Get married with mafia

Get married with mafia
Chapter 11 - Bereskan!



Pertempuran pun sudah berakhir setelah terjadi selama kurang lebih 2 jam lamanya, Elea dan Lavi berhasil mengatasi daerah yang menjadi titik pemberontakan Mawar Api. Nick dan Eve juga berhasil membasmi dan menghentikan transaksi gelap milik kelompok Mawar Api tersebut. Setelah selesai, Eve pergi menghampiri Nicholas dan Arkha yang terlihat cukup kelelahan karena tadi mereka sempat kewalahan melawan jumlah pasukan lawan yang terbilang sangat banyak.


“Jadi kalian yang selama ini memegang kendali atas Navarda” ucap Eve dengan senyum angkuhnya.


“Iya, aku yang mengetuai Navarda” balas Nick spontan dengan begitu angkuhnya.


“Kau pasti dari Fevel kan?” tanya Arkha.


“Iya, aku ketua dari Fevel” jawab Eve sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Terima kasih atas bantuanmu tadi” ucap Arkha sopan.


“Tidak perlu, ini juga wilayahku. Jujur saja, kalian salah perkiraan dalam membawa pasukan, jumlahnya kalah banyak dengan pengamanan transaksi ini” perkatan Eve membuat Nick kesal.


“Hm, diamlah! Membantu kami tak membuatmu menjadi lebih hebat dari kami” Nick geram.


“Aku tahu, Nicholas” Eve menyebut nama Nick.


“Dari mana kau tahu namaku itu?, bukankah kalian hanya mengenal nama samaranku sebagai ketua Navarda yaitu NIV” tanya Nick penasaran dengan Eve. “Dan kau ini, bukankah kau salah satu dari 4 orang gadis yang hari itu pulang sekolah bersama” lanjut Nick.


Eve tertawa kecil mendengar pernyataan Nick tersebut. “Ya kau benar, namaku Eve. Hari itu aku juga melihatmu, duduk santai di dalam mobil mewahmu itu. Dan tentang bagaimana aku tahu nama aslimu, aku tahu bahwa kau adalah salah satu anggota Navarda dari lambang yang ada di mobilmu hari itu, tak ku sangka kau adalah NIV” kata Eve menjelaskan. “Saat melihatmu aku langsung mencari tahu tentangmu, dari anak buahmu aku tahu bahwa kau bernama Nicholas, dan barusan tadi aku tahu kalau NIV adalah Nicholas dan Nicholas adalah orang yang melewatiku dengan senyuman angkuhnya” lanjut Eve dengan nada mencibir.


“Sangat terperinci” ucap Arkha sambil bertepuk tangan. Sedangkan Nick hanya mengalihkan pandangannya malas.


“Lelaki ini menyebalkan” gerutu Eve dalam batinnya.


“Aku harus pergi, adik dan temanku pasti sedang menunggu. Sampai jumpa” ucap Eve kemudian memberi kode pada anak buahnya sebagai tanda untuk pergi dari lokasi itu.


“Gadis itu sangat sombong” gerutu Nick kesal.


“Aku juga tidak begitu menyukai sikap sok-sok'annya, tapi jika bukan karena dia kita mungkin akan kalah dalam pertarungan besar malam ini” timpal Arkha pasrah.


“Tapi bukan berarti dia bisa bersikap seperti itu. Awas saja jika dia kembali berulah seperti tadi, aku akan menempatkannya pada penyiksaan yang akan membuatnya memohon di bawah kedua kaki ku ini” ucap Nick geram sembari mengepalkan kedua tangannya, menahan amarah yang sudah memenuhi seisi hatinya itu.


Beberapa dari mereka yang mengalami cedera dibawa ke markas penyimpanan tawanan atas perintah Eve, markas itupun adalah milik Eve. Tak sembarang orang bisa masuk ke dalam markas itu karena ketatnya penjagaan, Eve sengaja melatih keras anak buahnya untuk menjaga markas itu agar ia bisa mengamankan para tawanannya.


