Childhood Love Story " Blossom "

Childhood Love Story " Blossom "
Saga vs Maureen



Seperti biasa, Saga sudah berada di rumah keluarga Rangga sebelum waktu keberangkatan Meera ke sekolah. Bahkan kali ini pemuda itu menyempatkan diri membantu mommy Ara menyiapkan sarapan.


Maureen turun lebih dulu, baru bebeberapa saat kemudian Meera menyusul. Tidak ada yang berubah, gadis itu tetap bertingkah biasa, walaupun semalaman Meera memikirkan kemungkinan-kemungkinan tentang apa yang dilihatnya dari foto yang ditemukan semalam.


Dari situ Meera akhirnya paham, alasan Maureen akhir-akhir ini terlihat membenci Saga. Tapi kembali lagi pada karakteristik Meera yang kalem dan nggak mau suudzon. Dia tetap positif thinking saja, barangkali cewek yang dirangkul Saga adalah kenalan keluarga Ramdani Malik yang tidak Meera kenal.


Cemburu itu wajar, dan itupun terbersit hingga saat ini. Tapi Meera bukanlah tipe yang akan meledak-ledak hanya karena cemburu buta.


Sementara ini dia hanya bisa menunggu, sampai Saga sendiri yang akan mengatakan kebenarannya.


" Ada apa?, ada sesuatu di wajahku?. Kenapa kamu menatapku seperti itu yang...?. Hemmm, tapi aku senang!, aku merasa diperhatikan..., terimakasih..." Bisik Saga saat ada kesempatan mendekati gadisnya.



Meera tersenyum manis, lalu berikutnya menggeleng beberapa kali dan mendesah lirih.


" Hufftt.. kak Saga kuliah jam berapa?" Tanyanya.


" Hari ini siang, kenapa?"


" Mee sepertinya pengen bolos aja, apa ka Saga ada waktu nemenin?"


Saga tersentak kaget, jika yang ngajakin bolos Maureen atau Aivy tentu saja baginya biasa saja. Tapi ini Meera, si Meera yang tiga tahun berturut-turut selalu menjadi siswi teladan SMU Bhakti.


Dan hari ini kalimat keramat itu keluar dari bibirnya, ngajakin bolos!!, bolos di detik-detik terakhirnya sebagai seorang pelajar.


" Apa?, bolos?, ka Saga nggak salah dengar kan?"


Meera menggelengkan kepalanya pelan dengan bibir yang tak surut akan senyum manis yang menyejukkan hati Saga.


" Memangnya Mee mau kemana?" Tanya Saga selanjutnya.


" Hanya ingin mengunjungi suatu tempat.." Balas Meera.


" Tempat?, tempat apa itu?"


Meera menatap mata Saga lekat sebelum menjawab, karena reaksi akan jawabannya inilah yang sebenarnya ingin sekali Meera lihat.


" Tempat apa yang ingin kamu kunjungi sampai harus bolos segala Mee?" Ulang Saga.


" Kost-an Putri 'Cempaka' " Jawab Meera cepat.


Duaaarrrr!!!


Degh...degh...degh...


Dada Saga rasanya ingin meledak begitu mendengar jawaban Meera. Sebisa mungkin Saga berusaha menutupi keterkejutannya walaupun itu sia-sia belaka.


Meera tetap dapat melihat dengan jelas raut wajah Saga yang tiba-tiba pias dan pucat.


Astaghfirullah..


Kenapa seperti ini rasanya...


Gue nggak selingkuh!, Jasmin bukan selingkuhan gue..


Tapi kenapa sekarang gue merasa kegap saat Meera menyebut kost-an Cempaka.


Saga mengusap-usap wajahnya kalut.


" Kenapa?, ka Saga nggak bisa anterin?, ngga papa kok. Nanti Meera kapan-kapan bisa pergi dengan Ryan..." Sambung Meera.


Sudut hati Meera terasa tercabik-cabik, saat mendapatkan ketegangan raut muka Saga ketika dirinya menyebutkan nama kost-an tadi.


Fix, Meera sadar seratus persen bahwa Saga memang menyembunyikan sesuatu darinya di tempat itu.


