Childhood Love Story " Blossom "

Childhood Love Story " Blossom "
Gap...



Dua hari ini Saga hanya bisa mengantarkan Meera tanpa bisa menjemputnya seperti biasanya. Karena bertepatan dengan jadwal kuliah Saga yang full pagi sampai sore.


" Nanti pulang dijemput uncle ya?" Tanya Saga sebelum benar-benar meninggalkan Meera di depan kelasnya.


" Enggak, sepertinya bang Dimas yang jemput. Daddy ada kelas juga katanya..." Jawab Meera.


Bang Dimas?, kira-kira bang Dimas akan bocorin nggak ya?


Duh serangan jantung gue kalau kaya gini...


" Ya udah, tapi nanti langsung pulang kan?, nggak kemana-mana kan?" Tanya Saga lagi.


" Oh iya hampir lupa bilang!!, hari ini Mee pulang sekolah akan langsung ke rumah keluarga Zaskia dulu untuk ngukur baju seragam yang mereka pesan di butik aunty Hana, harus buru-buru karena mau dipake wekeend ini, jadi Meera saja yang bantu asisten aunty untuk datang ke sana.." Jawab Meera cepat.


" O..., ya udah. Ka Saga pergi dulu ya..nanti hubungi ka Saga kalau udah sampai rumah, Assalamualaikum yang..." Pamit Saga berat.


" Waalaikumusalam kak, hati-hati di jalan.." Balas Meera.


Saga mengangguk, lalu menjulurkan tanganya untuk mengusap pucuk kepala Meera sekilas.


Tapi tiba-tiba wajah tampan Saga perlahan mulai condong kedepan dan semakin maju...maju.


Degh!!


Meera merasa wajahnya sudah mulai tersulut rasa panas yang menyebar, apalagi jantungan berdebar hebat tanpa kendali.


Memang kelasnya masih terbilang sepi, hanya beberapa gelintir yang sudah datang. Tapi bukan berarti....Saga berani gituan kan.


Gak mungkin kan ka Saga mau aneh-aneh di tempat terbuka begini...


Meera semakin dibuat kalut ketika wajah mereka kini hampir saja bersentuhan, Meera bahkan menahan nafasnya yang mulai tersengal karena gugup. Reflek saja Meera buru-buru menutup matanya.


" Love you ayangku..." Bisik Saga di telinga Meera, bahkan hembusan dari bibir Saga terasa menembus kain kerudungnya.


Huffft, lega.... Meera mengelus dadanya cepat. Ketakutan yang dirasakannya sedari tadi rupanya hanya netingnya sendiri.


" Pfffttt ha..ha..ha.." Saga tertawa saat melihat reaksi lucu Almaeera yang nampak syok.


" Apa yang kamu fikirkan memangnya?, kamu mikirin itu ya..." Tebak Saga masih dengan tertawa, sementara jari telunjuknya menunjuk bibirnya yang merah.


" I..itu apa?, ya nggak lah!! Udah sana ka Saga berangkat kuliah..." Almaeera berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu, lalu mendorong punggung Saga agar segera pergi.


" Emmhh, baiklah...tapi coba bilang seperti yang kak Saga ucapin barusan.." Pinta Saga dan bukanya pergi melangkah tapi malah bersandar pada dinding kelas Meera.



" Yang mana?" Tanya Meera bingung.


" Love you tadi, bilang juga seperti itu ke kakak..."


Blushhh....


Reflek!!, wajah manis itu kembali bersemu merah.


Apa orang semanis ka Saga begini bisa membohongi aku...


Apa orang sebaik ini tega menyakiti aku..


Ctiikk!!


Saga menjentikkan jarinya di depan wajah Meera yang tengah melamun.


" Kok malah melamun, ayo cepetan bilang!!" Desak Saga.


" Mmhhh, nanti lah..." Tolak Meera malu-malu.


Apalagi kini beberapa temen sekelasnya sudah mulai berdatangan, kelas juga sedikit menjadi lebih ramai dibandingkan dengan tadi.


" Sekarang ayang..." Desak Saga.


" Nggak mau!, nanti aja ya.... Janji Mee akan bilang tapi nanti..." Bisik Meera.


" Mmhh baiklah, nanti ka Saga tagih!!. Ya udah, ka Saga ke kampus dulu ya ayang dan bilang sama bang Dimas bawa mobilnya pelan aja..." Ucap Saga khawatir.


" Emmh iya, tapi kalau bawa mobilnya pelan ya kapan dong nyampainya..." Sahut Meera dengan tertawa kecil.


" Ck kamu ini....!!"


...***...


Meera saat ini telah berada di mobil bersama Zaskia menuju rumah keluarga gadis itu. Meera tidak jadi pulang bersama Dimas, karena sopir keluarga Zaskia yang terlebih dahulu menjemput.


Karena rumah Zaskia tidak terlalu jauh dari SMU Bhakti perjalananpun terasa sangat singkat.


Meera disambut baik oleh keluarga sahabatnya itu, pembawaannya yang santun selalu membuat siapa saja kagum padanya.


" Sebenarnya masih ada satu keluarga kami yang belum hadir nak Meera. Dia kakak tertua Zaski. Saat ini sedang ada dinas di luar kota, mungkin nanti malam baru pulang..." Ucap mommy Zaski.


