
.
Bintang bersama keempat temannya berjalan memasuki kantin dengan gaya cool yang menjadi ciri khasnya. Tentu saja hal itu membuat seisi kantin menjadi histeris antara kagum karena ketampanan mereka tapi tak sedikit juga yang takut akan kedatangan mereka, apalagi aura yang tak main-main.
Ah ya, perlu diketahui sebenarnya Bintang and the geng hanyalah orang dari kalangan biasa. Tapi mereka bisa cukup disegani disana karena kekuasaannya sebagai geng motor.
"Emang yah, pesona gue tuh gak pernah luntur." Ucap Joan si playboy cap kutil badak seraya menyisir rambut yang menjadi kebanggaannya
"Gayanya aja sok playboy, tapi pacar aja kagak punya." Skakmat Gino mengacak rambut Joan sembari diiringi tawa dari teman lainnya kecuali Bintang, karena dia hanya memasang wajah datarnya saja
"Makjleb sumpah hahaaa." Timpal Haris tertawa puas melihat reaksi Joan yang kesal
"Hei... Gue jomblo bukan karna gak ada yang mau, tapi gue pilih-pilih yah buat jadiin pacar. Level gue tinggi bro." Bantah Joan bernada sombong sambil mengangkat tangannya keatas
"Udahlah, daripada kalian ribut mending kita duduk sekarang. Kagak capek apa berdiri terus." Seru Jerry yang memang terlihat sedikit waras dari lainnya
Bintang tanpa mempedulikan candaan temannya langsung saja berjalan menuju salah satu meja kantin. Mereka tidak perlu khawatir jika datang ke kantin terlambat, karena meja mereka sudah dipastikan ada dan sepertinya sudah menjadi hak paten.
"Mereka lagi." Gumam Satya pelan namun bisa didengar Chelsea dan Jihan
"Kenapa emangnya?" Tanya Chelsea kebingungan
"Mereka tuh biang onar disini, dan Satya sering banget peringatin mereka saat berulah. Karna kan Satya ketua osis." Ujar Jihan "Itu sebabnya gue larang lo deket sama mereka apalagi sampe ada masalah." Lanjutnya memperingati Chelsea, dam kini sepertinya dia agak terbiasa dengan panggilan barunya yaitu lo dan gue
"O-oh gitu ya." Timpal Chelsea menganggukkan kepala, padahal dalam hatinya berkata 'Terlambat. Bahkan gue terikat sama dia gara-gara tadi pagi.'
Bintang and the geng berjalan mendekati meja Chelsea dkk, karena memang tepat disamping mereka lah meja milik geng Meteor.
"Weeiittss... Hebat lo bro, udah gebet dua cewek sekaligus." Seru Haris menepuk pundak Satya, tapi Satya sendiri berusaha mengabaikannya dan memilih fokus makan
"Eeh ada nona manis disini." Ucap Joan yang menyadari keberadaan Chelsea, gadis yang langsung membuatnya terpana saat pandangan pertama
"Haiii, kita bertemu lagi." Balas Chelsea tersenyum manis
Joan yang mendapat balasan dari Chelsea dengan senyumannya tentu membuat dirinya menjadi bersemangat. Sedangkan Chelsea sendiri malah menatap sosok datar dan dingin yang sedari tadi juga menatapnya penuh arti.
Joan menarik kursi dan duduk disamping Chelsea "Apa kamu mengenalku?" Tanyanya menaik turunkan kedua alisnya
"Tidak." Jawab Chelsea santai, bahkan sepertinya dia tidak menyadari jika sahabatnya yaitu Jihan terlihat cukup risih dengan kehadiran mereka
Joan menggebrak meja pelan membuat yang disana terkejut "Oh yaampun, bagaimana mungkin kamu tidak mengenali pria tampan ini."
Plak
Sebuah tampolan ringan dari Gino membuat sang empu meringis kesakitan "Sialan."
"Siapa suruh ngagetin, pake gebrak meja segala." Ketus Gino tanpa rasa bersalah sedikitpun dan hanya mendapat cengiran dari Joan
"Lo murid baru disini kan?" Tanya Jerry mendapat anggukan dari Chelsea "Pantes aja gak kenal kita."
