BAD

BAD
Eps 36 ~ Kemana?



.


"Yakin aja, kenapa?" Balas Jihan berusaha menutupi rasa cemburunya dengan sedikit tersenyum "Apa lo meragukan mereka?"


"Iya." Jawab Satya tanpa keraguan sedikitpun. Ia sendiri tidak tahu kenapa belum bisa mempercayai jika Chelsea sudah berpacaran dengan Bintang atau mungkin karna rasa cemburunya yang dalam sampai tak bisa menerima kenyataan itu.


Jihan tersenyum, ia sangat tahu bagaimana rasanya cemburu. Ia juga kini menyadari jika Satya memang menyukai sahabatnya yang padahal sudah memiliki pacar.


"Apa kita jadi membeli perlengkapan camping?" Tanya Jihan berusaha mengalihkan pembicaraan daripada hatinya semakin sakit saat tau crushnya mencintai gadis lain


Satya menghela nafasnya pelan, ia sengaja tidak membeli perlengkapan camping itu agar dirinya bisa mengajak Chelsea jalan dengan beralasan membeli perlengkapan. Tapi sayang sungguh sayang, rencananya gagal total karena ternyata Bintang yang kini bernotabe pacar dari gadis pujaan hatinya datang dan menghancurkan rencana pdkt-nya.


"Iya." Jawab Satya hanya bisa pasrah "Kita ke kontrakan lo dulu."


"Ngapain?"


"Lo kan bawa motor, jadi mending kita ke kontrakan lo dulu buat naroh motor lo. Habis itu baru kita jalan pake motor gue." Ujar Satya yang mampu membuat hati Jihan sedikit berbunga bunga.


Di bonceng sama crush! Sungguh Jihan tak bisa mengekspresikan seberapa besar kebahagiaannya itu.


***


"What?!" Pekik Chelsea ingin sekali melempar sosok yang ada di hadapannya ini ke sungai amazon.


Bagaimana tidak? Bintang dengan seenak jidat mengajak dirinya pergi meninggalkan para sahabatnya. Dan kini dirinya bertambah kesal saat dia bertanya kemana cowok itu akan membawa pergi, dan Bintang hanya menjawab "Gak tau."


Sungguh kesialan apalagi yang akan menimpa gadis ini.


"Kalo lo gak niat ngajak gue jalan, mending lo anterin gue ke kontrakan sekarang." Ucap Chelsea yang masih mempunyai stok kesabaran meski tinggal beberapa persen saja.


"Lo pasti mau cepet cepet pulang biar apa?! Biar lo bisa jalan sama si ketos itukan?!" Balas Bintang seraya memfokuskan dirinya karena saat ini dia sedang mengendarai sepeda motor dan juga memboncengkan Chelsea tentunya


"What?!" lagi dan lagi Chelsea hanya bisa memekik tertahan, bagaimana bisa alien di hadapannya ini berpikiran seperti itu "Apa urusannya sama lo? Lo cemburu gitu?"


Ckiiitt


"Yaakk." Habis sudah kesabaran Chelsea. "Alien syaland ,anj-- lo." Makinya tiada henti sambil mengabsen semua hewan di kebun binatang karena kini jidat kesayangannya terbentur helm Bintang saat tiba tiba mengerem mendadak.


Bukannya merasa bersalah, Bintang justru berkutat dengan pemikirannya sendiri. 'Kenapa gue bawa terumbu karang pergi? Kenapa gue kesal saat si ketos ngajak dia jalan?! Gue kenapa?" Batinnya kebingungan


"Tck, malah cosplay jadi batu." Cibir Chelsea mampu membuat Bintang tersadar dari lamunannya


'Kalo gue ajak terumbu karang ke rumah, gue yakin mamah akan berhenti mendesak gue buat deket sama cewek idamannya yang tak lain itu Jihan. Apalagi gue bawanya cewek gila, dengan begitu mamah pasti ilfil dan mungkin trauma deketin gue sama cewek manapun.' Batinnya tersenyum puas dengan prediksinya.


"Napa tuh mata?! Pen gue colok?" Chelsea menatap galak Bintang seraya menunjuk kedua mata cowok itu "Gue tau gue cantik, tapi bisa biasa aja gak liatnya. Gak pernah liat cewek kek gue gitu?!"


"Dasar buaya narsis." Cetus Bintang pelan sambil bersiap menjalankan motornya kembali


"Yaakk gue denger." Sarkas Chelsea langsung mengetuk helm Bintang sedikit keras membuat sang empu meringis "Sekarang jawab gue. Kita mau kemana?"


"Rumah gue."


"What the--"


Setelah menempuh perjalanan beberapa cukup jauh dalam waktu beberapa menit. Bintang menghentikan motornya lalu melepas helm dan Chelsea juga segera dari motor Bintang seraya menatap sekeliling.


Chelsea bisa melihat sebuah rumah sederhana, mempunyai halaman yang sedikit luas, tidak memiliki pagar, dan sedikit tanaman yang menghiasi perkarangan rumah. Disana juga terlihat sedikit sunyi namun nyaman karena jarak rumah para tetangga cukup jauh.


Dalam sejenak Chelsea berpikir, ia dulu sempat mengira jika Bintang merupakan anak orang kaya karena dia juga di segani di sekolah da. merupakan leader geng Meteor. Tapi ternyata dugaannya salah, Bintang hanyalah lelaki biasa namun mungkin sedikit di segani karena kehebatannya yang merupakan ketua geng. Pikirnya.


"Sampai kapan lo jadi patung disana?!" Seru Bintang membuyarkan lamunan Chelsea. Dia terkejut saat melihat cowok itu sudah berdiri di dekat pintu dan bersiap masuk.


Chelsea hanya memutar bola matanya malas. Di detik kemudian ia mengikuti Bintang memasuki rumah.


"Tunggu disini." Titah Bintang mempersilahkan Chelsea duduk di ruang tamu


"Kenapa lo ngajak gue kesini?" Tanya Chelsea setelah duduk akhirnya mengutarakan kebingungannya "Kenapa gak keluar aja?! Jalan jalan gitu."


"Jalan jalan bikin boros, mending disini minum air putih." Jawab Bintang asal ceplos


"Dasar pelit." Cibir Chelsea tak menyangka jika Bintang merupakan sosok yang sangat pelit dan perhitungan. Kebanyakan cowok akan mengajaknya jalan keluar, ke tempat hiburan, makan di cafe, lah ini?! Cuma di rumah dan di suguhin air putih aja?! Cowok kok gak modal, pikir Chelsea.


Bintang sendiri tampak tak menghiraukan cibiran gadis itu dan memilih pergi ke kamarnya. Bukannya pelit atau gimana, Bintang hanya ingin menghemat uang untuk di tabung karena ia tahu jika perekonomian keluarganya sangat berkecupan. Jadi ia terpaksa menghemat uang jajan agar jika sewaktu waktu di butuhkan untuk keperluan sekolah bisa ia gunakan uang itu.


Chelsea mengeluarkan ponsel dengan mendengus kesal. Jujur saja dirinya merasa sangat bosan jika harus menunggu seperti ini. Ingin pergi tapi dia tidak bisa pulang, karena kini keuangannya menipis. Daripada membayar taxi yang cukup mahal, lebih baik menunggu Bintang mengantarnya pulang agar bisa mendapat gratisan.


Disaat Chelsea sedang fokus pada ponselnya, ia mrlihat seseorang memasuki rumah tersebut.


...\=•\=•\=•\=•\=...


...~Bersambung~...