Childhood Love Story " Blossom "

Childhood Love Story " Blossom "
Putra-putri Rangga Bayu Wijaya.



" Bwahaha..ha..ha..ha.." Almeer tertawa terbahak-bahak saat Meera mengadukan setiap kejahilan dan semua kenakalan ucapan Saga padanya saat mereka melakukan VC malam ini.


Meera tak tahan lagi untuk menyimpan kekesalannya pada Saga seorang diri, tapi untuk berbagai cerita pada mommynya Meera masih ada rasa segan dan malu.


Tapi tidak pada Almeer sang kembaran, Meera selalu terbuka pada saudara berbagi rahimnya itu.


" Jadi ka Saga udah berani mulai rayu-rayu kamu ya ha..ha..ha.." Tanya Almeer masih dengan tawanya yang tak juga surut.



" Iya kak, duh Mee nggak tahan dengan sifat omesnya!, Mee jadi merinding tahu kak..." Adu Meera pada sang kakak.


Almeer semakin tertawa terpingkal saat melihat kembarannya itu mengerucutkan bibirnya kesal.


" Meera..Meera.. kamu ini! Meera dengar kata-kata kakak baik-baik ya... Selama ka Saga masih sopan dan tanganya gak gratil silaturahmi berlebihan itu sih masih aman dek. Sejauh ini kan hanya kata-katanya saja yang mesum!, tapi tanganya enggak kan?" Tebak Almeer yang memang kenal baik bagaimana karakter seorang Saga Vino Malik.


Ya, menang iya!. Sejauh ini Saga memang menjaga kesopanan tanganya dan perilakunya, tidak hanya pada Meera. Kepada gadis manapun Saga selalu menjaga diri dan menjaga jarak.


" Iya sih, kak Saga masih bertindak sewajarnya, nggak ada perilaku yang nggak sopan. Cuma ya itu tadi.. Ucapannya suka rada-rada gila!! Bikin Meera ihhhh gimana gitu.." Keluh Meera bergidik ngeri. Bukan ngeri takut seperti halnya takut ada mahluk astral. Tapi cenderung pada takut tak bisa menahan diri untuk tidak hanyut pada rayuan maut Saga yang entah sejak kapan begitu mengusik hatinya.


Sebagai wanita normal yang beranjak dewasa, apalagi Meera telah menyadari sepenuhnya rasa suka pada Saga kian hari kian besar, tentu rayuan kecil Saga akan bisa berefek besar padanya.


" Tapi kamu suka kan dengan kejahilan dan kata-kata gombalannya ka Saga? Ngaku deh.." Pancing Almeer.


Sekali lagi gadis manis itu terlihat hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Almeer.


Jujur sih iya, dia merasa canggung dan kikuk saat berduaan dengan Saga diawal-awal kedekatan mereka beberapa hari ini.


Akan tetapi candaan, kejahilan dan kenakalan ucapan Saga akhir-akhir ini justru membantu membuatnya rileks dan enjoy.


" Karena Mee adikku sayang.., justru disitulah letak romantisnya seorang ka Saga. Setiap cowok sebenarnya punya cara masing-masing untuk mengungkapkan isi hatinya... Mungkin ka Saga tipe yang seperti itu" Ucap Almeer lagi berusaha menjelaskan.


" Sebagian tipe cowok memang ada yang hanya diam dalam mengekspresikan perasaannya, dia kadang terlihat kaku dan gak perhatian, tapi tindakannya nyata, lugas dan tegas. Walau begitu kalau terlalu diam juga kadang membosankan bagi sang cewek, rasanya pasti hambar dan nggak asyik"


" Tapi beda dengan cowok yang sedikit nakal, suka merayu dan agak gila seperti ka Saga, pasti perasaan kamu dibuat seperti naik roller coaster kan, kadang meledak begitu bahagia akan rayuan mautnya, kadang juga kesal dengan kata-kata omeshnya yang kamu rasa agak gila. Padahal sebenarnya Mee, niatnya hanya ingin jujur menunjukkan perasaannya saja..." Lanjut Almeer.


Lagi-lagi Almaeera hanya mengangguk setuju dengan setiap ucapan Almeer yang dirasa sangat tepat.


" Ya kak, kamu benar. Cowok tampan dengan unsur kegilaan seperti ka Saga emang bisa bikin hidup Meera lebih berwarna-warni, dan rasanya manis, asam, asin seperti nano-nano. Meera jadi nggak merasa bosan meskipun menghabiskan waktu seharian bersamanya, yahhh biarpun kadang omongannya ngeselin dan nyebelin, tapi ka Saga itu orang yang asyik dan nggemesin...." Sahut Almaeera jujur.


" Ekhem..ekhemmm"


Deheman daddy Rangga di depan pintu kamarnya mengejutkan Almaeera, begitupun Almeer yang berada diseberang.


" Da..daddy. Se..sejak kapan daddy di situ?" Ucap Almaeera terbata-bata.


" Sejak kamu bilang ka Sagamu itu asyik dan nggemesin. Oh ayolah princess sayang....kau telah mematahkan hati daddy hiks..hiks..." Ucap Rangga dengan membuat gerakan pura-pura menangis. Lalu meremas dadanya berakting seperti seseorang yang kena serangan jantung. Lalu duduk disamping Meera yang tengkurepan di depan laptopnya, dimana wajah Almeer ada di layar.


