
Saga termenung dikelasnya saat ini, matanya menatap pada Jasmin yang duduk dua meja di depannya. Pemuda itu berusaha meyakinkan dirinya sendiri, apa benar Jasmin seperti yang diceritakan oleh Aivy semalam.
Sebenarnya usia Saga dan Jasmin terpaut satu tahun. Tapi karena setelah lulus SMU, Saga memilih menekuni untuk belajar tiga bahasa asing sekaligus, maka Saga memutuskan menunda kuliahnya. Dan alhasil sekarang dia menjadi satu angkatan dengan Jasmin.
" Heehh!!, lo masih lirik-lirik cewek aja Ga!!, padahal cewek lo cakep banget begitu!!" Tepukan telapak tangan Sandy di bahunya mengagetkan Saga.
" Ck!!, gue nggak lirik dia keles woles!. Lo kan tahu gimana gue mandang dia kan San!!" Sungut Saga.
Cukuplah Maureen dan Aivy saja yang salah paham!, jangan lagi ada yang lain, batin Saga.
" Iya sih.., kalo gue jadi lo ya gue nggak mungkinlah lirik yang lain. Secara ayang bebeb Meera aja udah lebih dari ekspektasi cewek idaman. Kalo ada dua yang seperti ayang bebeb Meera, gue juga maulah satu buat gue Ga!!" Bisik Sandy.
" Aamiin, gue do'ain mudah-mudahan lo dapet yang seperti Almaeera..." Tepuk Saga pada bahu Sandy.
" Trus kenapa dari tadi lo natap si Jasmin mulu?" Tanya Sandy kepo.
" Bukan natap bro!!, gue cuma nggak percaya aja dia bisa begitu....." Desis Saga.
" Begitu gimana?" Desak Sandy. Bahkan pemuda berjambang tipis itu terlihat menggeser tempat duduknya mendekat pada Saga dan ikutan menatap Jasmin.
Flashback on.
Semalam sepulang dari rumah sakit dimana Jasmin dirawat, Saga memutuskan untuk menemui Aivy. Rahma bilang Aivy juga ada di samping Maureen saat perselisihan di Mall tadi sore terjadi.
Pintu rumah Aivy belum tertutup, sepertinya papa Sanjaya sedang ada tamu.
" Assalamualaikum..." Sapa Saga didepan pintu.
" Wa'alaikumussalam, wah nak Saga!. Ada angin apa nih malam-malam begini main..." Seru papa Sanjaya ramah.
" Mari masuk nak..." Lanjut papa Sanjaya.
" Ahh, terimakasih om. Tapi Saga di luar saja, sebenarnya Saga hanya ingin bertemu Aivy. Ada yang perlu Saga bicarakan.."
" Aivy ya, bentar ya om panggilkan..."
Tak berapa lamapun Aivy keluar dengan segelas teh hangat untuk Saga. Sedangkan papa Sanjaya kembali menemui tamunya di ruang keluarga.
" Minum tehnya ka.." Ucap Aivy setelah duduk di kursi seberang meja.
" Terimakasih Vy, huhhh jadi begini Vy...kak Saga beberapa minggu ini merasa bahwa Reen agak..."
" Iya wajar!, tapi Aivy juga sependapat dengan Reen. Jika Aivy jadi Reenpun Aivy juga akan bereaksi seperti itu kok!" Sela Aivy.
Aivy langsung connect akan niat kedatangan Saga menemuinya saat ini, dari saat di rumah keluarga Rangga tadi saja sudah sangat kentara raut wajah penuh tanya Saga dan Aivy merasakan itu.
" Jadi Vy?, kamu juga menyimpulkan bahwa ka Saga selingkuh?" Tanya Saga kaget.
" Memangnya?, ka Saga mau mengelak. Sedangkan buktinya saja seperti itu!!" Sahut Aivy ketus.
" Hufft..." Saga menghembuskan nafas agar rasa sesak yang menghimpitnya sedikit melega.
" Sudah sejak kapan Maureen mata-matain ka Saga?" Tanya Saga lagi.