" B..bu..bukan nggak mau Mee, hanya saja... Hanya saja ka Saga se---"


" Nggak papa kok, kenapa kakak risau. Dari tadi kan Mee bilang nggak papa. Bisa kapan-kapan juga kok mengunjungi kakaknya Zaskia..." Sela Meera cepat.


Ketegangan sedikit terlihat di antara keduanya sekarang, disisi Saga yang bingung harus bersikap bagaimana untuk menutupi rasa canggungnya. Dan Almaeera pula yang juga sibuk menekan rasa sakit hati dan rasa curiga yang kini menyebar bagai racun diotaknya.


Setelah mengantarkan Meera seperti biasa, Saga membawa motornya cepat melesat kesekolah Maureen.


Entah benar atau salah dengan keputusannya kali ini. Saga hanya ingin cepat-cepat meluruskan semua dan tentu harus dimulai dari Maureen.


...**...


" Ren, dipanggil Ridwan tuh!. Katanya ada tamu yang pengen ketemu kamu di pos sekuriti.." Seru ketua kelas Maureen.


Karena kelas tiga sudah selesai ujian dan tinggal mempersiapkan acara kelulusan, mereka selalu jamkos untuk beberapa minggu kedepan.


" Tamu?"


" Iya Reen, cowok cakep banget!. Gue pernah lihat dia nganterin lo dulu..." Sahut sang ketua kelas lagi.


Nganterin gue? Dulu?


Kak Ray?, apakah kak Ray udah balik ke Jakarta...


Maureen segera bergegas bangkit dari bangkunya dan beranjak keluar kelas. Saat melintasi ruang yang berdinding kaca Maureen berhenti sesaat untuk merapikan tampilannya. Bahkan gadis itu juga memoles sedikit lip gloss di bibirnya.


Ahhh!!, apa yang gue lakuin..


Tap!! Maureen menepuk keningnya ketika sadar apa yang dilakukannya barusan. Buat apa dia ingin terlihat rapi dan cantik didepan Rayden?.


Tapi...


" Reen...." Panggil Saga ketika melihat Maureen muncul di pintu pos sekuriti.


" Ka Saga?" Desis Maureen.


Semangatnya hancur berkeping-keping saat tahu ternyata Sagalah tamunya hari ini. Bukan Rayden seperti yang diharapkannya beberapa saat lalu.


Tapi...


Kenapa tiba-tiba dia begitu rindu dengan Rayden, kenapa dia sangat berharap Rayden datang.


" Kenapa kesini?" Tanya Maureen jutek.


" Reen, kita harus bicara dek...." Pinta Saga lembut.


" Tentang apa?, rasanya Maureen tidak pernah ada urusan dengan ka Saga!!" Sahut Maureen.


" Reen please..., kita perlu bicara sebelum kesalah pahaman diantara kita semakin menjadi-jadi dek..." Desak Saga lagi.


" Kesalah pahaman tentang apa nih?" Tantang Maureen.


" Emmmhh, baiknya kita duduk di taman sana..."


Saga rasa mereka harus mencari tempat yang santai dan nyaman untuk membicarakan masalah yang entah sejak kapan timbul diantara mereka.


"Reen, to the point saja. Ka Saga tahu selama ini kamu salah paham dengan kebersamaan ka Saga dan Jasmin.." ucap Saga setelah mereka kini duduk di bangku baca sudut taman.


" Oh jadi si pelakor itu namanya Jasmin!!, cih namanya aja yang wangi!!, kelakuanya busuk sepertimu...., selamat kalian serasi!!" Sela Maureen ketus sambil bertepuk tangan.


" Reen please!!, dia bukan selingkuhan ka Saga seperti asumsimu itu. Dia sama saja sepertimu..., dia adik Aldo sahabat kak Saga.." Ucap Saga cepat.


" Adik?, adik sahabatmu?. Dia sama sepertiku?, Cihhh ha..ha...ha..ha.." Tawa remeh Maureen terdengar menusuk telinga Saga.


