
Di mensionnya Pak Kim Jongsuk Jon Jae.
Prokk prokk prokk.
Pak Kim bertepuk tangan karena anak buahnya berhasil membawa Zafran kemari.
Sekarang anak itu diikat dikursi dalam keadaan masih pingsan karena dibius.
" Ahahahaha aku senang dengan kerja kalian, bagus bagus. " Puji Pak Kim membuat dua anak buah itu bangga.
" Besok aku akan memberimu kejutan Kim Samuel, kau tidak akan pernah menang jika melawan appamu ahahahaha. "
" Jaga bocah ini jangan sampai ia kabur lagi, dan kalau ia memberontak hajar saja aku sudah tidak peduli lagi dengan hidupnya. " Setelah mengatakan itu Pak Kim pun meninggalkan mereka.
Sekarang Pak Kim benar benar kelewat kejam ia tidak peduli lagi pada apapun hingga membuatnya gelap mata.
Dan keesokan paginya dikediaman Lee Chun Yo.
Setelah sarapan, Lee Mina langsung berangkat tak lupa berpamitan dan tinggallah mereka berempat sekarang.
Chun Yo mengambil cuti lagi karena hari ini mereka akan mencari Zafran.
" Chun maaf kau harus mengorbankan pekerjaan mu lagi karena harus ikut mencari anakku dan ikut masuk ke dalam masalah ku aku be-
" Aiiisss mau kutonjok kamu ha sudahlah jangan berbicara seperti itu buatlah aku menjadi sosok sahabat yang berguna untukmu. " Sergah Chun Yo memotong perkataan Samuel.
" Aku juga akan ikut mencari adikku. "
" Mama juga. "
" Aiss kalian ini tap-
" Samuel aku mohon dia adalah anakku juga. "
Samuel menghela nafas percuma berdebat dengan emak emak apalagi menyangkut anak.
" Yasudah ayo...."
Baru hendak pergi tiba tiba deringan handphone Sheliya mengalihkan atensi mereka dan menunda kepergiannya.
Dddrrrrtttttt drrrrtttt........
" Siapa. " Tanya Samuel setelah melihat istrinya menatap layar ponsel.
" Appamu dia video call. "
" Coba angkat Mungkin ada sesuatu. " Perintah Chun Yo dan Sheliya pun mengangkat panggilannya lalu memberi ruang untuk mereka semua melihat.
Panggilan tersambung memperlihatkan Pak Kim disana sambil tersenyum.
" Halllooo semua apa kabar. " -Pak Kim.
" Ada apa tidak usah basa basi. " Ucap Samuel geram.
" Ouu ahaha anakku jangan seperti itu pada appamu. " -Pak Kim.
" Jangan membuang waktu kami kami ingin mencari Zafran dan kau, kau pasti tidak akan menemukannya. " Kini Sheliya yang bersuara.
" Ahahahaha benarkah lalu siapa ini. " Kini pak Kim mengarahkan kamera pada Zafran yang masih tak sadarkan diri membuat mereka yang ada disebarang sana syok.
" Lepaskan anakku.. " ucap Sheliya keras.
" Ouu tenanglah kalian bisa membuatnya terbangun nanti. " -Pak Kim.
" Appa kau jangan keterlaluan lepaskan anakku jangan sampai kau menyentuhnya. " kata Samuel.
" Maaf tapi aku tidak bisa mendengar mu......hei kalian bangunkan bocah itu sekarang." Titah Pak Kim pada anak buahnya lalu mereka mengambil air seember dan menyemburkan pada Zafran membuat anak itu terkejut seketika. Mereka yang diseberang sana berteriak karena melihat perlakuan pak Kim yang tidak ada perasaan itu.
" Biadap kau appaaa....." Teriak Samuel.
" Ahahaha itu belum seberapa .... Hei kalian pegang lah handphone ku dan arahkan ke bocah itu. " Salah satu anak buah Pak Kim mengambil alih ponsel itu dan mengarahkan pada Zafran yang terengah engah, sedangkan Pak Kim sekarang telah mendekati anak itu.
" Appaa jangan kau sentuh dia.. " -Kim Samuel.
" Hiks...hiks...jangan sakiti anakku.." -Sheliya.
" Adikku...hiks..." -Kim Ziyan.
" Hei kau sudah bangun bocah.." -Pak kim.
" Apa mau mu pak tua. " Ucap Zafran seakan menantang.