" Kau dengar Meer, princess kita sudah berpindah ke lain hati hu..hu..." Kini daddy Rangga memunculkan wajahnya, menyapa putra sulungnya.


" Halahh!! Daddy lebay.... Biasanya juga hanya ada mommy Lailia Nafesa Anara seorang dihati. Sang istri idaman, tercinta, tersayang, tersegala-gala. Cieeeehhhh ha..ha..ha..." Goda Almeer pada daddynya lebay.


" That's true boy!. Tetap saja ada porsinya sendiri di hati daddy untuk mommy kalian. Tapi kalian juga selalu menempati ruang disana, dan saat ini sudut hati daddy sedang patah. Saat permata hati daddy mengatakan seseorang lebih asyik dan menggemaskan..." Curhatan Rangga pada putra satu-satunya itu dengan mata berkaca.


Gadis itu segera memeluk cinta pertamanya itu erat-erat dengan senggukannya yang mulai terdengar. Bagi anak perempuan, ayahlah tetap cinta terbesarnya walaupun kelak datang cinta lain yang mungkin akan menggantikan atau bahkan sedikit menggeser rasa cinta itu.


Meera terus memeluk daddynya erat-erat bahkan menciumi pipi Rangga puas-puas. Begitupun sang daddy yang memang begitu mencintai putra-putrinya sepenuh jiwa raga.


" Ada apa ini?, Reen nggak diajakin nih ceritanya. Daddy pilih kasih ihhhh...huwa..hu...hu..." Maureen yang baru nongol di depan pintu menghentakkan kakinya kesal dan mulai menangis.


Selalu saja ada cemburu saat melihat daddynya memeluk Meera seperti itu. Maklum anak bungsu, apalagi Maureen lahir sendirian alias nggak kembar. Jadi dia memiliki rasa iri yang besar melihat kedekatan antara kak Almeer dan kak Almaeeranya.


Jadi wajar saja jika selama ini Rangga begitu memanjakan bungsunya itu berlebihan.


" Yaelah borokokok!!, kelakuan lo masih sama aja!, kok ya tahan Rayden ngadepin boneka mampang macem lo Reen. Duh kalo kak Almeer jadi Rayden udah kak Almeer tukar tambah lo sama Lisa Blackpink!!" Seru Almeer dari tempatnya.


" Dihh!!, ka Almeer mah!!. Kenapa sih dikit-dikit bawa-bawa ka Ray..." Seru Maureen kesal.


Gadis manis itu segera melompat ke kasur Meera dan mendusel ikut merangsek kepelukan daddynya, merebut sang daddy yang saat ini berada dalam pelukan Meera.


" Ka Meera minggir, ini daddynya Maureen! Kak Meera sama ayah Adnan sana!" Seru Maureen dengan tangan kanan memeluk daddy Rangga sedangkan tangan kiri mendorong wajah Meera untuk menjauh.


Rangga hanya bisa tertawa renyah jika sudah seperti ini, karena siklusnya akan selalu sama. Maureen akan selalu menjadi pemenangnya.


Begitulah mereka jika berkumpul, Maureen selalu ingin memonopoli daddynya untuk dirinya sendiri. Bahkan itu terjadi sudah sejak saat Maureen kecil.


Dia akan selalu mendorong dan mengusir kakaknya, baik itu Almeer atau Meera jika terlihat dekat dengan daddynya. Bahkan Meera selalu di lemparkannya untuk ayah Adnan sang paman yang memang begitu menyayangi Meera layaknya putri sendiri karena hanya memiliki putra tunggal Rasya saja.


Lalu kakak Almeernya pun akan bernasib sama, dan di dorongnya untuk menempel pada om Lenoxnya.


...***...


Malam semakin merangkak larut, bahkan sebagian besar ruangan dalam rumah kediaman keluarga Rangga telah gelap.


Semua telah berada di peraduannya masing-masing, begitu pun Meera.


Gadis itu sudah meringkuk dibalik selimutnya, bahkan telah terpejam sempurna.


Drtt...drttt...drtt


Bunyi ponsel diatas nakas mengusik kenyamanan Meera. Dengan malas gadis itu meraih ponsel dan menempelkannya pada telinganya tanpa melihat siapa yang memanggilnya.


" Ya Ryan ada apa lagi? aku udah ngantuk nih, ngobrolnya besok aja lagi disekolah...." Sahut Almaeera lirih, ditambah lagi suaranya terdengar serak khas orang mengantuk.


Tut...tut...tut...


Bukanya menjawab, justru diseberang menutup panggilan mendadak begitu saja.


Meera mengernyitkan keningnya, lalu menggosok matanya dan mulai melihat dengan seksama layar ponselnya. Tapi matanya langsung melotot saat melihat nama kontak yang baru saja memanggilnya.


" Hahhh!!!, ka Saga!!, jadi bukan Ryan tapi ka Saga. Ya Tuhan bagaimana ini???"


...\=\=\=\=\=€€\=\=\=\=\=...