
.
Chelsea tertawa sangat puas melihat Bintang yang lari ngibrit seperti sedang di kejar setan.
"Chelsea dilawan." Ucapnya pelan namun penuh kesombongan. Pasalnya dia sengaja memesankan pasta untuk Bintang sangat pedas, selain itu juga untuk jus buah naga itu sebenernya adalah jus cabai.
Sangat tidak berperikemanusiaan.
"Dia kenapa?" Tanya Jihan saat Chelsea sudah kembali ke tempat duduknya, yaitu di samping Jihan dan Satya
"Entah." Jawabnya santai seperti tidak memiliki dosa "Gue ke kelas dulu." Lanjutnya beranjak pergi darisana
"Eh tungguin napa Chel." Seru Jihan kemudian menyusul kepergian Chelsea setelah berpamitan dengan Satya.
***
"Shhttt sialan." Umpat Bintang tiada hentinya setelah meneguk air sebotol, ah ralat tapi dia sudah menghabiskan lima botol air mineral
Semua temannya menatap Bintang prihatin namun juga rasanya ingin tertawa. Bagaimana tidak?! Baru kali ini seorang Bintang si leader geng Meteor dikerjai seorang wanita. Padahal selama ini tidak ada yang berani melawannya.
"Jangan tertawa!" Ucap Bintang penuh penekanan saat melihat temannya menahan tawa
"T-tidak bos." Gagap Haris ketakutan melihat sorot mata bosnya
Bintang mendengus kesal, dia tidak terima di kerjai habis habisan sama cewek yang padahal baru ia kenal.
"Eh mau kemana?" Tanya Joan saat Bintang beranjak dari duduknya dan berlalu begitu saja
"Ikutin kuy, kayaknya bakal seru nih." Seru Haris antusias, dia bisa menebak kemana Bintang pergi dan apa yang akan terjadi selanjutnya
Tanpa pikir panjang, merekapun bergegas menyusul Bintang yang saat ini dilanda emosi.
Gubrak
Suara dobrakan pintu begitu keras membuat siswa yang ada di ruangan itu terkejut. Bintang mengedarkan pandangan guna menemukan sosok yang ia cari. Tak butuh waktu lama dia berhasil menemukan Chelsea, cewek yang menurutnya sangat menjengkelkan.
Brak
Lagi dan lagi suara gebrakan terjadi, namun berasal dari meja milik Chelsea. Chelsea tidak terkejut, atau mungkin sia sudah menduga ini akan terjadi. Dia pun mendongak menatap Bintang dengan tersenyum "Why?"
"Jangan berlagak gak tau." Balas Bintang menatap tajam dan penuh penekanan
Bertepatan dengan itu, semua teman se-geng dengan Bintang pun baru saja datang kesana dan cukup terkejut melihat sahabatnya sedang melabrak seorang cewek.
"Minta maaf sekarang!" Titah Bintang seakan tak terbantahkan
Chelsea berdiri lalu menatap pria itu "Minta maaf." Ucapnya begitu santai namun tanpa rasa penyesalan sedikitpun "Udah kan?!"
Bintang menggertakkan bibirnya geram, sedangkan yang disana mulai merasakan hawa yang kurang mengenakan dan bahkan sudah berpikir akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Katakan yang benar!" Pinta Bintang lagi menahan kekesalan
"Ck, kurang bener apanya?! Lo minta gue minta maaf, dan gue udah melakukannya."
"Gue gak terima maaf lo." Bintang berucap dengan seringaian tipis
"Dan gue tidak peduli." Balas Chelsea mampu membuat Bintang semakin menahan geram
"Lo gak tau siapa gue ha?! Gue--"
"Leader geng Meteor." Serunya memotong ucapan Bintang "Dan mereka itu anggota lo." Lanjutnya seraya menunjuk keempat teman Bintang
Bintang terdiam cukup terkejut, padahal cewek dihadapannya itu adalah murid baru pindahan dari luar negeri tapi kenapa dia sudah mengenalinya?! Pikir Bintang.
"Gue takut?" Chelsea menunjuk dirinya sendiri dengan tersenyum "Tidak."
"Oh." Bintang menganggukkan kepala lalu dengan tiba tiba dia menarik tangan Chelsea sampai membuat sang empu merintih kesakitan
"Yak lepas." Chelsea tak tinggal diam, dia menahan dirinya sekuat tenaga agar Bintang tak dapat menariknya
Bintang tak menggubris, dia terus berusaha menarik Chelsea dengan sangat memaksa. Bahkan semua temannya seperti enggan mencegahnya karena takut terkena imbas.
"Bintang lepasin Chelsea, dia kesakitan." Jihan yang tidak tega melihat sahabatnya kesakitan, memberanikan diri untuk membuka suara
"Benarkah? Gue gak tau." Balasnya tak merasa bersalah bersalah sedikitpun "Ayo!"
"Gak!" Tolak Chelsea keras "Lepasin gue alien."
"What?!" Pekik Bintang pelan mendengar nama panggilan dari Chelsea, sontak dia melepas cekalannya dan berganti dengan tatapan tajam khasnya "Lo panggil gue apa?"
"Alien." Jawab Chelsea menatap tak kalah tajam
Sontak saja ucapan Chelsea mampu mengundang gelak tawa yang ada disana termasuk sahabatnya Bintang. Bisa-bisanya dia mengubah nama Bintang menjadi Alien.
Bintang melirik semua yang disana dengan tatapan tajam membuat mereka bungkam seketika. Ia tidak terima nama yang diberikan orang tuanya, nama yang di agung agungkannya karena cocok dengan wajahnya yang tampan malah diganti sama cewek tidak jelas dengan nama aneh itu.
"Alien sangat cocok buat lo. Karan Bintang terlalu bagus, jadi lo lebih cocok jadi penghuninya." Ujar Chelsea dengan watadosnya membuat Bintang
"Oh lo manggil gue alien gitu?!" Bintang tampak tak berekspresi namun seketika menyeringai tipis "Kalo gitu lo adalah terumbu karang."
"What the?!!" Pekiknya tertahan
Lagi dan lagi siswa disana ingin tertawa namun memilih untuk menahannya karena takut terkena amukan Bintang di leader geng Meteor.
"Why?! Lo Chelsea, Eummm kata terakhir Sea yang artinya laut jadi... Lo terumbu karang." Jelas Bintang dengan tampang tak berdosa sedikitpun
Chelsea sangat kesal setengah mati, nama Chelsea yang menurutnya sangat cocok dnegan julukan playgirl internasional bisa bisanya di ganti menjadi terumbu karang.
"Lo alien paling menyebalkan." Kesal Chelsea ingin rasanya mencabik wajah pria di depannya
"Dan lo terumbu karang paling buruk yang pernah ada."
"Lo alien."
"Lo terumbu karang."
"Alien."
"Terumbu karang."
"Alien."
"Terumbu karang."
"Kapan berhentinya?" Tanya Gino dengan santainya menatap pertengkaran keduanya
"DIAM." Sentak keduanya menatap tajam Gino membuat sang empu menelan salivanya susah payah karena seperti mendapat laser berbahaya dari sorotan mereka.
'Seram sekali singa jantan dan buaya betina ini.' Batin Gino bergidik ngeri dan akhirnya memilih diam daripada terkena amukan mereka lagi.
...\=•\=•\=•\=•\=...
Hmmzzttt... Kok sepi yah?!
Tinggalin jejak dong gengs, LIKE, COMMENT, FAVORIT... See you...