Get married with mafia

Get married with mafia
Chapter 31 - Hampir saja



Malam hari telah tiba, beberapa manusia ini masih belum terlelap padahal jam sudah menunjukkan pukul 00.30, ya mereka memang lebih aktif di malam hari seperti kelelawar. Dan Esdav juga masih belum jera setelah bentrok besar-besaran dengan Navarda.


Bagaikan kucing dan tikus, permainan mereka malam ini sangatlah seru. Bantuan yang Edward dapat dari Ayahnya, berhasil membuat Nick dan pasukannya kewalahan setengah mati mengahdapi mereka. Tapi tetap saja pada akhirnya keadilan menjadi pemimpin dunia, dan kebenaran selalu menang atas kejahatan.


“Sita semua barang mereka tanpa terkecuali...!!” perintah Nick.


“Bagaimana dengan mereka?” tanya Arkha sembari menunjuk ke arah Edward dan tangan kanannya yang sudah terjerat tali.


“Amankan tangan kanannya” ucap Nick yang berarti tangan kanan Edward harus dihukum mendekap dalam penjara. “Dan lepaskan dia, aku masih ingin bermain” Nick memaksudkan Edward.


“Baiklah” jawab Arkha singkat dan patuh.


~(1 minggu kemudian)


“El, cepat sarapan...!” teriak Ibunya Elea.


“Sebentar Bu, aku masih memasang kaos kaki” sahut El, lalu ia pergi ke meja makan.


“Kau yakin akan pergi sendiri?” tanya Ayahnya.


“Iya Ayah, aku akan pergi sendiri saja” jawab El.


“Tapi ini hari pertama kau berkuliah, Ibu tidak ingin kau kenapa-kenapa” ucap Ibunya.


“Tidak Bu... El bisa jaga diri kok, El jamin bakal hati-hati. JANJI!!” bujuk El sambil menunjukkan jari kelingking mungilnya.


Ayahnya menghela nafas. “Baiklah, kau sudah besar jadi lebih sulit diatur” ucap Ayahnya.


Elea tersenyum nyinyir, lalu ia melanjutkan sarapannya dan berangkat ke kampus. Elea mengendarai mobil mewahnya sendiri, ia berangkat bahkan tak diantar oleh sopir pribadinya. Namun, bukan hanya Elea yang mulai kuliah hari ini, tetapi Eve dan dua sahabat karibnya juga. Mereka berempat berhasil lolos dan masuk ke Universitas kelas dunia bernama Platina ini.


"Bagaimana ya kabar Eve dan yang lainnya? Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka" gumam Elea sambil mengendari mobilnya.


Saat sedang melamun, tiba-tiba saja "Aaaaakkkkhhhhhhh........" teriak seorang penyebrang jalan yang hampir tertabrak oleh Elea. Lalu Elea segera keluar dari mobilnya dan menghampiri orang itu.


"Ya ampun... Aduh, maaf Kak, saya lalai saat mengendarai mobil" ucap Elea. "Kakak gak apa-apakan? Atau ada yang luka? Kalau ada yang luka biar kita ke rumah sakit aja buat berobat" kata Elea nyerocos khawatir.


Orang itu tersenyum tipis melihat kekhawatiran Elea. "Saya gak apa-apa kok, cuma kaget aja. Gak perlu ke rumah sakit, cukup kamunya yang lain kali lebih hati-hati lagi kalau bawa mobil" ucap orang itu.


"Ahh, iya kak. Maaf banget ya" kata Elea yang masih merasa bersalah. "Emm, ini kakak mau kemana? Biar saya antarin, anggap aja sebagai permintaan maaf saya"


"Ehh, gak usah. Saya kan gak apa-apa, biar saya pergi sendiri aja"


"Jangan gitu, saya kan salah jadi harus minta maaf"


"Hem, ya udah. Kalau gitu antar saya ke kampus aja"


"Kampusmya dimana?"


"Platina International University" ucap orang itu membuat Elea sedikit terkejut mendengarnya.


"Wah, kebetulan ya. Saya juga mau kesana, ayo kita barengan aja" sahut Elea.


Orang itu tersenyum mengiyakan, lalu mereka masuk ke mobil dan pergi ke kampus bersama.


"By the way, nama kamu siapa?" tanya orang itu.


"Namaku Eleandra, biasa di panggil Elea" kata Elea.


"Wah, nama yang bagus" pujinya.


