
.
Keesokan harinya
Seperti hari hari biasanya, Jihan selalu menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Chelsea sahabatnya. Setelah selesai diapun bergegas menuju kamar Chelsea untuk membangunkannya.
"Astaga." Pekiknya tiba tiba saat hendak membuka pintu kamar Chelsea, namun justru pemiliknya terlebih dulu membukanya dari dalam
"Why?" Tanya Chelsea tanpa merasa bersalah sudah membuat sahabatnya terkejut
"Niatnya tadi mau bangunin, ternyata udah bangun duluan makanya kaget." Jelas Jihan apa adanya
Chelsea hanya ber 'oh ria, kemudian mereka pun segera sarapan sebelum berangkat sekolah. Jihan menatap aneh sahabatnya, karena tidak biasanya gadis itu sudah rapi sepagi ini. Apakah sahabatnya mendapatkan hidayah?
Berbeda dengan Jihan yang memperhatikannya, Chelsea justru dibuat perang dalam pikirannya. Ia kini semakin bertekad untuk menjadi lebih baik lagi... mungkin.
Gadis itu teringat perkataan mamihnya kemarin 'Buktikan sama papihmu jika kamu sudah berubah lebih baik, agar kamu secepatnya pulang.' Sebenarnya bukan karena ingin cepat pulang saja, tapi ia juga ingin perjodohan itu batal.
Ckck... Malang sekali nasibnya, pergi dan lebih memilih hidup sederhana untuk menghindari perjodohan yang sebenarnya tidak pernah ada. Mungkin jika Chelsea mengetahui jika dirinya kena prank, bisa dipastikan dunia akan hancur karena amukan buaya betina ini.
Setelah selesai sarapan, mereka berdua segera berangkat sekolah mengendarai sepeda motor milik Jihan dengan berboncengan.
"Lo bisa naik motor?" Tanya Chelsea tiba tiba saat mereka dijalan dan dengan sedikit keras agar Jihan bisa mendengarnya
"Ya ampun Chel, dari kemarin gue naik motor dan lo baru tanya sekarang. Apa gue bisa naik motor?" Jihan menjawabnya disertai kekehan kecil, pasalnya sejak kemarin mereka tinggal bersama tapi kenapa Chelsea baru menanyakannya sekarang?!
"Ck gue salah nanya, maksud gue tuh ini motor lo beli sendiri?" Elak Chelsea tak mau mengalah dan tak ingin malu
"Motor ini milik bokap gue, dan sekarang di warisin ke gue." Balas Jihan berkata sejujur jujurnya sedangkan Chelsea hanya menganggukkan kepalanya mengerti "Lo emang gak bisa naik motor?"
"Kagak." Jawab Chelsea jujur "Kalo mobil baru gue bisa."
Jihan hanya mengangguk paham, sudah jelas Chelsea bisa menaiki mobil karena keluarganya bukanlah orang biasa. Mungkin keluarganya juga melarang Chelsea menaiki motor, karena lebih beresiko kecelakaan, Pikirnya.
Kali ini Jihan juga sudah mulai terbiasa menyebut lo dan gue, karena jika dia menyebutnya aku kamu pasti akan langsung di protes sama Chelsea.
"Stop stop."
Ckiiitt
Entah kenapa tiba tiba saja Chelsea menyuruh Jihan menghentikan motornya, sehingga sontak saja Jihan ngerem mendadak. "Kenapa?"
"Liat kesana." Ucap Chelsea menunjuk sesuatu yang tak jauh darinya, Jihan pun mengikuti arah pandang Chelsea "Tawuran?!"
Mereka berdua di buat terkejut ketika melihat melihat beberapa siswa yang terlihat berkelahi di jalanan. Mereka menajamkan pandangannya karena merasa familiar dengan seragam anak sekolah itu.
