
.
"Stop Jihan." Kesal Chelsea setelah berhasil melepaskan tarikan Jihan dan saat ini mereka di taman sekolah
"Maaf." Cicitnya merasa sedikit bersalah telah menarik Chelsea
"Lo napa sih main tarik gue. Lo tau gue tadi kesel banget sama cowok itu. Bisa bisanya dia gak terpesona sama gue." Sungutnya seperti keluar asap di telinga
"Kamu marah cuman karna dia gak terpesona sama kamu?" Tanya Jihan tak habis pikir
"Ya bukan cuma itu, tapi dia main dorong gue dan lo tau ini adalah penghinaan terbesar bagi gue." Tutur Chelsea sembari mengerucutkan bibirnya lalu bersidekap dada
Karna itu? Hanya karna itu? Jihan sungguh tidak habis pikir. Ya memang sih Jihan sendiri tau bagaimana karakter Chelsea karena Chelsea menemukan bakatnya menjadi playgirl sejak masih duduk di bangku smp. Jadi mungkin dia sedikit memakluminya.
"Kamu hindari mereka." Pinta Jihan tiba tiba
"Mereka siapa?" Tanya Chelsea dengan kening berkerut karena tidak tahu siapa yang dimaksud temannya itu
"Kelima cowok tadi."
Chelsea semakin bingung, hindari mereka? Emang kenapa? Apakah mereka penjahat sampai harus di hindari?!
"Mereka itu most wanted disini. Mereka juga merupakan geng motor yang cukup di segani di kota ini dan yah bisa di bilang mereka berandalan yang mungkin berbahaya." Jelas Jihan
"Geng motor?" Tanya Chelsea mendapat anggukan dari Jihan. Bukannya takut, Chelsea malah terlihat antusias untuk mengetahui siapa mereka.
Geng motor? Berandalan? Oh ayolah, itu terdengar menarik bukan?! pikir Chelsea yang sepertinya harus sedikit di cuci otaknya.
"Apa nama gengnya?" Tanya Chelsea sangat penasaran
"Meteor."
"What?! Meteor?!" Sontak saja Chelsea tertawa terbahak bahak yang entah apa ia tertawakan sampai membuat Jihan bingung "Seriously?! Apa gak ada yang lebih keren dikit namanya gitu hahaa."
Jihan hanya bisa menghela nafasnya pelan, nama geng Meteor terdengar tidak begitu buruk tapi kenapa tanggapan Chelsea tersebut seolah nama itu sangatlah lucu.
"Nama tuh yang sereman dikit napa, devil, demon, blood, tiger. Lah ini-- Meteor?! Hahaa, gak sekalian komet aja?" Dia tertawa tiada hentinya bahkan sampai memegangi perut karena sakit terus tertawa
"Kamu udah daftar belum?" Tanya Jihan sengaja mengalihkan pembicaraan, karena jika tidak maka bisa di pastikan Chelsea akan terus tertawa selama tujuh hari tujuh malam
"Belum."
"Okay." Balasnya tak membantah sedikitpun "Tapi lo harus jelasin sama gue tentang mereka, gue penasaran seberapa hebat cowok sok cool tadi." Lanjutnya saat mereka sudah mulai berjalan menuju ruang kepala sekolah.
"Aku tidak terlalu tahu tentang mereka, mungkin hanya sedikit yang ku tahu." Balas Jihan terus berjalan dan sesekali melirik Chelsea di sampingnya
"Tidak masalah."
"Mereka itu-- eh bentar." Tiba tiba Jihan menghentikan langkahnya dan menatap Chelsea "Kenapa kamu sangat penasaran? Apa kamu menyukainya?"
"Siapa?"
"Ketua gengnya."
"Heii lo lupa siapa gue?! Gak ada sejarahnya seorang Chelsea Putri Aurora menyukai cowok, justru cowok itulah yang suka sama gue." Ucapnya penuh percaya diri dan kesombongan tingkat dewa membuat Jihan sedikit jengah "Dan lagi gue aja kagak tau siapa ketuanya, bagaimana bisa gue menyukainya." Lanjutnya berkata jujur
"Ketuanya itu yang tadi paling depan, dia--."
"Ouhh jadi cowok sok cool itu ketuanya. Ckck rasanya pengin gue bejek jadi tahu gejrot." Kesal Chelsea memotong ucapan Jihan sembari menggerakkan tangannya seperti sedang membuat ayam geprek sambal mentah
Jihan yang mendengar itu tak kuasa menahan tawanya, namun dia masih tertawa kecil karena tahu dimana posisi mereka saat ini yaitu di sekolah. Dia masih punya malu, tidak seperti Chelsea. "Lo lucu banget Chel sumpah."
"Gue emang lucu dan gemesin, darimana aja lo baru nyadar." Balasnya tanpa mengurangi rasa pedenya "Eh wait, tumben lo pakainya lo gue bukan aku kamu lagi nih?" Tanyanya saat menyadari ucapan Jihan barusan
Jihan terdiam, ia juga baru sadar akan ucapannya tadi "Eumm... Aku gak sengaja."
"Ck pake aku lagi, lo gue aja Jihan. Makanya di biasain dong biar kayak gue. Gaul gitu." Seru Chelsea sedikit menaikkan kedua alisnya berlagak songong namun tak mendapat tanggapan apapun dari Jihan
Mereka akhirnya kembali melanjutkan jalannya yang sempat terhenti sebentar "Dia Bintang Alessandro. Panggil saja Bintang." Tutur Jihan seketika Chelsea menatap kearahnya
"Bintang?! Hohoo pantes aja nama gengnya Meteor, gak jauh beda sama namanya." Cibir Chelsea tanpa beban sedikitpun
Jihan terus bercerita tentang Geng Meteor seperti apa yang ia ketahui. Sejujurnya ia penasaran kenapa Chelsea sangat antusias ingin mengetahui tentang mereka jika memang tidak suka. Ataukah Chelsea tertarik hanya karna mereka mungkin tidak jauh beda seperti dirinya?! Sama sama BAD.
Jihan benar-benar menepati janjinya untuk membantu Chelsea mendaftar disana dan kini dia sudah di terima dan akan mulai aktif sekolah besok lusa seperti yang di katakan kepala sekolah.
Untung saja saat pergi dari rumah, Chelsea membawa semua perlengkapan identitasnya di dalam koper, jadi tidaklah sulit untuk mendaftar sekolah yang baru.
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...