
"Ini adalah ponsel mahal, menurutku ini adalah milik Vel Junior" ucap Arkha sembari mengambil salah satu barang bukti berupa ponsel tersebut.
"Biar aku lihat" ucap Nick meminta ponsel di tangan Arkha.
Arkha langsung memberikan ponsel itu kepada Nick untuk diperiksa olehnya.
"Ini bukan milik Vel Junior, ini adalah milik De Thevil. Seluruh anggota Vel Junior dilarang menggunakan ponsel tipe ini" jelas Nick.
"Bagaimana bisa itu adalah milik De Thevil, ponsel mahal seperti ini biasanya adalah milik anggota gadis brengsek itu" bantah Arkha.
"Siapa yang kau katakan gadis brengsek itu?" tanya seoramg gadis yang baru muncul.
Arkha menoleh ke arah sumber suara, ia mendapati seorang gadis yang sangat mereka kenali. "Ohh sial! Eve!" ucapnya.
"Dasar Bajingan!" ucap Eve kesal pada Arkha.
"Bukti apa yang kalian temukan di lokasi kejadian?" tanya Eve yang ternyata sudah diberi tahu oleh Nick bahwa anak buahnya mendapat bukti dan petunjuk.
"Ini sebuah ponsel" ucap Eve saat melihat sebuah ponsel yang diberikan oleh Nick.
"Apa yang kau pikirkan ketika melihat ini?" tanya Nick.
"Sesuatu yang janggal" ucap Eve.
"Apanya yang janggal?" tanya Arkha dengan gaya sombongnya.
"Dasar bodoh! Apa kau tidak berpikir?! Ohh, jelas kau tidak berpikir tentang ini, kau hanya berpikir untuk mengata-ngatai diriku kan?" cibir Eve dengan begitu kesalnya.
"Hei, apa maksudmu?" tanya Arkha.
"Sudah, abaikan dia. Fokus dengan bukti-bukti ini saja" ucap Nick pada Eve.
"Dimana kau menemukan benda ini?" tanya Eve pada kepala kelompok penyelidikan itu.
"Sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian, aku mengambilnya karena ada suatu tanda di ponsel itu" ucap kepala kelompok penyelidikan itu.
Eve melihat kembali ponsel itu, meneliti lebih jeli dengan mata elangnya. "Iniii... Inikan.. Ini adalah logo samaran milik De Thevil" ucap Eve saat menyadari tentang logo tersebut.
"Coba ku lihat" ucap Nick meminta ponsel itu.
"Ini, lihatlah" sahut Eve sembari menunjukkan logo yang tertera samar-samar di ponsel tersebut.
"Kau benar, ini adalah milik De Thevil. Tapi ini bukan logo utama mereka, ini logo yang dibuat sedemikian rupa untuk mengelabui musuh, hanya dengan kejelian yang tinggi baru bisa mengenali logo milik siapa ini sebenarnya" timpal Nick dengan sangat jelas.
"Tapi hal janggal itu, bagaimana?" tanya Eve yang dibuat semakin bingung.
"Apa yang kau pikirkan tentang ponsel ini?" tanya Nick.
"Sebuah pertanyaan, kenapa ponsel ini baru ditemukan sekarang, sementara penyelidikan sudah berlangsung lama. Bahkan kita juga pernah turun ke area tersebut, tapi aku tak pernah menjumpai hal semacam ini. Aku rasa mereka menyembunyikan hal ini, dan kemudian mereka memberikan kita petunjuk, lalu...?" Eve terhenti.
"Lalu apa?" tanya Arkha penasaran.
"Aku rasa ini sebuah jebakan" ucap Eve melanjutkan.
"Aku juga berpikir demikian, sama sepertimu, aku juga berpikir ini sebuah jebakan. Dan satu-satunya cara adalah, kita harus masuk ke dalam perangkap ini" ucap Nick dengan keyakinannya yang tinggi.
"Hei! Apa kau gila ya?! Masuk ke dalam perangkap? Itu sama saja dengan cari mati namanya" ucap Arkha penuh emosi, ia merasa bahwa rencana Nick itu cukup konyol.
"Kau yang gila! Setidaknya gunakan otakmu itu walau hanya sekali!" sahut Nick yang kesal dengan perkataan Arkha tadi.
"Kau hanya menggunakan otakmu untuk hal kecil, dasar sialan!" kesal Nick.
