BAD

BAD
Eps 15 ~ Permintaan pertama



.


"Si bos kenapa ketawa? Dia masih waras kan?" Tanya Haris berbisik pada Jerry


"Kagak tau gue, jangan-jangan kesurupan." Balas Jerry yang juga ikut berbisik


Bintang yang merasa diperhatikan seketika menghentikan tawanya dan kembali memasang wajah cool seraya berdehem kecil "Ekhem." Dia pun menyibukkan diri dengan ponsel guna menutupi rasa malunya


"Pesanan datang." Seru Gino membawa nampan makanan diikuti Joan "Woii tadi kenapa bro? Ada yang lucu kah?" Lanjutnya bertanya pada Bintang, karena ia juga mendengar dan melihatnya tertawa namun entah karena apa


Bintang enggan menjawab, dia malah langsung mengambil gelas minuman dan menyeruputnya santai "Lo kagak kesambet kan?" Kini Joan yang bertanya


"Kagak." Jawabnya singkat, padat dan jelas


Sebenarnya mereka masih penasaran tentang apa yang ditertawakan Bintang, pasalnya dia itu terkenal datar dan dingin. Lantas apa yang membuatnya sampai tertawa lepas? Ingin bertanya, tapi takut.


'Bintang sialan. Dia pasti sengaja ngerjain gue, secara dia udah dapet nomer gue.' Umpat Chelsea terus menatap sengit Bintang, sedangkan yang ditatap bodoamat


"Lo kenapa? Ada yang ngerjain lo?" Tanya Satya ketika Chelsea sudah duduk kembali namun terus berdecak kesal


"Ada." Balasnya singkat tanpa mengalihkan pandangan dari Bintang "Dia makhluk astral."


Uhuuk


"Eh bos." Panik Gino saat Bintang tersedak minumannya sendiri "Lo gak papa?"


Bintang hanya menggeleng, lalu dia melirik Chelsea yang ternyata juga sedang menatapnya penuh permusuhan. Kemudian Bintang mengotak atik ponselnya, entah apa yang sedang di lakukannya.


Ting


Pandangan Chelsea teralihkan pada ponsel yang baru saja terdengar notif pesan masuk.


...From : 0838693*****...


..."Gue bukan makhluk astral."...


Itulah pesan yang ternyata di kirim dari nomor yang sama seperti yang tadi menelfon. Siapa lagi kalau bukan Bintang pengirimnya.


Chelsea melirik Bintang sekilas dengan kesal, lalu dia pun membalas pesan untuk mengungkapkan rasa kesalnya.


...Me :...


..."Maksud lo apaan ngerjain gue?"...


Bintang membaca pesannya, lalu tersenyum dengan tengilnya.


..."Hanya ingin."...


Chelsea yang membaca pesan itu rasanya sangat ingin menelan orang hidup-hidup. Tiba tiba saja pesan masuk lagi ke ponselnya.


..."Ingat! Lo hutang 3 permintaan. Jadi lo harus turutin apapun keinginan gue."...


Bintang tersenyum samar saat mendapati Chelsea sudah menatapnya tajam. Ingin sekali dia tertawa melihat wajah Chelsea yang memerah karena kesal. Tapi dia harus menjaga image menjadi cowok cool yang datar dan dingin, jadi sebisa mungkin ia harus menahannya.


..."Belikan gue jus buah naga dan pasta. Tidak ada penolakan."...


"What the?!!" Pekiknya pelan dan tertahan, segala macam nama binatang pun sudah ia absen dalam hatinya. Entah apa yang ada pikiran Bintang, padahal dia sudah ada makanan sendiri di mejanya, tapi apa dia kurang? Dasar perut karet, makinya dalam hati tiada henti.


Namun akhirnya Chelsea memilih mengalah dan tidak membalas pesan itu sangkin muaknya.


"Mau kemana?" Tanya Satya saat Chelsea beranjak dari duduknya


"Beli sesuatu." Balasnya singkat kemudian pergi darisana


Bintang yang melihat Chelsea pergi langsung tersenyum senang, akhirnya dia bisa mengerjai buaya betina itu.


