedar basa basi.
" Itu sudah menjadi perputaran waktu ayah. " Kata Raina sambil tersenyum.
" Sering seringlah kesini kalian juga orang tuanya Ziyan. " Ucap bu Yana menampilkan senyumnya juga.
Arman dan Raina hanya mengangguk dan tersenyum.
Ziyan yang berada di dekat papanya menghampiri orang tua angkat nya.
" Jangan lupakan aku, ibu dan ayah juga orang terhebat dalam hidupku. " Gumam Ziyan sambil menumbruk diri ke pelukan Arman dan Raina.
Melihat itu sedikit ada rasa bersalah dihati Samuel karena dari bayi anak kandung nya tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua kandung nya namun ia bersyukur ada pasangan baik seperti Raina dan Arman.
Arman mengelus surai lembut anak angkatnya, mungkin sudah saatnya ia melepaskan pangerannya ini mungkin perannya sebagai orang tua hanya sampai disini namun ia tetap bersyukur, 16 tahun ia bisa merasakan menjadi sosok ayah.
Raina sampai menitikkan air mata tak sanggup melepas pangeran kecilnya ia ingin masih bersama anaknya walaupun bukan dari darah dagingnya sendiri.
" Sudah ya kami pulang dulu ibumu sudah mengantuk. " Cara cepat Arman sambil melepas pelukannya.
" Kau ini. " Cibir Raina sambil menyeka airmata.
Ziyan terkekeh dengan kelakuan orang tua angkat nya ini.
Mereka yang melihat interaksi itu ikut terharu.
" Iya ayah ibu hati hati maaf mungkin malam ini aku tidak bisa ikut kalian. " Ziyan menunduk merasa bersalah.
Dengan cepat Raina mengangkat dagu Ziyan menatap dirinya.
" Tidak usah minta maaf sayang memang sudah seharusnya kau bersama ayah kandungmu tidak perlu merasa bersalah atau tidak enak dengan kami hmm... "
" Kapanpun itu rumah kami selalu terbuka untukmu. " Tambah Arman.
Sekali lagi mereka berpelukan saling menghubungkan kasih sayang dan setelah itu mereka pun pamit pergi.
Ziyan menatap kearah pintu dengan lesu hingga Samuel yang menyadari itu dengan cepat mendekati anaknya dan merangkulnya.
" Kau tidak merindukan papa. " Goda Samuel.
Dengan cepat Ziyan langsung memeluk papanya.
" 16 tahun sudah aku menunggu papa mana mungkin aku tidak rindu. "
" Oke kalau begitu malam ini ayo kita habiskan waktu bersama saling tukar cerita bagaimana setuju. "
" Setuju setuju. " Sahut Ziyan dengan mata berbinar.
Pasangan tua yang melihat itu sangat bahagia kini cucunya dapat merasakan kasih sayang dari ayah kandungnya sendiri.
           **************
Esok harinya beralih di tempat Zafran, beda seperti kemarin hari ini ia sudah berada di sekolah dikerumuni oleh para sahabatnya untuk menagih cerita.
" Lah janjinya kan mereka yang naktrir lo kok jadi lo yang naktrir mereka. " Ujar Eunseo setelah mendengar cerita Zafran.
" Ya gkpp lagian gue juga mau pamer. " Sombong Zafran dengan muka yang pengen sekali ditampol oleh sahabatnya.
" Elllahh ni anak bener bener ye dahlah cape gue ama lo gk ada sisi baiknya. " Ucap Jaywoo.
" Lah siapa bilang, akukan naktrir mereka jadi aku baik dong. " Elak Zafran membela diri.
" Ya sama aja niat lo kan pamer. " Bantah Kay.
" Hehe...... " Nyengir Zafran.
Tak lama kemudian bel jam pertama berbunyi dan masuklah guru laki laki muda incaran para siswi siswi.
Lain lagi kalo siswa serasa eneuk liatnya apalagi keliatan kalo guru itu tebar pesona.
" Selamat pagi semuanya. " Mulai guru muda yang bernama Lee jinyoung itu pada semua murid sambil mengedipkan mata.
Tentu saja bukannya menjawab para siswi malah berteriak histeris.
