
Saga tak bisa tidur dengan nyenyak semenjak peristiwa meledaknya Maureen beberapa hari lalu. Sampai hari ini Saga masih terus bertanya-tanya, apa gerangan alasan yang mendasari begitu bencinya Maureen padanya.
Kenapa sebenarnya dengan Maureen?
Apa salahku padanya?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar-putar di benaknya tanpa ada jawaban yang pasti. Bahkan pembicaraan Sunny dan Maureen hari itupun tak menghasilkan informasi apa-apa. Maureen hanya mengaku benci sekali dengan Saga tanpa alasan, hanya benci saja!.
Jelas itu alasan yang tidak mungkin, apalagi Sunny tentu bisa melihat air muka Maureen yang janggal saat gadis itu mengungkapkan kebenciannya dengan sungguh-sungguh.
...**...
Disetiap malamnya Saga selalu terjaga tiba-tiba. Kerenggangan hubungannya dengan Maureen, jelas berpengaruh dengan hubungannya dengan Meera. Karena akan selalu timbul ketidak nyamanannya saat datang berkunjung ke rumah sang kekasih. Sindiran, tatapan sinis dan lirikan tajam Maureen sungguh menyiksa.
" Sshhhh ya Allah..., apa sebenarnya salahku pada gadis itu...." Desis Saga frustasi.
...*...
Saga hanya bisa mengusap wajah tampannya kasar, saat ini dia sedang berada di balkon samping rumah keluarga Rangga. Bertepatan saat Maureen, Aivy dan Luigi baru pulang hangout, lagi-lagi gadis itu hanya melewatinya begitu saja tanpa menyapa, acuh dan cuek.
Saga hanya khawatir, keadaan ini bisa tercium oleh Meera, lantas apa nanti alasannya jika gadisnya bertanya?. Apa dia juga akan ikut beralasan bahwa Reen tiba-tiba saja membencinya tanpa alasan.
Diabaikan dan tidak dianggap keberadaannya oleh Maureen sudah sering di alaminya, bahkan terang-terangan di depan orang lain seperti sekarang.
" Kalian baru pulang?, darimana?" Basa basi Saga pada Luigi yang telah duduk disampingnya.
" Oh, hanya jalan ke Mall aja, terus makan malam" Sahutnya.
" Ckk!! Tapi semua kacau gara-gara si borokokok itu! Reen berantem lagi dengan seseorang!!" Lanjut Luigi kesal.
" Berantem??"
Sebenarnya kabar Maureen suka berantem itu sudah biasa bagi seluruh anak genk somplak, tapi biasanya Maureen berantem disekolah. Nah ini di Mall?, daebak!!. Anak bungsu Rangga ini benar-benar warbiyasah....
" Iya, gila tuh anak!!, pantesan aja kak Ray nyerah. Bar-bar gitu kelakuannya..." Keluh Luigi lagi.
" Berantem dengan siapa?, karena apa?" Tanya Saga penasaran.
" Luigi kurang jelas juga sih, tapi sepertinya Maureen menganggap gadis itu sebagai pelakor!, selingkuhan seseorang gitu, tapi....." Jawaban Luigi menggantung, pemuda itu berusaha mengingatkan-ingat sesuatu.
" Tapi kak!, sepertinya dia juga menyebut-nyebut namamu deh kak...." Sambung Luigi.
" Hah!!, aku?" Tunjuk Saga pada hidungnya sendiri.
" Iya..., sepertinya Maureen melabrak gadis itu karena dia selingkuhan kakak atau gimana gitu.." Luigi tampak mengigit lidahnya sambil nyengir saat melihat pelototan dari mata Saga.
" Sorry..., ini yang Lui denger tadi..." Seru Luigi cepat sambil menutupi wajahnya dengan lengan, sebelum tonjokan Saga mendarat di wajah tampan miliknya.
Saga termenung menatap depan dengan tatapan kosong.
Selingkuh? Aku? Hahh!! Ada ada saja.
Siapa yang dilabrak Maureen sebenarnya?
" Apa kamu kenal siapa yang dilabrak Maureen tadi Lui?"
