
Beberapa orang dikirim untuk membersihkan jasad Nick, Arkha dan Delvin, berdasarkan informasi yang diterima. Namun saat orang-orang itu tiba, yang mereka jumpai adalah jasad mata-mata yang dikirim untuk membunuh Nick, Arkha dan Delvin.
“Tuan, kami hanya menemukan jasad Mike dan yang lainnya di sini” ucap pimpinan pasukan yang ingin membersihkan jejak pada bos mereka melalui sambungan telfon.
“APA?!” bos itu kaget dan marah karena sudah ditipu. “Bereskan saja semua jasad yang ada di situ” perintahnya.
“Baik, Tuan” pimpinan itu langsung mematikan telfonnya, dan memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan semua jasad yang ada.
Sementara keadaan di perusahaan John bellse sedang kurang baik. John yang memiliki urusan mendadak di luar kota, terpaksa meninggalkan putrinya untuk menjaga perusahaan. Elea harus menyelesaikan sebuah masalah di kantornya, yaitu keuangan perusahaan. Ada kejanggalan antara jumlah pemasukan dan pengeluaran, sehingga perusahaan mengalami sedikit penurunan dari laba bulan lalu. Elea meminta kepada seluruh pengurus bagian keuangan untuk mengecek daftar pemasukan dan pengeluaran perusahaan, Elea juga meminta buku catatan keuangan perusahaan untuk ia cek sendiri.
Elea melihat beberapa pengeluaran besar yang tak lazim di sana, ia mendapati catatan perbelanjaan barang yang tak sesuai dengan harga sebenarnya. Elea memanggil beberapa pimpinan bagian penting di perusahaan itu untuk mengadakan rapat penting, dan meminta kepala administrasi untuk hadir dengan membawa beberapa catatan dan juga contoh barang yang pernah dibeli dengan harga fantastis tersebut.
“Selamat siang semuanya” ucap Elea ramah.
“Siang nona” ucap mereka semua serempak.
“Maaf jika panggilan saya mengganggu pekerjaan kalian. Tapi saya memanggil kalian untuk membahas hal penting tentang perusahaan ini” tutur Elea memberitahu.
“Jadi, akhir-akhir ini saya melihat penurunan laba perusahaan. Padahal bulan lalu laba uang didapat jumlahnya lumayan, dan ketika saya mengecek catatan keuangan saya menemukan beberapa barang yang dibeli dengan harga yang tak seharusnya” ucap Elea.
“Bukankah untuk setiap perbelanjaan, perusahaan sudah memberikan batas budget yang boleh dikeluarkan untuk membeli barang tersebut?” sambung Elea.
“Itu benar, nona. Dan saya juga menemukan beberapa catatan keuangan yang sepertinya dipalsukan, nona” ucap kepala perusahaan bagian keuangan.
“Tapi, menurut data administrasi, pengeluaran dan pemasukan jumlahnya sesuai” sahut kepala perusahaan bagian administrasi.
“Kalau begitu, berarti ada yang sudah dengan sengaja memalsukan beberapa catatan keuangan perusahaan” timpal Elea.
“Itu mungkin saja” ucap salah satu karyawannya.
“Jika memang begitu, masalah ini harus segera kita selesaikan. Selambat-lambatnya sebelum Pak John kembali dari luar kota” kata Elea.
“Menurut saya kita perlu detektif, agar dengan mudah kita bisa menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini secepatnya, nona” usul salah satu orang bagian pemasaran.
“Tidak, kita sudah mulai mengalami penurunan ekonomi lagi. kita harus meminimalisir pengeluaran berikutnya, memanggil detektif memang solusi penyelesaian tapi bermasalah bagi keuangan” sahut Elea.
“Kalau begitu kita tidak ada jalan lagi. saya tidak punya saran lainnya” timpal orang bagian pemasaran tersebut.
Elea terdiam dan berpikir. “Pasti ada jalannya, tidak mungkin tidak” ucap Elea dalam batinnya.
“Panggil seluruh orang yang mengawasi dan mengatur bagian perbelanjaan perusahaan. Saya ingin menemui mereka sekarang juga” perintah Elea dengan tegas.
Salah satu karyawan pergi untuk melaksanakan perintah Elea, dan yang lainnya tetap berada di tempat menunggu kelanjutan dari semua ini.
“Nona, semuanya sudah hadir di sini” ucap salah seorang karyawan.
“Baik, saya akan keluar” sahut Elea. “Mari kita menemui mereka, dan mengungkap kebenaran yang ada” ucap Elea penuh keyakinan.
Elea keluar ruangan dan menemui semua orang yang terlibat dalam bagian perbelanjaan dan penggunaan uang perusahaan. Elea mulai menjelaskan tentang apa yang terjadi.
Elea melihat dua orang karyawan perempuan dengan gerak-gerik aneh yang mencurigakan, entah benar atau tidak tapi Elea menduga ada hal aneh pada mereka berdua. Lalu, tiba-tiba dua orang berbadan kekar dengan pakaian rapi datang menghampiri Elea, lalu berbisik padanya.
