
Hari yang melelahkan, sesampainya di rumah Elea langsung pergi ke kamar dan menghempaskan tubuhnya ke kasur begitu saja. Kini bukan hanya raganya yang terasa lelah, tapi saraf otaknya juga perlu istirahat penuh.
“Elea...!!”
Elea yang hampir tertidur langsung loncat dari kasurnya karena kaget. “Ya ada apa?” tanya Elea sambil menguap.
“Turunlah sayang, ada Nak Luis dan keluarganya di bawah” Ibu Elea memberitahu.
“Apa? Mau apa Luis dan keluarganya kemari?” batin Elea heran dan matanya terbelalak lebar. “Baik Bu, El akan turun sebentar lagi” jawab Elea.
Elea langsung pergi mengganti bajunya dengan pakaian ala gadis rumahan yang sopan, kemudian Elea turun untuk menemui Luis dan keluarganya itu.
“Nah ini dia orangnya yang ditunggu –tunggu” ucap Ibu Luis ketika melihat Elea.
“Om.. Tante..” sapa Elea sopan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya. “Luis...” Elea berusaha tetap ramah walaupun ia merasa sangat gugup untuk menghadapi keluarga Luis ini.
“El, kemarilah. Duduk di samping Ibu, sini” kata Ibunya Elea. Elea pun menurut pada Ibunya.
“Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya El” ujar Ibunya Luis sambil menatap ke arah Elea penuh kasih.
“Iya Tante, sudah lama sekali” hati Elea mulai merasa tenang.
“Dulu kau masih sangat kecil saat kita bertemu” tutur Ibunya Luis yang sedang flahsback “Oh ya, kau dan Luis kan sudah lama juga tidak bertemu. Kalian berdua pergi dan berbincanglah” ucap Ibunya Luis tiba-tiba.
Elea yang mendengar perkataan Ibunya Luis seketika syok di tempat dan tak bisa berkata-kata, Elea hanya menuruti perkataan Ibunya Luis dengan detak jantungnya yang sudah tak beraturan. Akhirnya Elea pergi bersama Luis ke teras belakang, dan Luis pun hanya mengikuti Elea dengan perasaan senang. Mereka duduk di kursi pinggir kolam renang.
“Sekarang kau kelas berapa?” tanya Luis membuka topik.
“Kelas 12” jawab Elea agak cuek.
“Dimana kau bersekolah?”
“SMA Nenggala” Elea masih terlihat cuek karena ia masih memikirkan apa yang sebenarnya orang tuanya rencanakan untuk masa depannya.
“Salah satu sekolah kelas dunia dengan SPP yang bisa dibilang lumayan”
Elea hanya diam tanpa memedulikan Luis dan apapun yang dikatakan oleh lelaki itu. Ya kalau dibilang lelaki yang sedang bersama Elea ini cukup tampan kok, hanya saja dia sedikit manja walau ia sudah sukses menjadi CEO di perusahaan Ayahnya sendiri dan sikapnya yang cupu membuat Elea tak begitu menyukainya.
“Ada apa? Kau sedari tadi hanya diam saja” ucap Luis yang melihat Elea hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Elea pun terkejut saat Luis tiba-tiba bertanya padanya. “Emm. Tidak, aku tidak apa-apa” jawab Elea dengan gugup.
“Apa kau merasa tidak nyaman di sini?”
“Tidak, bukan begitu. Hanya saja...” suara Elea terhenti.
“Kenapa? Hanya saja apa?”
“Hanya saja aku tidak terbiasa berbicara berdua dengan lelaki seperti ini”
“Ohh, aku kira kenapa. Suatu hari kau akan terbiasa berdua denganku seperti ini” ucap Luis dengan senyuman percaya dirinya.
“Boleh kita masuk?” tanya Elea dengan gugup demi mengalihkan topik.
“Ayo” Luis mengulurkan tangannya untuk menggandeng Elea, namun tak dihiraukan oleh Elea dan ia masuk begitu saja ke dalam rumahnya.
“Hm, cukup sulit untuk menaklukan seorang perempuan” batin Luis pasrah.