" Ahahahaha anak kurang ajar memang seperti ini. " -Pak Kim.
" Kau itu sudah tua jadi tidak usah banyak tingkah harusnya perbanyaklah ibadah mu sebelum ajal menjemputmu setan. " Zafran tak merasa takut sedikit pun untuk mengeluarkan uneg uneg nya.
" Kurang ajar berani kau mengataiku...haa.."
PLAKK..
Samuel dan semua terkejut melihat perlakuan Pak Kim yang menampar Zafran.
" Appa hentikaaaaannn..." Teriak Samuel pada Handphone yang masih berada ditangan anak buah Pak Kim.
" Ahahah Kalian mau lihat yang lebih dari ini ha lihatlah.."
Bugh..
Pak Kim lagi lagi meninju perut Zafran yang terikat dikursi.
" Akhhhh...." erang Zafran.
" Tidaaaakkk ....hiks..." Kini Sheliya menangis.
" Cepatlah menjemput anakmu sebelum ia sekarat....ahahahaha.... " Final Pak Kim.
Sheliya mematikan ponsel dan semua bergegas menuju ke mobil untuk menjemput Zafran yang sedang disiksa.
Mobil itu melaju kencang melewati semua mobil yang ada didepan sampai menerobos lampu merah.
Dan singkat nya mereka telah sampai dan langsung masuk setelah melumpuhkan beberapa anak buah yang berjaga.
Kini mereka telah sampai ditempat Zafran disiksa.
" Berhentii...."
Pak Kim melirik ke arah suara dan tersenyum mendapati mereka yang berdiri tepat disebuah perangkap yang ia rencanakan.
Langsung saja anak buah Pak Kim menekan salah satu tombol dan Samuel beserta semua nya terkurung didalam sel.
" Ahahahah aku tidak sebodoh itu untuk menyambut kedatangan kalian tanpa mempersiapkan apa apa. " smirk Pak Kim.
" Kurang ajar lepaskan kami appa lepaskan." Samuel menggedor gedor besi itu namun tak membuahkan hasil.
Dalam keadaan lemah, Zafran sempat melihat ke sumber suara itu dan mendapati seorang pria yang sangat mirip di foto yang pernah ia lihat, dan wanita yang tengah menangis itu juga tidak asing, satu hal lagi yang lebih membuat ia terkejut. Ia seperti melihat dirinya sendiri pada remaja yang juga menangis itu hanya saja penampilannya lebih kalem.
" Ahahah sekarang lihatlah kalian akan menjadi saksi atas kematian bocah pembangkang ini. " Pak Kim mencengkram dagu Zafran dengan kuat membuat sang empu meringis.
" Akhh...arghh..."
" Tidak hiks....bunuh saja aku hiks.... Jangan anakku.....hiks....." Sheliya menangis tak bisa membayangkan jika akan kehilangan anaknya sebelum memperkenalkan dirinya.
" Oww pengorbanan yang mengharukan tapi aku lebih senang melihatmu menderita daripada langsung mati...." Ucap Pak Kim menyeringai.
" Appaaa kau seperti orang gila sadar appaa sadar....."
Pak Kim mengabaikan suara itu dan semakin menyiksa Zafran.
Namun seketika kekuatannya kembali, Zafran dengan sekuat tenaga melepaskan ikatan tali dan menendang Pak Kim menjauh darinya.
" Akhh kurang ajar kau sialan...."
Dengan cepat Zafran bangkit walau sedikit terhuyung.
" Kalian kenapa diam saja tangkap diaaa..." Titah Pak Kim dan dua anak buah itu segera bergegas.
Namun dengan cepat Zafran menendang mereka dan berlari mendekati penjara itu.
" Anakku....." Lirih Sheliya.
Dua langkah lagi seketika lututnya dihantam keras oleh anak buah Pak Kim dari belakang membuat Zafran terjatuh.
Kini kedua tangannya diapit kebelakang dan Pak Kim mendekatinya setelah bangkit.
Bugh...
" Akhhh...."
" Appppaaaaa...."
" Zafraaaann...."
Pak Kim melayangkan tinju kewajah Zafran membuat sudut bibirnya berdarah.
" BIADAP KAU APPA KAU BINATANG TERKEJAM YANG PERNAH AKU TEMUI LEPASKAN KAMI JANGAN SENTUH PUTRAKU...." Samuel berusaha keras mendobrak besi itu namun sia sia.
