
"Ting... Ting..." ponsel Nicholas berdering.
"Temui aku di markas utama Vel Junior, ada informasi besar untukmu" ternyata itu adalah pesan dari Eve yang ia kirim pada Nicholas.
"Gadis ini, membuat hidupku tidak bisa tenang saja" gerutu Nick kesal.
"Siapa?" tanya Arkha yang tengah menyetir mobil, dan duduk du samping Nick.
"Gadis bajinganmu itu!" kesal Nicholas.
"Ada apa denganmu hari ini? Kau tampak aneh" ucap Arkha yang bingung dengan perubahan sikap Nicholas. "Apa kau sedang menstruasi?" ledek Arkha.
"Dasar gila! Aku ini lelaki" amuk Nick.
"Huh! Aku menyerah" ucap Arkha pasrah.
"Mari kita pergi ke markas Vel Junior, Eve bilang dia punya informasi" ucap Nick.
"Baiklah" Arkha patuh tanpa pembatahan.
Mobil yang Nick tumpangi bersama Arkha kini tengah melaju, melesat begitu cepat menuju tempat pertemuan mereka, yaitu di markas utama Vel Junior. Sementara di sisi lain, Eve juga tengah mengendarai mobil kesayangannya meninggalkan markas Fevel, menuju markas utama Vel Junior.
Dua mobil mewah kelas dunia berwarna hitam bertemu di depan sebuah bangunan kokoh besar, bertuliskan "VRank". Dua lelaki bertubuh kekar keluar dari salah satu mobil, ya, siapa lagi kalau bukan Nicholas dan Arkha. Lalu, dari mobil lainnya, keluarlah seorang wanita cantik dengan kaki jenjangnya, ohh Eve juga terlihat sedikit menggoda.
Eve memberi kode tangan, tanda ia mempersilahkan Nick dan Arkha untuk masuk ke dalam markasnya. Mereka berbincang di salah satu ruangan pribadi yang sengaja Eve sediakan untuk setiap pertemuannya dengan orang-orang Navarda.
"Apa informasi yang kau punya?" tanya Nick tanpa basa-basi, bahkan ia hanya menunjukkan wajah dinginnya itu.
"Tunggu sebentar..." Eve memanggil anak buahnya yang berjaga, dan memberi kode rahasianya, ia menyuruh anak buahnya untuk membuat minuman untuk Nick dan Arkha.
"Kalian pasti sudah mendengar berita kecelakaan yang dialami oleh dua mobil mewah itu tadi siang" ucap Eve.
Nicholas dan Arkha hanya mengangguk mengiyakan dengan wajah super dingin mereka.
"Salah satu dari dua mobil itu adalah milik De Thevil" ucapnya lagi.
"Aku tahu itu, di depan mobil itu terpampang jelas logo milik De Thevil. Namun, jika matamu tidak jeli maka tidak akan bisa mengenali logo itu" ucap Arkha.
"Aku juga melihatnya" timpal Nick.
"Lalu, apa kalian tahu mobil yang lainnya mobil milik siapa?" tanya Eve.
"Tidak, aku tidak tahu. Tidak ada tanda pengenal atau petunjuk lainnya tentang mobil itu" kata Arkha.
"Aku tahu..." sahut Nick.
"Kau tahu?... Mobil siapa itu?" tanya Arkha sedikit kaget.
"Bukankah itu mobil milik Vel Junior, Eve?" ucap Nicholas.
Tiba-tiba saja anak buah Eve masuk ke ruangan membawa baki berisi 3 buah gelas berisi teh. Minuman yang Eve pesan untuk Nick dan Arkha sudah datang.
"Terima kasih" ucap Eve dengan wajah datarnya sembari mengangguk kecil.
"Ya, itu adalah mobil Vel **" lanjut Eve setelah anak buahnya pergi meninggalkan ruangan itu.
"Bagaimana kau bisa tahu, Nick?" tanya Arkha bingung.
"Aku hapal desain mobil milik Vel ** dan juga nomor polisinya. Sangat mudah mengenali mobil milik Vel **, desainnya memang menipu namun, jika kau sudah mengenalnya bukan hal yang sulit untuk mengetahui identitas mobil itu" jelas Nicholas.
