BAD

BAD
Eps 07 ~ Pesona Chelsea



.


'Cantik.'


'Dia mubar ya? Seragamnya beda.'


'Makin betah gue disini, ada cecan.'


Dan masih banyak ocehan para siswa siswi yang terdengar bagaikan kicauan burung di telinga Chelsea.


'Ckck mulut gue gatel pengin gombalin cogan.' Batinnya tak berperasaan


Chelsea menghampiri dua siswa yang sedang berbincang sambil bersender di dinding "Permisi, bisa tunjukkan ruang kepseknya?" Tanyanya sembari tersenyum sangat manis


Padahal ia sudah di kasih tahu sama satpam dimana ruangannya. Tapi itulah Chelsea, hanya sekedar basa basi karena sesungguhnya ada niat terselubung.


Sontak kedua remaja di hadapannya salah tingkah saat di tanya gadis cantik seperti Chelsea "Sana!" Tunjuknya bersamaan namun berbeda arah


"Sana or sana?" Tanya Chelsea berusaha menahan tawa melihat mangsanya salting, emang dasar buaya betina


"Ah maksudnya... Sana!" Jawab kedua pemuda itu bersamaan lagi namun tetap beda arah


"Jangan salting depan cewek cantik kayak gue, anggep saja hari ini hoki buat kalian." Ucap Chelsea yang terkesan sexy dan jangan lupakan senyuman manisnya


Kedua remaja itu sungguh mati matian menahan dirinya agar tidak meleleh detik itu juga. "Kepseknya disana." Ucapnya lagi bersamaan dan kali ini menunjuk arah yang sama


Chelsea tersenyum sangat manis "Terimakasih tampan." Balasnya sembari melangkahkan kaki dan mengedipkan sebelah mata yang mampu membuat kedua pemuda itu memegangi dadanya karena jantung mereka berdekat dua kali lebih cepat


'Baru dapet kedipan maut udah meleyot, apalagi sentuhan gue.' Batin Chelsea menyeringai


Belum sampai di ruang kepsek langkahnya tiba tiba berhenti saat melihat pemandangan yang langka. Dirinya melihat beberapa remaja berjalan dengan langkah yang sama sedang berjalan tak jauh dari hadapannya.


Apalagi pemuda yang berjalan di tengah dan paling depan, dia memiliki rahang yang mengeras, sorot mata tajam, rambut sedikit berantakan, seragam yang di keluarkan, berjalan sambil memasukkan kedua tangan di saku celana depannya. Uh... Begitu sempurna di matanya.


'Tampan.' Satu kata lolos dalam batin seorang playgirl


Keempat pemuda di samping kanan kirinya juga sebenarnya tak kalah tampan. Chelsea dapat melihat keempatnya itu cukup berbeda, karena yang satu berjalan sambil menggoda siswi yang berlalu lalang, satunya sibuk jalan sambil memainkan bola basket sedangkan yang dua lagi sibuk bercanda ria di belakang.


Entah terlalu asik memandangi ciptaan Tuhan yang begitu indah atau apa, sampai Chelsea tak sadar jika kelima pemuda itu berhenti tepat di depannya. Seketika mereka menjadi pusat perhatian karena murid disana tahu siapa kelima pemuda tersebut.


Pemuda yang paling depan menatap Chelsea dari atas sampai bawah tanpa berekspresi apapun. Chelsea yang mengira pemuda itu tertarik padanya langsung memasang senyum paling manis yang dia punya.


"Minggir."


"What?!" Pekiknya tertahan saat satu kata keluar dari pemuda itu sembari menyingkirkan dirinya ke samping sedikit kasar.


Oh my God, baru kali ini ada yang mengusir seorang Chelsea dari hadapannya?! Ini penghinaan terbesar baginya.


Pemuda itu tanpa rasa bersalah sedikitpun kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena terhalang Chelsea. Sedangkan temannya mengekor dari belakang.


"Dia bilang apa?! Minggir?!" Gumamnya malah teringat kata yang di ucapkan pemuda yang pertama itu "Wah waahh... Ini penghinaan." Kesalnya menatap mereka yang mulai menjauh


"YAK... Lo siapa ha?! Beraninya ngusir gue." Teriak Chelsea kesal membuat siswa disana menatapnya termasuk kelima pemuda yang kini berhenti dan berbalik menatap Chelsea


"Waahhh minta di bogem lo pada-- Ehh." Ucapannya terhenti saat dirinya hendak menghampiri kelima pemuda itu namun sudah di tarik terlebih dulu oleh seseorang "Jihan."


"Ikut aku yuk."


"Ta tapi--" Sudahlah Chelsea menyerah karena Jihan terus menariknya menjauh darisana


Sedangkan kelima pemuda itu masih terus menatap chelsea yang mulai menjauh akibat di tarik Jihan.


"Cakep tu cewek." Gumam salah satu dari mereka tapi mampu di dengar lainnya


"Emang cakep, she is mine."


Perkataan itu malah membuat keempatnya jengah "Dasar playboy cap curut." Cibir sahabatnya dan hanya di tanggapi cengiran khasnya


"Dia mubar disini? Seragamnya beda dan kayanya bukan orang sini juga." Tutur pemuda paling samping kiri


"Kayaknya gitu, apa pindahan dari luar negeri?" Jawab lainnya di sertai pertanyaan


"Mungkin. Bahkan gayanya juga sangat menarik, beda sama siswi lainnya."


"Menarik gimana?"


"Yaaa... Badgirl." Jawabnya menilai penampilan Chelsea.


"Entah kenapa untuk kali ini gue setuju sama Haris."


"Ikut ikutan aja lo bangsul." Haris menoyor kepala sahabatnya


"Sialan nama gue Gino, bukan bangsul." Kesal cowok bernama Gino karena tak terima namun tak di tanggapi Haris


"Bos, lo kagak tertarik gitu? Secara dia cakep loh." Goda cowok playboy tadi melirik satu cowok di sampingnya yang hanya diam dan menatap datar saja tanpa berkomentar sedikitpun


"Gak minat." Balasnya singkat kemudian berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya


"Jadi buat gue gak papa nih?" Tanya cowok itu sedikit berteriak


"Ambil." Jawabnya tanpa menoleh membuat pemuda itu kegirangan


"Yes. Thank you bos." Serunya lalu menyusul langkah bosnya bersama lainnya.


...\=•\=•\=•\=•\=...


......~Bersambung~......