" BUNUH SAJA AKUUU KAU MEMBENCIKU...HIKS.... JANGAN LAMPIASKAN PADA ANAK KU....HIKSS...."
" PAK KIM KAU JANGAN KETERLALUAN....." Chun Yo juga tak tahan melihat pemandangan ini.
" Kenapa kau tega menyiksa cucumu sendiri kakeekk....hiks....." Ziyan tak tahan lagi ia merasa tak berguna disini.
Pak Kim milirik ke arah Ziyan dan tersenyum mendapati kembaran Zafran itu.
Harusnya anak itu yang diambil dulu bukan anak penyakitan ini.
Bukan berhenti ia malah mencengkram Kuat dada kiri Zafran yang membuat anak itu mengerang kesakitan karena organ lemahnya pasti tidak akan bisa bertahan.
" Arrgghhh....akhhh lepaskan...hah...hah..."
" Jangan jantungnya hiks.... Jangan....hiks....jangaaaannn kumohon jangan....hiks......" Sheliya meracau karena tau itu adalah kelemahan putranya.
" Apppaaa lepaskan...."
" Akhhh....l-lepas .....hah..."
Zafran tak bisa berbuat apa apa karena tangannya dikunci kuat oleh dua pria berbadan kekar itu.
" Kau jangan gelap mata appa jangan seperti ini kumohon jangan appa, eomma pasti sedih melihatmu seperti ini appaa..."
Pak Kim melepas cengkramannya membuat Zafran bisa bernafas normal.
Samuel mengira appanya telah sadar dan bersyukur.
" Appa tolong sadar lah Zafran itu cucumu dia darah dagingku tolong jangan bersikap seperti ini.." Lirih Samuel.
" Tuan aku tau kau tidak akan pernah mau menerima ku tapi kumohon Zafran tidak salah apa apa disini." tambah Sheliya.
" Pak Kim tolong jangan bertingkah gegabah kau bisa menyesal nantinya, Zafran tidak tau apa apa. " Chun Yo juga ikut menimpali.
Sejenak Pak Kim terdiam memandang wajah mereka satu persatu yang berada didalam kurungan, lalu beralih menatap Zafran yang terlihat sangat lemah dengan mata sayunya yang hampir kehilangan kesadaran.
Deg
Zafran sakit mendengar hal itu dirinya semakin merasa rendah karena fisiknya tak sekuat orang yang normal.
" Cukup Pak Kim cukup hentikan jangan kau hina buah hatiku aku yang melahirkannya kau tidak berhak protes akan takdirnya. " Marah Sheliya.
" Ahahahah hei Zafran, lihatlah wanita yang barusan berbicara kau tau siapa dia ha, dia itu bibi cha eunsang mu yang menyamar, yang sebenarnya dia adalah eomma mu. Ahahah kasihan sekali ya Zafran dirimu eomma mu saja tak mengakui dirinya sebagai eomma ia malah memilih menjadi pengasuhmu. " Pak Kim mulai mencuci otak Zafran.
" Jangan kau hasut dia appa...."
" Dengar Zafran kalau memang dia eomma yang baik kenapa harus menyembunyikan jati dirinya kenapa dia tidak mau mengakui mu apa kau lupa bagaimana sikapnya yang akhir akhir ini mengacuhkanmu..."
" CUKUP APPA CUKUP...."
" Aku rasa kau memang tidak dibutuhkan bahkan jika kau mati mereka masih punya pengganti yaitu kembaran mu yang sehat tidak lemah seperti mu. "
" APPPPAAAAAAA...."
" Ahahah terima saja nasibmu nak kau memang selalu menyusahkan. " Cibir Pak Kim.
Airmata Zafran mulai luruh mendengarnya. Ia merasa hina dan tiada guna.
" Nak jangan dengarkan dia mama melakukan ini kar-
" DIAAAMMM... " bentak Zafran membuat semua terkejut.
" Dan kau moster tidak usah menghasutku kau pikir aku akan termakan dengan omongan rendahan mu itu ha. TENTU TIDAAK.. "
" AHAHAHAH lucu sekali pak tua hahah kau kebanyakan nonton lawak ya hingga bisa melucu hahah. " Zafran tertawa namun disertai airmata.
Semua orang tau kalau Zafran tidak baik baik saja.
" Kurang ajar kau si-
" IYAAA AKU KURANG AJAR SUDAH BERAPA KALI KAU MENGATAKAN ITU AKU MULAI BOSAN. " Aura kemarahannya jelas terpancar.
