
Keduanya kali ini duduk di taman samping kolam renang. Akhirnya Saga menceritakan semua, semuanya tanpa sisa. Pemuda ini jelas tidak mau timbul masalah diantara hubungan mereka yang baru saja dimulai.
Apalagi penantian dan perjuangannya begitu panjang untuk sampai di tahap ini.
Dan tentu saja dia tidak rela jika sampai kehilangan Meera karena kesalah pahaman ini, dih amit-amit!!, Saga bergidik ngeri membayangkan itu semua.
Tak ada ruginya bagi Meera jika lepas darinya karena pasti ribuan cowok mengantri untuk mendapatkannya.
Nah dia?, apa dia bisa tanpa Meera?.
Tentu tidak!!, bahkan bisa jadi dia akan gila jika itu terjadi.
" Maafkan ka Saga. Bukan niat ka Saga untuk menyebunyikan ini semua darimu. Ka Saga fikir keputusan ka Saga sudah tepat seperti ini, tapi rupanya Maureen terlebih dulu melihat kami dan kesalahan paham ini pun dimulai..."
" Semua yang dilihat Maureen itu salah paham, kak Saga nggak pernah dengan sengaja memeluk atau melakukan apapun yang melewati batas. Yang terlihat di foto-foto Maureen itu semua hanya saat ka Saga memapahnya Mee, bukan memeluknya, bukan sengaja menyentuhnya... "
" Foto-foto?" Sela Meera.
" Iya, Maureen memiliki banyak sekali foto kak Saga dan Jasmin. Bahkan sudah lebih dari satu bulanan Reen membuntuti ka Saga lewat bang Dimas.." Sahut Saga lagi.
Meera memejamkan matanya sesaat.
Jadi fotonya tidak hanya yang aku lihat waktu itu saja?
Jadi masih ada yang lain?
" Mee percaya sama kakak kan yang..... Sumpah sayang...! Tidak ada unsur apapun yang mendasari kedekatan ka Saga dan Jasmin kecuali rasa kemanusiaan. Dan jikapun ada interaksi diantara kami, itu juga bukan karena ada romansa, murni hanya pertolongan semata..."
" Ka Saga sadar bagaimana kamu, ka Sagapun berusaha menjaga diri dengan batasan seperti halnya kamu..." Ucap Saga panjang lebar.
" Tapi masalahnya ini udah sampai pada bang Dimas, Meera takut daddy dan kak Almeer...." Meera *******-***** ujung blouse nya, pertanda gadis itu diserang rasa gelisah.
" Kita bisa jelaskan pada mereka, apapun itu pasti bisa dibicarakan. Ka Saga akan jelaskan seperti apa kebenarannya. Tapi yang ka Saga butuhkan saat ini cuma kepercayaanmu yang..... Aku hanya ingin kamu percaya padaku, dan itu cukup untukku bisa bangkit dari kesalahan pahaman Maureen.."
" Tapi, bagaimana dengan kak Jasmin selanjutnya..." Tanya Meera.
" Kita juga bisa ngomong dengannya baik-baik, kita berdua. Bahwa aku bukan lagi Saga single yang bisa menjaganya seperti dulu. Aku sekarang adalah Saga yang telah memiliki kekasih yang harus dijaganya. Apalagi kekasih itu begitu lekat namanya menancap erat disini..." Tunjuk Saga pada dadanya.
" Ditambah lagi, beberapa minggu kedepan status kekasih itu akan berubah menjadi tunangan ya kan..." Lanjutnya sembari tersenyum manis.
Meerapun menghela nafas lega mendengar semua penjelasan Saga. Jujur!!, beberapa hari ini diapun kepikiran. Mau diakuinya atau tidak, diapun sebenarnya cemburu dan sesak saat melihat foto itu.
Rasa cinta yang baru tumbuh seakan ingin kepastian. Tidak ada yang tahu bahwa di malam beberapa hari ini Meerapun terbangun dan mencoba menepis keragu-raguanya pada kesetiaan Saga lewat do'a-doa panjangnya.
" Syukurlah, akhirnya semua jelas. Jujur!, Mee juga sempat neting saat melihat sendiri foto itu. Tapi Mee memang sengaja menunggu ka Saga menjelaskannya..."
Kali ini Saga tak bisa lagi mengendalikan diri, tanganya mulai bergerak perlahan meraih tangan Meera. Biarlah!! Jika ini dosa!, maka Saga akan menanggungnya. Tapi sumpah!! Saat ini dia ingin sekali menggenggam tangan Meera....
Deghh...
Meera dibuat tersentak saat kini tangan Saga menaut erat telapak tanganya.
" Tidak akan ka Saga lepaskan kamu sayang...!, tidak akan!. Aku bersumpah akan selalu memperjuangkan mu.... Sejak kecil ka Saga menyukaimu, bahkan saat aku pertama kali melihatmu saat itu. Dan entah sejak kapan? rasa sukaku yang sederhana itu mulai berubah menjadi rasa suka yang luar biasa dan lambat laun bertransformasi menjadi sebuah rasa cinta yang indah. Ka Saga ingin selalu bersamamu, melihatmu tersenyum, tertawa, berbagi rasa bahagia bersamamu..."