Elea yang mendapat informasi tentang penggelapan uang perusahaan, langsung menunjuk ke arah dua orang. Lalu ia memerintahkan bodyguard pribadinya untuk menarik dua orang itu agar dibawa ke ruangan pribadi milik Elea. Awalnya Elea mengira bahwa dua orang perempuan tadi yang melakukan penggelapan uang perusahaan, namun ternyata dua orang dengan gerak-gerik aneh tadi sebenarnya sedang kebelet. Saat Elea membubarkan barisan karyawan, dua orang perempuan itu langsung berlari menuju toilet.
Di ruangan pribadi Elea, situasi menegang. Dua orang pria yang merupakan tersangka penggelapan uang tersebut merasa sangat takut, bukan tanpa sebab atau karena akan dipecat. Mereka takut melihat dua orang bertubuh kekar dan tinggi yang mengawal Elea di ruangan itu. Jikalau mereka terbukti bersalah, bisa-bisa sebelum mengucapkan bye-bye mereka sudah ditelan dua orang bodyguard itu.
“Katakan pada saya apa yang sebenarnya sudah terjadi? Sebelum kalian remuk di tangan mereka berdua” ancam Elea.
Mereka berdua semakin ketakutan melihat bodyguard itu mulai melebarkan matanya, semakin lama mereka juga semakin gemetar. Elea yang melihat mereka hanya diam dan ketakutan langsung mengambil tindakan antisipasi.
“Menjauhlah, mereka takut dengan kalian” ucap Elea pada bodyguardnya.
Kedua bodyguard itu mundur beberapa langkah. “Sekarang kalian katakan, apa yang sudah terjadi saat ini dan apa yang kalian lakukan?” ucap Elea dengan sorot mata tajamnya.
Dengan susah payah mereka menjelaskan kenapa mereka melakukan penggelapan uang tersebut, walau pun nada suara mereka masih terdengar gugup bercampur takut. “Se-sebenarnya, kami hanya ingin mencari uang lebih. Karena Ibu kami sedang sakit, dan perlu biaya yang besar” jelas salah satu dari mereka.
“Alasan kalian tidak logis, apa perlu saya panggil dua orang tadi lagi?” ucap Elea geram.
“Ja-jangan, nona” pinta mereka. “Baik, akan kami katakan” ucap mereka.
“Jadi, aku disuruh salah seorang dari pihak perusahaan Pak Derry untuk melakukan penggelapan uang. Mereka mau perusahaan ini bangkrut, lalu mereka akan mengambil alih perusahaan ini dan menjalankannya” ucap salah satu dari mereka.
“Iya, nona. Lalu dia mendatangi ku dan menceritakan tentang hal itu, dia meminta ku membantunya jika tidak dia bisa mati. Lalu aku merasa iba dan kemudian membantunya, sungguh nona kami tidak berniat buruk, kami hanya ingin selamat” sambung yang lainnya.
“Kalian hanyalah kambing hitam, dan pengkhianat adalah pengkhianat. Tutuplah mulut kalian setelah ini, aku harus memperbaiki kesalahan kalian. Jangan bunuh diri, aku akan mengamankan kalian agar kalian bisa memberi kesaksian” ucap Elea.
“Baik nona” sahut mereka patuh.
“Tapi sebelum itu, aku terpaksa harus memecat kalian. Dan jika kalian sudah lepas dari pengamananku, carilah pekerjaan baru dan bekerjalah dengan jujur. Jika tidak, maka aku sendiri yang akan melaporkan kalian dan bersaksi bahwa kalian sudah melakukan kesalahan. MENGERTI?!!” tegas Elea.
“Kami mengerti, nona” sahut mereka bersamaan.
Dengan kecerdasannya Elea berhasil menyelesaikan masalah dadakan ini dalam waktu yang singkat, bahkan sebelum Ayahnya tau tentang hal ini. Seminggu setelah kejadian itu Ayah Elea kembali dari luar kota, ia melihat Elea yang sedang sibuk di ruang kerja.
“Apa yang sedang kau kerjakan?” tanya Ayahnya, membuat Elea kaget seketika.
“Ayah? Jantung El hampir copot” Elea menarik napasnya dalam, lalu menghempaskan semua kekagetannya. “El, sedang memeriksa agenda perusahaan. Oh iya, ada yang Elea mau kasih lihat ke Ayah” ucap Elea dengan senyum lebarnya.
“Apa itu?” tanya Ayahnya penasaran.
“Ini, coba Ayah lihat. Penjualan kita minggu ini meningkat” ucap Elea girang.
“Wow, Ayah tidak pernah mendapat yang seperti ini. Kau memang hebat” ucap Ayahnya sembari memeluk Elea.
“Em, ini sudah siang. Mari kita makan” ajak Ayahnya.
“Ayo!” sahut Elea girang.