BAD

BAD
Eps 09 ~ Target baru



.


Geng motor Meteor adalah Salah satu geng motor yang cukup di segani di kota tersebut apalagi bagi remaja sekolahan. Beranggotakan 100 orang, dengan lima anggota inti yang salah satunya adalah sang ketua.


Bintang Alessandro dialah ketua sekaligus pendiri geng tersebut. Lelaki tampan yang di gilai kaum hawa namun juga di takuti karena dia seperti alergi wanita. Siapa yang berani mencintai seorang Bintang?! Cowok datar, dingin, angkuh, berandal, hobinya membolos, buat onar dan tawuran.


Anggota inti geng Meteor adalah pertama, Jerry si wakil geng yang juga sifatnya gak jauh beda dari ketuanya namun sedikit humoris. Kedua, Haris si cowok paling pintar di antara mereka, ingat! Diantara mereka, bukan yang lain. Ketiga, Gino cowok paling humoris dengan candaanya yang receh pake banget. Keempat, Joan si paling sok cool yang hobinya godain cewek karena dia termasuk playboy cap kutil badak.


Geng Meteor berdiri sekitar hampir satu tahun namun sudah cukup di kenal masayarakat apalagi remaja sekolah. Bukan geng biang onar tapi juga bukan geng terbaik, mereka bisa di bilang bikin geng hanya untuk bersenang senang tapi jika ada yang menyenggol maka jangan harap mereka akan diam saja.


Back to topic


"Thanks loh udah bantuin gue." Ujar Chelsea saat Jihan selesai membantunya mendaftar sekolah disana "Gue pikir ini bakalan ribet, taunya kagak." Sambungnya disertai kekehan kecil


"Iya sama-sama Chel. Aku senang bisa membantu." Balasnya tersenyum manis "Akhirnya kita bisa sekolah bareng, kamu mulainya besok lusa kan?"


"Hm ya, semuanya udah beres dan seragam juga udah dapet ini." Chelsea menunjukkan satu paperbag berisikan seragam sekolahnya yang baru


"Kamu mau langsung pulang atau gimana?" Tanya Jihan


"Langsung aja tapi gue mau ke toilet dulu." Jawab Chelsea "Dimana?" Lanjutnya bertanya karena ia baru dan tentunya tidak tahu dimana letak toiletnya


"Nanti kamu lurus aja dari sini, terus belok kanan. Paling ujung itu toiletnya." Tunjuk Jihan memberi arahan


"Ah oke oke, gue duluan." Tanpa menunggu lama lagi, Chelsea langsung ngacir ke toilet meninggalkan Jihan disana seorang diri


Jihan hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil melihat tingkah Chelsea "Dia manusia langka." Setelah berucap itu, dirinya memutuskan untuk kembali ke kelas


Disisi Chelsea kini dia sudah menyelesaikan urusannya dengan alam, setelah itu mencuci tangannya di wastafel.


"Heumm Geng Meteor?!" Gumamnya sembari menatap cermin di depannya "Gw pikir orang sini gak ada geng kayak gituan, taunya masih ada. Kalo di LA mah banyak."


"Ketuanya datar dan dingin yah eummm... Seru kali yah kalo gue luluhin gunung esnya dengan pesona yang gue punya." Ucapnya menyeringai "Sekaligus gue mau buat dia pelajaran karna udah mengabaikan gue yang notabenya playgirl kelas internasional."


"Ckck... Bakal gue buktiin kalo gue bisa taklukin gunung es." Gumamnya penuh percaya diri


Wah... Wah... Sepertinya akan ada yang masuk dalam kandang singa. Chelsea cari mati!! Tapi... Kita liat, seberapa hebat seorang playgirl internasional melelehkan gunung es.


"Gak ada satupun cowok yang gak terpesona sama kecantikan gue." Finishnya kemudian kembali memakai kacamata hitam yang tadi sempat di letakkan di kerah seragam yang di pakainya


Brukh


"Ah--" Saat keluar Chelsea tak sengaja menabrak seseorang sampai membuat dirinya kehilangan keseimbangan


Chelsea bisa melihat dengan jelas di balik kaca mata hitamnya siapa yang memeganginya saat ini.


Cowok tampan dengan rambut yang tertata rapi, hidung mancung, mata hiyam yang sedikit belo, alis cukup tebal memberi kesan menarik, dan jangan lupakan bibirnya yang merah menggoda. Sungguh sexy sekali, pikir Chelsea.


"Tampan." Satu kata lolos dari mulut playgirl itu membuat si pemuda menjadi sedikit salting


"Ah maaf, aku tidak sengaja." Tutur si pemuda itu lalu melepaskan cekalannya saat Chelsea sudah berdiri tegak


"Tidak masalah." Balas Chelsea "Ini namanya rejeki nomplok." Lanjutnya tersenyum sangat manis


Sudahlah, jiwa playgirl seorang Chelsea memang tidak bisa tertolong lagi. Melihat cowok tampan sedikit saja langsung digoda sampai salting, dasar buaya betina.


Cowok itu menatap penampilan Chelsea dari atas sampai bawah penuh. Terlihat badgirl dengan seragam yang tentunya berbeda darinya. Jelas berbeda, karna itu bukan seragam sekolahnya.


"Kamu murid baru?" Tanyanya tiba tiba dengan sangat formal


"Yeah, baru saja gue daftar dan besok lusa mulai aktif." Jawab Chelsea sangat ramah bahkan sangat amat teramat ramah, oh ya jangan lupakan senyuman manis yang tidak pernah luntur dari mulutnya.


"Chelsea." Ucap Chelsea memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya


"Aku Satya." Balas si cowok yang ternyata bernama Satya lalu menerima uluran tangan Chelsea


"Satya?! Dari namanya saja sudah setia, apalagi orangnya?!" Ujar Chelsea setelah jabatan tangan mereka terlepas membuat Satya tersenyum tipis "Sangat cocok dijadikan pacar." Lanjutnya lagi bergumam lirih


Siapa sangka, gumaman Chelsea tersebut bisa di dengar Satya dan mampu membuatnya menjadi salah tingkah. Namun untung saja Satya bukan tipikal cowok yang mudah di goda, jadi mungkin dia gak akan tergoda sama bujuk rayuan si playgirl kelas kakap. Ingat ya... Mungkin.


"Bentar lagi bel masuk, aku duluan." Pamit satya tiba tiba


"Okay, semoga kita bisa bertemu lagi. Balas Chelsea dengan senyuman yang tak pernah luntur


Satya hanya tersenyum tipis lalu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Chelsea seorang diri.


Chelsea menatap kepergian Satya tanpa berkedip sedikitpun seolah terpana dengan ciptaan Tuhan satu ini.


"Dia sangat lembut, beda sama si komet tadi." Gumamnya teringat Bintang, namun ia mengubahnya menjadi komet dengan tanpa perasaan sedikitpun "Tapi sepertinya sedikit sulit di miliki, haishhh ini sangat menantang."


"Ckck... Gak ada yang sulit bagi gue buat taklukin cowok. Satya... Lo selanjutnya." Finishnya menyeringai tipis kemudian melangkah pergi dari sana.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...