"Anak Rajawali?!" Gumam Jihan pelan, namun bisa di dengar Chelsea
"Rajawali? Siapa?" Beo Chelsea bingung
"Mereka anak sma Rajawali, mereka juga merupakan musuh bebuyutan sma kita." Jelas Jihan seperti apa yang diketahuinya
"What?!" Pekiknya pelan, kemudian dia kembali memfokuskan penglihatannya "Tapi keknya cowok itu gak asing deh." Pikirnya berusaha mengenali
"Chel, dia satu seragamnya sama kayak kita. Apa satu sekolahan sama kita?" Tanya Jihan ingin memastikannya
Chelsea tak menjawab, dia masih mencoba mengenali cowok yang menurutnya tak asing. "Bintang?!"
Bugh
Bintang terlihat kewalahan melawan beberapa musuh di depannya. Bisa di lihat ada sekitar sepuluh siswa yang saat ini sedang mengeroyok Bintang. Entah apa yang terjadi, tidak ada yang tahu.
"Ckck... Ternyata hanya segini kemampuan leader Meteor?!" Ejek salah satu dari mereka saat Bintang sudah terkapar dengan kondisi babak belur "Lemah." Sinisnya lalu tertawa bersama semua temannya
"Pengecut." Bintang mendecih pelan "Hanya pecundang yang beraninya keroyokan, why? Lo gak mampu lawan gue?!" Lanjutnya menatap remeh musuh
Mereka hanya terkekeh sinis mendengar ejekan Bintang, kemudian dua siswa dari mereka memegangi Bintang dan memaksanya berdiri meski lemah.
"Dalam peperangan itu halal di lakukan, dan menurut gue... Lo itu--" Pria di depannya menggantungkan ucapannya "Loser."
Bugh
Bugh
"Ughh." Rintih Bintang menahan pukulan dari musuhnya, ingin dia melawan namun tenaganya sudah terkuras habis
Disaat dia hendak melayangkan pukulan lagi, mereka justru di buat terkejut saat mendengar suara sirine polisi datang mendekat. "Sial."
"Cabut." Serunya kemudian bergegas menaiki motor untuk pergi dari sana dan di ikuti yang lainnya
Sementara tak jauh dari mereka, terlihat Chelsea dan Jihan sedang tertawa karena berhasil mengerjai mereka dengan menggunakan suara sirine polisi dari ponsel milik Chelsea.
"Lo bisa aja Chel, gue aja kagak kepikiran bakal kek gini." Ucap Jihan mengagumi kecerdikan sahabatnya itu
"Gue gak mau sombong, tapi gue emang pintar." Balas Chelsea menyengir dengan gaya tengilnya
Jihan sendiri memutar bola matanya malas, jika tidak sombong lalu apa tadi?! Mereka berdua pun segera menghampiri Bintang yang kini sudah tak sadarkan diri dan babak belur.
"Astaga alien bangun." Pekik Chelsea memangku kepala Bintang
"Namanya Bintang, bukan alien." Ucap Jihan menatap aneh sahabatnya yang tidak berakhlak itu
Chelsea tak menggubrisnya, dia masih sibuk membangunkan Bintang "Ck bangun alien. Lo jangan nyusahin dong, pagi pagi molor aja kayak kebo." Celotehnya tak berperasaan
"Mending kita ke rumah sakit aja, daripada lo ngoceh kagak jelas." Titah Jihan merasa jengah mendengar celotehan Chelsea, kemudian dia segera menghadang taxi yang kebetulan melintas tak jauh darinya
Sang supir segera mengangkat tubuh Bintang dan memasukkan kedalam taxinya.
"Lo ijinin gue di sekolah, biar gue antar alien ke rumah sakit." Ucap Chelsea
"Eh, maksudnya lo mau bolos?" Tanya Jihan seakan tahu apa tujuan Chelsea sebenarnya
"Ada kesempatan bolos gak boleh di sia-siakan." Ucap Chelsea menyengir kuda kemudian langsung masuk ke taxi dan menyuruh sang supir melaju
"Yaakk." Jihan pikir Chelsea beneran khawatir sama Bintang makanya mau menagantar ke rumah sakit, ternyata apa?! Ini hanya menjadi alasannya untuk membolos sekolah.
"Dia belum insyaf." Gumamnya menggelengkan kepala.
...\=•\=•\=•\=•\=...
...~Bersambung~...