
Pagi ini Elea sudah berpakaian rapi ala gadis kantor, kenapa? Karena ini adalah hari pertama Elea ikut bekerja di perusahaan Ayahnya. Elea akan menjadi asisten Ayahnya hari ini, ia akan membantu Ayahnya menyelesaikan pekerjaan kantor.
“Elea, apa kau sudah siap?” tanya Ayahnya.
“Sudah” jawab Elea sambil berjalan agak buru-buru.
“Ayo kita berangkat” ucap Ayahnya.
Elea dan Ayahnya berangkat ke kantor bersama dan juga menggunakan mobil yang sama. Di perjalanan Ayahnya memberitahu tentang apa saja yang harus Elea kerjakan di kantor nanti, termasuk agenda Ayahnya hari ini.
“Nanti Ayah akan ada meeting, kau harus ikut dan berdiri di samping Ayah” ucap Ayahnya.
“Baik” sahut Elea.
“Ikuti apa yang Ayah katakan, dan jangan membuat masalah”
“OK Ayah”
“Pak, kita sudah sampai” ucap sopir memberitahu.
“Oh iya, mari kita turun nak” kata Ayahnya Elea.
Elea mengangguk dan langsung keluar dari mobil. Ayah dan anak ini berjalan beriringan menuju kantor mereka, lalu timbul pertanyaan di benak para karyawan mengenai perempuan yang berjalan di sisi bos mereka itu.
“Siapa gadis itu? Bukankah Pak John sudah menikah? Dan gadis itu tidak mungkin istrinya” tutur salah satu karyawan pada temannya.
“Entahlah, aku juga tidak tahu” sahut karyawan yang lain.
“Apa mungkin itu istri kedua Pak John?!” ucap karyawan yang lain dengan spontan.
“Stt... Kau ini! Itu tidak mungkin tau” tegur temannya.
“itu mungkin saja kan” ucap karyawan itu dengan bibir yang sedikit manyun.
“Sudahlah, lebih baik kita lanjut bekerja, dari pada nanti malah dipecat oleh Pak John”
Ketiga karyawan itu kembali bekerja. Kemudian Ayahnya Elea mengumpulkan beberapa karyawan penting dan mengenalkan Elea pada mereka.
“Perhatian semuanya! Perkenalkan ini adalah anakku, dan dia akan bekerja di sini mulai hari ini” ucap Ayahnya. “El, perkenalkan dirimu pada mereka”
“Baik” kata Elea patuh. “Halo semuanya!” sapa Elea sembari melambaikan salah satu tangannya.
“Halo nona!” ucap para karyawan itu serempak.
“Perkenalkan saya Eleandra Evalyna Bellse, anak dari Pak John Bellse. Saya biasa dipanggil Elea, dan kalian boleh memanggil saya dengan Elea juga. Usiaku 18 tahun dan aku baru lulus SMA” ucap Elea dengan begitu jelasnya.
“Nona...” panggil salah seorang karyawan.
“Iya?”
“Aku ingin bertanya, apakah Nona Elea lulusan dari SMA Nenggala?”
“Iya, betul sekali. Dari mana kau bisa tahu?” tanya Elea.
“Aku pernah melihat nona di sana” jawab karyawan itu dengan sopan.
“Ohh, begitu rupanya” ucap Elea.
“Baiklah, sesi perkenalan sudah selesai. Kalian boleh kembali bekerja, dan Elea ikut dengan Ayah” kata Ayah Elea dengan tegas.
Para tamu meeting ini sudah tiba, mereka dipersilahkan untuk masuk. Ada 2 perusahaan yang ingin melakukan kerja sama tersebut, tapi untuk mendapatkan kerja sama itu masing-masing perusahaan harus memberikan demo yang terbaik. Kedua perwakilan perusahaan sudah tiba, kini adalah waktunya melaksanakan demo dan membujuk John Bellse untuk mau bekerja sama.
Ayahnya El berjabat tangan dengan para perwakilan perusahaan itu, namun tanpa sengaja Elea malah melihat orang yang sangat ia tidak suka. Siapa orang itu? Ya itu adalah seorang lelaki bernama Derry, yang juga memiliki bisnis gelap tanpa sepengetahuan Eve, Elea, dan dua sahabat mereka.
“Selamat pagi! Terima kasih sudah hadir di sini. Saya John Bellse selaku direktur utama perusahaan ini, akan melihat demo masing-masing dari kalian. Silahkan!” sambut Ayah Elea.
“Selamat pagi Pak, terima kasih atas undangannya. Izinkan pihak kami untuk yang pertama melakukan demo” ucap perwakilan perusahaan MAT (Mutiara Abadi Tunggal).
“Silahkan...” sahut Ayah Elea.
Tanpa berlama-lama pihak perusahaan MAT langsung memulai demo kerja perusahaan mereka, terlihat begitu bagusnya setiap grafik gerak dari demo mereka itu. Selama demo milik perusahaan MAT berlangsung, Elea hanya diam dan berusaha menyimaknya dengan tenang. Namun tetap saja, kehadiran Derry sangat mengganggu Elea dan membuatnya sangat ingin keluar dari ruangan.
