
Almeer dan Aivy kini telah berada dirumah keluarga Rangga. Keduanya tidak berani berlama-lama berduaan ditempat sepi. Jika bukan Almeer yang tergoda bujuk rayu setan, tentunya setan tak hilang akal untuk menggoda Aivy bukan?.
Ingat cerita akan Adam dan Hawa kan?. Disaat si pria kukuh akan pendiriannya, setan tidak hilang akal untuk tetap memaksakan godaannya pada sang wanita. Dan karena besarnya rasa cinta si pria pada wanita, akhirnya pendirian kokoh itupun runtuh juga. Dan terjadilah malapetaka...
Almeer jelas tidak mau itu semua terjadi, dan sebelum semuanya menjadi penyesalan diapun cepat menghindar.
Maka keputusan tepatnya iyalah menghindari berduaan saja dengan Aivy yang memang sedikit centil dan selalu suka menggodanya.
Badan tinggi besar Almeer serasa remuk semua setelah habis ditabokin oleh sang mommy yang kesal.
Kesal karena sang putra tiba-tiba berada dirumah tanpa mengabari siapapun.
Tidak masalah jika Almeer tidak mengabari tentang perjalanannya jika itu hanya dari Singapura ke Jakarta, atau dari Australia ke Jakarta. Tapi ini dari Jerman!, dan apalagi ini kali pertama Almeer bepergian sendiri disepanjang usianya.
Biasanya selalu ada Rayden atau Rasya, atau bisa jadi yang lainya jikapun terpaksa mereka bepergian tanpa orang tua.
" Ampun mom...., Meer hanya ingin buat surprise buat ayang Aivy saja kok...." Rengeknya dengan terus membuntuti kemanapun sang mommy pergi. Bahkan sampai ke dapur ketika mommynya menyiapkan makan malam seperti saat ini.
" Surprisenya buat Aivy kan?, tapi kenapa mommy juga ikutan tidak kamu kabarin hehhh, sebegitu tidak pentingnya kah mommymu ini Almeer?. Anak sholeh kamu..." Geram Ara seraya memutar telinga Almeer.
" Awwhhh mom....ampunn..." Ringis Almeer.
Ara kesal bukan main, kenapa putranya ini plek ketiplek menuruni sifat si daddy yang bucin akut pada pasangannya. Sampai-sampai mengambil keputusan berbahaya untuk bepergian sendiri seperti yang dilakukannya. Sebagai ibu tentunya Ara menjadi cemas yang berlebihan.
Rupanya tidak hanya Almeer seorang yang mendapatkan amukan Ara gara-gara drama surprise Almeer kali ini. Si Lenoxpun terkena imbasnya, dia harus menahan rasa panas dikupingnya karena berjam-jam diceramahi oleh sang sahabat.
Karena dijelaskan bagaimanapun Ara tetap mengomel tak menerima alasan dari siapapun, baik itu dari Lenox, Wari ataupun Almeer sendiri.
Almeer kini merana akibat ulahnya, surprise yang diharapkan akan berhasil ternyata menuai amarah sang mommy. Biasanya si mommy selalu hangat dan wajahnya penuh senyum, tapi kali ini nihil.
Sedari tadi mommynya tidak mau menegurnya sama sekali.
Bahkan Almeer dianggapnya transparan, tidak dipedulikan, walaupun keberadaannya ada disekitar sang mommy.
" Aivy tolong bawa sayur ini ke meja makan sayang..." Ucap mommy Ara seraya menyodorkan mangkuk berisi sayur bening bayam dan jagung muda pada sang calon mantu. Padahal posisi Aivy sedikit jauh darinya ketimbang Almeer yang ada di belakangnya.
" Biar Meer saja mom yang bawa..." Serobot Almeer, seraya menengadahkan kedua tanganya.
" Aivy ini nak!, mommy minta kamu yang bawa!!" Seru mommy Ara pada Aivy, bahkan matanya menatap tajam pada gadis itu untuk mengisyaratkan buru-buru berjalan mendekat padanya.
" Jangan lupa taburin bawang gorengnya sebelum dingin..." Lanjut mommy lagi tanpa mempedulikan Almeer yang menengadahkan tanganya sejak tadi.
Tapi sayang...., keduanya sedang tidak ada dirumah, mereka membantu aunty Hana menyelesaikan pesanan baju keluarga Zaskia yang harus sudah beres esok hari.
