Childhood Love Story " Blossom "

Childhood Love Story " Blossom "
Kemana Saga?



Weekend telah tiba, dan mommy Ara sore ini sibuk merias ketiga putrinya yang hendak menghadiri acara ulang tahun kakaknya Zaskia, sahabat Meera.


Drrtt...drrttt...


Ponsel Almeer bergetar tanda ada pesan masuk. Pemuda yang duduk bersila ditepi ranjang Maureen itupun segera bangkit demi mengeluarkan ponselnya yang ada di saku celana. Masih dengan berdiri Almeer membukan pesan dan membacanya.


" Ck!!, kebiasaan!!" Decih Almeer kesal.


" Kenapa sayang? , ada apa memangnya?" Tanya mommy Ara yang saat ini sedang merapikan riasan terakhir untuk Maureen dan Aivy.


" Ray nggak bisa bareng kita perginya, dia ada urusan sebentar . Kamu berangkat sama Ata aja gimana dek?" Tanya Almeer pada sang adik.


Maureen terdiam untuk beberapa saat, lalu tak lama hanya bisa mengangguk pasrah.


Bukan ada urusan!, tapi Rayden memang sengaja. Dia sudah tidak mau dekat-dekat denganya, jangankan dekat-dekat melihat Maureenpun sepertinya Rayden jijik. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Maureen beberapa hari ini. Oh tidak!, bukan beberapa hari ini tapi tepatnya semenjak kepulangannya dari Sydney.


Sebenarnya apa salahku?, bisik hati Maureen.


Tepat pukul 20.00 semua putra putri mommy Ara sudah nampak rapi dan cetar.


Bahkan Atlantapun juga sudah ada disana, setelah dikabarin oleh Almeer untuk beberapa saat lalu. Seolah-olah telah direncanakan saja, warna baju yang dikenakannya sedikit matching dengan outfit Maureen. Membuat keduanya terlihat serasi.


Aivy, gadis imut mungil yang saat ini berdiri disisi Almeer terlihat anggun dan cantik dengan pakaian senada dengan yang dikenakanrnya. Ya Aivy tampil begitu menawan hasil racikan tangan dingin mommy begitupun Meera yang berencana couplean dengan Saga malam ini.


Tapi sayang, sampai pada waktu yang telah disepakati untuk berangkat bersama, rupanya Saga tak juga kunjung datang juga.


" Kak Saga gimana dek? Sudah ada kabar?" Tanya Almeer pada sang kembaran yang terlihat gelisah.


Meera menggeleng lemah, lalu kembali menatap ponselnya dengan sedikit kesal. Dari sejak tadi pesan Saga hanya mengatakan sebentar lagi - sebentar lagi. Akan tetapi sudah hampir satu jam kekasihnya itu tidak muncul-muncul juga.


" Kita duluan saja kak, nggak enak sama Zaski kalo terlambat..." Putus Meera pada akhirnya.


" Hufft..., ya udah deh. Bentar kakak minta kunci mobil ke daddy dulu, kita bawa mobil aja. Reen gimana? Mau jalan sama Ata atau ikut kakak?" Tanya Almeer pada Maureen setelah menunggu beberapa menit tapi Saga tidak juga datang.


" Yaelah!! Sama gue aja Reen, gue udah sampai sini juga kali, baju juga udah matching gini. Masa iya berangkat sorangan, gak seru dong ahhhh..." Sela Atlanta.


Dan Maureenpun lagi-lagi hanya mengangguk setuju saja. Pasrah....Maureen seolah kehilangan ruhnya. Entahlah! Ada apa dengan dirinya akhir-akhir ini, diabaikan oleh Rayden membuatnya kehilangan semangat hidupnya.


Akhirnya motor Atlanta berangkat lebih dulu baru disusul oleh mobil Almeer yang membawa Aivy dan juga Almaeera.


Cafe tempat penyelenggaraan ulang tahun kakak Zaskia begitu luas. Dekorasi khas ulang tahun untuk anak muda begitu kental terasa.


Melihat tamu undangan yang datang, bisa dipastikan undangan tidak hanya untuk teman-teman kuliah dan teman sekolah saja. Rupanya orang tua Zaskia juga mengundang beberapa rekanan bisnis mereka.


Atlanta dan Maureen telah sampai terlebih dahulu. Mereka kini berkumpul di gerombolan Zaskia dan teman-teman dari SMU Bhakti.


" Kok lo sama Ata Ren?, Rayden mana?" Tanya Zaskia penasaran.


" Kak Ray bilang masih ada urusan kak, tapi nanti dia nyusul kok..." Jawab Maureen lirih lalu duduk di depan Zaski.


" O..." Balas Zaskia pendek, matanya menatap penuh selidik penampilan Maureen dan Atlanta. Ada rasa kepo dalam dirinya yang meronta-ronta saat ini.


" Tapi?, kok bisa kalian nampak serasi begini?, lo janjian ma Maureen Ta?"


Atlanta tersenyum lebar, lalu melingkarkan tanganya kepundak Maureen dengan percaya diri.


" Gue lagi coba pedekate sama si manis ini asal lo tahu. Siapa tahu nasib lagi mujur bisa iparan dengan Almeer dimasa depan ya nggak sih!" Ucap Atlanta santai.


Maureen yang risih segera menepis tangan Atlanta cepat dan melotot geram sambil mengacungkan tinjunya. Membuat semua menjadi tertawa geli melihat Atlanta yang mengatupkan kedua tangannya didada pada Maureen untuk memohon maaf.


Maureen memang sedikit bar-bar!, tidak seperti Meera yang kalem. Tapi Maureen bukan berarti murahan, didikan mommy dan daddynya kental akan syariat agama. Walaupun tidak mengenyam pesantren seperti kedua kakaknya, Maureen sangat paham betul batasan bergaul.