Setelah pihak MAT selesai melakukan demo kerja, kini giliran pihak perusahaan milik Derry yang memiliki singkatan nama BD. Kepanjangan BD yang umum dan dikenal oleh banyak orang adalah Best of Derry, padahal sebenarnya BD adalah singkatan dari Business Devil yang berarti setan bisnis. Kedua kepanjangan itu tetap cocok untuk memaknai bisnis yang Derry jalankan, yaitu bisnis gelap dan hebat miliknya.
“Itu lah demo kami, semoga apa yang kami sampaikan dapat membangun kerja sama di antara kita. Terima kasih!” ucap perwakilan karyawan yang melakukan presentasi demo perusahaan MAT.
Derry langsung berdiri. “Bagus sekali!” ucap Derry sembari bertepuk tangan. “Karena pihak perusahaan MAT sudah selesai melakukan demo, maka izinkan kami untuk menampilkan demo perusahaan kami, Best of Derry (BD)” ucap Derry.
“Silahkan...” sahut John, Ayahnya Elea.
Derry langsung melakukan presentasi demo dan dibantu oleh krunya. Kalau dinilai lebih dalam lagi, sebagian besar orang akan tertarik dengan demo milik Derry. Dengan betapa menariknya demo itu ia buat, bahkan Ayahnya Elea begitu terpukau melihatnya. Elea yang tak peduli dengan demo tersebut, hanya mengabaikan setiap kata yang keluar dari mulut Derry yang sedang melakukan presentasi.
Selesai sudah demo yang dilakukan oleh pihak perusahaan Derry. Kini kedua pihak perusahaan diminta untuk pergi keluar ruangan, agar penentuan kerja sama oleh Ayahnya Elea dan krunya tidak terganggu.
“Bagaimana menurut kalian tentang demo dua perusahaan tadi?” tanya Ayahnya Elea.
“Keduanya sangat bagus Pak” jawab sekretarisnya.
“Itu benar Pak, namun jika untuk memperbaiki ekonomi perusahaan. Demo milik BD lebih cocok” timpal salah seorang karyawan bagian keuangan.
“Saya rasa itu tepat. El, bagaimana menurutmu?” tanya Ayahnya Elea pada anaknya.
“Menurut El, demo milik MAT lebih berkesan bagi El. Apalagi perusahaan MAT adalah perusahaan kelas dunia, dengan berbagai cabang yang tersebar luas” jawab El dengan ekspresi penuh percaya diri dan ekspresi yang tepat untuk menggambarkan bagaimana sikap seorang gadis kantoran yang begitu tanggung jawab.
“Tapi perusahaan MAT kini sering mengalami ketidak stabilan ekonomi, Ayah khawatir jika itu terjadi selama kita masih dalam proses kerja sama itu malah akan mempengaruhi kinerja kerja dan ekonomi perusahaan kita” ungkap Ayah Elea dengan jelas.
Elea menarik napasnya pelan, ia berpikir sejenak. Sekarang ia tengah berada dalam fase bimbang karena ada dua sisi, yang pertama keadaan ekonomi perusahaannya dan yang kedua kebenciannya pada Derry. Namun demi menyelamatkan ekonomi perusahaan, Elea rela menerima Derry untuk bekerja sama dengan perusahaannya.
“Baiklah. Kita buat kerja sama dengan perusahaan BD” ucap Elea sambil meyakinkan diri.
“Baik. Sekarang kita keluar dan umumkan kepada mereka kepada siapa kita akan bekerja sama” perintah Ayah Elea.
Mereka semua keluar dari ruangan dan menghampiri kedua pihak perusahaan yang sudah menunggu keputusan mereka sedari tadi.
“Maaf membuat kalian menunggu cukup lama” ucap Ayah Elea.
“Tidak apa Pak” ucap Derry dan wakil perusahaan MAT.
“Baik, saya sudah tentukan dengan siapa perusahaan saya akan bekerja sama. Setelah berunding dengan para kru kami, saya memutuskan untuk menerima demo milik BD, perusahaan milik Pak Derry” kata Ayah Elea. “Selamat Pak!” kata Ayah Elea sembari mengulurkan tangan.
Elea hanya tersenyum masam melihat kebahagiaan Derry, ia terpaksa menerima pendapat dan keputusan Ayahnya walau dengan berat hati. Elea juga tidak tertarik untuk mengulurkan tangan dan berjabatan dengan Derry. Derry sendiri mengerti akan hal itu, ia juga tak berusaha untuk berjabat tangan dengan Elea. Sedangkan yang lainnya sibuk memberi ucapan selamat pada Derry dan rekan-rekannya.
Derry dan yang lainnya pun pulang, karena meeting demo kerja mereka sudah selesai. Sementara Elea, ia masih menguntit kemanapun Ayahnya pergi kecuali ke toilet. Elea mengerjakan banyak hal hari ini, saat ia pulang ia langsung berlari ke kamar dan berebah demi melepas lelah.
Setelah itu ia pergi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama malam yang nyaman. Tanpa memikirkan perut kosong dan makan malam, Elea langsung saja kembali ke pulau kapuknya dan mengucapkan bye-bye pada rasa lelah lalu ia tertidur dengan begitu pulasnya.