" Baiklah tante tidak apa-apa, nanti malam InshaAllah Meera bisa kesini lagi.." Balas Meera.


" Biar gue nanti yang jemput lo..." Sahut Zaski.


" Boleh, terimakasih sebelumnya..." Balas Meera sambil mencolek pipi satu-satunya sahabatnya itu.


Itupun karena Zaski satu bangku denganya, kalau enggak jangan harap. Almeer sangat ketat memilihkan teman untuknya selama ini.


Setelah menunggu beberapa menit, mobil daddy Rangga telah berada di depan rumah Zaski, tentu saja Dimas yang menjemput.


Sepanjang jalan menuju rumah, suasana mobil lengang. Dimas yang pendiam bertemu dengan Almaeera yang super cuek, maka tidak akan terjalin kolaborasi yang bagus. Seperti inilah interaksi mereka berdua selama ini. Meera yang fokus mendengarkan lagu di headsetnya dan Dimas yang fokus pada kemudinya.


Tapi kali ini beda, entah apa yang difikirkan oleh Dimas, karena sejak tadi nampak jelas, pemuda itu berkali-kali melirik Meera dari rear mirror yang ada di depannya.


...**...


Seperti janjinya tadi siang, Zaski telah tiba di rumah Meera. Tapi bukan untuk menjemput sahabatnya itu, tetapi Zaski justru membawa kakak tertuanya untuk diukur.


Guntur, pria gagah yang terlihat mapan itu saat ini berada diruang tamu rumah Meera.


" Silahkan diminum kak..." Meera meletakkan secangkir kopi didepan kakak Zaski, sementara Zaski sendiri sudah ngilang ke kamar Maureen.


" Ah iya terimakasih.." Sahut pria muda itu.


" Bisa dimulai ngukurnya..?" Tanya Guntur setelah menyeruput kopi yang begitu nikmat dilidahnya.


Meera sedikit canggung, Zaski sedang tidak disini. Terus bagaimana ini...


Mau tak mau Meera harus profesional, dia pun harus melakukan tugasnya. Tetapi tentu saja, Meera gadis yang sangat tahu batasan-batasan, jadi tetap tidak ada sentuhan diantara keduanya.


Selama proses pengukuran berlangsung, Meera tidak menyadari sama sekali bahwa mata Guntur terus menatapnya tanpa kedip. Seolah-olah sedang menikmati indahnya paras ayu milik Meera.


Dan tentu semua itu membakar hati sang pemilik raga, Saga. Ya...Saga yang beberapa saat lalu datang, tapi karena melihat ada tamu urung untuk mendekati. Dia hanya duduk di seberang ruang tamu, tapi tetap masih bisa melihat dengan leluasa kegiatan yang ada di ruang tamu.


Tangannya tergepal geram saat melihat mata Guntur yang terus saja menatap Meera.


"Ckk!! Pen gue colok matanya!!!" Dengus Saga kesal.


" Mata siapa kak?" Tanya Zaski yang melintas tak jauh darinya.


" Tuh..." Tunjuknya pada pria yang bersama Meera dengan dagunya.


" Ha..ha..ha, ka Saga cemburu?. Itu kak Guntur. Kakaknya Zaski.." Ucap Zaski sembari terus melangkah kearah kakak dan sahabatnya, diikuti oleh Saga.


" Udah selesai?" Tanya Zaski yang langsung duduk disamping Meera.


" Alhamdulillah udah beres, InshaAllah hari Jum'at nanti fittingnya langsung ke butik aunty saja Kia..." Jawab Meera.


Gadis itu ikut duduk, tapi begitu sadar akan kehadiran Saga, gadis itu buru-buru berdiri lagi.


" Kak, baru datang?" Sapanya lembut.


Saga hanya mengangguk, sementara matanya tajam menatap Guntur yang masih saja mencuri-curi pandang pada Meera.


Zaski yang melihat itu semua hanya bisa terkikik pelan.


" Oh iya, ini undangan acara kakak gue Mee. Kalian jangan lupa datang ya... Undangan untuk Reen dan Rey juga udah ada tadi. Untuk Almeer dan pacarnya udah gue kirim via email..."


" Terimakasih..., InshaAllah kami sempatkan datang.." Sahut Meera.


Tak berapa lama kedua kakak beradik itu akhirnya pamit pulang.


" Kenapa cuma berduaan saja dengan dia tadi!" Cerocos Saga begitu mobil Guntur dan Zaski keluar dari gerbang.


" Dia?"


" Kakak Zaskia!" Sahut Saga kesal.


" Berduapun kan kami nggak ngapa-ngapain. Nggak pelukan seperti yang kakak sering lakukan!" Sahut Meera keceplosan.


Saga terpaku ditempatnya, matanya terasa pedih. Jantungnya seolah meledak.


Sementara Meera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Astaghfirullahalazim...aku keceplosan.


Meera tidak berani menatap pada Saga karena takut terjadi keributan. Dan Saga sendiri masih sibuk mengatur debaran jantungnya yang hampir tidak bisa dikendalikan.


Inikah rasanya jadi orang yang kedapatan selingkuh??.


...\=\=\=\=\=\=\=@@@\=\=\=\=\=\=\=...