" Kau memang anak tak berguna. "
" Lalu kau pikir kau itu berguna ha. " Balas Zafran.
Mereka yang ada di kurungan seketika tercengang melihat Zafran yang berani melawan seperti itu.
Sudah tak terbayangkan bagaimana kemarahan Pak Kim sekarang, sudahlah mungkin setelah ini tidak akan baik baik saja.
Jujur daritadi Zafran sudah merasakan nyeri didada kirinya tapi ia menyembunyikan hal itu tak mau kelihatan lemah.
" Kau sudah membuat aku kehilangan kesabaran Kim Zafran dan sekarang jangan salahkan aku jika melakukan hal yang lebih. " Seringai Pak Kim sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil namun tajam dari saku jasnya.
Semua yang ada Disana terkejut dan ketakutan membayangkan pisau itu akan menyentuh tubuh Zafran.
" Apppaaaa kumohon jangan appaa...." Lirih Samuel.
" Tuan aku akan melakukan apapun asal jangan bunuh putra ku..."
" Tidaaaakkk aku tidak mau kehilangan adikku...hiks..."
" Ahahahah memohonlah dan menangislah lalu ucapkan selamat tinggal pada anak kurang ajar ini ahahahaha...." Ucap Pak Kim sambil memperlihatkan pisau itu kearah mereka.
" Kau bocah apa ada kata kata terakhir sebelum kematian mu. "
Zafran menyeringai dipegangan anak buah Pak Kim.
" Cih...Pak tua aku punya pesan untukmu...Neraka sudah menunggumu tinggal pilih jalan lewat mana ahahaha siap siap ya...." Sungguh tak ada ketakutan pada anak ini membuat mereka semua terheran-heran.
" Dasar-
" Ssssttt tidak usah banyak bacot langsung saja. "
" Tidak Zafran kau jangan gila kau harus bertemu dengan papa mama dan kakak mu nak..... " Ucap Samuel.
Zafran melirik kearah sumber suara dan tersenyum menatap mereka satu persatu.
" Kau kah appa ku...Appa aku merindukanmu selama ini, dan kau yang mirip dengan ku aku tidak tau jika selama ini aku punya kembaran...jaga orang tua kita ya..."
Semua menangis tak kuat jika harus kehilangan orang yang bahkan belum ditemui.
Jleb...
" Arrghhhh...."
" TIDAAAAAKKK...."
Pak Kim telah menusukkan pisau itu tepat ke perut Zafran membuat darah merembes keluar bahkan dari mulutnya.
" Selamat tinggal pecundang..."
" Akhhh..." Sungguh sangat sakit ketika Pak Kim menarik pisau itu yang tertancap diperut Zafran.
Mereka semua hancur menangis meraung tiada henti didalam kurungan itu.
Brughh...
Zafran ambruk ke lantai bajunya yang semula putih kini telah berubah merah. Tangannya berusaha menutup darah yang meluncur.
Ia bergerak tak karuan merasakan sakit yang sangat hebat.
" Tidaakk hikss...tidak...aku bersumpah tidak akan memaafkan mu Pak Kim Jongsuk biadap.." Sheliya hancur melihat darah itu.
" Ahahaha siapa yang akan meminta maaf-
Dorr.
" Jangan bergerak. "
Beberapa polisi menerobos ruangan itu dan berhasil melumpuhkan Pak Kim beserta para anak buahnya.
" Pak tolong tekan tombol itu lepaskan kami." Ucap Chun Yo lalu dengan segera salah satu polisi itu menekan tombol pembuka sel tersebut.
Dan dengan segera mereka keluar mendekati Zafran yang sedang sekarat.
" Anakku tolong bertahan hikss...bertahan lah...hikss.... " Sheliya menidurkan Zafran ke pahanya sambil memeluknya.
" Pak bawa mereka Pak mereka telah melakukan percobaan pembunuhan. " Pinta Chun Yo lalu para polisi itu membawa Pak Kim beserta anak buahnya pergi darisana.
" Arghhhh akhh..s-sakiittt.." Zafran menekan perut nya yang terus mengeluarkan darah dibantu oleh Ziyan yang juga menutupi dengan tangannya.
" Jangan menunggu lagi ayo bawa dia kerumah sakit. " Perintah Chun Yo.
Samuel menggendong Zafran membawa ke mobil diikuti oleh Chun Yo dan Sheliya yang tidak berhenti menangis.