"Itu adalah mobil inteligent milik Vel Junior, mereka sedang bertugas di bawah pengawasan tim inteligent senior milik Fevel" sambung Eve.
"Ohh, begitu rupanya" sahut Nick.
"Ya, mereka sedang mencari tahu tentang sesuatu yang penting. Hanya saja..." Eve terhenti, bimbang untuk melanjutkan pembicaraannya.
"Hanya saja apa?" tanya Arkha penasaran.
"Ada berapa orang yang kau kirim untuk misi itu?" tanya Nick yang seolah-olah tahu tentang misi Vel Junior.
"Aku mengirim 3 personil utama yang sangat aku percaya" jawab Eve.
"Itu berarti hanya ada dua jasad di mobil itu" ucap Nick.
"Ya, begitulah" sahut Eve santai.
"Lalu, bagaimana dengan anggota De Thevil? Berapa orang yang ada di dalam mobil mereka?" tanya Nick.
"Hanya ada 3 jasad yang ditemukan. Tapi aku yakin, tidak hanya mereka bertiga yang ada di dalam mobil pada saat pengejaran terhadap Vel Junior" ungkap Eve.
"Aku rasa juga begitu, tidak mungkin jika anggotamu menghilang begitu saja tanpa jejak. Setidaknya dia akan mengirimkan informasi jika dia selamat" ucap Nick.
"Dan jika memang dia tidak bisa terselamatkan, setidaknya ada cedera di body mobil yang bisa memberimu petunjuk" timpal Arkha.
"Haruskah kita turun untuk melakukan pemeriksaan ke setiap sudut kota ini?" tanya Eve yang mulai geram.
"Jangan tergesa-gesa, De Thevil penuh dengan taktik, sebaiknya kita mengamankan diri terlebih dahulu. Aku akan mengirim pasukanku untuk penyelidikan lebih jauh lagi, dan kau jagalah keluargamu" ucap Nick yang kemudian berdiri ingin pamit.
Eve dan Arkha pun ikut berdiri. "Kau mau kemana sekarang?" tanya Eve.
"Aku ingin pulang, pikiranku harus ditenangkan sejenak. Terlalu banyak berpikir akan membuat sarafku tak berfungsi dengan baik" ucap Nick.
"Em, baiklah" sahut Eve sambil mengangguk kecil.
Lalu, Nick berjalan begitu saja, pergi dari hadapan Eve dengan wajah datarnya.
"Kami permisi" ucap Arkha spontan ketika melihat Nick yang pergi begitu saja, lalu ia langsung menyusul Nick.
*di dalam mobil*
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Arkha yang melihat Nick memijat pelipisnya tak sakit.
"Masa depanmu" jawab Nick asal.
"Jangan bergurau, jika ku belokkan mobil ini kita bisa mati bersama" sahut Arkha kesal.
"Bagaimana aku bisa memiliki keturunan jika kau membunuhku?" tanya Nick bercanda.
"Huft...! Andai saja kau sungguh memikirkannya, itu jauh lebih baik" harap Arkha.
"Aku tidak begitu tertarik dengan dunia pernikahan" sahut Nick dengan wajahnya yang sudah berubah menjadi jauh lebih serius.
"Ya, terserah kau saja" ucap Arkha pasrah.
"hm... Kirim dua set pasukan untuk menyelidiki lebih jauh tentang kejadian hari ini" perintah Nick.
'satu set pasukan Navarda terdiri dari 5 orang'
"Baik" sahut Arkha.
"Kau ingin langsung kembali ke mansion mu, atau masih ingin pergi ke tempat lain?" tanya Arkha.
"Kembali ke mansion saja. Aku sudah lelah, dan ingin istirahat" jawab Nick dengan wajah dan nada datarnya.
"Apa nanti malam ada pekerjaan lagi?" tanya Nick lagi.
"Tidak ada. Hanya ada sebuah pertemuan, kau tidak perlu ikut, itu hanya hal kecil" jawab Arkha.
"Baik, aku akan beristirahat saja" sahut Nick.
Setibanya di mansion, Nick langsung pergi mandi, mengganti pakaiannya dan turun untuk makan malam. Lalu, Nick kembali ke kamarnya, membuka laptop, mengecek proyek dan terlelap begitu saja.