
.
Chelsea berlari keluar rumah sambil memakai sepatu sekolahnya dengan terburu "Sialan, hari pertama udah telat anjir." Gerutunya tiada henti
Dia berlari dan terus berlari sampai ke jalan raya guna mencari ojek, tadinya ingin memesan taxi online tapi menurutnya itu akan lama. Jadi dia memutuskan mencari ojek saja "Ck mana sih ojeknya, tumben sepi gini."
"Udah jam segini, moga aja gak kena hukum deh. Kan gue murid baju, bisalah toleransi." Gumamnya sangat tidak tahu diri "Ah dia pasti ojek."
"Wait... wait... wait." Serunya sembari menghentikan pengendara bermotor yang hendak melintas di depannya
"Heh gila lo--"
"Udah jangan banyak bacot, bang anterin ke sma garuda bangsa." Potong Chelsea langsung naik ke boncengan motornya dengan sangat tidak sopan
"Woiii lo pikir gue tukang ojek ha?!" Kesal si pengendara "Turun!"
"Lo bukan tukang ojek?" Beonya bertanya
"Bukan. Emang ada tukang ojek pake motor sekeren ini?!"
Chelsea melihat kearah motor yang saat ini di tumpanginya. Motor sport Kawasaki Ninja ZX-25R berwarna merah kombinasi hitam terlihat begitu mengkilap dan jangan lupakan helm pengendara yang hanya memperlihatkan matanya saja. Apakah ada tukang ojek dengan tampilan sekeren itu?!
"Bodoamat gue kagak peduli. Sekarang gue cuma minta bantuan lo, anterin gue ke sma garuda bangsa." Chelsea yang keras kepala sangat tidak mempedulikan itu, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah sampai di sekolah
"Ogah. Turun." Ketusnya menolak keras permintaan Chelsea
"Ck bantuin gue napa. Gue bayar kayak tukang ojek kok." Bujuk Chelsea
"Gak."
"Gue tambahin goceng deh."
"Turun."
"Ah gue kasih nomer hp gue aja gimana?" Belum sempat si pengendara itu menjawab lagi tiba tiba Chelsea mengucapkan "Gue turutin tiga permintaan lo."
Entah apa yang ada di pikiran pengendara itu, tapi dia terlihat sedikit menimang nimang penawaran Chelsea "Deal."
Tanpa menunggu lama lagi, si pengendara itu langsung melajukan motornya menuju tempat yang di inginkan Chelsea yaitu SMA Garuda Bangsa.
Chelsea sendiri sengaja memberi penawaran itu agar dia bisa sampai sekolah. Pengendara ini tidak mungkin menagih janjinya untuk mengabulkan tiga permintaan, karena mereka saja tidak saling kenal dan pastinya tidak akan pernah bertemu lagi, jadi itu tidak akan menjadi masalah. Pikir Chelsea pendek karena tidak mau ambil pusing.
Kendaraan mereka melaju dengan begitu cepat, tapi sepertinya Chelsea tidak merasa takut sedikitpun. Beberapa menit kemudian mereka sudah melihat sebuah pagar yang menjulang tinggi hampir di tutup rapat oleh satpam.
Wuusshhhh
"Anak jaman sekarang." Ucap pak satpam menggelengkan kepala saat dirinya di buat terkejut melihat sebuah motor sport melaju cepat sebelum pagar itu benar benar tertutup.
Kini Chelsea juga di buat terkejut bukan karna kendaraannya yang melaju cepat, tapi kenapa si pengendara itu ikut masuk ke dalam halaman sekolah?! Kenapa tidak sampai depan pagar saja? Pikirnya kebingungan.
"Thanks udah nganterin gue." Ucap Chelse turun dari motor dan ingin langsung pergi
"Eeh mau kemana lo?" Langkah Chelsea terhenti saat si pengendara tadi mencekal tangannya namun masih mengenakan helm
"Oh lo pasti mau minta bayarannya kan?! Tenang gue ada dan gue gak bakal ngutang." Ujar Chelsea merogoh saku bajunya "Hah?! Elo!" Pekiknya saat melihat pemgendara membuka helm
Sungguh ia tidak menyangka jika orang yang sempat disangkanya ojek dan dipaksa untuk mengantarnya ke sekolah adalah seseorang yang pernah membuatnya kesal setengah mati.
"Ya gue, kenapa?!" Bintang memasang wajah paling tengilnya pada Chelsea
Chelsea hanya bisa menahan kekesalannya "Nih." Ucapnya sembari memberikan uang lima puluh ribu ke Bintang
"Gue gak mau itu. Tapi gue bakal tagih janji lo." Tolaknya menyeringai membuat Chelsea mengumpat dalam hati
Namun rupanya kekesalan itu hanya sementara karena Chelsea kini teringat misinya kemarin yaitu untuk meluluhkan Bintang yang katanya terkenal dingin itu.
Chelsea tersenyum manis, seketika Bintang mengernyitkan keningnya bingung "Aduuhh tampan, kalo mau minta nomor gue bilang aja. Gak usah pakai alasan menagih janji." Ucapnya begitu lembut
Bukannya terpana malah hal itu membuat Bintang bergidik ngeri. Sungguh dia tidak pernah di goda seperti ini sama perempuan. Mungkin banyak yang menyukai dirinya karena tampan, tapi untuk mengatakan langsung dihadapannya sambil tersenyum manis... Itu momen langka.
Tanpa sengaja Chelsea melihat ponsel Bintang yang berada dalam saku seragamnya, dengan sekelebat mata dia berhasil mengambilnya membuat Bintang terkejut "Hei."
"Shuutt." Chelsea menempelkan jari telunjuknya di bibir Bintang membuat sang empu tak berkutik dan hanya diam mematung. Sedangkan Chelsea sendiri sibuk mengotak atik ponsel milik Bintang.
Tak lama kemudian dia mengembalikan ponsel tersebut pada si pemilik dan langsung di rampas sedikit kasar sama Bintang. "Call me, handsome." Ucapnya terdengar sexy sambil mengedipkan sebelah mata, setelah melangkah pergi dari sana dengan santainya
Entah Bintang yang kaku atau Chelsea yang kurang pandai menggoda, tapi rasanya Bintang sama sekali tak tergoda dengannya dan dia hanya memasang wajah datar dan dinginnnya saja. Namun jika dalam lubuk hatinya, dia sepertinya sedikit kesal dengan sikap Chelsea.
"Sialan. Kenapa gue malah gak berkutik sama playgirl kek dia." Kesal Bintang lalu membuka ponselnya "What?! My sweety." Bintang bergidik ngeri melihat kontak nama yang tertera, dan itu adalah perbuatan Chelsea tentunya
Seketika Bintang tersenyum tengil lalu segera mengubah kontak nama tersebut dari "My Sweety" jadi "Buaya betina."
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...