" Hanya kamu yang ada dihati ini Meera, hanya kamu yang menemani detakanku. Aku cinta kamu Meera, sangat! baik itu dulu, sekarang atau kelak di masa depan, love you so much Meera...." Bisik Saga dengan tatapan penuh cinta.
Serr...serr.
Seluruh aliran darah Meera terasa menghangat, jantungnya meletup-letup ingin meledak. Saga pandai melambungkan rasa yang membuainya hanya dengan kata-kata.
Meera menutup wajahnya dengan sebelah tanganya.
" Kenapa wajahnya ditutupin..., ka Saga mau lihat cantiknya kamu..." Saga menurunkan tangan itu perlahan. Sementara sang gadis justru menoleh ke kiri kanan tak mau bersitatap dengan Saga.
Entahlah, setelah pengungkapan cinta Saga, rasanya ada yang menghentak-hentak dalam hati Meera. Rasanya seperti ada ribuan kembang api sedang berpesta pora dalam dadanya.
" Isshhh..., malu...." Tolak Meera saat Saga mancubit dagunya agar gadis itu menatapnya.
Gila!!, Saga seolah lupa akan batasnya, setelah mengakui rasa cintanya barusan. Ada dorongan hebat dalam dirinya untuk sedikit saja berbuat lebih. Sekedar ingin membuktikan apa yang diungkapkan olehnya barusan.
Dorongan dalam hatinya ingin menunjukkan bahwa dia betul-betul jatuh cinta dan hanya cinta Meera seorang.
Dengan skinship...?, ya...walaupun hanya skinship tipis-tipis ala Saga?.
Wajar, Saga pria muda yang sedang dimasa mabuk akan romansa cinta.
" Emmbbbhh ha..ha..ha....Meera..Meera kamu ini iihhhh bikin gemas!!" Tawa Saga pecah saat Meera justru mengembungkan pipinya demi menutupi kecanggungannya.
Lagi-lagi Saga tidak bisa mengontrol sikapnya malam ini, tanpa sengaja kedua tanganya sudah terulur begitu saja mencubit kedua pipi Almaeera gemas.
Biarlah, biarlah begini saja dulu. Biarlah Saga dibilang gatel, mesum atau apalah!. Nyatanya Saga sudah sangat lama menahan ini semua.
Bukan apa-apa, jika tanganya telah dianggapnya kotor telah berbekas Jasmin karena beberapa kali dia memang pernah memapahnya. Maka dengan bersentuhan dengan Meera, Saga berfikir telah mensucikannya.
Fikiran yang naif dan terkesan mengada-ada!, tapi biarlah begini dulu!!, yang penting hati Saga berasa sedikit tenang.....
Kembali, tanganya kembali mengenggam erat tangan Meera lembut lalu dibawanya ke bibirnya.
Cup...
Beberapa kali Saga mengecup punggung tangan Meera dengan penuh perasaan.
Dan tanpa diduga olehnya, rupanya Meera pun mulai mau membalasnya, gadis itupun melakukan hal yang sama, membawa tautan tangan mereka ke depan bibirnya. Lalu dengan lembut mengecup punggung tangan Saga yang berotot.
Sumpah!!, tidak ada pencapaian lebih besar dari Saga selain ini. Meeranya telah menerima dirinya seutuhnya. Meeranya, walaupun tanpa kata yang terucap telah menjelaskan bahwa diapun mencintainya. Cukuplah hanya dengan sedikit aksi yang ditunjukkan Meera saat ini. Tapi sangat ampuh dan mampu memporak-porandakan hatinya.
" Sekarang kak Saga tagih janjinya, ayo bilang 'Love you' ke kakak yang...." Bisik Saga manja.
" Iya..." Balas Meera sambil mengangguk.
" Kok iya sih...."
" Iya nanti..." Ucap Meera lirih.
" Kok nanti-nanti sih. Ckk!!" Decih Saga kesal.
Pemuda itu membuang pandangannya ke samping dan bersedekap. Raut wajahnya terlihat cemberut.
" Marah ya?, iya deh...Meera akan bilang..."
Meera meraih tangan Saga, menyusupkan jemari kecilnya disela-sela jemari besar Saga.
Untuk beberapa saat Saga hanya mematung kaget, matanya tak percaya melihat ini semua. Ini kali pertamanya Meera berinisiatif untuk menyentuhnya terlebih dulu.
" Love you ka Sagaku...."
Kalimat yang ditunggu-tunggu Saga akhirnya terucap juga. Ada yang menggelitik dihatinya saat ini. Ingin tertawa tapi malu, untuk menahan tawa rasanya juga tak mampu.
Yang dia bisa hanya mengigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk menahan semua dentuman yang ingin meledak saat ini. Sungguh!! Saga sungguh bahagia.
...\=\=\=\=\=\={}\=\=\=\=\=\=...