" Ya sejak Maureen mergokin kak Saga sama lampir itu!" Jawab Aivy.
" Tapi?, bukanya foto itu banyak diambil dikampus, apa Reen nggak sekolah?"
" Sekolah dong!. Kan ada kak Dimas...."
" Hahhhh!!! What bang Dimas!!" Saga membuka lebar mulutnya. Syok luar biasa....
Astaghfirullahalazim...kok jadi gini..
Duh...kenapa juga bawa-bawa bang Dimas.
Trus kalau uncle Rangga sampai tau gimana?
Saga mengusap-usap wajahnya kalut. Siapa yang tidak kenal Dimas?, asisten pribadi Rangga. Dan sekarang dia ditugaskan Maureen untuk memata-matainya. Ohhh....rasanya Saga ingin menghilang saja....
" Yang sebenarnya bukan begitu Vy, Ka Saga hanya menolong ka Jasmin yang sedang sakit. Keluarganya ada di Surabaya, kakaknya ada di Bandung. Yang dikenalnya hanya kakak. Apa iya ka Saga pura-pura nggak peduli..."
" Hubungan kami sebatas itu Vy, nggak lebih. Lagian dia juga udah tau kok kalau ka Saga udah punya Meera.... Dan dia juga mendukung dengan baik.." Lanjut Saga.
" Hahhh!! Mendukung??. Mendukung apanya??. Yang ada dia jatuhin nama ka Meera di depan teman-temannya kali kak!! Diihhh mendukung konon..., mendukung apanya!!" Sela Aivy.
" Maksudnya?" Tanya Saga penasaran.
" Telinga kami berdua tidak mungkin salah dengar kak!, selingkuhan kakak ngata-ngatain ka Meera lah pelakornya!. Selingkuhan kaka juga bilang ka Meera lah cewek gatel yang ngejar-ngejar ka Saga!, bahkan dia juga bilang ka Meera pakai peletlah, jaran goyang lah, semar mesem lah!" Seru Aivy emosi.
" Namanya Jasmin!!, dan dia bukan selingkuhan ka Saga!!" Sela Saga cepat.
Kesel juga lama-lama di tuduh-tuduh selingkah selingkuh nyatanya dia nggak ngelakuin itu.
" Ck!!" Decak Aivy.
" Apa benar dia ngomong kaya gitu?" Tanya Saga tidak percaya.
" Serah ka Saga lah kalo gak percaya. Tapi maaf, Aivy ada di kubu Reen. Aivy juga sama seperti Reen..... Aivy juga berusaha untuk menggagalkan pertunangan ka Saga dan ka Meera. Karena maaf, ka Saga nggak pantas buat ka Meera, dan Vy rasa kak Almeer harus tahu ini..." Ancam Aivy.
Flasback off.
Sandy termangu mendengar cerita Saga. Reflek, matanya ikutan menatap pada Jasmin juga, tapi tatapanya tidak sama seperti sebelumnya, tatapanya penuh rasa tidak suka.
" Gue udah ngerasain ini!, dia hanya bertingkah baik dan imut hanya di depan lo aja Ga!!"
" Jujur Ga, gue juga pernah mergokin dia mengaku-ngaku lo adalah cowoknya saat anak-anak jurusan Seni lirik-lirik lo..., tapi saat itu gue rasa dia cuma asal ngomong aja nggak serius"
" Tapi setelah mendengar cerita lo barusan. Gue rasa benar deh!, dan guepun mendukung adik ipar lo buat gagalin pertunangan kalian"
" Dengan begitu kan gue ada kesempatan nikung lo. Siapa tahu aja ayang bebeb Almaeera memang ditakdirkan Tuhan untuk gu------Akkkhhh!!, sakit Ga!!!" Jerit Sandi saat kedua tangan Saga kini telah berada dileher Sandy.
" Lo berani nikung gue!!, gue bisa matiin lo!!" Ancam Saga dengan mata merah menyala.
Sandy bergidik ngeri melihat perubahan Saga yang tiba-tiba.
" Ampunn Ga ampuunnn.... " Ronta Sandy dengan berusaha melepas kedua tangan Saga.
