Childhood Love Story " Blossom "

Childhood Love Story " Blossom "
Keributan..



Almeer berinisiatif untuk memindahkan kedua adiknya ke meja yang sedikit jauh dari pintu masuk. Tujuannya jelas untuk menghindari kemarahan Maureen yang meledak-ledak.


" Dengar Reen.... Kadang apa yang kita lihat tidak seperti kenyataannya dear... Please calm down.. dan jangan gegabah, kita sudah sangat lama mengenal kak Saga. Bukan setahun atau dua tahun, tapi sejak kita kecil! kita sangat tahu dan fasih bagaimana karakter seorang kak Saga, seperti ini hanya salah paham" Nasehat Almeer pada Maureen, tapi tatapan matanya justru lurus tertuju pada kembarannya yang hanya diam tanpa berkomentar apa-apa.


Jadi itu yang namanya kak Jasmin? Dan jadi urusan kak Saga itu kak Jasmin?, lagi?.


" Huffttt..." Almaeera menghembuskan nafasnya demi untuk mengurangi rasa sesak yang menghimpit dadanya saat ini.


" Pakai ini kalian bertiga..." Almeer mengeluarkan empat buah masker dari saku jasnya. Tiga lembar untuk adik-adiknya dan Aivy lalu satu untuk dipakainya sendiri.


Meera hanya diam sambil terus menatap pada Saga dan gadis itu. Entah apa yang difikirkannya saat ini, yang jelas dari kursinya Ryan terus menatap iba pada gadis yang masih mencengkeram erat hatinya itu.


Seandainya lo milih gue, lo nggak akan pernah rasain sakit hati seperti saat ini Mee...


" Buka cardigan kamu dek. Coraknya sama persis dengan kemeja ka Saga, itu mencolok. Hari ini kita cukup jadi penonton saja dulu, jangan bertindak yang tidak-tidak.." Bisik Almeer lagi, kali kata-kata terakhirnya sengaja ditujukan pada Maureen.


Meera dan Maureen mengangguk patuh, untuk kesekian kali mata Meera kembali menatap pada Saga yang sama sekali tidak menyadari keberadaannya.


Corak baju kami bukanya sama persis kak Almeer, tetapi memang sengaja kami couplean. Tapi apalah daya..., semua tinggal wacana...



Acara pesta yang seharusnya ceria berubah menjadi nestapa bagi mereka yang mengenal Meera, atau lebih tepatnya yang mengetahui hubungan Saga Meera, Zaskia salah satunya.


Gadis itu terlihat kesal, dan ingin sekali mencakar wajah Saga saat ini. Tapi warning dari Almeer sangat jelas, siapapun tidak akan mampu tidak patuh akan perintah mantan ketos SMU Bhakti yang terkenal dingin dan galak itu.


" Sekarang coba hubungi kak Saga dek..." Instruksi Almeer pada Meera saat dilihatnya Saga sudah mulai sedikit menjauh dari Jasmin.


Tapi baru juga Meera ingin mendial panggilan, justru panggilan masuk terlebih dahulu datang dari Saga.


" Angkat!!" Ucap Almeer lagi.


Meera menghela nafas untuk beberapa saat, berusaha menetralkan perasaannya yang tidak karuan sejak tadi, lalu menempelkan ponsel di telinganya.


" Ya kak, Assalamualaikum.." Sapa Meera berusaha bersikap biasa saja.


Matanya masih lekat menatap Saga yang sebenarnya berada lurus didepanya, hanya terhalang beberapa meja tamu undangan.


" Sayang....,Mee kamu masih dirumah Yang?. Maaf ka Saga tadi benar-benar sibuk..Ka Saga jemput sekarang ya...?"


" Nggak usah kak, Mee sudah di tempat acara kok. Tadi barengan ka Almeer..."


" Baiklah ka Saga susul ya sekarang, shareloc alamat cafenya sekarang juga Yang..... Dan sekali lagi maaf, kakak benar-benar minta maaf..."


Meera bisa dengan jelas melihat ekspresi penyesalan diwajah Saga saat ini, begitu juga Almeer dan Aivy. Tapi tidak Maureen, hati gadis itu sudah tertutup amarah dan rasa kesal yang meluap.


Maureen begitu kesal melihat raut muka kedua kakaknya dan Aivy yang terkesan acuh saja melihat perselingkuhan Saga.


" Reen ke toilet bentar.." Pamitnya pada ketiganya.


" Mau ditemani?" Tanya Aivy.


" Cuzz...." Balas Reen.


