BAD

BAD
Eps 38 ~ Menantu idaman



.


"Apa yang terjadi? Kalian ribut?" Tanya orang itu heran seraya menatap kedua anaknya yang terlihat sedang bertengkar. Ya, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Rindi mamah kandung mereka berdua.


Rindi sendiri belum menyadari kehadiran Chelsea disana. Dia fokus menatap kedua anaknya penuh arti karena merasa mereka menyembunyikan sesuatu darinya.


"Bukan apa apa mah." Jawab Bintang datar mencoba mengontrol emosinya yang sempat meledak.


Rindi memang belum mengetahui jika putrinya sering di buli di sekolah. Rachel meminta kakaknya agar menutupi ini dari sang mamah karena tak ingin membuatnya khawatir.


"Mamah tadi melihat kalian bertengkar. Jangan menutupi apapun dari mamah." Tukas Rindi karena ini bukan pertama kali dia melihat kefua anaknya bertengkar. Tapi setiap di tanya pasti jawabannya tidak apa apa.


Bintang melirik adiknya yang hanya bisa terdiam menunduk karena mungkin takut jika kakaknya akan mengatakan yang sejujurnya pada mamahnya dan juga takut mamahnya akan marah.


"Apa yang buat kalian bertengkar?" Tanya Rindi semakin mendesak


Chelsea yang sempat terdiam kini melirik kakak beradik itu sambil berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Otak kecilnya dipaksa berputar dengan cepat karena biasanya lamban. Tak butuh waktu lama, ia mulai bisa menyadari situasi ini.


"Kakak adik bertengkar itu hal lumrah bukan?!" Ucapnya yang entah kenapa bisa menjadi sosok dewasa


Sontak sana Rindi menoleh ke arahnya, mengingat siapa gadis itu dan di detik kemudian diapun mulai mengenal sosok tersebut dengan mulut menganga tak percaya.


"Hai tante, kita bertemu lagi." Sapa Chelsea menghampirinya seraya tersenyum manis


Rindi terkejut namun juga merasa tak percaya. Sedangkan Bintang kini mengernyitkan keningnya bingung, bertemu lagi? Apa mereka pernah bertemu? Tapi... Tidak mungkin, pikirnya.


Seketika saja Rindi melupakan kejadian tadi karena kini fokus menatap anaknya penuh keterkejutan. Sejak kemarin ia ingin sekali putranya itu mengajak gadis yang di anggap menantu idaman untuk bertamu ke rumahnya. Sayangnya putranya itu selalu menolak, tapi ternyata apa yang ia dapatkan?! Tiada angin tiada hujan tiba tiba saja putranya itu mengajak gadis yang di incarnya ke rumah.


"Mamah kenal sama kak Chelsea?" Tanya Rachel to the point


"Mamah gak kenal, tapi mamah sering bertemu dengannya." Ujar Rindi tersenyum menatap Chelsea


"Bertemu? Kapan?" Kini giliran Bintang yang bertanya


"Kamu ini lupa atau gimana coba?! Bukannya kamu bawa dia kesini karna mamah yang minta." Rindi terkekeh geli menjawab pertanyaan yang di lontarkan Bintang, sedangkan Bintang sendiri justru makin mengernyitkan keningnya bingung "Dia cewek yang mamah ceritain." Lanjutnya membuat Bintang membelalakkan matanya tak percaya.


"What?!" Pekiknya tak percaya


"Ceritain apa?" Chelsea kebingungan tak mengerti maksud ucapan Rindi


Bintang terkejut?! Jelas. Ia sungguh tak menyangka gadis idaman mamahnya adalah cewek yang menurutnya paling menyebalkan di dunia. Pasalnya ia mengajak Chelsea dengan tujuan agar mamahnya tidak lagi mencoba mendekatkan dirinya pada Jihan, tapi ternyata?! Dia justru salah paham karena gadis yang di maksud mamahnya adalah Chelsea bukan Jihan. Kalau begini caranya, kemungkinan besar mamah akan semangat bersemangat dan antusias menjodohkan dirinya dengan gadis yang di juluki menantu idaman. Tidak, Bintang tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Menikahi buaya betina si playgirl internasional?! Bisa bisa dia di madu saat malam pertama.