"Nothing." Jawab Bintang seperti biasa, singkat dan berekspresi datar


Selang beberapa menit, seseorang meletakkan makanan di atas meja milik geng Meteor. Sontak saja hal itu membuat yang disana terkejut "Chelsea?!" Gumamnya pelan, begitupun Jihan dan Satya


Dengan sekuat tenaga menahan amarahnya, Chelsea memasang senyum lalu duduk disamping Bintang "Haii... Ini buat lo." Ujarnya sembari tersenyum penuh arti


'Dia ngasih makanan ke Bintang? Kok aneh sih." Batin Satya mengernyit bingung, pasalnya ia mengira jika Chelsea baru saja mengenal sosok Bintang. Tapi kenapa?! Haisshh ini membingungkan baginya.


"Wahh wahh... Pesona si bos emang gak terkalahkan, baru kenal saja udah dapet traktiran." Seru Haris menggoda


"My honey bunny sweety, kok cuman bos aja sih?! Aku mana?" Tanya Joan menatap iri Bintang


"Gak ada." Jawab Chelsea ketus bin jutek


"Hahahaaa mam to the pus. Lo masih kalah saing sama si bos." Tawa ledek Gino menggelegar


Joan berdecak kesal "Kalo lawannya si bos mah, gue bagaikan remahan rengginang." Ucapnya dramatis yang mampu mengundang gelak tawa para sahabatnya


"Ayo makan." Titah Chelsea saat mendapati Bintang hanya menatap makanannya saja "Oh apa maunya di suapin?" Tanyanya tersenyum penuh arti membuat Bintang membelalakkan matanya


Chelsea mulai menyendokkan makanan dan mengarahkannya pada mulut Bintang "Aaaaa..."


"Uuhhh so sweet." Goda Gino di iringi temannya, sedangkan Satya dan Jihan menatapnya penuh kebingungan


'Astaga Chelsea, diminta buat jauhin Bintang kok malah gini sih.' Batin Jihan sedikit cemas, karena ia cukup tau karakter Bintang yang sangat tidak suka di ganggu wanita


"Gak." Tolak Bintang mentah-mentah sampe Chelsea pun menganga tak percaya


Dia yang minta dirinya memesankan makanan, tapi dia juga yang tidak mau makan?! Dia pikir belinya pake daun apa?! Kesal Chelsea membatin


Namun Chelsea tidak ingin menunjukkan kekesalannya itu, karena dia sudah menyiapkan kejutan untuk cowo rese ini. "Ayolah, ini sangat enak aaa..." Dia terus memaksa Bintang membuka mulut


"Tidak." Bintang terus menolak dan menolak, sampe kesabaran Chelsea pun habis


"Sedikit saja, ayo aaaa..." Dengan susah payah dan penuh pemaksaan, Chelsea berhasil membuka mulut Bintang lalu memasukkan sesendok makanannya


Bintang terkejut, dia terdiam entah apa yang di pikirannya "Gu-- mmph." Belum selesai bicara, Chelsea langsung menyumpal dengan makanannya lagi


Bukan hanya sekali, namun berkali kali dia menyuapi Bintang dengan secara paksa dan terus tersenyum "Heumm enak kan?! Lagi ayo."


Semua yang disana bingung, melihat ekspresi Bintang yang sulit di artikan 'Apakah seenak itu?' Batin mereka


Tak


"Oh my god." Pekik Chelsea saat Bintang menepis sendok makannya sampai terjatuh


"Huwwaaa sshhtt... pe-pedes.. pedes banget anjir." Seru Bintang tiba tiba mengipasi mulut dengan tangannya


"Ya ampun, pedes yah?! Aduhh ini minum." Ucap Chelsea berpura-pura panik sambil memberikan segelas minuman yang ia bawa tadi


Tanpa banyak bicara, Bintang langsung meneguk minuman itu. Chelsea melihatnya dengan tersenyum lalu memejamkan mata dan menutup telinga. 'Satu... Dua... Ti--'


"AAAAAA PEDAAASSS." Teriak Bintang menggelegar langsung berlari meninggalkan semua temannya di kantin yang meraskan gendang telinganya pecah


"Eh bos." Pekik geng Meteor bergegas menyusul bosnya


"HAHAHAHAHAAAAA."


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...