Aivypun ikut berdiri dan berjalan beriringan bersama Maureen menuju toilet setelah dianggukin oleh Almeer.


" Ka Saga minta shareloc kak, dia mau nyusul..." Bisik Meera.


" Send lokasinya.." Sahut Almeer.


" Tapi??" Balas Meera cemas.


" Kita akan segera tahu alasan dia yang sebenarnya, send saja..." Lanjut Almeer.


Tring...


Bunyi notifikasi pesan diponselnya membuat Saga buru-buru membukanya.


Tapi...


Degh!!!


" Rainbow Dinner and Cafe " Gumam Saga dengan mata terbelalak kaget.


Bagaimana tidak kaget, ternyata dia juga ada di tempat yang sama sejak tiga puluh menit lalu, jadi...?.


Saga auto memutar tubuhnya 360 derajat.


Matanya bak laser yang tajam memindai sudut-sudut cafe, mencari keberadaan Meera.


Karena outfit yang direncanakan mereka berdua tadi dilepas oleh Meera, apalagi Meera hanya menunduk saja, maka sedikit sulit bagi Saga untuk menemukan Meeranya. Apalagi posisi Almeer yang menghadap memunggungi Saga saat ini.


Drttt...drrttt.


Ponsel Meera berdering, untung sesaat lalu gadis itu sempat mensilent suaranya.


" Jangan diangkat!, biarkan ka Saga sendiri yang menemukanmu.." Bisik Almeer dingin.


Saga kelimpungan, panggilannya beberapa kali tidak direspon oleh Meera sama sekali. Dengan tergesa-gesa dia berjalan kesana kemari menyisir para tamu undangan.


Matanya tanpa sengaja melihat Aivy yang berada di lorong toilet luar, sedang bercakap-cakap dengan seseorang.


" Aivy..." Panggilnya.


Aivy dan seseorang yang ternyata Zaskia itupun menoleh.


" Dimana kak Meera dek?" Tanya Saga to the point.


" Meera?, buat apa kak Saga cariin Meera. Bukanya tadi ka Saga datang dengan pasangan lain ya?" Sindir Zaskia ketus.


" Pasangan lain, maksud lo?"


" Ya!!, ulet nangka itu!, bukanya kamu tadi datang sama dia ya. Kenapa sekarang mencari kakakku!! Kamu serakah amat, nggak cukup dengan satu pasangan. Mau nyaingin mbah Sukur yang istrinya sembilan orang itu!!" Sahut Maureen yang muncul dari pintu toilet lantas kini mulai mendekat.


" Renn!!, cukup!. Kak Saga sudah pernah jelasin ini kan? siapa dia dan bagaimana hubungan kak Saga dengannya....please Renn, pahami posisi kakaka...." Saga mengangkat kedua tanganya lalu menurunkannya pelan, berharap sangat Maureen tenang.


" Dihh!! Alasan!!"


" Kakak Saga....kok balik, katanya ada perlu tadi..." Jasmin yang melihat keberadaan Saga segera menautkan kedua tanganya ke lengan Saga.


" Cihhh!! Bunga bangkai datang Vy, yuk menjauh!, gue jijik!!" Desis Maureen membuang muka. Dengan cepat ditariknya tangan Aivy untuk menjauh.


" Maureen!!, yang sopan kalau bicara! namanya Jasmin dan dia lebih tua darimu, dimana etikamu Maureen!!" Seru Saga.


Maureen hanya melengos sinis tak perduli.


" Dia nyuruh gue sopan sama selingkuhannya Vy!!, sepertinya otak kak Saga udah geser ha..ha..." Ucap Maureen sedikit keras, tanpa mempedulikan Saga sama sekali.


Saga segera menepis tangan Jasmin dan mengejar Maureen yang menarik paksa Aivy.


" Reen tunggu Reen..." Panggil Saga dengan mencekal tangan Maureen.


" Tolong dek, ini tidak seperti yang ada difikirkan mu, tolong mengertilah, dimana kakakmu....."


" O ya?, kamu menyuruh aku untuk ngertiin? dan lalu apa?, kak Meera udah lihat sendiri tingkahmu hari ini kak!!. Kamu melupakan janjimu dengannya, membuatnya menunggu berjam-jam dan ternyata kamu pergi dengan ulet keket itu?, kakak waras kak? atau perlu ke psikiater untuk konsul?" Ketus Maureen sinis.


Melihat Saga yang menampakkan wajah penuh penyesalan, Jasmin bertingkah sok jadi korban. Dengan memasang wajah melasnya Jasmin menatap Saga.