Hari sudah semakin sore, keluarga Luis berpamitan. Mereka harus pulang karena sudah cukup lama mereka bertamu ke rumah Elea. Setelah keluarganya Luis pergi meninggalkan rumahnya Elea, El langsung saja pergi menghampiri Ibunya dan memberikan pertanyaan bertubi.
“Ibu. Kenapa keluarga Luis datang berkunjung kemari? Ada hal apa yang membuat mereka bertamu segitu lamanya? Sebenarnya mereka ingin bertamu saja atau ada yang lain? Ataukah akan ada sesuatu di antara keluarga kita ini Bu?”
“Satu-satu nak” Ibunya Elea duduk dan memijat pelipisnya yang tak sakit.
“Aku sangat penasaran Bu, ayo jawab pertanyaanku” rengek Elea.
Ibunya Elea menghela nafasnya kasar. “Mereka tadi kemari ingin bertemu denganmu, karena putra mereka Luis, sudah dewasa jadi mereka ingin mencarikan pasangan untuk putra mereka itu”
“APA?!!” Elea kaget mendengar pernyataan Ibunya. “Jadi tadi itu memang benar dugaan El, kalau kami ini mau dijodohkan?” sambungnya.
“Iya nak, kurang lebih seperti itu” jawab Ibunya Elea santai.
“Haih Bu, Elea gak mau nikah sekarang. Apa lagi kalau itu sama Luis, El gak mau Bu” rengek Elea sambil menghentakkan kakinya pelan seperti anak kecil.
“Kau ini, seperti anak kecil saja. Memangnya apa yang membuat mu tidak mau menikah dengan Luis, kau kan juga sudah mau lulus SMA walau menikah saat kuliah kan juga bukan masalah toh” sahut Ibunya Elea.
“Tapi El gak mau nikah di usia segini Bu” timpal Elea.
“Usianmu itu bukan masalah El. Beri Ibu alasan yang lebih kuat dan jelas, baru bisa batalkan perjodohan ini” tanpa basa-basi Ibunya Elea langsung memberikan penegasan pada anaknya.
Elea berusaha menenangkan dirinya dan mencari alasan yang tepat untuk menjawab pernyataan sang Ibu.
“El baru kenal nama dan wajahnya Luis Bu, mana El tahu bagaimana sifat dan sikap asli Luis. Ditambah lagi Luis kan merupakan seorang CEO di perusahaan Ayahnya, itu berarti dia belum pernah mengenal dunia luar. Dan mengenai perkuliahan, El gak mau kalau sampai urusan kuliah El berantakan hanya karena adanya pernikahan, atau mungkin bisa juga urusan rumah tangga El yang malah kacau karena El menjalankannya sambil kuliah” Elea memberikan alasannya.
“Argumen yang cukup kuat. Ibu juga lihat kamu tidak begitu cocok saat sedang bersama Luis tadi. Ibu pun sama seperti kamu, tak ingin kalau anak gadis Ibu ini menikah di usia muda. Nanti Ibu akan bicara dengan Ibunya Luis” kata Ibu Elea.
“Benarkah Bu?” tanya Elea, Ibunya Elea hanya mengangguk.
“Yeay, aku sayang Ibuuu...” ucap Elea yang tersenyum lebar sembari memeluk Ibunya dari samping dengan girang.
“Sudah pergi mandi sana, setelah itu turun untuk makan malam” perintah Ibunya.
“Siap Boss” Elea mengangkat tangannya memberi hormat pada Ibunya.
Elea pergi ke kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur yang empuk itu, ia merasa tenang karena Ibunya ada di pihak Elea.
“Lega rasanya. Dugaanku itu benar, tapi untung saja aku pintar” ucap Elea yang diiringi dengan tawa geli nya.
“Aku tidak tau bagaimana nasibku jika harus menjadi seorang Nyonya Luis. Secara tenaga Luis begitu lembek, jika dunia ini ada dengan peraturan lelaki melindungi perempuan maka itu akan berubah jika aku menikah dengan Luis itu” ucap Elea merenung dan bersyukur atas nasib beruntungnya itu.