" Cih coba gue yang ngedip mata pasti pingsan tu ciwi ciwi. " Bisik Eunseo membuat Kay tertawa meledek tentunya.
" Mau cermin gak lo. " Tawar Kay.
" Diem lo. " Kesal Eunseo.
" Oke semuanya mari kita mulai pelajaran nya ya, tapi sebelum itu ada yang kangen gak sama saya setelah beberapa hari saya gak masuk. " Goda guru Lee, tentunya hanya untuk basa basi karena nyatanya guru Lee itu adalah orang yang baik dan menyenangkan.
" Bapak kemana aja sih serasa makan pun gak kenyang mikirin bapak yang gak masuk masuk. " Centil Hyoojoo yang memang siswi tercentil di kelas.
" Wuuuuuuuuuuuuu. " Sorak semua laki laki membuat kelas itu sangat berisik.
Lee jinyoung hanya nyengir karena kelas jadi berisik sebab ulahnya.
" Yang bener. " Goda Pak Lee sekali lagi.
" Pak wajah cantik nan manis saya ini gak pernah bisa bohong kalo sama bapak. " Ucapnya disertai mimik wajah di centil centilkan.
" Wuuuuuuuwowoowow. " Sorak para siswa sekali lagi.
" Wow plastik woi mana plastik. " Sergah Eunseo membuat semua terdiam.
" Mau muntah gue denger nya. " Lanjutnya langsung membuat seluruh isi kelas tertawa tak lupa juga dengan Zafran yang tertawa terbahak bahak.
" Eh gue tu cantik tau. " Bantah Hyoojoo tak terima.
" Iyasih cantik kalo ngacanya di temboook. " Balas Kay yang mendapat gelak tawa lagi dari seluruh isi kelas.
Membuat Hyoojoo kesal sekaligus malu tapi itu semata mata hanya sebagai candaan penghibur kelas supaya tak sunyi.
Lee jinyoung juga tertawa dengan ulah para anak muridnya ini.
" Sudah sudah jangan menertawai Hyoojoo dia itu cantik kok. " Ucap Pak Lee membuat semua terdiam lain lagi dengan Hyoojoo yang tersenyum kepedean.
" Aaaaa bapak makaciiihhh. " Centilnya.
" Kalo gak ngaca tapi. " Sambung Pak Lee mengundang gelak tawa semua murid dikelas lagi, lain dengan Hyoojoo yang bertambah kesal.
Keempat sahabat itu paling keras tertawa sesekali memukul meja dan teman duduknya.
" Ihhhhh bapaaaakk. " Kesal Hyoojoo.
" Saya hanya bercanda tapi saya becandanya ikhlas kok dimasukkan ke hati juga gakpapa. " Ucap Pak Lee sambil tersenyum.
Begitu juga para siswa dan siswi selain Hyoojoo menyambung tawa mereka.
Begitu lah kelas jika dimasuki guru yang se frekuensi serasa kelas tak serasa sunyi dan kebosanan.
" Baiklah ayo mulai pelajaran. " Ucap Pak Lee sambil membuka buku pelajaran.
Namun tiba tiba Zafran meremas dadanya kuat sepertinya dia kambuh
Jaywoo yang melihat gerak gerik Zafran ia jadi khawatir.
" Lo kenapa. " Tanya Jaywoo dengan volume suara tak dikecilkan membuat pandangan mata tertuju pada mereka.
Zafran tak mampu bicara rasanya sakit sekali ia menggigit bibir bawahnya memenangkan mata.
" Zaf lo kenapa lo sakit. " Tanya Eunseo panik.
Pak Lee yang melihat itu menghampiri bangku Zafran.
" Ada apa. " Tanya Pak Lee.
" Arrghhh..... " Lirih Zafran sepertinya sangat kesakitan.
" Ayo bawa dia ke UKS. " Perintah Pak Lee dan langsung saja Jaywoo merangkul Zafran tak tinggal dengan Eunseo dan Kay juga ikut berdiri namun mereka ditahan oleh Pak Lee.
" Kalian mau kemana biar jaywoo yang membantunya. " Ujar Pak Lee menahan dua remaja itu.