" Nggak tuh, tapi memang Lui pernah lihat dia jalan sama kamu kak.." Jawab Luigi.
" Hahhh!!, kapan?" seru Saga sambil melotot!.
" Pokoknya pernah!, entah kapan itu. Oh atau kalo kak Saga penasaran banget tanya aja sama Aivy, dia ada di deket Reen tadi.." Lanjut Luigi lagi.
Baru juga Saga ingin membuka mulut untuk kembali bertanya sesuatu pada Luigi lagi, Meera telah muncul dengan dua minuman dan sepiring kue untuk Luigi dan Saga.
" Wihhh...., brownies coklat!. Tau aja ka Meera kalo Lui mau kesini. Pake dibuatin brownies kesukaan Lui segala. Tapi makasih loh kak, kak Meera emang paling the best, udah gitu cuanteek lagi. Kalo nanti putus ma ka Saga!, Luigi juga mau nampung kakak..." Ucap Luigi alay.
Meera hanya tertawa kecil mendengar gombalan Luigi, putra Lenox memang seperti itu tabiatnya, terdeteksi playboy gila!!.
" Ck!! Modus lo..., dasar jomblo jablay!, kak Meera mana mau sama lo!!" Seru Saga dengan mentoyor kepala Luigi, bertepatan dengan Maureen yang keluar dengan Aivy.
" Mendingan jadi jomblo TERHORMAT seperti ka Lui daripada berstatus kekasih orang tapi masih gatel dengan yang lain!. Ya nggak Ai?, NGGAK PUNYA HARGA DIRI!! BAJINGAN itu mah..." Sindir Maureen.
Gadis kecil itu melitas begitu saja menuju dimana mobil Luigi berada seolah tak berbeban sama sekali dengan kata-katanya yang nylekit. Gadis itu sepertinya mengambil barangnya yang tertinggal.
Astaghfirullah....sabar-sabar.
Saga hanya bisa mengelus dadanya.
" Dia kenapa Ai?, dan apa maksud omongannya itu tadi?" Tanya Meera pada Aivy sementara matanya terus menatap tingkah aneh sang adik.
Aivy tidak menjawab sepatah katapun, hanya menggeleng saja, tapi sudut matanya menatap dingin pada Saga.
Jujur, Meera merasa ada yang janggal atas sikap Maureen akhir-akhir ini pada Saga. Tapi Meera positif thinking saja, mungkin Maureen sedang kesal karena Saga sering mengolok-olok nya seperti saat mereka kecil dulu.
Saga yang merasa bahwa ucapan Maureen tadi sengaja ditujukan padanya semakin kalut. Apalagi tatapan tak mengenakkan Aivy dan Luigi kini tertuju padanya. Rasanya sudah saatnya Saga bicara serius dengan gadis kecil itu secepatnya. Apalagi persiapan pertunangan sudah mulai dicicil oleh kedua orang tua mereka.
Tapi baru juga Saga mengangkat bokongnya untuk mendekati Maureen yang kini duduk di ayunan bersama Aivy dan juga Luigi.
Ponsel di kantung celana Saga bergetar.
Pemuda itu hanya menatap layar ponselnya yang menampilkan nama Jasmin disana tanpa ada niat untuk mengangkat.
" Kok nggak diangkat?" Tanya Meera.
" Nggak penting..." Jawab Saga lalu kembali melesakkan ponselnya kembali ke kantong.
Tapi rupanya si pemanggil tidak juga putus asa, panggilan dari Jasmin terus saja berdering mungkin sampai puluhan kali.
" Nggak kok hanya teman..., palingan mau ngajak mabar.." Bohong Saga dan kembali duduk.
" Hi..hi..hi..ha..ha..ha..., lucunya...." kikik Maureen tiba-tiba.
Semua yang disana tersentak kaget karena tiba-tiba saja Maureen tertawa garing.
" Idih!! Kamu kesambet apa sih Reen!" Seru Aivy takut.
" Nggak kesambet apa-apa!!, hanya saja ada suara yang begitu lucu menggelitik gendang telingaku barusan, bikin gatel dan muak" Balas Maureen dengan tatapan tajam menusuk jantung Saga yang kini menatapnya.
