
.
"Dia mamih kamu?" Tanya Jihan akhirnya mengungkapkan rasa penasarannya
Sontak saja baik Chelsea maupun Mona melirik Jihan "Iya, mamih gue paling durhaka." Cetus Chelsea mendapat pelototan khas dari mamahnya
Jihan melotot tak percaya ucapan Chelsea yang begitu santainya dan dia lebih terkejut saat tiba tiba sahabatnya merintih kesakitan ketika mendapat jeweran dari sang mamah.
"Ngomong apa barusan?" Tanya Mona menstap tajam anaknya tanpa melepas jewerannya
Chelsea hanya menyengir kuda membuat Mona mendengus kesal sampai akhirnya mengalah dan melepas jeweran mautnya.
"Rip my kuping huhuu." Rintihnya dramatis seakan telinganya akan lepas detik itu juga
Mona tak menggubris rintihan anak semata wayangnya itu yang terkesan lebay, dia malah beralih menatap gadis cantik yang berada disamping anaknya "Kamu pasti Jihan sahabatnya Chelsea, benar tidak?"
Jihan cukup terkejut, bagaimana bisa orang tuanya Chelsea mengenali dirinya? Padahal mereka tidak pernah bertemu.
"Iya Nyonya." Jawabnya setelah menormalkan ekspresi keterjutannya
"Kok nyonya sih, tante dong." Pinta Mona tersenyum hangat
"Tau Jihan, gak usah formal banget sama mamih gue kali. Dia orang orangnya selow kok, kalo di ajak adu bacot juga cocok." Cetus Chelsea dengan tampang tanpa dosanya
Untung saja anak kesayangan, jika tidak?! Mungkin Mona sudah menendangnya sampai ke pluto.
"I-iya tante." Ucap Jihan akhirnya namun sedikit ragu "Ah mari masuk tan, lebih baik kalian ngobrol didalam." Ajak Jihan berusaha sesopan mungkin
Merekapun masuk dan kini sedang duduk bersama di ruang tamu, lebih tepatnya hanya Chelsea dan mamahnya saja sedangkan Jihan pergi untuk membuatkan minuman bagi tamu.
Mona menatap sekelilingnya penuh arti, ia berpikir apakah putri semata wayangnya itu betah disana? Tempat ini bahkan hanya sebesar kamar miliknya saja. Bagaimana mungkin Chelsea yang manja dan selalu mandi kemewahan sejak kecil bisa bertahan disana? Impossible.
"Sudah menilainya?" Tanya Chelsea spontan membuat Mona menatapnya "Ini juga karna kalian."
"Kamu sendiri yang memilih pergi, jangan salahkan mamih papih." Bantah Mona tak ingin disalahkan
Chelsea mendengus kesal "Ck, intinya Chelsea gak akan pulang sebelum perjodohan itu batal." Serunya tegas
Hampir saja Mona menyemburkan tawanya melihat kekesalan sang anak 'Dia masih salah paham ternyata. Siapa juga yang mau menjodohkannya.'
Chelsea menatap maminya terheran karena seperti menahan tawa, namun ia sangat enggan bertanya. "Lagian Chelsea mau buktikan sama papih, kalo Chelsea bukan anak manja yang selalu buat onar." Tegasnya sungguh sungguh
Jika boleh jujur, Mona juga tidak tega melihat anaknya sengsara. Tapi tidak mungkin juga dia mengajak anaknya pulang karena pasti suaminya akan menolak keras. Bukan karna tidak sayang, tapi rencana suaminya untuk merubah Chelsea jadi anak lebih baik dan tidak boros itu perlu di coba.
"Cepat selesaikan sekolah kamu dan buktikan omongan kamu itu biar bisa pulang." Titah Mona membuat Chelsea menganga tak percaya
Chelsea berpikir jika mamahnya itu akan membujuknya pulang tapi ternyata gak jauh berbeda dengan ayahnya. "Mamih kesini hanya merindukanmu, bukan membujuk." Cetus Mona seakan tau isi hati anaknya.
Jihan datang lalu menyajikan minuman serta beberapa cemilan ringan untuk tamunya itu "Maaf hanya ada ini tante, silahkan dinikmati." Ujarnya sangat sopan kemudian duduk disamping Chelsea
"Ah terimakasih, maaf sudah merepotkan." Ucap Mona kemudian memakan cemilannya
"Sudah tau merepotkan, ganti makanannya." Celetuk Chelsea si anak tidak tahu diri
Uhuuk... Mona tersedak makanannya sendiri, ingin sekali dia mencincang anaknya itu "Kau ini--." Geramnya tertahan
"Mamiiihh." Tiba tiba saja Chelsea merengek sambil merangkul lengan mamahnya
Mona sangat tahu karakter anaknya, jika sudah seperti ini pasti akan ada maunya "Tadi saja mengejek, sekarang minta di manja." Cibirnya menatap sang anak
Chelsea tak mempedulikan itu, dia justru memasang wajah lesu namun terlihat sangat imut "Duit." Pintanya memelas
"Mamih tau kamu gak akan bertahan lama-lama disini apalagi tanpa fasilitas." Ucap Mona menghela nafasnya pelan
Chelsea menyengir kuda "Mamih tau aja."