Gila cekikan Saga kuat banget!!, hampir aja gue mampus beneran barusan.
Ckk!! Amit-amit mati bujang begini!, masih perjaka lagi....
Salah-salah gue bisa jadi Mr. K, alias Mr. Kuntalanak...
" Haihhhh!! lo kalo marah udah mirip setan Ga!!" Desis Sandy seraya mengusap lehernya.
" Bukan gue, tapi lo setannya!!, gak ada akhlak banget lo. Teman lagi galau begini lo justru kepikiran nikung cewek gue!!. Waras lo??" Seru Saga kesal, toyoran pada kepala Sandypun tak terelakkan lagi.
" Harusnya lo bantuin gue!, gimana caranya biar gue bisa menyelesaikan masalah gue!, bukannya malah mengambil kesempatan dalam kesempitan begitu!!" Lanjut Saga kesal.
" Ck!! Ya sorry Ga.... Tapi kesempatan sekecil lobang sedotan pun, kalau itu untuk bisa gaet ayang bebeb Almaeera sih gu----Aduhh!!! Sakit!!" Jerit Sandy lagi.
Kali ini bukan leher Sandy sasarannya, tapi kaki Sandy yang diinjak Saga dengan kekuatan seribu gajah.
Alhasil, Sandy meringis hebat saat rasa ngilu dan pedih menjalari kakinya.
" Ck!!, lo sadis amat Ga!!"
" Gue bisa lebih sadis jika lo masih sebut-sebut nama cewek gue dan ngarepin dia terang-terangan di depan gue!!" Ucap Saga penuh penekanan.
Saat mereka sibuk sendiri dengan perselisihannya, Jasmin berjalan mendekati keduanya dengan senyum mengembang cerah.
" Ka Saga, wekend nanti bisa ya anterin Jasmin datang ke ulang tahun kak Wulan, anak jurusan Cinematography itu...."
Bisik Jasmin tiba-tiba disamping Saga, sebelah tangannya bahkan kini meraba bahu Saga.
" Jasmin!!, tanganmu! Tolong jaga batasanmu!" Bentak Saga seraya menepis tangan Jasmin kasar.
Bentakan Saga tentu mengundang perhatian para mahasiswa yang belum keluar kelas. Kini tatapan mereka tertuju pada Jasmin.
Jasmin mulai terlihat gelisah, gadis itu mulai mengigiti jari-jari jempolnya. Nafasnya mulai tersengal!. Kambuh!!, seperti inilah situasi yang di alami Saga selama sebulan ini. Situasi yang membuatnya serba salah. Karena sedikit saja Saga berkata keras atau Saga menolak permintaan Jasmin, maka gadis itu akan bertingkah seperti itu.
Mendapati situasi seperti ini, Saga langsung sigap dan membawanya keluar untuk mendapatkan oksigen yang lebih. Mereka kini duduk di taman, tapi tentu saja tidak berdua, ada Sandy yang ngitil di belakang Saga sejak tadi.
Seperti biasa, Saga lalu dengan cepat membuka tas Jasmin untuk mengeluarkan obat dan menyodorkannya.
" Minum..." Ucap Saga.
" Enggak!!" Tampik Jasmin.
" Lalu apa maumu!!, kamu tidak ingin sembuh!, kau ingin terus seperti ini hahhh!!!" Seru Saga kesal.
Karena alasan inilah hubunganya dengan Maureen dan Aivy kacau. Dan jika sampai Aivy mengadu pada Almeer seperti ancaman nya semalam, maka akan lebih kacau lagi.
Tapi si biang alasan justru mengulur-ngulur waktu dan seolah tak ingin sembuh seperti ini!.
" Kamu tahu tidak Jasmin..., gara-gara ini gue ribut dengan adik-adik gue. Gue juga jadi ngerasa nggak nyaman di depan Meera, tapi gue tetap berusaha menjaga lo. Tapi apa yang lo kasih ke gue??. Lo malah jelek-jelekin Meera dibelakang gue..., gue kecewa sana lo Jasmin!!"