Maureen tidak gentar akan tatapan Saga, justru gadis itu semakin menantangnya dengan lirik lagu yang membuat jantung Saga bagai ditarik dari tempatnya.
🎶🎶
Tak gawe los dol, blas aku ra rewel. Nyanding sliramu sing angel disetel. Tutuk-tutukno chatingan karo wong liyo. Rapopo, aku ra gelo.
Kok tutup-tutupi, nomere mbok ganti. Firasat ati angel diapusi!. Snajan mbok ganti tukang gas. Bakul sayur lan tukang gas. Titeni bakale ngerti....
🎶🎶
" Hok a, hok e...icik iwirrr, tarik sisss...." Sahut Luigi.
" Semongko...." Lanjut Aivy.
Saga yang paham kemana arah maksud lirik lagu Maureen terlihat pucat. Apalagi dari tadi ponselnya tak mau berhenti, bahkan panggilan itu kini berganti menjadi Rahma.
Setahu Saga semenjak Jasmin sakit, Rahma ikut merawatnya dengan memilih pindah dari rumah kontrakannya ke kost-an Jasmin.
Jadi?
Sedari tadi Jasmin menghubunginya dan sekarang Rahma. Apa telah terjadi sesuatu?.
" Emmhh, Mee..... Ka Saga terima telpon dulu nggak papa ya" Pamit Saga sembari berdiri.
" Du..du..du..duh...., punya istri dua itu repot ya Lui!! Kesana kesini, mondar-mandir, ditelpon sana di telpon sini. Lama-lama kaki gempor!!, pusing trus MAMPUS! ha..ha..ha"
Degghh!!
Lagi-lagi kata-kata Maureen mengena di hati Saga, membuat keringat dingin merembes di sela-sela rambutnya.
Sementara Luigi cuma plonga-plongo nggak paham akan pernyataan Maureen barusan.
Urung!!, akhirnya Saga kembali duduk.
" Loh nggak jadi diangkat telponnya?" Pertanyaan yang sama diulang lagi oleh Meera.
" Emmhhh, nggak deh. Nanti aja.." Ucap Saga cepat.
Meera hanya diam, tapi diamnya bukan tidak paham akan yang terjadi. Melihat tatapan antara Saga dan Maureen yang dirasa aneh olehnya, Meera sepertinya harus menyelidiki sesuatu.
Drttt..drrttt.
Sederet pesan dari Rahma kini memenuhi ruang chat Saga, mau tak mau pemuda itupun harus membukanya.
Rahma 📩:
Ga!! please..! Kesini cepatan!, Jasmin kambuh🙏🏼🙏🏼
Rahma 📩:
Please Saga!!, aku bingung. Dia kembali mengamuk setelah pulang dari Mall, sepertinya dia habis dilabrak adik pacarmu...
Degh!!!
Jantung Saga rasanya bagai copot!!
Jadi???
Kebencian Maureen padaku karena ini?
Dia sudah tahu ada Jasmin dibelakang hubungan kami.
Flasback on
"NGGAK MAU!!, Maureen nggak sudi deketan sama PENIPU modelan kamu!!"
"Renn akan berusaha semampu Reen untuk mengagalkan pertunangan kak Saga dan ka Meera. Karena Reen tahu seperti apa BUSUKNYA kamu itu kak!!"
"Kamu!! Tak lebih seperti SERIGALA berbulu DOMBA!!"
Flasback off
Saga mengusap wajahnya kasar, menatap wajah Meera yang polos penuh senyum.
Rupanya itu alasan Maureen membencinya sebesar ini, Saga kini menatap sendu pada wajah Meera yang polos dan tidak mengerti apa-apa tentang ketegangan nya dengan Maureen selama ini.
Apa jadinya jika dia tahu selama ini aku membunyikan rahasia tentang Jasmin?
Apa dia masih akan tersenyum seperti itu padaku?
Ataukah dia akan sama seperti Maureen?, menatapku dengan benci!, melirikku dengan sinis...
...\=\=\=\=\=\=@@@\=\=\=\=\=\=...