Eve pulang ke rumahnya dan langsung membersihkan diri setelah sampai, ia merebahkan tubuhnya di kasur empuknya menunggu notifikasi berita tertangkapnya ketua kelompok Mawar Api. Elea juga begitu, sementara Nick dan Arkha masih sibuk membereskan mayat-mayat di lokasi kejadian dan membungkus tubuh ketua Mawar Api agar tidak lecet saat diserahkan pada pihak kepolisian daerah setempat.


“Segara bereskan semua ini, kemudian kita pulang” perintah Nick pada Arkha.


Nick pergi menuju mobilnya dan meletakkan semua senjatanya di dalam mobil, ia yang sudah merasa begitu lelah langsung masuk ke dalam mobil dan duduk bersandar menikmati lelahnya hasil olahraga dimalam minggu ini.


“Kami sudah selesai. Kau bisa pulang sekarang” ucap Arkha memberitahu Nick.


“Baiklah aku akan pulang” balas Nick. “Paman, sekarang kita kembali ke mansion” kata Nick pada sopir pribadinya itu.


“Baik Tuan” jawab sopir.


Perjalanan Nick menuju mansion dari lokasi penyergapan itu sekitar 45 menit, saat tiba di mansion Nick langsung berjalan menuju kamarnya. Kemudian, ia pergi membersihkan diri dan bergegas tidur karena Nick merasa sangat mengantuk bahkan rasanya sulit sekali untuk membuka matanya. Baru saja ia merebahkan diri di atas kasurnya, Nick sudah terlelap dengan sangat nyenyak.


Situasi di rumah Elea kini aman, orang tuanya tidak tahu bahwa anak gadisnya ini baru saja kelayapan bersama para berandalan. Elea yang kelelahan pun sudah terlelap juga sedari tadi, namun Eve yang masih penasaran dengan geng yang menaungi Mawar Api masih saja bangun dengan mata yang segar.


Di kamarnya, Eve masih duduk membuka petunjuk menghubungkan bukti dan berusaha membuka jalur. Eve memang merasa lelah namun kedua netranya belum ingin menutup dan masih ingin menikmati malam, Eve masih santai di depan laptopnya dan melakukan searching tentang kerjasama Mawar Api selama ini.


“Kalau dilihat dari arah yang diberikan oleh petunjuk ini, seharusnya ini adalah.... Hah?!! Tidak mungkin, kenapaaa...?” Eve menemukan sesuatu dan membuatnya terkejut.


“Aku harus bertemu dengan Nicholas besok, aku perlu membahas hal ini lebih lanjut lagi” ucap Eve dalam batinnya yang masih tegang.


“Elea tak boleh sampai tau tentang hal ini, alasan apa yang harus aku berikan padanya. Bagaimana aku mengatasi orang pintar yang satu ini” Eve bingung bagaimana ia harus menipu Elea.


“Aku tahu, Elea tidak pernah mau turut campur kalau aku bertemu dengannya. Ya, aku bisa gunakan nama Derry untuk masalah ini” Eve teringat bahwa Derry adalah orang yang paling Elea tidak suka dan Elea tidak mau ikut campur mengenai urusan Eve dan Derry.


“Besok aku akan menemui Nicholas dan tangan kanannya yang ramah tamah itu. Maafkan aku El, aku tidak punya pilihan lain. Aku sebenarnya juga malas melibatkan Navarda dalam hal ini, tapi jika tidak ku lakukan mereka ini akan semakin menjadi-jadi” ucap Eve dalam batinnya.


Eve yang sudah menyembuhkan rasa penasarannya kini pergi ke kasurnya dan tumbang begitu saja akibat kelelahan, tak perlu waktu lama bagi Eve untuk terlelap dalam gelapnya suasana malam ini. Walaupun sebelumnya kedua mata Eve masih terasa segar dan tak ingin menutup, namun saat berbaring ia merasakan sensasi yang membuatnya langsung berlabuh ke alam mimpi menyusul Nick dan juga Elea yang sudah terlelap duluan. Sungguh malam yang melelahkan.