Mobil itu telah melaju darisana meninggalkan seseorang dengan wajah sedih dan khawatir juga puas karena penjahatnya telah ditangkap.
Wanita tua dengan pakaian seperti pembantu ya dia adalah bibi Ahn.
Beliau lah yang menelpon polisi melihat keadaan yang semakin gawat mana mungkin beliau diam saja.
Memang sudah terlambat tapi setidaknya Pak Kim telah ditangkap.
Disinilah mereka sekarang dirumah sakit menunggu keadaan Zafran diluar ruangan dengan penampilan yang sangat kacau.
Sheliya tak henti hentinya menangis merapalkan doa, Samuel yang melihat itu ia memeluk istrinya.
Ziyan juga sama ia menangis dan dikuatkan oleh Chun Yo.
Lama menunggu dokter pun keluar namun ketika hendak pergi terlihat dokter itu terburu-buru mengabaikan mereka setelah itu ia kembali masuk lagi semakin membuat hati mereka tak tenang.
" Mama adikku pasti selamatkan hikss.... "
" Iya nak dia itu anak yang kuat. "
" Kumohon bertahanlah nak..."
Sedangkan Zafran didalam ia terlihat dengan berbagai macam alat yang mengerikan dengan kondisi yang sangat lemah.
Bertahanlah Zafran ini belum berakhir kau harus bertemu dengan keluarga mu.
Semua orang telah menunggumu.
Chun Yo melirik jam ditangannya yang menunjukkan waktu kalau ia harus pulang karena sebentar lagi Lee Mina selesai dari sekolahnya, mau tidak mau ia pun mengundurkan diri.
" Eee Samuel, Sheliya, Ziyan aku mohon pamit aku harus pulang karena sebentar lagi anak-
" Baiklah Chun kami mengerti lagi pula kau sudah banyak membantu kami, terimakasih ya..." Ucap Samuel.
" Kau sahabatku mana mungkin aku membiarkan mu dalam kesulitan. " Mereka saling melempar senyum.
" Yasudah kalau begitu aku pamit ya nanti aku akan kembali lagi sekalian membawa baju ganti. "
" Sekali lagi terimakasih. " Ujar Sheliya.
" Iya iya kalau begitu aku pulang ya jaga diri kalian baik baik. " Balas Chun Yo sambil pergi.
" Hati hati. " Ucap Samuel sedikit berteriak Karena melihat Chun Yo yang sudah jauh.
Sekarang mereka kembali fokus memikirkan keadaan Zafran.
Dan tak lama kemudian dokter yang menangani Zafran pun keluar memberi kabar, langsung saja mereka melontarkan pertanyaan.
" Dokter bagaimana keadaan putra ku dia baik baik saja kan. " Tanya Sheliya terburu buru.
" Tolong jangan katakan hal buruk dokter...." Pinta Samuel tak sanggup mendengar hal buruk tentang anaknya.
" Adikku baik baik saja kan. " Tambah Ziyan.
" Tenang semua tenang......Eee begini pasien kehilangan banyak darah dan setelah diperiksa ternyata persediaan darah dirumah sakit ini telah habis dan kami mohon pada keluarganya untuk bersedia mendonorkan darah untuk remaja itu. " Jelas dokter itu.
" Apa golongan darahnya dokter. " Tanya Samuel.
" Golongan darahnya A. " Jawab dokter itu.
" Saya dok saya bersedia saya ibunya ambil darah saya semaunya. " Sergah Sheliya cepat sambil menghapus airmatanya secara brutal.
Semua pasti bersedia Tapi golongan darah Kim Samuel adalah B dan Ziyan pasti tidak akan diizinkan.
" Baiklah. " Jawab dokter itu.
" Kamu kuat..??. " Tanya Samuel yang melihat Sheliya sangat sangat kacau.
" Untuk anakku aku akan berusaha sekuat apapun, k-kau tunggu disini bersama Ziyan yaa. "
" Kalau begitu ayo ikut saya. " Titah dokter itu dan Sheliya mengangguk mengikuti dokter tersebut, tapi sebelum itu ia menyempatkan diri mencium dahi Ziyan dan tersenyum pada suaminya.
" Semoga mama dan Zafran baik baik saja. " Lirih Ziyan.
" Iya sayang teruslah berdoa untuk mereka nak. " Samuel merangkul Ziyan kepelukannya.
**************