Tanpa pikir panjang, Mona langsung mengeluarkan atm yang sengaja ia buat khusus untuk anaknya itu. Chelsea mengernyit bingung "Ini baru? Kenapa gak punya Chelsea aja?"
"Milik kamu disita papih, jadi mamih sengaja buatin yang baru." Balas Mona apa adanya
"Gak masalah, asalkan isinya--" Belum selesai Chelsea menjawab tiba tiba saja sudah di potong sama Mamihnya
"Isinya hanya lima juta."
"What?! Lima juta?! Mana cukup mih?" Pekiknya tertahan, sedangkan Jihan tak menyangka reaksi Chelsea seperti itu
Bagaimana tidak? Bagi Jihan itu uangnya cukup besar, bahkan gajinya saja saat bekerja sebagai pelayan cafe hanya mendapat dua juta perbulannya.
"Cukup jika kamu tidak boros." Jawab Mona "Itu untuk satu bulan kedepan, nanti tiap awal bulan mamaih akan transfer lagi." Lanjutnya
"Tap--"
"Terima atau mamih ambil lagi." Ancam Mona membuat Chelsea mau tidak mau harus menerimanya
Mona memang menyayangi putrinya dan sangat memanjakannya, tapi ia juga harus menghormati keputusan suaminya untuk merubah anaknya itu. Jadilah dia memberi jatah anaknya dengan jumlah yang terbilang sedikit, daripada tidak sama sekali karena takut anaknya mati kelaparan.
"Nak Jihan." Panggil Mona tiba tiba
"Iya tante." Sahutnya sopan
"Pasti kamu kerepotan kan mengurus anak kecebong ini." Ucap Mona tanpa berperasaan membuat Chelsea melotot
"Kalo aku anak kecebong, berarti mamihnya juga kecebong." Cibirnya pelan namun hanya di anggap angin lalu saja bagi Mona
"Ini untuk kamu, dan nanti saya akan menjatah kamu seperti Chelsea setiap bulannya." Ujar Mona seraya mengeluarkan amplop coklat berisikan uang dan diberikan kepada Jihan
Jihan mematung terkejut, ia sungguh tidak menyangka "Ah tidak perlu berlebihan tante, saya ikhlas membantu Chelsea." Tolaknya sangat halus
"Saya juga ikhlas memberi kamu ini, dan kontrakan ini sudah saya bayar untuk satu tahun kedepan."
Baik Chelsea maupun Jihan sama-sama di buat terkejut. Mona membayarkan uang kontrakan Jihan untuk satu tahun kedepan?! Itu artinya Mona sudah mengetahui apa saja yang terjadi pada anaknya, bahkan dia tau jika anaknya menginap di rumah kontrakan temannya.
"Ta tapi tan--"
"Terima saja Jihan. Lagian lo juga butuh untuk bayar iuran camping sekolah." Ucap Chelsea sedikit memaksa
"Camping?" Beo Mona kebingungan
"Ya, sekolah ngadain camping tapi tiap siswa harus bayar." Jawab Chelsea yang kali ini srdikit waras
"Itu artinya uang jatah kalian akan berkurang. Baiklah, untuk iuran camping itu biar mamih yang bayarkan." Ujar Mona membuat mata Chelsea berbinar "Tapi hanya untuk kali ini, sedangkan kedepannya kalian harus bayar sendiri." Lanjutnya menahan tawa saat melihat ekspresi anaknya yang berubah menjadi lesu
"Ck gimana kalo nanti biaya seterusnya gede? Bisa-bisa Chelsea di keluarkan karna gak mampu bayar." Chelsea mendengus
"Maka dari itu kamu harus rajin menabung, jangan boros biar bisa memenuhi kebutuhan kamu sendiri." Ujar Mona tersenyum membuat Chelsea lagi dan lagi ingin mengumpat mamih kandungnya itu
Mona melakukan ini juga karena ingin mengetes seberapa lama anaknya itu bertahan dengan uang jajan yang hanya sedikit. Tapi tentu saja dia tidak sejahat itu, dia akan tetap memantau anaknya dsri kejauhan dan tanpa sepengetahuan suaminya. Bisa-bisa dia tidak diijinkan lagi memberi uang pada Chelsea anak semata wayangnya itu.
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...