" Mom...ampunnn mom...please..." Rengek Almeer hampir menangis.
Jangan lupa, Almeer itu benar-benar turunan Rangga sejati, diapun cengeng seperti sang daddy.
Rangga yang memperhatikan semuanya dari tempat duduknyapun merasa iba kepada sang putra, tapi dia bisa apa?. Sang ibu negara tidak akan bisa dilawan jika sedang mode seperti itu, salah-salah dia sendiri yang kelimpungan nggak dapat jatah jika ikut campur.
Tapi sepertinya jiwa kebapakannya kali ini tidak bisa tinggal diam melihat derita sang putra. Sebagai seorang ayah, Rangga tidak sampai hati menatap putranya yang hanya diam melamun seorang diri.
Aivy sepertinya juga tidak bisa membantu banyak, bukan maunya juga Almeer membuat surprise untuknya sampai-sampai tidak mengabari kedua orang tuanya pula.
Gadis itupun memilih diam dan menyibukkan diri membantu mommy Ara mempersilahkan makan malam.
Dalam hati sebenarnya Aivypun iba melihat kesedihan sang kekasih yang terus-terusan di diamkan oleh mommynya seperti itu, tapi Aivy bisa apa?.
Rangga tak sanggup lagi melihat permata hatinya yang biasanya ceria itu berubah murung dan seolah hilang semangat. Diapun beringsut mendekati istri tercintanya, lalu membisikkan sesuatu pada sang penguasa hatinya itu.
" Lili perlu waktu Bi..., putramu itu harus dihukum dulu..." Gumam mommy Ara lirih.
" Ya..., tapi jangan terlalu lama Yang. Lihat wajahnya itu.., apa kamu tahan melihatnya mensedih seperti itu?, aku saja nggak tega loh Yang...."
Mommy Ara mengangguk setuju, sebenarnya diapun rindu banget dengan sang putra, ingin rasa memeluk dan menguyel-nguyel putranya seperti biasa. Tapi rasa nggondoknya masih mendominasi kewarasannya saat ini.
Makan malam yang biasanya hangat itu kini terasa sedikit mencekam, apalagi bagi Aivy yang notabene adalah orang luar. Tapi untungnya Ara bukanlah calon mertua killer layaknya seperti di sinetron TV berlogo ikan terbang.
Walaupun kesal dengan putranya dan mendiamkannya sedari tadi, tapi Ara tidak serta-merta membawa-bawa Aivy. Dan tentu saja Almeerpun merasa lega akan hal itu.
Almeer dalam diamnya ternyata sibuk menge-chat adik-adiknya dan menceritakan semua. Pemuda itu juga mengharapkan kedatangan mereka untuk segera pulang dan membantunya.
Sumpah!! Di diamkan mommynya sedari siang sampai malam begini membuat Almeer lemah dan lunglai. Tubuhnya seakan tak bersemangat, walaupun ada Aivy yang terus berada di sisinya.
" Apa mommy benar-benar tidak lagi mau memaafkan Meer dad?" Keluh Almeer saat mereka berjalan menuju masjid untuk jama'ah Isya.
" Nggak mungkinlah mommymu seperti itu, kita sama-sama sudah tahu karakternya bagaimana kan. Mommy hanya butuh waktu Meer, dia perlu waktu untuk menenangkan hatinya.. Orang tua mana sih yang nggak cemas saat tau putranya bepergian jauh seperti itu seorang diri. Iya syukur Alhamdulillah, jika kamu akhirnya sampai dengan tanpa kendala seperti saat ini. Tapi siapalah yang tahu nasib orang?, dan jika seandainya terjadi apa-apa padamu kemarin, siapa yang harus bertanggungjawab coba?. Pasti hubungan baik antara om Lenoxmu dan mommy akan hancur berantakan. Apa kamu mau itu terjadi?, sedangkan dengan begini saja habis telinga om Lenoxmu itu diceramahin oleh mommymu...." Nasehat Rangga panjang lebar.
Almeer mengangguk paham, dan pemuda yang tingginya sudah menyamai daddy nya itupun akhirnya mengerti apa yang harus diperbuatnya untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Diapun bertekad untuk memohon maaf pada sang mommy dan berjanji untuk tidak mengulangi hal ini sepulang dari masjid.