BAD

BAD
Eps 29 ~ Merasa berbeda



.


Pelajaran berlangsung dengan tenang, hingga tak terasa sekarang adalah waktunya untuk pulang sekolah. Chelsea dan Jihan memutuskan untuk pulang naik ojek online menuju bengkel dimana motor Jihan berada. Setelah itu barulah mereka berdua pulang ke kontrakan mengendarai motor milik Jihan.


Namun entah kenapa Chelsea merasa ada sesuatu yang berbeda dari diri Jihan. Sejak pagi Jihan jarang mengajaknya ngobrol, di kelas dia hanya diam sedangkan pas istirahat dia hanya ngobrol denga Chelsea secara singkat. Apa yang terjadi itu tidak ada yang tau.


"Jihan." Panggilnya ketika mereka baru memasuki kontrakan


Jihan menoleh "Ya?"


"Are you okay?" Tanyanya to the point. Chelsea adalah orang yang sangat tidak suka bila di cuekin. Jadi jika ada sesuatu yang sikapnya berubah, dia akan sangat paham dan tentunya merasa tidak nyaman. Lebih baik menanyakannya langsung daripada ia pendam sendiri yang mungkin malah akan berakibat fatal.


"Emang gue kenapa? Gue baik baik aja." Balas Jihan berniat melanjutkan langkahnya namun terhenti saat Chelsea tiba tiba menghadangnya


"Hari ini gue perhatiin banyak diemnya. Perasaan tadi pagi biasa aja dah, tapi kenapa setelah sampai sekolahan lo kayak mendadak cuek sama gue. Why? Apa gue ada salah?" Ujar Chelsea berterus terang


Jihan terdiam, karna jujur ia sendiri tidak tahu kenapa dirinya menjadi seperti ini. Chelsea yang melihat kediaman sahabatnya itu semakin yakin jika memang ada sesuatu yang disembunyikannya. Apakah dia berbuat salah? Tapi kesalahan apa? Ia sungguh tak mengerti.


"Jihan, kalo lo diem gimana gue bisa ngerti apa kesalahan gue? Lo harus terbuka sama gue, lo tau gue bukan cenayang yang bisa baca batinan orang dan gue bukan psikolog yang tau apa yang tengah lo rasakan. Gue Chelsea, cewek cantik kece badai yang baik hati dan rajin menabung." Ucap Chelsea panjang kali lebar dengan tidak tahu diri seperti biasanya "Gue ada salah? Ngomong Jihan, jangan diem aja."


Jihan memberanikan diri menatap Chelsea meski ada sedikit keraguan untuk menatapnya. "Apa lo suka sama Satya?" Tanyanya tiba tiba


"Satya?" Beo Chelsea "Ya jelas suka lah, siapa sih yang gak suka sama cowok baik, tampan, perhatian kek Satya. Cuma cewek stupid yang gak suka sama dia." Lanjutnya antusias tanpa menyadari Jihan yang tengah menatapnya penuh arti.


Entah apa yang terjadi, tapi Jihan merasa ada sesuatu yang panas di dalam dirinya saat mendengar jawaban Chelsea yang menyukai sosok Satya. Ya, katakanlah jika Jihan sedang cemburu karena ia sesungguhnya sudah mencintai Satya sejak lama namun ia pendam.


Mendengar Chelsea yang terus memuji Satya membuat hatinya panas, akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Chelsea disana. "Eh Jihan." Chelsea terkejut saat menyadari Jihan sudah tidak ada di hadapannya lagi


"Bentar deh, keknya ada yang gak beres." Gumamnya mencoba memutar otak untuk berpikir keras agar menemukan jawaban apa yang sedang terjadi saat ini "Oh my God. Jangan bilang--" Ucapnya penuh keterkejutan saat sebuah jawaban muncul di dalam otaknya meski ia masih sedikit ragu.


Dengan langkah cepat, ia segera menyusul sahabatnya ke dalam kamar dengan membuka pintu kamarnya cukup keras.


Braakk


"Gue gak cinta sama Satya." Serunya berdiri di ambang pintu


"Apa yang lo katakan? Bukannya tadi lo bilang suka sama dia?" Tanya Jihan kebingungan, baru saja sahabatnya mengatakan suka sama sosok Satya tapi sepersekian detik kemudian mengatakan tidak suka?! Apa sahabatnya pikir dia itu pikun?!


"Well, tapi-- suka bukan berarti cinta kan?" Balasnya meralat ucapannya


"Gue gak ngerti apa yang lo katakan." Ucap Jihan "Lagian kenapa tiba tiba lo bilang itu?" Lanjutnya kini bertanya namun enggan menatapnya


"Jihan, gue bukan orang yang mudah lo bodohi." Chelsea tersenyum seraya mendekatkan wajahnya ke telinga Jihan lalu berbisik "Lo suka sama Satya?"


Sontak saja Jihan langsung menatapnya terkejut, dia tak menyangka sahabatnya bisa menebak dengan sangat tepat.


"Aduuhh Jihan, jangan bilang dari pagi lo cuekin gue karna cemburu gue berangkat sama Satya? And pas istirahat juga gue lebih sering ngobrol sama dia makanya lo makin cuek. Tebakan gue bener?" Ujarnya terkekeh tak percaya.


Jihan yang ia kenal sangat pendiam, jarang bergaul dengan cowok malah justru dibuatnya cemburu karena menyukai cowok yang dekat dengannya. Sungguh Chelsea tak menyangka, padahal Jihan sudah paham bagaimana karakternya. Chelsea tetaplah Chelsea, dia tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Mungkin banyak cowok yang menyatakan cinta dan berakhir menjadi pacarnya, namun sampai detik ini dia belum menemukan sosok yang tepat untuk mengisi hatinya. Bisa di bilang, ia berpacaran hanya untuk kesenangan semata bukan karena cinta.


Bukan maksud Chelsea mempermainkan perasaan orang, tapi dia sendiri sudah mengatakan pada cowok yang akan menjadi pacarnya itu jika dia tidak menyukainya jadi jangan berharap lebih ketika sudah berpacaran. Namun tetap saja si cowok bersikekeh untuk tetap berpacaran dengannya dan bertujuan meluluhkan hati Chelsea namun sampai saat ini belum ada yang berhasil menaklukan hati seorang playgirl internasional satu ini.


"Apa lo bisa jaga rahasia?" Tanya Jihan menatap sahabatnya lekat


Chelsea tersenyum manis "Of course."


Jihan terdiam sejenak untuk mengumpulkan keberanian dimana dia akan mengungkapkan seluruh isi hatinya seseorang yang ia anggap sahabat "Iya, gue suka sama Satya."


"Nah kan bener tebakan gue." Sru Chelsea sambil menepukkan tangannya satu kali dengan keras membuat Jihan terkejut namun juga merasa malu akhirnya perasaan yang ia pendam selama sudah terbongkar di depan sahabat no have akhlaknya itu.


"Jangan bilang sama siapa siapa, terutama Satya." Ucapnya memperingati


"Selow aja sama gue, gue bisa jaga rahasia." Chelsea memperagakan tangannya seolah mengunci mulutnya sendiri "Btw, sejak kapan?" Tanyanya semakin kepo.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...