BAD

BAD
Eps 37 ~ Situasi apa ini?!



.


Chelsea menatap seorang gadis yang terlihat usianya lebih muda darinya. Gadis cantik dengan rambut di kuncir dua dan kacamata bulat yang bertengger di matanya. Meski dandanannya sedikit culun, namun Chelsea bisa menilai jika sebenarnya gadis tersebut cantik. Ya meskipun dalam hati kecil berkata tetaplah dirinya yang cantik dan itu tidak bisa di ganggu gugat.


Gadis itu merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan saat menyadari Chelsea menatapnya penuh arti. Setelah itu dia memberanikan diri menatap Chelsea "Kakak siapa?"


Sepersekian detik kemudian Chelsea kini tersadar lalu ia berdiri. Namun belum sempat menjawab, tiba tiba kedatangan seseorang langsung memotong ucapannya tersebut.


"Dia temen kakak." Ujar Bintang menghampiri mereka


'Jadi gadis ini adiknya alien?! Kok gue baru tau dia punya adik.' Batin Chelsea mulai mengerti keadaan


Ya memang Bintang mempunyai satu adik perempuan yang masih menduduki bangku smp. Dirinya sengaja merahasiakan hal ini karena takut adiknya itu akan menjadi incaran para musuh dari geng motornya. Dan yang mengetahui hal ini hanyalah para sahabat baiknya saja.


"Oh, perkenalkan nama aku Rachel. Nama kakak siapa?" Gadis itu mengulurkan tangannya pada Chelsea seraya memasang senyuman termanisnya


Chelsea yang di sambut hangat seperti itu sangat senang tentunya dan iapun membalas uluran tangannya sambil tersenyum "Chelsea."


"Hai kak Chelsea, salam kenal ya." Rachel tersenyum hangat dan di balas senyuman tak kalah hangatnya dari Chelsea "Kakak pacarnya kak Bintang?" Tanyanya kemudian


Uhukk


Sontak saja pertanyaan tersebut membuat Bintang langsung tersedak ludahnya sendiri. "Buk--"


"Iya." Potong Chelsea dengan cepat dan tak mempedulikan tatapan horor Bintang yang seperti ingin menelannya hidup hidup.


"Woahh... Kak Bintang udah move on ternyata." Seru Rachel dengan antusias


Chelsea yang mendengar kata move on langsung mengerti apa maksudnya. Jadi si alien ini gagal move on makanya jomblo terus?! Sungguh kini hatinya tertawa terbahak bahak saat mengetahui seorang Bintang yang terkenal datar dan dingin di sekolah itu pernah memiliki pacar yang bisa membuatnya gagal move on.


"Apa kamu belum pernah kakak cekokin hm?!" Bintang menatap horor adik kesayangannya itu yang terkesan blak blakan namun hanya di balas cengiran kuda khasnya


Ingin lanjut Bintang menakuti adiknya tapi perhatiannya justru kepada penampilan sang adik yang terlihat lusuh. "Ada apa denganmu?" Tanyanya datar namun tersirat makna penuh perhatian


"Aku? Aku baik baik saja kak." Rachel tersenyum seraya mengalihkan pandangan guna menutupi kebohongannya


"Lagi?" Tanya Bintang dengan tatapan mengintimidasi seolah menusuk lawan bicaranya


Rachel menggelengkan kepalanya cepat. Namun sayang sepertinya Bintang sudah kebal dengan tipu daya sang adik yang selalu menutupi kesedihannya. Ia tahu betul jika selama ini sang adik selalu mendapatkan pembuliyan di sekolah. Sejujurnya ia ingin sekali melabrak siswa yang membuli adiknya tapi selalu saja di cegah sang adik. Rachel memang tipikal orang yang tak ingin menyusahkan orang lain, dia juga tidak ingin kakaknya terlibat masalah karena ia tahu siswa yang membulinya lebih berkuasa daripada keluarganya.


Sudah lama Bintang mencoba bersabar karena keinginan adiknya. Rachel selalu berkata jika mereka membuli tidak parah bahkan dia tidak sampai masuk rumah sakit. Tapi tetap saja sebagai seorang kakak, mana tega melihat adiknya menderita. Meskipun fisik tidak terluka, tapi bagaimana dengan batinnya?! Mental adik kesayangannya sedang di uji, kakak mana yang akan tinggal diam?! Siapa yang akan membela jika bukan keluarganya?!


Bintang mengusap wajahnya kasar, ia sungguh tak habis pikir dengan adik satu satunya itu. Bisa bisanya di buli tapi masih diam saja?! Apa yang ada di pikirannya?! Terbuat dari apa hatinya itu?!


"Sampai kapan seperti ini ha?!" Tanpa sadar Bintang langsung membentak adiknya sampai membuat Rachel tersentak, bahkan Chelsea juga ikut terkejut "Kamu di buli, kamu di jadikan sama mereka, tapi kenapa? Kenapa kamu diam aja ha?! Kalau kamu takut, biar kakak yang labrak mereka semua."


Rachel merasa lidahnya membeku, hatinya sakit, air matanya keluar tanpa seijin darinya. "A-aku... Aku gak bi.sa kak." Jawabnya terbata sambil menundukkan kepalanya takut menatap mata sang kakak


"Kamu memang gak bisa, tapi kakak bisa. Sudah cukup semuanya, kakak gak akan tinggal diam lagi." Sorot mata tajam Bintang tersirat amarah yang menggebu, ia segera melangkahkan kakinya untuk keluar


"Kak jangan." Dengan gerak cepat, Rachel menghadang langkah kakaknya


"Minggir." Titahnya seakan tak terbantahkan


"Enggak kak." Rachel menggelengkan kepalanya cepat dan jangan lupakan air mata yang mengalir deras


"Minggir dek, biar kakak yang selesaikan ini." Bintang menggeser tubuh adiknya sampai membuat Rachel terpaksa menyingkir dan dirinya melanjutkan jalan tapi tentu saja Rachel tidak menyerah untuk menahan sang kakak


"Ada apa ini?" Seseorang tiba tiba saja datang memasuki rumah dan mampu membuat langkah Bintang terhenti lagi


Dengan segera Rachel menghapus air matanya yang sempat keluar, Bintang juga malah mengalihkan pandangannya seolah ingin terlihat tidak terjadi apa apa, sedangkan Chelsea?!


Jangan tanyakan bagaimana dia sekarang. Dia bahkan seperti orang kebingungan yang tidak tahu harus berbuat apa, harus berkata apa, bahkan untuk bergerak dari tempatnya saja terasa sulit. Rasanya lebih baik berada di situasi perang dunia daripada perang kakak beradik yang ia sendiri tidak tahu akar masalahnya. Jadilah hanya bisa cosplay menjadi patung atau mungkin makhluk yang tak kasat mata.


'Astaga, situasi macam apa ini?! Gue berasa kek orang linglung disini.' Batinnya depresot.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...