"Yeah, padahal satu sekolah kenal sama kita ya gak?!" Timpal Haris yang diangguki semua temannya, kecuali Bintang
Joan mengulurkan tangannya pada Chelsea "Perkenalkan, aku Joan Alexander. Panggil saja Joan, Jo, atau sayang juga tidak masalah." Ucapnya mengedipkan sebelah mata
Chelsea terkekeh, menurutnya itu bukanlah romantis yang bisa membuat dirinya baper melainkan terdengar lucu. Kemudian dia menerima uluran tangan Joan "Chelsea Putri Aurora, Call me Chelsea."
"Heuummm harum." Joan menghirup tangannya setelah berjabat tangan dengan Chelsea
"Tampan kek nampan hahahaaa." Tawa ejek Haris menggelegar di ikuti lainnya, namun Gino hanya bisa mengumpat dalam hati
"Gue Haris paling waras diantara mereka." Sambungnya setelah berhenti tertawa "Disamping gue ada Jerry, dan ini dia yang paling disegani di sekolah ini, Bintang." Ucapnya lagi memperkenalkan temannya
Bintang hanya memutar bola matanya malas "Hah tak perlu di masukkan ke hati, bos kita emang dingin gitu orangnya." Seru Joan
"Ck bacot mulu lo. Mending ikut gue pesen makanan." Cetus Gino kesal mendengar celotehan Joan seraya menarik kerah temannya itu dari belakang
"Yakk... Woles woy." Kesal Joan ketarik namun tak ditanggapi Gino
"Biasalah, kelakuan nak curut emang gitu." Ujar Jerry terkekeh kecil
Chelsea melirik kedua teman yang satu meja dengannya. Ia bisa menilai jika Jihan kurang menyukai kehadiran geng Meteor, meski geng itu duduk disamping mejanya namun tetap saja menganggu karena celotehan tak bermakna itu. Sedangkan Satya hanya memilih diam, entah apa yang ada di pikirannya, tapi Chelsea menebak jika dia juga hampir sama dengan Jihan sahabatnya. Mereka bermusuhan? Apa Geng Meteor sebiang kerok itu? Ah sepertinya begitu. Apalagi mengingat Satya adalah ketua osis, sedangkan geng Meteor biang onar. Sudah jelas bermusuhan bukan?!
Drrtt... drrtt... drrtt...
Suara dering ponsel terdengar, yang disana melirik sumber suara yang ternyata berasal dari ponsel genggam milik Chelsea. Gadis itu sedikit mengernyitkan keningnya bingung, pasalnya nomor yang menghubungi dirinya adalag nomor asing dan tidak tersimpan dalam kontaknya.
Chelsea mengangkat panggilannya namun belum sempat bicara, panggilan tersebut putus. Dia mengangkat bahunya acuh, mungkin salah sambung. Pikirnya.
Drrtt... drrtt... drrtt...
Terdengar lagi panggilan di ponselnya dan dari nomor yang sama. "Hal--" Lagi lagi sambungannya terputus. Beruntung gadis itu masih mempunyai batas kesabaran.
Drrtt... drrtt... drrtt...
"Hallo sia--" Serunya ketika dengan cepat mengangkat panggilan itu, namhn belum selesai bicara sudah putus lagi.
Jihan dan Satya saling lirik bingung melihat Chelsea seperti menahan kekesalan "Kenapa Chel?" Jihan akhirnya buka suara
"Gak tau, ada yang iseng keknya." Gerutu Chelse sesekali melirik ponselnya
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Dengan cepat Chelse mengangkat ponselnya, namun lagi dan lagi tiba tiba sambungan itu terputus.
Brak
Semua yang disana sontak menatap Chelsea karena menggebrak meja dan meletakkan ponselnya di meja dengan kasar.
"Woyyy lo siapa anjir, tunjukkin suara lo, dasar pengangguran gak ada akhlak. Jangan ngerjain gue anj*ng." Kesal Chelsea tak tertahan lagi seraya memarahi ponselnya, dengan maksud memarahi orang disebrang sana.
"Bwahahahahaaaaa."
Entah ada angin apa, tiba tiba saja seseorang yang terkenal datar dan dingin itu tertawa dengan puas sambil memegangi ponselnya, siapa lagi dia kalau bukan Bintang di leader Geng Meteor.
Semua yang disana menatapnya bingung, apa yang dia tertawakan?! Tapi berbeda tidak dengan Chelsea, karena sepertinya dia tahu apa yang ditertawakan pria gila itu.
'Sialan. Dia ngerjain gue?!' Batin Chelsea natap Bintang sengit.
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...