"Hei!" panggil Eve sambil memetik jarinya. "Kita di sini bukan untuk berkelahi, kita perlu jalan keluar. SO-LU-SI...!!!" ucap Eve yang kesal melihat pertengkaran kucing dan tikus itu.
"Apa kita sungguh akan masuk ke dalam perangkap mereka?" tanya Arkha.
"Iya, tapi kita harus masuk tanpa sepengetahuan mereka. Nick, aku perlu bantuanmu, buatlah agar mereka tidak bisa mengerti taktik kita. Ya, setidaknya mereka tidak bisa memastikan bahwa kita sudah terjebak atau belum" jelas Eve mengenai rencana yang ia inginkan.
"Baiklah, akan ku pikirkan caranya" sahut Nick.
"Ya, pikirkanlah, sementara aku ingin bersantai" ucap Eve.
"Dasar gadis sialan!" umpat Nick kesal.
"Oh iya, malam ini ada sedikit transaksi, mode kecil-kecilan. Milik mainan rongsokanmu itu, Edward" Eve memberitahu Nick.
"Kenapa mereka baru muncul lagi?" tanya Nick bingung, sebab sudah 7 bulan Edward dan kelompoknya senyap, tidak ada melakukan transaksi gelap atau bisnis mereka yang sejenisnya.
"Entahlah, namun mereka memang akan muncul lagi malam ini. Tapi, berhati-hatilah, sebab mereka memberi kode terang-terangan, aku rasa ada sesuatu yang aneh di sini dan ada kaitannya dengan tragedi yang menimpa Vel **" jelas Eve dengan rasa curiganya yang mendalam.
"Baik, tapi apa kau akan menurunkan anggotamu malam ini?" tanya Arkha.
"Fevel sedang melemah, mungkin Vel ** akan turun, tapi itupun jika memungkinkan" jawab Eve ragu-ragu.
"Jika Fevel tidak bisa turun, maka aku sarankan Vel ** jauh lebih baik jika tidak ikut turun juga" saran Nick.
"Kenapa?" tanya Eve bingung.
"Kau pasti tahu dengan jelas, apa penyebab Fevel mengalami kondisi yang seperti ini. Bukankah seharusnya kau mengerti kenapa Vel ** lebih baik bersembunyi dan hening" jawab Nick.
"Ya, aku mengerti. Tapi jika begitu, sama saja kita membuka identitas Vel ** sebagai adik klan Fevel. Aku tidak mau jika sampai keduanya lumpuh secara bersamaan" ucap Eve.
Nick diam dan berpikir. "Hm, kau ada benarnya. Mungkin itu termasuk salah satu alasan tragedi ini" timpal Nick.
"Akan lebih baik jika Fevel bergerak kecil, dan Vel Junior memberontak mereka. Selain itu, Vel ** tidak akan ikut bersama kalian jika mereka benar-benar turun, mereka akan berjalan sendiri, jangan pernah menyapa mereka, berpura-pura saja kau tidak kenal dengan anggota Vel **" ucap Eve.
"Lalu, kau akan mengambil titik yang sama dengan Navarda?" tanya Nick memperjelas.
"Tidak, kami akan mengambil titik yang dekat dengan kalian tapi tidak sama dengan kalian" jawab Eve dengan cukup jelas.
"Baiklah kalau begitu" ucap Nick.
"Ya... Aku masih ada urusan, aku harus pergi sekarang. Ingat untuk berhati-hati dalam penyergapan nanti malam, Fevel akan menjadi tim cadangan" ucap Eve sembari berpamitan.
"Aku akan mengingat itu" sahut Nick.
"Ok, aku pergi dulu" pamit Eve.
"Ya, hati-hati, nona brengsek" ledek Arkha.
"Terima kasih, tuan bajingan!" balas Eve dengan begitu kesal. Kemudian, ia berlalu begitu saja meninggalkan markas Navarda yang dijaga ketat oleh anak buah Nick.
"Penyergapan malam ini tidak boleh ada kesalahan di dalamnya" ucap Nick pada Arkha.
"Baik...!" sahut Arkha siap.
"Dan kalian! Teruskan penyelidikan sampai mendapat titik terang permasalahan ini" perintah Nick pada anak buahnya yang termasuk tim penyelidik kasus kecelakaan enam bulan lalu.