"Apa mamanya dulu juga mengasuhmu dari bayi seperti momku? hingga hubunganmu begitu dekat denganya, dan menganggapnya sepertiku?" Pertanyaan sinis Meera begitu nylekit terdengar di telinga Saga, membuatnya mengelus dada.


Memang benar apa yang dikeluhkan oleh Rayden selama ini akan sifat keras kepala Maureen. Dan kali ini pun Saga mengalaminya sendiri.


" Tentu tidak, hanya mommy Ara yang mengasuhku dari bayi..." Sahut Saga.


" Tapi tidak ada apa-apa antara aku dan dia. Dia hanya Jasmin, adik Aldo, adikku juga.." Lanjutnya.


" Oh ya?, bahkan aku yang adikmu saja nggak pernah tuh, main sosor peluk-peluk kamu sembarangan!. Bahkan Aivypun setelah tahu brothy Sunny bukan kakak kandungnya saja tahu batasanya! Tapi kalian??" Serang Maureen penuh penekanan.


" Kami kenapa? Pelukan?, pelukan apa?" Tanya Saga semakin bingung akan tuduhan tak jelas Maureen.


" Haduh duh..duh..., jadi ka Saga tetap mau menutupi bangkai bahkan yang sudah tercium busuknya bau itu olehku?"


Maureen mulai mengeluarkan ponselnya, lalu menscroll foto-foto Saga yang menampilkan gambar-gambar saat mereka berangkulan atau berpelukan.


Pluk!!


Dilemparkannya foto itu dipangkuan Saga.


Saga meraih ponsel itu dengan tatapan bingung.


" Lihat!, cermati!, dan jelaskan!. Apa menurut ka Saga Reen salah paham?"


Saga membuka ponsel Maureen yang memang sudah terbuka di galeri. Mata Saga membola lebar setelah melihat begitu banyaknya gambar dirinya dan Jasmin disana.


Pertanyaannya?, selama inikah Maureen mengetahui semua ini?. Pantas saja gadis itu begitu membencinya sebesar itu.


Melihat gambar-gambar itu secara kasat mata saja Saga juga langsung connect akan perselingkuhan, apalagi jika dilihat oleh Meera.


" A..apa Me..Meera tahu tentang ini?" Ucap Saga terbata-bata.


" Tidak!!, tentu saja tidak!. Aku kan tidak sepertimu. Aku tidak sampai hati menyakiti hati kakakku sendiri!!. Sekali lagi aku bukan kamu. Yang bisa menipu kakakku dengan tampangmu itu!"


" Reen!!, tadi sudah kak Saga jelaskan!, Jasmin tak lebih hanya sekedar adik...." Seru Saga lagi.


" Apa matamu sudah buta kak!!" Jerit Maureen.


" Reen!!!" Bentak Saga.


Sungguh, Maureen yang berada di hadapannya saat ini benar-benar beda dengan Maureen sebelumnya yang sopan dan lembut.


" Jika ka Saga salah!, kak Saga minta maaf. Tapi tolong hargai kak Saga. Ka Saga ini lima tahun lebih tua darimu, sopanlah sedikit.." Nasihat Saga lembut.


Perubahan perangai Maureen padanya sangat menyakitkan!, Maureen yang dikenalnya selama ini sangatlah sopan padanya. Tapi kini?


" Tidak perlu ajarin Reen tentang kesopanan!, Reen juga tahu kepada siapa-siapa saja Reen harus sopan. Tapi teruntuk padamu kak!, Reen tidak bisa lagi..."


" Sejak detik dimana dirimu menyelingkuhi kakakku, sejak saat itu kamu..., hanya sekedar Saga bagiku!!" Seru Maureen tegas.


" Aku TIDAK SELINGKUH!!, camkan itu Maureen!!" Bentak Saga kesal.


Ingin rasanya menjepret bibir Maureen dengan karet saking kesalnya.


" Duduk dulu Maureen!!, kak Saga sedang bicara denganmu!!"


Saga menarik tangan Maureen untuk kembali duduk saat gadis itu mulai kabur.


...\=\=\=\=\=\=\=@@@\=\=\=\=\=\=\=...