" Kak..., sebenarnya dia siapa sih?benar dia adiknya Meera?. Harusnya kakak sadar dong kak, adiknya aja kaya gini? Gimana dengan kakaknya, pasti sama-sama bar-bar dan nggak di didik dengan baik oleh orang tu----"


" DIAM JASMIN!!" Bentak Saga marah.


Siapa yang dituduh tidak bisa mendidik?, mommy Ara kah?. Bukankah dia wanita yang merawatnya sejak bayi. Tentu saja Saga marah besar jika ada yang mempertanyakan kemampuan sang mommy.


" Kenapa kamu membentakku kak...hiks..hiks..., jam dia yang cari gara-gara dari tadi..." Mata buaya Jasmin mulai luruh.


"Lihat kak dia inilah gadis bar-bar nggak punya etika itu! dialah yang sudah menamparku di Mall seminggu yang lalu!! Dan pasti itu suruhan Meera!! gadis itu pasti biang keroknya" Jerit Jasmin seraya menahan tangan Saga untuk tetap bersamanya.


Aivy, Zaskia dan Maureen sendiri melotot syok dengan kata-kata Jasmin yang sudah dua kali menjelekkan bahkan memojokkan nama Meera.


Apalagi Zaskia yang kenal betul dengan Meera. Walaupun cuma tiga tahun kebersamaan mereka di SMU Bhakti, tak mengurangi rasa kagum Zaskia pada sifat mulia yang dimiliki Meera.


" Kamu nampar dia Reen, kapan?, duh kenapa kamu nggak ngajak-ngajak gue sih Reen. Gue juga pingin lah ih nampar muka si ulet keket itu!!" Ketus Zaskia yang ikut murka melihat tingkah Jasmin.


" Kamu siapa lagi hah!!, ikut campur urusan orang!!" sentak Jasmin.


" Gue orang kedua yang benci lo setelah Maureen!! Asal lo tau!!" sahut Zaskia lugas.


" Lihat kak Saga, salah aku apa coba?, kenapa mereka seperti itu padaku kak! bahkan orang yang nggak kenal aku saja dikomporin biar membenciku" Tunjuk Jasmin pada Zaski.


" Gue emang nggak kenal lo, tapi gue sahabat Meera kenapa?, dan gue adiknya Wulan!!, lo kalo dateng ke pesta kakak gue cuma bikin ribut aja maka sana pergi!!" Bentak Zaskia.


Saga tercelak kaget..


Oh pantesan mereka ada disini, rupanya Zaskia adiknya Wulan. Berarti Almeer dan yang lain juga ada disini?


" Kak, kok ka Saga diem aja!. Mereka menghina aku tuh!. Mereka pasti udah dirancunin macem-macem sama Meera nih biar benci aku..." Jasmin lagi-lagi melingkarkan tanganya di lengan Saga.


Maureen kembali menatap sinis pada tangan Jasmin yang berada di lengan Saga.


" Ck..ck..ck..!!, rupanya seleramu cewek gatel modelan dia ya kak!! Kalian serasi Hi..hi..hi..." Maureen terkekeh sambil bertepuk tangan.


Disindir seperti itu bukan membuat Jasmin malu, justru semakin merapatkan pelukan tanganya di lengan Saga.


" Heyy bunga ******!! Anda gatel?. Sini maju biar Reen garukin ha..ha..ha .!!" Sindir Maureen disertai tawanya yang pecah.


Saga yang baru tersadar akan keberadaan tangan Jasmin di lengannya segera menepis kasar.


" Kenapa sih?, kak Saga membela dia??, anak nggak sopan itu udah ngata-ngatain aku dari tadi kak. Dan dari tadi aku hanya diam lo, coba bilang padaku kak, salahku apa hiks..hiks...hiks..?" Jasmin yang malu karena tanganya ditepis seolah menjijikkan sedikit mulai tersulut emosi.


Bibir Jasmin mulai bergetar, pandagan matanya mulai menyempit dan napasnya mulai pendek-pendek.


Saga yang melihat itu mulai panik, takut-takut jika Jasmin kambuh lagi dan meledak di saat yang tidak tepat begini.


" Ren...minta maaf! Minta maaf pada kak Jasmin cepat!" Perintah Saga mutlak.


" Heh, gue?. Minta maaf sama dia?. Ogah!! Meski langit di gulungpun gue Maureen nggak sudi minta maaf sama selingkuhan lo!!!"


" MAUREEN!!!" bentak Saga kesal.


" Ada apa ini?, kenapa ada keributan di sini...."