BAD

BAD
Eps 06 ~ Sekolah baru



.


"Rampok? Maksud kamu?" Jihan mengerutkan keningnya bingung


"Gue ngerampoknya yang halal kok dan udah di ijinin." Ujar Chelsea santai kek di pantai membuat kening Jihan makin berkerut "Nomor rekening lo."


"Hah?! Rekening aku? Buat apa?" Tanya Jihan


"Temen gue dari LA mau transfer dan berhubung atm gue di rampok sama papih jadi gue pinjam atm lo aja." Jelas Chelsea


Kini Jihan baru paham maksud semua ucapan Chelsea barusan, lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Chelsea "Ini nomor rekeningnya. Buat atmnya nanti besok aku berikan ke kamu."


"Huwwaaa thanks loh, ga tau gue kalo gak ada elo." Ucap Chelsea kemudian mencatatnya di ponsel


"Tidak perlu terimakasih, itukan juga uangmu." Balas Jihan tersenyum "Jadi besok kamu langsung daftar?"


"Yeah, lebih cepat lebih baik." Jawab Chelsea tersenyum manis sambil mengirim pesan pada sahabatnya disana


"Ternyata kamu sangat bersemangat sekolah, beda sama yang dulu."


"Beda?" Beo Chelsea hampir menyemburkan tawanya, Beda darimananya? Dia masih sama seperti dulu, sering bolos dan kalaupun berangkat hanya untuk melakukan hobinya yaitu menggoda cowok tampan.


***


Keesokan harinya


"Beneran gak mau bareng?" Tanya Jihan yang sudah bersiap dengan seragam khas sekolahnya


Sedangkan Chelsea masih memakai baju tidur karena ia baru bangun dan kini sedang sarapan. Sebenarnya Jihan sudah membangunkannya sejak tadi agar sarapan bareng, tapi emang dasar Chelsea saja yang sulit di bangunkan. Alhasil dia hanya sarapan sendirian, padahal Jihan sudah siap untuk berangkat sekolah.


"Gue nanti siang, kan cuma daftar." Jawab Chelsea beralasan, padahal ia malas berangkat pagi


"Tapi apa kamu tau dimana sekolahnya?"


"Sekolahnya?" Chelsea tertawa beberapa saat lalu "Tidak."


Tolong siapapun berikan kesabaran yang ekstra untuk Jihan. Mungkin dia akan depresot dalam waktu dekat karena tinggal serumah denga Chelsea yang memiliki tingkah sangat absurd.


"SMA Garuda Bangsa." Ucap Jihan


"O-ouhh.. oke oke, gue catet nih di otak gue." Balasnya meyakinkan


"Ini uang untuk ojek." Jihan menyodorkan uang lima puluh ribu di atas meja "Ini juga atm gue dan pinnya." Lanjutnya memberikan atm beserta kertas bertuliskan pin


"Duit lo banyak juga." Ucapnya sembari mengambil uang tersebut "Btw, thanks. Entar gue balikin kalo ada duit."


"Santai aja Chel, aku punya uang karna kan aku kerja."


Jihan hanya mengangguk "Yaudah, aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Pamitnya lalu melangkah keluar untuk berangkat sekolah


"Wa'alaikumsalam."


"Dia kerja? Kerja apaan?!" Beonya kebingungan setelah kepergian Jihan "Oh No! Jangan bilang gue juga harus kerja, impossible."


***


"Ckck kenapa sih?!" Lesu Chelsea kini berada di depan cermin dengan pakaian lengkap seragam sekolah sebelumnya "Kenapa lo cantik banget Chelsea?!"


"Of course, gue emang terlahir cantik. Pantes aja banyak yang suka." Ucapnya dengan tingkat kepedean di luar batas


" Hmztt... Kira kira siapa target gue selanjutnya yah?" Gumamnya sembari mengetuk ngetuk dagunya sendiri dengan jari "Dahlah, mending capcus sekarang. Keknya bentar lagi disana istirahat." Lanjutnya melihat jam tangan yang melingkar di tangannya


Gadis itu akhirnya memutuskan untuk berangkat sekolah setelah merasa puas memuji kecantikan dirinya sendiri. Dia melangkahkan kakinya menuju jalanan besar dan memilih untuk berangkat menaiki ojek. Pasalnya dia tidak suka berdesakan di angkutan umum, kalau ojek kan bisa di anggap menaiki mobil dengan atap terbuka.


Tak butuh waktu lama, Chelsea telah sampai di depan pagar sekolah yang menjulang tinggi. Dia turun lalu membayar pada tukang ojeknya setelah melepas helm.


"SMA Garuda Bangsa." Gumamnya membaca tulisan di gerbang "Hmzt Not bad."


Seseorang datang membuka pagar "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam


"Mubar." Balasnya sangat singkat


"Saya antarkan nona."


"Ah tidak tidak, saya bisa sendiri. Tunjukkan saja ruang kepsek." Tolak Chelsea secara halus


Satpam itu langsung menyetujui permintaan Chelsea lalu dia pun menunjukkan jalan menuju ruang kepala sekolah.


Setelah tahu dimana ruangannya, Chelseapun berlalu pergi setelah dia mengucapkan terimakasih. Bertepatan dengan itu, bel istirahat berbunyi begitu nyaring membuat semua siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju surga sekolah yaitu kantin.


'Chelsea Putri Aurora, tunjukkan pesonamu.' Batin Chelsea sembari memakai kacamata hitam di matanya lalu berjalan di koridor sekolah dengan gaya anggunya


Seragam sekolah yang berbeda tentu membuat dirinya menjadi pusat perhatian para siswa disana. Kulit putih, hidung mancung, rambut hitam pekat yang di biarkan tergerai, kacamata hitam, dan jangan lupakan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Seketika siswa siswi yang berlalu lalang disana dibuat terpukau akan kecantikan Chelsea bak dewi yunani. Di tambah lagi penampilan Chelsea layaknya badgirl karena ia melipat sedikit seragam di kedua ujung lengannya, rok di atas lutut, baju di keluarkan dan yah... Sebuah eraphone yang ia pakai bersamaan dengan kacamata hitamnya.


'Chelsea... Chelsea... Pesona lo gak ada tandingannya. Jangankan cowok, cewek saja klepek klepek sama gue.' Batinnya sombong, tapi itu fakta.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...