" Gak bisa pak kami harus ikut. " Bantah Kay dan Eunseo.
" Iya tapi nanti ya saat jam istirahat sekarang kalian ikut pelajaran dulu. " Jelas Pak Lee membuat mereka kesal tapi dengan terpaksa mereka menurut.
_
_
_
_
_
Di UKS Zafran langsung dibaringkan diranjang dibantu oleh Jaywoo, nafasnya tersengal sengal merintih kesakitan meremas kuat dadanya.
Jaywoo yang melihat itu sangat panik sampai menitikkan airmata ia tak pernah melihat sahabatnya sesakit ini hatinya terus bertanya ada apa dengan sahabatnya.
" Arrghhh.... S-sakkiitt.... " Rintih Zafran meringkuk kesakitan.
" Hiks... Tenanglah ada apa sebenarnya apa yang terjadi hiks.... " Tangis Jaywoo tak kuasa melihat sahabatnya.
" J-jay t-tolong bawa t-tas ku kemari.... Ahh... Ak-aku ingin minum.. O-obbat... Uenghhhhhh..... T-tolong.. " Ucap Zafran tersendat sendat.
" Baiklah tunggu disini aku akan cepat kemariii. " Kata Jaywoo sambil berlari menuju kelas.
Sebenarnya ia sangat penasaran dengan Zafran namun ia tepis dulu karena sekarang bukan waktunya mengintrogasi.
Sampai di kelas ia mengabaikan semua atensi murid yang melihat nya bahkan tak memperdulikan pertanyaan khawatir tentang Zafran dari dua temannya yang lain karena ia terburu buru mengambil tas setelah itu kembali ke UKS.
Sampai disana ia langsung menyerahkan tas Zafran.
Dengan susah payah Zafran mencari obat penunggang hidup nya setelah ketemu langsung saja ia minum tanpa air membuat Jaywoo membelalakkan matanya tak percaya.
" K-kau.... " Jaywoo sampai menutup mulut melihat sahabatnya.
" Hah... Hah.. Hah.... " Setelah minum ia menunggu obat itu bereaksi dan tak lama kemudian dadanya berangsur-angsur pulih meninggalkan wajah yang pucat pada dirinya.
Setelah dirasa tenang Jaywoo menggenggam tangan Zafran sebagai pertanyaan apakah ia baik baik saja.
Perlahan Zafran mengangguk menatap Jaywoo lesu setelah itu ia pun memejamkan matanya karena dirasa dirinya mengantuk.
" Mau ke dokter. " Tanya Jaywoo pelan.
Zafran menggeleng dengan mata tertutup melihat itu Jaywoo tak tega lagi bertanya pasti sahabatnya ini ingin tidur.
" Tidurlah akan kutemani. "
Setelah itu terdengar dengkuran halus dari Zafran pertanda ia telah memasuki alam mimpinya.
" Sebenarnya ada apa dengan mu aku yakin ini bukan hal sepele mana mungkin kau bisa kesakitan dengan tiba-tiba seperti tadi, besok kau berhutang penjelasan pada ku bahkan pada dua teman mu yang lain Kay dan Eunseo juga pasti curiga. " Batin Jaywoo.
          *****************
Samuel atau nama lengkap Kim Samuel Jon Jae kini sedang berada di sebuah tempat yang banyak di lalu lalang.
" Untung aku masih punya cukup uang untuk membeli ini karena hasil kerjaku di perusahaan itu ahh... Rasanya aku memang tidak tau balas budi, keluarga itu sudah sangat baik padaku. Tapi aku juga tidak bisa melanggar janji ku pada cinta pertama dan terakhir ku. "
" Dengan ini aku bisa menyusul mu Sheliya, tunggu lah aku. " Lirih Samuel sambil memegang dua tiket ditangannya.
Memang sebelum kabur Samuel sempat mengemasi barangnya dan mengambil hasil kerja kerasnya berupa uang yang tak terhitung jumlahnya.
Jika dibilang mencuri tidak juga karena uang itu hasil usahanya sendiri.
" Lebih baik sekarang aku pulang dan memberitahukan pada ibu dan ayah juga Ziyan. " Samuel pun bergegas dari sana.
  Â
            *************