Mereka kini bercakap-cakap dengan santai. Maureen mudah diterima oleh circle pertemanan mereka karena tentu saja karena dia adik bungsu seorang Almeer. Dan alasan kedua karena dia juga sering dibawa Rayden berkumpul begini sebelum ini, jadi wajahnya jelas telah dikenali oleh teman-teman Zaski ataupun Rayden seperti sekarang.


Maureen, Atlanta, Ryan dan Zaski duduk melingkar dalam satu meja.


" Almeer, Aivy, Meera...sini-sini!!" Panggil Zaskia sambil melambaikan tanganya pada tiga sosok yang saat ini tengah memasuki pintu cafe.


Penampilan Almeer, Aivy dan Almaeera malam ini sungguh menjadi pusat perhatian.


Tak hanya tamu, tatapan cengopun datang dari gerombolan Zaskia, semua mata tertuju pada gadis mungil imut dan cantik yang ada digenggaman tangan Almeer.


Jika selama ini Almeer terkenal sebagai Dewa Pematah Hati karena selalu menolak setiap gadis yang mengajaknya pacaran atau sekedar ngedate dengan alasan sudah memiliki pacar.


Maka hari inilah untuk pertama kalinya Aivy, si pacar Almeer baru dilaunching olehnya. Dan sure.....


Almeer berhasil membungkam semua mulut yang dulunya meremehkan Aivy yang selalu disembunyikan olehnya.


" Heyy Zaski..., jangan bilang yang bersama Almeer itu adalah pacarnya..." Bisik teman perempuan sekelas Zaskia masih dengan terus menatap Aivy penuh tatapan takjub.


" Tentu saja iya!, itu yang namanya Aivy. Bidadarinya si Almeer..." Sahut Zaskia.


" Gila cantik amat brey..., pantas aja Almeer teguh dan nggak pernah goyah sama sekali. Bidadarinya benar-benar sungguh menawan" Desis teman Almeer yang lain.


" Apa malaikat nggak nyadar ya kalau bidadarinya lepas satu..., eh tapi dimana ya tempat berburu bidadari lepas macam pacar Almeer. Can you spill me guys??"


" Gue mau juga lah berburu satu untuk oleh-oleh buat mamak gue di kampung yang bening macam tu cewek..." Bisik Tono teman sekelas Almeer yang paling lucu.


Almeer menggenggam erat tangan Aivy menuju kerumunan teman-teman sekelasnya. Sedangkan Almaeera mengikuti dari belakang masih dengan terus menunduk mengecek ponselnya.


" Sebenarnya kamu kemana dulu sih kak..." Desis Meera geram saat panggilannya tak di angkat-angkat juga oleh Saga.


" Meera, ayang kamu mana? Kok barengan Almeer. Ka Saga kemana?" Todong Zaskia saat kini Meera duduk di sampingnya.


" Ka Saga masih ada urusan..." Jawab Meera lirih lalu duduk disamping sahabatnya.


" Urusan? Nah hayoooo? Urusan apaan yang sampai-sampai mengorbankan elo begini Mee. Setahu gue sih ya Mee...


Tidak ada orang yang benar-benar di sibukkan dengan urusan, semua tergantung nomor berapa kamu dalam prioritasnya.."Sela Ryan yang ada disebelah Zaskia.


" Kalo dia benar-benar cinta lo, dia pasti menomor satukan elo diatas kesibukan dan urusannya. Karena Mee, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Karena kalau elo memang prioritas tentu dia akan perjuangkan lo dan akan selalu utamakan lo diatas urusannya... Lanjut Ryan.


Deghh!!


Meera tersentak sesaat.


Benar sih, semua yang dibilang Ryan benar adanya. Kesibukan dan urusan apa sebenarnya yang sedang dilakukan Saga saat ini. Begitu sibuknya kah sampai sekedar mengangkat ponselnya atau hanya menjawab pesannya saja tidak sempat.


" Jangan jadi kompor Ryan!" Sentak Almeer tajam.


" Ck!!,Ngakak ada lah, gue sekedar mengatakan fakta Meer...." Balas Ryan tidak mau kalah.


Brakk!!


" Bajingan!!" Umpat Maureen tiba-tiba sambil menendang kaki meja yang berada didekatnya.


Membuat semua mata yang ada yang di meja itu menatapnya tak percaya. Apalagi Atlanta, pemuda itu mengusap dadanya syok!.


Gila nih bocah!! bikin gue kaget...


Lalu tanpa di komando mereka mengikuti arah pandangan Maureen yang tajam menatap pintu masuk.


Dimana disana ada Saga yang dirangkul mesra oleh Jasmin sedang beramah tamah dengan Wulan, kakak Zaskia sang ratu pesta malam ini.


" Kan udah sering Reen bilang kak!!, bajingan itu selingkuh!!, tuh lihat sendiri dengan kedua matamu!!" Ucap Maureen pada Meera yang hanya diam walau saat ini hatinya terluka.


Maureen beranjak berdiri dengan mata merah dan kedua kepalan yang tergenggam erat disisi kiri dan kanannya.


" Si bajingan itu urusanku sekarang jika ka Mee tidak mau bertindak!!" Kesal Maureen.


" Maureen calm down baby!!. Sit down again please!!" Perintah Almeer dengan suara lembut tapi penuh tekanan dan dikelilingi aura dingin dan tegas.


" But brother!! Look at that!!, he is..." Tunjuk Maureen pada calon kakak iparnya.


" Sit down!!" Bentak Almeer tegas dengan pelototan matanya yang nampak garang.


...\=\=\=\=\=\=\=@@@\=\=\=\=\=\=\=...