"Em, nama saya Violetika, biasanya dipanggil Vio tapi ada juga yang manggil Tika. Jadi, terserah kamu aja mau manggilnya apa, yang mana yang kamu nyaman aja. Tapi jangan panggil Kakak, saya gak biasa" ucapnya panjang lebar.


"Ohh iya Kak... Ehh, Tika"


"Nah, gitu kan terdengar lebih akrab juga" sahut orang itu. "Emm, btw, kamu ambil jurusan apa di kampus ini?" tanyanya.


"Aku dapat beasiswa prestasi akademik di jurusan kedokteran" kata Elea.


"Wow, kita satu jurusan rupanya. Semoga kita bisa berteman lebih akrab lagi, ditambah kita dari jurusan yang sama" ucap Tika.


"Iya..." sahut Elea singkat. "Ahh, akhirnya kita sampai juga" ucap Elea yang sudah melihat gedung universitasnya.


"Wah, ternyata mewah sekali gedungnya" ucap Violatika terpukau.


"Iya, tapi apa kau baru pertama kali kemari?" tanya Elea.


"Iya, ini pertama kalinya aku kemari. Karena aku sama sepertimu, mendapat beasiswa" ungkap Violatika.


"Ohh, pantas saja kau agak tercengang tadi. Baiklah kita sudah sampai, ayo turun" mereka berdua pun keluar dari mobil dan kemudian berjalan menuju ruang kelas mereka.


"Ting... Ting..." ponsel Elea berdering, ada pesan yang masuk.


"Apa kau luang siang nanti, El? Aku ingin bertemu" isi pesan dari Mela.


"Ya, aku tidak punya janji. Mau bertemu dimana?" jawab Elea.


"Cafe Dara Phoenix pada jam makan siang" Elea hanya membalasnya dengan emot jari jempol, lalu ia lanjut berjalan.


"Apa ini ruangannya?" tanya Violatika bingung.


Elea melihat sekitar, "Iya, ini ruangannya. Ayo kita masuk saja" ajak Elea.


Beberapa jam berlalu, Elea mulai merasa pegal karena hampir setengah hari ia hanya duduk menghadapi buku dan menyimak penjelas dosennya. Mulai dari perkenalan nama, materi, dan tata tertib kampus dilibas habis dalam setengah hari. Sekarang jam makan siang tiba, Elea harus pergi menemui Mela di cafe.


Lalu Tika yang melihat Elea akan pergi langsung menghampirinya, tanpa basa basi dia bertanya bagaikan teman yang sudah akrab lama. "Kau mau kemana?" tanyanya.


"Aku ada janji dengan teman ku" jawab Elea.


"Ohh baiklah, hati-hati El" Elea mengangguk sembari tersenyum, kemudian berlalu.


Di perjalanan menuju cafe, lagi-lagi ada masalah. Elea kini terjebak macet, padahal di kota ini sebenarnya sangat jarang terjadi kemacetan. Elea bingung dengan kondisi ini, lalu ia membuka ponselnya dan mencari informasi, ternyata baru saja terjadi kecelakaan oleh dua buah mobil dari arah yang berlawanan.


Elea melihat dengan lebih jeli terhadap lambang yang terdapat di salah satu mobil itu, di sana ia melihat lambang tanduk dan api yang membakarnya. Melihat lambang itu Elea langsung mengenali mobil milik siapa itu, ternyata itu adalah mobil anggota De Thevil. Sedangkan mobil yang satunya tidak terlihat jelas petunjuk yang ada, membuat Elea bertanya-tanya apakah ini kebetulan atau disengaja?. "Ting... Ting..." ada pesan yang masuk ke ponsel Elea.


"Kau dimana?" tanya Eve. Tanpa basa basi Elea langsung menelpon Eve.


"Aku di jalan xxx. Ada apa?" ucap Elea.


"Jangan kesana, putar balik saja. Ada masalah, dan kecelakaan itu adalah jebakan" ucap Eve memberitahu. "Memangnya kau mau kemana?" tanya Eve.


"Aku mau bertemu Mela di cafe Dara Phoenix" jawab Elea.


"lewat jalan tikus yang biasa kita lalui, itu jauh lebih aman" kata Eve.


"Baik, aku akan lewat situ" Elea langsung mematikan sambungan telponnya dan putar balik menuju jalan tikus untuj pergi ke cafe Dara Phoenix. Jika putat balik lewat sini, Elea akan sampai kurang lebih 20 menit lebih lama daripada lewat jalan biasa.