Bintang duduk di sofa ruang tamu seraya menatap mamahnya dan Chelsea yang terlihat berbincang dengan asik.


"Jadi nama kamu Chelsea?! Namanya cantik sama seperti orangnya." Puji Rindi dengan senyuman yang tak pernah luntur


"Ah tante bisa saja." Chelsea terkekeh kecil "Tante adalah orang ke sepuluh juta kali yang mengatakan saya cantik. Tapi saya tidak menyangkalnya karna itu kenyataan." Lanjutnya penuh percaya diri


Bintang melirik gadis di hadapannya dengan tatapan penuh arti. Kebanyakan orang jika di puji akan malu malu dan berusaha merendah diri, tapi ini?! Malah makin terbang ke atas awan dan semakin sombong.


"Kamu sangat lucu." Rindi terkekeh dengan sifat Chelsea yang menurutnya menggemaskan "Kamu tau, sejak kemarin tante selalu ingin mengetahui nama kamu. Rasanya tante ingin mengenal kamu lebih dekat. Untung saja Bintang sangat pengertian, jadi dia berhasil mengajak kamu main kesini dan bertemu tante."


Chelsea melirik Bintang dengan tatapan tak mengerti, sedangkan Bintang yang di tatap menampilkan raut wajah yang sulit di artikan "Ah ternyata ini tujuanmu mengajakku bermain sayang." Ucapnya tersenyum kaku setelah memahami situasi dimana ia mengira Bintang sengaja mengajaknya atas permintaan mamahnya, padahal yang terjadi bukan seperti itu.


"Sayang?" Beo Rindi


Bintang melotot tak percaya dengan panggilan yang di lontarkan Chelsea di depan mamahnya.


"Kan pacaran mah." Seru Rachel menghampiri mereka setelah berganti pakaian karena ia sempat mendengar sedikit obrolan mereka dan mengetahui kebingungan mamahnya


"Pacaran? Kalian berdua pacaran?" Pekik Rindi terlihat sumringah


"Iya/tidak." Jawab Bintang dan Chelsea bersamaan.


Sungguh Bintang tak mengerti apa isi otak gadis nakal di hadapannya itu. Baru saja dia mengaku berpacaran dengannya?! Bahkan ia mengatakannya tanpa beban sedikitpun, sungguh gadis yang teramat nakal dan sangat ahli dalam urusan pacaran. Pantas saja di juluki playgirl internasional.


"Ah hahhaaaa... Sayang, kamu ini bercandanya lucu sekali." Tawa Chelsea seraya memukul pelan lengan Bintang "Kan kita baru aja jadian tadi di sekolah. Kamu lupa? Kamu kan yang nembak aku di depan teman sekelas."


Hancur sudah image Bintang di hadapan mamah dan adiknya. Padahal ia sama sekali tidak menembak Chelsea untuk menjadi pacarnya, justru Chelsea lah yang pertama mengatakan hal itu. Apalagi tadi apa? Nembak Chelsea di hadapan teman sekelas?! Oh No. Ini sangat menjatuhkan harga diri Bintang sebagai leader geng Meteor yang terkenal datar dan dingin. Jika saja disana tidak ada mamah dan adiknya, mungkin Bintang sudah melempar manusia jadi jadian ini ke sungai amazon untuk di jadikan santapan anaconda.


"Aduh sayang, kamu gak usah malu gitu. Aku aja gak malu mengakui hubungan kita di depan mamah sama adik kamu." Ucap Chelsea tersenyum manis


'Jelas gak malu, kan waktu pembagian urat malu lo dapetnya yang kadaluarsa jadi udah gak berfungi urat malu lo itu.' Batin Bintang tertekan.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...